
“Jackson, kita pergi menghadap yang mulia dulu ya?” Pamella menurunkan Jackson dan menggandeng tangan pria kecil itu.
Jackson pun mengangguk mengiyakan, “Baik permaisuri.”
Yah walau Jackson tergolong anak yang pandai bertata Krama, ia masih tetaplah seorang anak yang agak tidak mengerti tentang kedudukan maupun kasta.
KRIET
“Silahkan masuk permaisuri, yang mulia bilang bahwa permaisuri bisa berkunjung sesuka hati anda” ujar seorang Kasim dengan tersenyum ramah, Pamella pun mengangguk.
“Baiklah, terima kasih” Pamella dengan sederhananya mengucapkan terima kasih pada Kasim tersebut.
Pamella juga selalu menggandeng tangan Jackson dan menyeret pria itu masuk bersamanya, “Kesejahteraan menyertai kaisar negeri alpensha.”
Jackson dan Pamella sama-sama memberikan salam pada kaisar.
“Kau tidak perlu memberi salam padaku.. pamella” Pamella diam-diam tersenyum manis, kaisar miliknya ini memang datar namun ia sesungguhnya memiliki segudang kasih sayang.
“Baik yang mulia” Pamella menjawab sambil mengernyit heran ketika Jackson langsung bersembunyi di belakangnya.
Ah, pria kecil ini pasti takut dengan kaisar kulkasnya ini.
“Yang mulia, hamba tadi bertemu anak ini. Dia bilang bahwa ayahnya berada di istana, apakah yang mulia mengenalnya?” maksudnya Pamella berniat menunjukkan Jackson pada kaisar siapa tahu kalau dia tahu bukan?.
__ADS_1
“Entahlah, namun kenapa kau dan anak itu tidak diam dahulu?” tanya kaisar dengan datar setelah mengamati wajah Jackson.
Pria kulkas itu lalu menyuruh kasim di depan untuk menyiapkan hidangan bagi Pamella dan Jackson.
“Yang mulia.. entah mengapa hamba merasa pernah melihat garis wajah Jackson, apakah hamba pernah bertemu dengan salah satu orang tua Jackson?” tanya Pamella dengan lirih, nyatanya setiap orang yang Pamella temui pasti ditemui oleh kaisar juga.
“Memangnya kenapa?.”
‘Aku bertanya padamu kulkas! Kenapa kau malah bertanya balik padaku huh?’ batin Pamella mau tak mau menggerutu.
“Jackson.. dia mencari ayahnya” Pamella menjawab dengan lirih sambil melihat ke arah Jackson yang tiba-tiba sendu.
“Jackson, kenapa kau mau bertemu dengan ayahmu?” kaisar kini beralih ke Jackson.
Pamella menegang ketika mendengar curhatan Jackson.
‘Wah! Masyarakat jaman sekarang ternyata sudah begini ya, sungguh impresif’ batin Pamella.
“Meski hamba tak tahu arti perkataan tersebut namun hamba tahu bahwa itu adalah perkataan yang buruk, sampai hari ini hamba tahu arti perkataan tersebut. Dan hamba ingin agar ayah muncul agar ibu tidak dihina terus-menerus.”
Jackson akhirnya mengakhiri cerita yang ia dongengkan pada kaisar dan Pamella.
Kini Pamella menatap kaisar yang ternyata juga menatapnya, Pamella ingin berbicara namun gadis ini takut.. takut bahwa perkataannya akan menyakiti Jackson.
__ADS_1
Seketika Pamella menghela nafasnya lelah, kemudian tanpa sadar ia mengingat tentang kakaknya, sudah berhari-hari ia tak bertemu kakak sengkleknya itu.
Eh?.
Pamella langsung melihat ke arah jackson, dalam sedetik ia mengerti kenapa ia serasa mengenal Jackson. Ini.. kebetulan atau kebenaran?.
***
Kini Pamella sudah membawa Jackson ke ruang di sebelah kamarnya dan kaisar setelah ia dan Jackson menghabiskan hidangan yang tersaji.
Hingga Pamella bertemu dengan sunnie, baru saja permaisuri kecil ini akan menyapa namun..
“Jackson.. kemana kau pergi?” Pamella termenung ketika mendengar ucapan sunnie.
Jackson? Jackson itu puteranya sunnie kah?.
“Sunnie! Jawab pertanyaanku dengan jujur. Siapa yang kau cari? Jackson? Jackson itu puteramu?” Pamella bertanya secara spontan.
Kalau dugaannya benar.. maka fix, Jackson adalah ponakannya. Masa ada anak semirip si putera sulung Duke! Tapi tidak ada yang menggosipkannya, jika benar dia anaknya sunnie maka... Itu berarti sunnie melakukan itu dengan kakaknya.
Dan keberadaan Jackson disembunyikan oleh sunnie.
_________________________________
__ADS_1