Puteri Bungsu Sang Duke

Puteri Bungsu Sang Duke
76. Apa aku egois jika menginginkan kebahagiaanku?


__ADS_3

TIK TOK TIK TOK


Bagai jarum jam, kehidupan Pamella selalu bertukar dan berganti setiap waktunya.


Kemarin.. dia sangat bahagia, namun sekarang? Apa rasa bahagia itu tetap ada di dalam hatinya?.


Lebih dari segalanya, Pamella khawatir pada ayahnya. Kakaknya berada di pihak kaisar pastinya, kakaknya akan baik-baik saja bukan?.


Lalu, bagaimana dengan bayinya? Apa Pamella akan berpindah dimensi (akhirat) ketika bangun? Atau.. kaisar akan berat sebelah karenanya?.


Memikirkan ini semua, sukses membuat air mata permaisuri itu mengalir dengan sendirinya, hingga ia terbangun secara tiba-tiba.


Ia mengedarkan pandangannya dengan mata berkabut, wah dia berada di kamarnya dengan kaisar. Namun, apakah ini masih kamarnya sekarang?.


“Pamella, kamu sudah bangun?.”


Mendengar suara dingin yang selalu memenuhi hari-harinya Pamella akhirnya menarik selimutnya lagi.


Dirinya sedang tak ingin bertemu kaisar saat ini.


“Kesejahteraan menyertai kaisar negeri alpensha.”


Pamella akhirnya memberi salam, padahal kaisar sudah melarangnya. Ini memberi kesan bahwa Pamella saat ini menganggap kaisar orang asing. Padahal Pamella tak begitu!.


“Aku sangat membenci penghormatan untukku yang keluar dari mulutmu, pamella” Pamella hanya bisa mengeraskan hatinya ketika mendengar perkataan kaisar.


“Maafkan hamba yang mulia, namun hamba rasa memang harus seperti ini sebab yang mulia adalah tonggak terpenting di negeri ini.”


“..... Pamella” kaisar itu terlihat sangat putus asa saat ini.


“Kenapa yang mulia menemui hamba? Ada urusan apa?” Pamella bertanya.


“Tentang tadi...”


“Sebelumnya, maaf karena hamba sudah memotong ucapan yang mulia. Tapi, hamba juga memiliki pertanyaan. Apa yang mulia saat itu membiarkan hamba b*nuh diri untuk membuat ayah melakukan ini? Hanya agar sumber dari sihir hitam ini terungkap?.”


Pamella bukan orang bodoh yang tidak bisa menyimpulkan kondisinya saat ini sendiri!.


KRIK KRIK KRIK

__ADS_1


Mendengar kaisar yang hanya diam dan tidak mengatakan satu kata pun air mata yang sempat surut itu akhirnya menetes kembali.


“Apa itu benar yang mulia?! Jawab hamba!” Pamella tahu membentak seorang kaisar adalah hal yang dilarang hanya saja.. ia terlalu kecewa untuk ini.


‘Apakah sifat elvareta padaku juga hanya settingan? Hey! Aku tidak menjadi buronan kan sekarang? Atau saat ini aku sedang menjadi narapidana?’ batin pamella, sakit mental? Sudah biasa! Hanya saja.. rasa kecewa tetap merasuki hati Pamella.


Apa Pamella begitu egois jika menginginkan kebahagiaannya sendiri?.


Egois kah? Egois? Kurasa.. tidak bukan?.


“... Laporan mengatakan bahwa di negeri ini terdapat sihir hitam, kekaisaran mencurigai bahwa tuan besar Thomson mengetahui pelakunya. Maka dari itu, kekaisaran membiarkan.. putri tersayangnya untuk dib*nuh oleh salah satu bangsawan.”


Mendengar ini Pamella makin memeras tangisannya.


“Kesimpulannya, hamba hanya alat bukan? Itu sebabnya yang mulia selalu berada di sekitar hamba bukan? Yang mulia hanya ingin informasi! Jika hamba hidup kembali maka artinya ayah hamba termasuk pengkhianat. Selain itu, yang mulia pasti ingin mendapatkan titik lemah ayah hamba kan?.”


“Dan.. perasaan yang mulia pada hamba itu hanya pura-pura?” Pamella bertanya dengan retoris, seharusnya Pamella tak sebegitu berani pada kaisar. Namun Pamella hidup kembali bukan untuk m*ti!.


“PAMELLA!” tanpa sadar kaisar berteriak dengan nada tinggi untuk pertama kalinya, apalagi bentakan keras ini di tujukan pada Pamella.


