Puteri Bungsu Sang Duke

Puteri Bungsu Sang Duke
41. Vegetarian (REVISI)


__ADS_3

Pamella bertambah panik, “Ahahah di buku itu juga di jelaskan kalau vegetarian itu seperti makan sayuran gitu.”


“Ah begitu rupanya.” elvareta pun mengangguk mengerti.


“Pamella! Kamu dimana?!” elvareta, Pamella maupun sunnie sama-sama menoleh ketika mendengar teriakan itu.


Elvareta sendiri kelabakan, baru saja ia mau mengeluarkan sihirnya namun sayangnya …


“Disini kamu rupanya.” orang yang memanggil Pamella, Yudha sudah mendekat.


Akhirnya Yudha menatap heran sekaligus tajam pada elvareta.


“Kamu siapa?” tanya Yudha menudingkan telunjuknya pada elvareta.


Elvareta pun meringis pelan, dirinya tak pernah ditunjuk seperti ini. Maklum saja, ia selalu berada di posisi yang memungkinkan dirinya untuk tidak pernah diperlakukan layaknya seseorang yang rendahan.


Melihat ringisan pelan elvareta pamella segera meraih jari telunjuk Yudha yang menunjuk elvareta.


“Dia itu, dia itu ...” Pamella pun melirik kesana-kemari mencoba mencari alasan.


Tak mungkin kan ia mengatakan secara langsung bahwa elvareta adalah tuan Puteri negeri ini? Kan identitas elvareta rahasia!


“Perkenalkan, saya teman baru lady Thomson, Elvania Chiara elga panggil saja el,” ujar elvareta mengarang.


Ia harus ingat nama samarannya jika bersama Yudha itu Elvania Chiara elga alias El, padahal nama aslinya itu elvareta Violetta briliant.


Hadeh! Yudha ini menambah masalah saja.


“Anda nona muda bangsawan Elga? Saya baru dengar,” balas Yudha mengernyit, bukannya apa namun Yudha harus memastikan bahwa hanya orang baik saja yang ada di dekat adik kesayangannya ini.


“Itu kak, dia baru pindah ke sini, aku baru saja berkenalan dengannya tadi,” sahut Pamella.


“Eh kakak?” elvareta menaikkan alisnya.


‘Lah ini elvareta hanya pura-pura atau memang tidak tau kalau ini kakakku?’ batin Pamella.


“Iya elva- eh iya lady El ini kakak ku,” jawab Pamella tersenyum ramah.


“Perkenalkan lady, saya Yudha Thomson anak tertua dari tuan Duke.” Yudha memutuskan untuk memperkenalkan dirinya pasalnya akan tak sopan jika ia tak memperkenalkan dirinya sendiri.


Mata elvareta tiba-tiba membeku, entah kenapa Pamella pun tak tahu.


“Salam kenal tuan,” balas elvareta menundukkan kepalanya singkat.

__ADS_1


Mau tak mau elvareta harus menundukkan kepalanya walau sangat singkat.


“Lady, tuan saya permisi dahulu,” ujar elvareta, Yudha, Pamella dan sunnie pun mengangguk.


“Senang berkenalan dengan anda, tuan pu- eh nona el,” balas Yudha saat elvareta sudah sedikit jauh.


‘Lah, tuan pu-? Jangan bilang kakak tahu?’ batin Pamella memejamkan kedua matanya ngenes.


***


Akhirnya elvareta kembali menemui kakaknya.


Kenapa elvareta menemui kaisar? Mana dirinya tahu! Saat ia baru saja sampai di gerbang istana, ren menghampirinya mengatakan kalau kaisar menunggunya.


BRAK


“Kak, Kenapa kakak memanggilku?” lagi-lagi elvareta tak mengucapkan salam sebab kaisar tak suka jika elvareta menunduk padanya, derajatnya dan elvareta sama, bedanya ia kaisar disini dan elvareta permaisuri negeri lain.


“Akhir-akhir ini kau dekat dengan pamella kan?” pertanyaan dingin itu membuat elvareta menatap mata hitam kaisar.


“Iya, memangnya kenapa?” tanya elvareta bingung.


“Dia menyukai pesta dansa dengan tema apa?” tanya balik kaisar dengan wajah datar pada elvareta.


Kaisar pun mengangguk singkat, “Katakan ke suamimu itu, aku tak akan membiarkan dia membawamu secara paksa.”


