Puteri Bungsu Sang Duke

Puteri Bungsu Sang Duke
27. Hery morgen (REVISI)


__ADS_3

Keesokan harinya ...


Pamella menatap sarapan yang tersedia di hadapannya dengan hampa, ia bahkan tak bernaf su untuk memakan makanan itu.


Ayahnya lagi-lagi hanya bisa menghela nafasnya, puterinya itu tak mengatakan apapun sejak semalam.


KRIET


Pintu terbuka menampilkan sesosok pria muda yang tampan nan gagah, pria itu baru saja kembali dari misinya.


“Kakak pulang!” ucap Yudha lalu masuk ke kediamannya.


Yudha lalu menatap heran Pamella dan ayahnya yang sama sekali tak mengatakan apapun untuk membalas ucapannya.


“Aku tak mau makan, aku akan keluar jalan-jalan mencari udara segar,” ucap Pamella, gadis itu tak mendengar ucapan Yudha karena ia sibuk dalam lamunannya sendiri.


“Pamella, setidaknya makan sedikit saja, jangan pergi dengan perut kosong seperti itu,” bujuk ayahnya.


Namun Pamella hanya menggeleng, gadis itu melempar senyum terpaksa ke kakaknya yang kini berdiri tegak dengan wajah kebingungan.


Pamella keluar dari kediamannya meninggalkan kakak dan ayahnya sendiri.


“Ayah, ada apa dengan Pamella?” tanya Yudha tak mengerti tentang tingkah Pamella.


Maklumlah kemarin saat pamella menangis histeris Yudha sedang dalam misi.


“Ayah juga tidak tau, kemarin dia menangis keras di kamarnya,” jawab ayahnya.


“Saat ditanya, Pamella tak mengatakan apapun,” sambung ayahnya mengurut pelipis matanya pusing.

__ADS_1


Yudha hanya mampu terdiam, ada apa dengan adik cerianya itu?


________________________


BRUAK


Saat Pamella berjalan-jalan sambil merenungkan segalanya, tiba-tiba ada suara jatuh lalu ketika matanya mengarah ke bawah, ia mendapati seonggok manusia runtuh di depannya.


“Anj*ng! Apa anda tidak bisa muncul dengan normal?” kaget pamella, tanpa sadar gadis bangsawan itu mengumpat.


“Nona, apa kamu tidak akan membantu ku?” tanya orang itu dengan suara beratnya, kurang ajar! Baru saja bertemu dia malah berkata non formal?


Memangnya siapa dia? Sunnie yang sudah dekat dengannya saja menggunakan bahasa formal, yah walau itu semua karena kedudukan.


Namun.. orang ini sedikit g*la, ia dan Pamella baru saja bertemu tapi dia langsung berkata menggunakan aku-kamu?


“Apa anda tidak pernah di ajarkan tata krama tuan?” balas Pamella pedas, Pamella tersenyum sinis pada orang itu, perlu diketahui suasana hatinya sedang sangat-sangat buruk.


Pamella mengerutkan keningnya, apa maksud dari kata ‘Menambah’? Itu berarti orang ini sudah terluka di hatinya, namun Pamella tak bertanya.. ia benar-benar sama sekali tidak peduli.


Akhirnya orang itu bangkit sendiri, Pamella menatap orang itu lekat ... berambut cokelat dan mata hitam.


Orang itu berjenis kelamin laki-laki.


“Kenapa anda menghalangi jalan saya tuan?” tanya Pamella, memang benar orang itu terjatuh di hadapan Pamella dengan kata lain orang itu menghalangi jalannya.


“Aku terjatuh lady Thomson, oh iya salam kenal namaku Hery morgen,” jawab orang itu, Hery namanya.


Pamella menatap datar Hery, pria ini memang benar-benar tampan namun tak membuat Pamella tertarik, tadi namanya Hery Morgen kan? itu berarti morgen adalah nama marganya.

__ADS_1


Namun Pamella tau kalau Hery Morgen ini tak serta Merta muncul, dilihat dari wajah dan ekspresi nya saja Pamella sudah tau kalau Hery ini seorang Casanova.


“Tidak seharusnya jika gadis cantik sepertimu berwajah datar lady,” ujar Hery mengedipkan sebelah matanya, ini menarik. Sebagai pria ia tentu suka mencari wanita untuk mangsanya.


Hery mendengar dari salah satu maid di rumahnya jika Pamella, anak bungsu keluarga Thomson tengah membuat sejarah di pengadilan tinggi.


Ini benar-benar menarik! Hery tahu kalau Pamella itu gadis milik kaisar, maklum saja pria buaya ini tak memikirkan konsekuensinya, lagipula Hery juga bukan orang yang gampang percaya.


Untuk itu ia biasanya suka melihat sendiri apa rumor itu benar? Namun sepertinya tidak sebab ia tak melihat Pamella mengenakan jepit legenda kekaisaran.


Padahal pamella sengaja tak memakainya, gadis itu tak menyukai perhiasan.


Jika saja Pamella tau niat Dari si hery Hery ini ia pasti akan menjelaskan semuanya secara terperinci.


“Lalu, apa urusan anda tuan?” tanya Pamella dengan jengkel tatapan tajam ia arahkan pada lelaki jelmaan buaya di depannya.


“Aku hanya tak bisa membiarkan gadis cantik berjalan sendiri,” jawab Hery menyisir rambut depannya ke belakang dengan tangan.


Bukannya menciptakan kesan keren ia malah di sumpah serapah oleh Pamella.


“Dasar buaya darat yang sok keren, Anda fikir akan terlihat keren dengan tingkah itu? Oh tentu tidak Ferguso!” ejek Pamella, yah walau ia tau kalau Hery ini tak akan mengerti ucapannya, tapi.. sekali lagi Pamella tidak peduli.


Tanpa mau mendengarkan apapun Pamella berlari menerobos Hery yang sedang terbengong, pria itu sedang memikirkan arti ucapan Pamella.


“Hey lady!” teriak Hery mengangkat tangannya untuk menghentikan Pamella.


Ia tak berlari sebab gadis itu sangat cepat bahkan dengan sekejap mata Pamella sudah menghilang dari hadapan Hery.


Hery menarik senyum miring, menatap arah kemana gadis itu menghilang.

__ADS_1


“Apa aku kurang menarik baginya? Oh.. dia benar-benar mengagumkan!” gumam Hery.


______________________________


__ADS_2