Puteri Bungsu Sang Duke

Puteri Bungsu Sang Duke
17. Firasat (REVISI)


__ADS_3

Sunnie menatap heran kepada sang nona yang tengah mondar-mandir sedari tadi dengan raut wajah khawatir di depannya.


“Nona, kenapa anda kelihatan khawatir seperti itu?” tanya sunnie membuat Pamella menatap ke arahnya dengan terkejut.


“E-eh.. Kelihatan sekali ya?” tanya balik Pamella dengan memberhentikan langkahnya secara instan.


“Iya non, apa nona memiliki masalah?” tanya sunnie sekali lagi.


“Tidak papa, hanya saja.. kaisar tadi terlihat sangat menakutkan bagiku,” jawab Pamella dengan kejujuran di bawah 70%.


Memang Pamella takut pada kaisar namun bukan karena auranya tapi karena takut kebohongannya terbongkar! Dasar mah Pamella si rubah.


“Tapi-” ucapan sunnie terpotong ketika ada suara ketukan dari luar sana.


TOK


TOK


TOK


“Pamella! Aku datang berkunjung!” terdengar suara yang akrab di dengar oleh Pamella.


“Eh Caca, masuk saja ca,” balas Pamella, yah benar orang itu adalah caca alias Bianca.


“Iya aku masuk,” sahut Bianca dari luar lalu..


KRIET


Pintu kamar Pamella terbuka pelan, Pamella melirik ke arah Bianca yang tengah terlihat sedih sorot matanya juga sangat sendu.


Seketika Pamella mengernyit, kenapa Bianca bisa sedih seperti itu? Memangnya ada apa? Apa ada hantu? Eh.. mana ada hantu di siang bolong?


‘ Masa ada Drakor sad end sih? Masa di zaman ini ada drakor? Eh ada mas sama mbak dinosaurus ngga ya?’ batin Pamella mulai melantur.


“Nona, saya akan membawakan makanan,” ujar sunnie pamit keluar setelah mendapat anggukan singkat dari pamella.


“Caca, ayo duduk sini!” ucap Pamella duduk di samping ranjang dan menepuk tempat di sampingnya.

__ADS_1


Bianca langsung duduk tanpa mengatakan apapun.


“Kamu.. kamu kenapa ca? Perilakumu ini sangat aneh,” Pamella berucap dengan memiringkan tubuhnya menatap Bianca.


“Anu.. Pamella.. aku..” balas Bianca ragu ragu.


“Kenapa sih? Bilang saja padaku! Kamu kenapa?” tanya Pamella menggoyangkan bahu gadis yang tengah ia tatap.


“M-maaf.. sepertinya kita tidak bisa bertemu lagi,” jawab Bianca suaranya terdengar sangat sedih.


DEG


Pamella terkejut sendiri, baru saja ia mendapatkan sahabat dan.. sahabatnya ini bilang kalau mereka tidak akan bertemu lagi? Huh apa maksudnya ini?


“Kenapa kamu berbicara seperti itu ca?” tanya Pamella mulai serius.


“Aku akan hiks di tunangkan dengan pangeran mahkota kerajaan matahari, jadi hiks setelah itu aku akan tinggal disana,” jawab Bianca sambil menangis lirih.


“Kenapa kamu harus tinggal disana? Kan hanya tunangan bukan menikah!” balas Pamella, kedua mata hijaunya mulai berkaca-kaca.


Pamella pun memeluk Bianca dengan erat dan menangis bersama sama.


Pamella melirik ke sunnie yang tengah mengintip ke dalam mungkin karena ketikannya sama sekali tidak di balas.


Pamella menggelengkan kepalanya menandakan jika ia dan Bianca tidak mau di ganggu untuk saat ini.


Sunnie terlihat menutup pintu pelan, setelahnya pintu tertutup dengan sempurna.


“Hiks, bagaimana Pamella? Aku.. bagaimana jika nanti kalau aku merindukanmu? Kalau aku merindukan suara mu?” tanya Bianca beruntutan.


Akhirnya Pamella hanya bisa diam dan mengeratkan pelukannya, ia benar benar dibuat mati kutu dengan pertanyaan Bianca.


“Bagaimana pamella?” tanya Bianca yang agak tenang sambil melepaskan pelukannya dan menggoyangkan bahu Pamella.


“Aku.. aku tidak tau tapi aku pasti akan merindukan dirimu,” jawab Pamella melepaskan tangan Bianca yang ada di bahunya.


‘ Huh, sudah berapa hari aku disini? Hanya sepuluh hari namun sudah ada kesedihan? Entah kenapa firasat ku mengatakan jika hal ini hanyalah permulaan’ Batin Pamella mulai merasakan aura negatif.

__ADS_1


“Pamellaaa!” teriakan Bianca memang terdengar sangat nyaring namun Pamella sedang tidak mood untuk memarahi Bianca hanya karena suara nyaringnya yang nyaris membuat telinga Pamella tuli.


________________________


“Nona, kenapa anda cemberut seperti itu dari tadi?” tanya ren membuat Pamella menatap tajam ke arahnya.


Setelah banyak berbicara dengan Bianca, Bianca pulang sedangkan Pamella jalan jalan keliling kota menggunakan kereta kuda.


Dan tentunya di awasi plus di antar oleh ren.


“Ren.. jika seseorang dari negeri ini menikah dengan pangeran dari kerajaan lain, apa orang itu akan menjadi milik negeri ini atau kerajaan itu secara legal?” tanya Pamella tiba tiba.


Ren mengerutkan keningnya ketika mendengar pertanyaan semacam itu.


“Orang itu akan menjadi milik kerajaan lain non dengan cara yang legal,” jawab ren.


“Non, saya sarankan anda jangan sampai menikah dengan orang lain sebab anda itu gadis milik kaisar,” balas ren yang tiba-tiba menyambung perkataannya. Entah apa yang terpikirkan di otak busuk ren itu.


Pamella sendiri kebingungan, ia bahkan sampai mengernyit sampai matanya menyipit.


“Maksud kamu apa? Siapa yang bilang kalau aku mau menikah!” sahut Pamella nyaris meninju wajah tampan ren.


“Lalu.. kenapa nona bertanya seperti itu?” tanya ren mulai membanderol Pamella dengan berbagai pertanyaan yang menyebalkan.


“Kepo!” jawab Pamella ketus dan disambut wajah penasaran ren.


“Kepo itu apa non?” tanya ren lagi lagi membuat Pamella semakin naik darah.


“Kepo itu seperti saat kamu terlalu penasaran tentang sesuatu,” jawab Pamella menghela nafasnya.


“Bagaimana nona bisa tahu bahasa seperti itu?” tanya ren lagi lagi dan lagi.


Pamella melirik sengit ke arah ren lalu berucap “Jangan bertanya padaku! Kau membuatku pening.”


Dan perkataan itu mampu membuat ren diam tanpa berkomentar apapun lagi kepada pamella. Pamella akhirnya termenung di sepanjang perjalanan.


________________________

__ADS_1


__ADS_2