
Hery nyatanya hanya membalas ucapan pedas Pamella dengan senyuman.
“Baiklah tuan Morgen, karena saya merasa bahwa tidak ada yang perlu diperbincangkan di antara kita maka saya pergi dahulu. Jengah bertemu dengan anda, saya harap kita tidak bertemu lagi!” ujar Pamella tanpa dosa.
‘Lebih baik aku pergi ke ruang kerja yang mulia daripada bertemu buaya ini!’ batin Pamella berseru.
Tapi dengan nekatnya Hery mencekal tangan Pamella, “Tapi aku merasa bahwa banyak hal yang perlu kita bincang kan, pamella.”
Pamella sontak menyingkirkan tangan Hery dari jari-jari indahnya, bersyukur tak ada orang disini jadi tak akan muncul scandal tentang dirinya dan Hery yang bisa membuat kaisar naik tensi nanti.
“Jangan menyentuh saya tuan, memangnya apa yang ingin tuan bicarakan? Saya merasa bahwa kita tidak pernah terlibat dengan hubungan apapun bahkan kita bukanlah partner diskusi, tuan.”
Hery menghela nafas kasar ketika mendengar ucapan sinis dari Pamella, “Sayangnya perkataan itu benar.”
Kini pamella memasang wajah bingungnya, gadis bungsu itu masih tak mengerti maksud si Hery mengatakan hal seperti ini padanya.
“Sudahlah intinya saja tuan! Apa yang ingin tuan sampaikan?” tanya Pamella yang enggan basa-basi dengan Hery.
Pamella hanya berharap bahwa dirinya bisa segera pergi dari hadapan Hery.
“Pamella, entahlah apa hanya aku yang memikirkan ini? Bagaimana bisa kaisar tertarik padamu dengan mudahnya?” tanya balik Hery tiba-tiba.
Entah apa tujuan Hery Morgen mengatakan hal tabu seperti ini pada pamella.
“Maksud tuan bagaimana?” Pamella langsung memandang tajam pada Hery saat pria itu selesai bertanya.
“Aku penasaran Pamella, mengapa yang mulia memilihmu padahal banyak gadis yang lebih cantik darimu mengantri untuk menjadi permaisuri?” tanpa sadar otak sempit Pamella berfikir keras ketika mendengar ucapan Hery.
“Apa anda mencoba untuk memprovokasi saya, tuan?” balas pamella dengan tatapan tajam yang mengarah pada Hery.
Meskipun mulutnya berkata demikian namun otak dan hatinya selaras dengan pemikiran Hery.
Namun Hery hanya menampilkan senyum biawaknya dan hendak mengelus rambut Pamella tetapi permaisuri agung itu lebih memilih untuk memundurkan tubuhnya dengan melangkah mundur selangkah.
Membiarkan tangan Hery menyapa angin sepoi-sepoi, “Anda jangan mencoba untuk terlihat akrab dengan saya tuan, sebab sejatinya kita berdua tak memiliki hubungan apapun.”
__ADS_1
Pamella dengan mudahnya mengakhiri percakapan di antara dirinya dan Hery lalu langsung pergi dengan segudang pertanyaan.
‘Yang ditanyakan Hery itu benar adanya, kenapa yang mulia tiba-tiba selalu ada di sekitarku ya? Lalu alasan yang mulia memilihku apa padahal kan banyak bangsawan di luar sana yang mengantri? Kemudian.. apa alasan Hery mengatakan hal tabu begini padaku?.’
Bukannya tambah happy Pamella malah tambah munyet.
***
“Kesejahteraan menyertai permaisuri negeri alpensha.”
Pamella hanya mengangguk saat sunnie dan beberapa pelayan yang lain memberinya salam, bagaimanapun otaknya masih macet karena perkataan hery.
‘Apakah aku harus jadi detektif gadungan?’ batin Pamella yang mulai ingin mengetahui segalanya. Padahal harusnya Pamella tetap pada kodratnya, gadis itu harusnya tak mengetahui apapun.
Kenyataan di depan sana terlalu pahit untuk digenggam atau bahkan di telan oleh Pamella, mungkin suatu saat nanti Pamella akan menyesali keputusannya kali ini.
“Permaisuri, mengapa permaisuri melamun?” tanya sunnie dengan nada khawatir, Pamella pun menoleh dan memberikan senyum pada sunnie.
“Sunnie, mana Jackson?” Pamella memutuskan untuk mengalihkan topik pembicaraan sunnie pada Jackson, keponakan kecil Pamella.
“Jadi maksudmu, kita akan pergi kesana sekarang?” tanya Pamella penasaran tingkat tinggi dengan pernyataan sunnie.
“Benar permaisuri” jawab sunnie.
“Baiklah, kalau begitu ayo kita pergi kesana!” balas Pamella mencegah sunnie untuk mengembalikan topik yang sudah susah payah Pamella hilangkan dari pembicaraannya dan sunnie.
“Mari permaisuri.”
Beberapa saat kemudian...
“Hahahaha.”
Pamella seketika menatap sunnie yang mendelik karena melihat pemandangan di depan mereka saat ini.
Berbeda dengan respon yang diberikan sunnie, Pamella malah tersenyum saat menyaksikan kehangatan Yudha dan jackson.
__ADS_1
“S—saya mohon maaf untuk tingkah anak saya tuan.”
Pamella serasa tak setuju dengan ucapan sunnie, sebab Jackson itu putra kakaknya juga!.
“Tidak apa-apa, lagipula saya senang saat melihat keceriaan jackson.”
Pamella hanya mampu menahan ucapan pedasnya di tenggorokan, bagaimana bisa kakaknya itu berbicara bahasa formal pada sunnie padahal sunnie adalah ibu dari anaknya?.
“Terima kasih atas kerendahan hati tuan, sekali lagi saya minta maaf.”
Pamella pun menggelengkan kepalanya ketika mendengar sendiri nada bicara Yudha dan sunnie, kedudukan.. yah ini semua hanya karena kedudukan.
Bahkan Jackson tidak bisa mendapat haknya! Bisa-bisa ia jadi bahan rebutan para lady bangsawan.
‘Namun lebih dari segalanya, apa kondisi kakak dan sunnie akan begini terus?’ batin Pamella menatap sendu ke arah sunnie, Yudha dan jackson.
Seharusnya Jackson menjadi anak di keluarga yang bahagia.
“Pamella, ada apa denganmu?” Pamella nyaris menyemburkan tawanya ketika mendengar nada serius dari kakaknya yang membuat fikiran sendunya buyar.
Jackson berhasil membuat Yudha menjadi jelmaan badut di dunia modern, sebab kakak tunggalnya itu sekarang tengah memakai beberapa aksesoris yang membuatnya terlihat seperti perempuan.
“Tidak kak, hanya saja aku mulai berfikir bahwa kakak pantas memakai riasan seperti itu, pftt.”
“Dasar kamu Pamella!.”
Alhasil Pamella sudah tak bisa membendung tawanya lagi, Permaisuri kesayangan kaisar itu sekarang sedang tertawa terbahak-bahak karena kakak lelakinya.
“Jackson, kamu memang yang terbaik!” ujar Pamella setengah tertawa seraya mengarahkan hari jempolnya pada Jackson.
“Awas kamu Pamella!.”
‘Ahaha, terima kasih karena berhasil membuatku tertawa kak, sejenak aku melupakan pertanyaanku karena Hery tadi. Kau memang kakak yang terbaik, sama seperti Jackson.’
_________________________________
__ADS_1