“Hiks mengapa yang mulia? Apa hamba benar?” tangisan Pamella malah semakin jelas saat kaisar membentaknya, bukan faktor apa.. hanya saja, ia sedari tadi menahan isakan tangisnya sendiri.


“Berhenti! Kau tau bukan? aku tidak suka diuji tentangmu” Pamella hanya memperhatikan saat suara itu semakin menjadi dingin.


Pada akhirnya, perdebatan ini menjadi besar! Melebihi perkiraan kaisar. Hanya saja, meskipun kaisar menyesal.. masa lalu tak bisa diubah bukan?.


BRAK


Tanpa mengucap satu kata lagi, kaisar pergi dengan menutup pintu kamar keras.


“Huaa apakah ayahku akan dipenggal? Menyembunyikan pelaku sihir hitam itu dilarang di kekaisaran apalagi ayah juga melakukannya untuk membangkitkan diriku.. lalu apa yang akan terjadi pada ayahku?!.”


***


Para pelayan hanya mampu menundukkan kepalanya saat melihat wajah dingin kaisar yang sudah lama tak muncul setelah kehadiran Pamella di sekitarnya.


BRUAK


Sebagian pelayan bahkan takut untuk menarik nafas saat melihat tangan berdarah kaisar, pria itu... Dia memukulkan tangannya sendiri ke dinding, sepertinya dia terlihat sangat marah?.

__ADS_1


“Jangan biarkan permaisuri keluar walau hanya satu langkah saja, kalian jelas tau apa hukuman yang akan kuberikan bukan?” kaisar menatap tajam seluruh pelayan di istananya.


“Baik yang mulia.”


Meskipun Pamella berlari sejauh apapun, meski Pamella tidak ingin bersamanya kaisar tak akan membiarkan itu, dengan kata lain.. kaisar memutus semua kebebasan Pamella di detik itu juga.


Kaisar melangkahkan kaki lebarnya ke ruang kerjanya, mata dinginnya menatap dua orang berbeda gender di hadapannya. Ah ya kaisar menduga bahwa mereka memiliki hubungan yang cukup khusus.


“Kesejahteraan menyertai kaisar negeri alpensha” keduanya memberi hormat pada kaisar.


Kaisar langsung duduk di kursinya tanpa menggubris mereka, nyatanya mereka kini sudah berdiri kembali.


“Nona elvareta meminta hamba untuk memberitahu hasil pengamatan hamba pada yang mulia juga” bayangan itu, S langsung memperkenalkan diri.


“Hm.”


Kini S tau.. peranan Pamella bagi hidup kaisar, secepat mungkin Pamella harus menyadarinya atau pria itu akan menjadi iblis yang membantai seluruh wilayah nantinya.


“Katakan pada dia” kaisar melirik seorang assasin yang ia miliki, menyuruh S mengatakan laporannya itu pada dia.


Kaisar sedang tak fokus hari ini, ia tak akan bisa menyerap informasi. Alhasil kini tangan kaisar meraih berkas kekaisaran dan mengerjakannya, mencoba menyibukkan diri agar ia bisa fokus seperti biasanya.


Melakukan rencana penangkapan tadi tanpa menyakiti Pamella adalah hal yang tak mungkin, itu yang kaisar sadari hari ini.


Semuanya akan baik-baik saja, yah semoga!. Hanya, mereka tak bisa memprediksi masa depan mereka hanya bisa berharap.. begitu bukan?.


Di sisi lain..


“Kerja bagus anakku!” seseorang terlihat menepuk pundak anaknya dengan begitu bangga, sedangkan anaknya hanya diam ketika mendengar pujian ayahnya.


“Apa ini benar?” lirih si anak yang ternyata memiliki hati nurani, ah ya.. perasaan itu merepotkan kini ia sudah sadar tentang hal ini.


“Tentu saja! Dengan begini kan kita bisa naik ke posisi Duke Thomson saat ini” balas si ayah dengan tawa besarnya, sepertinya pria tua itu bahkan tak perduli pada perasaan orang yang ia sangkut pautkan dengan masalah ini.


‘Lantas.. mengapa aku merasa bahwa hal ini salah bahkan sangat salah?’ batin si anak yang tidak merasa bahagia sama sekali.


‘Apa mengorbankan kebahagiaan Pamella untuk kepuasan pribadi itu.. baik?.’


_________________________________

__ADS_1


__ADS_2