Elvareta pun menghela nafasnya melihat permusuhan yang tercipta di antara kakak lelakinya dan suaminya, inilah yang membuatnya harus selalu menengahi mereka berdua.


“Dia pasti tahu sendiri kak, lagipula aku masih ingin bersama kakak dan kak pamella.”


Lagipula hubungannya dan George masih renggang, sama seperti saat elvareta datang kemari. Jadi, George tak mungkin melakukan sesuatu yang akan membuat dirinya kabur lagi. Yah, itu kemungkinan terbesarnya.


Sedangkan itu..


“Astaga lady! Badan anda harus tegak,” ucap madam varsya memegang pinggang ramping Pamella dan mengaturnya.


‘Geli woy!’ batin Pamella mencoba menahan tawanya agar tak menyembur bebas.


“Seperti biasanya, gerakan lady sudah sangat bagus bahkan lebih bagus dari yang sebelumnya,” jelas madam varsya.


Bibir Pamella pun mengerucut kesal.


‘Bagaimana tidak? Di kehidupan yang lalu pun aku belajar dansa! Bagaimanapun keluargaku itu berpengaruh, tapi yah, aku tetap tak begitu mahir, gerakannya aku sedikit bisa tapi posisinya itu loh, susah!’ batin Pamella.

__ADS_1


“Nah begitu lady, tetap pertahankan,” sambung madam varsya.


Seketika bibir Pamella membentuk senyum tipis yang sangat dipaksakan sekali.


Beberapa saat kemudian..


“Baiklah, sepertinya saya tak perlu datang kembali sebab gerakan dan posisi lady sudah sempurna, namun saya akan datang sehari sebelum ulang tahun negeri ini untuk mengecek lagi,” ucap madam varsya sebagai salam perpisahan.


“Baik madam, terima kasih,” balas pamella, madam varsya pun mengangguk dan pergi.


“Sudah selesai non?” tanya sunnie yang sejak tadi berada di sekitar Pamella.


“Iya, huft dansa itu sangat melelahkan,” keluh Pamella, sunnie hanya terkikik kecil.


“Nona, sepertinya tuan Puteri ingin menemui anda, saya pergi dahulu.” sunnie melihat elvareta mendekat jadi dirinya pergi agar elvareta dan Pamella bisa berbicara leluasa.


“Eh astaga elvareta!” ujar Pamella mengelus dadanya pelan, ia terkejut saat melihat elvareta tiba-tiba berada di sekitarnya.


“Ah maaf kak, tapi aku ingin menanyakan sesuatu pada kakak,” balas elvareta menjentikkan jarinya.


CTAK


Seketika, mereka berada di aula dimana pesta dansa akan di adakan beberapa hari lagi.


“Kenapa kita kemari?” tanya Pamella.


“Kakak ingin pesta dansa ini bertema seperti apa?” tanya balik elvareta.


“Emm, melihat dari aula yang ada di luar, mungkin lebih baik bertema gelap seperti bintang, bulan dan lain sebagainya lagipula nanti ada pesta kembang api juga kan? Begitu pula dengan lampu-lampu yang akan menghias aula ini, Jadi para bangsawan akan terlihat sangat memukau saat itu,” jawab Pamella.


“Dan saat itu tempat aulanya pasti sangat terang maka dari itu akan lebih baik jika kita menggunakan gaun berwarna gelap,” sambung Pamella.


Ia mungkin tahu kenapa ia dibawa kemari, elvareta mungkin ingin meminta pendapatnya, oh tentang pesta kembang api? Pamella tahu itu dari kakak lelakinya.


“Benar juga, kalau begitu kita akan memakai temanya, lalu menurut kakak hiasan apa yang bagus di tempatkan disini?” tanya elvareta lagi.


“Mungkin beberapa tiang yang di atasnya dengan pita? Pita itu akan mengubung dari tiang satu ke tiang lain, lalu meja dengan segala peralatannya di beberapa titik yang di isi dengan beberapa kudapan?” Pamella juga meminta pendapat elvareta.


Elvareta pun mengangguk mengiyakan, kakak iparnya ini kreatif dan sangat mudah penasaran, lagipula elvareta juga berdoa jika sifat menakjubkan Pamella tak akan berdampak di kemudian hari.


“Lalu emm ... elvareta, apa kamu bisa menciptakan kunang-kunang buatan dengan sihir?” pertanyaan Pamella yang satu ini membuat elvareta mengernyit.


Sihir?

__ADS_1


_______________________________


__ADS_2