
Ren menatap elvareta dengan mata memelas mirip seperti kucing kesepian.
Hal ini membuat elvareta memutar matanya jengah.
“Mungkin aku harus membiarkan dirimu dibasmi oleh kakak, dua pengawal ku dan kaisar kekaisaran beram!”
Mendengar ancaman dari elvareta yang langsung membuat bulu kuduk ren berdiri langsung membuat ren diam seketika.
Coba fikirkan, kaisar negeri ini alias kakak elvareta saja sudah kejam padanya.. apalagi ditambah dengan kedua pengawal rahasia elvareta, belum dengan kaisar kekaisaran beram yang merupakan kaisar negeri lain, suami elvareta.
Melihat ren yang diam saja membuat elvareta tersenyum puas, akhirnya ia bisa berkeliling dengan tenang tanpa membuat keributan.
“Ren, bagaimana keadaan kak Pamella?” tanya Elvareta, elvareta memutuskan untuk memanggil Pamella dengan sebutan ‘kak’ bagaimanapun Pamella akan segera menjadi permaisuri kakak lelakinya.
“Tadi nona Pamella terlihat sedih tuan puteri” jawab ren patuh seperti anak ayam.
Elvareta seketika berhenti dengan mendadak, wanita muda itu langsung menatap ke ren “Lalu sekarang bagaimana?”
“Nona Pamella sudah ceria seperti biasanya tuan puteri, anda tidak perlu khawatir,” ucap ren membuat elvareta menghela nafas lega.
Alis ren mengerut namun pria itu tak mengatakan apapun.
Elvareta menanyakan keadaan Pamella namun dia tak menanyakan kenapa Pamella sedih, atau mungkin.. elvareta sudah tau semuanya? Tapi ... bagaimana bisa?
Orang yang menjadi adik kaisar negeri alpensha ini tetap tak bisa terbaca sama seperti kaisar sendiri.
______________________________
“Nona, anda harus mulai berolahraga setelah ini!” omel sunnie saat berat badan Pamella naik dua kilo.
Pamella sendiri tak menghiraukan Omelan sunnie, Pamella senang karena beratnya bertambah terutama saat mengamati bahwa tubuhnya ini sekarang maupun dulu sebelum naik pun sama sama kurus seperti batang lidi.
__ADS_1
Namun nyatanya berat badan yang tengah Pamella dapatkan ini tipe ideal para gadis bangsawan.
Pamella mendesah lelah, bagaimana para bangsawan disini malah menginginkan tubuh kurus seperti ini? Apa para bangsawan itu tak ingin memiliki berat tubuh normal?
Padahal di masa depan berat badan seperti ini pasti akan menjadi bahan olok-olokan, tapi disini berbeda!
Lihatlah betapa beragamnya perbedaan.
“Nona harus berolahraga besok pagi lagipula tuan yudha sudah menyetujuinya.”
Ucapan sunnie kali ini berhasil membuat pamella menganga, kakaknya.. mengizinkan dirinya terkena panas matahari?
Ada sihir apa gerangan? Kakak yudhanya itu overprotektif! Pastinya dia tak ingin Pamella merasa kepanasan.
Jangan-jangan..
‘ Kakak pasti salah makan obat! Dia mengizinkan ini agar aku tidak memikirkan Caca lagi!’ batin Pamella mulai mengeluh.
“Tapi sunnie.. tubuhku ini sudah sangat kecil!” ujar Pamella tak terima.
“Itu semua karena tuan Duke dan tuan yudha mengkhawatirkan anda, takutnya para bangsawan akan memperhatikan kondisi tubuh nona dan ketika tau bahwa nona semakin berat mereka pasti mulai mencemooh nona,” sambung sunnie.
Sedangkan Pamella? Pamella sendiri sudah mengerti tentang kekhawatiran ayah dan kakaknya, namun tak perlu seperti ini kan?
Namun Pamella tak ada daya untuk menolak, lagipula ini juga baik agar dirinya tak selalu memikirkan Bianca.
Memikirkan kepindahan Bianca saja membuat Pamella mulai tidak bermood lagi.
“Yasudah, kamu siapkan baju untuk aku besok olahraga.. aku akan tidur siang, nanti kalau sudah waktunya makan tolong bangunkan aku,” perintah Pamella pada sunnie.
“Baik nona.”
__ADS_1
KRIET
Pintu kamar Pamella mulai tertutup setelah ucapan sunnie, Yap! Mereka sedari tadi berbicara di kamar Pamella.
Yah ini menguntungkan bagi Pamella, ia jadi bisa langsung tidur tanpa berjalan terlebih dahulu, Pamella tengah malas beberapa hari ini.
Pamella yang matanya sudah mengantuk berat pun segera menuju ke alam mimpi, tanpa mengetahui bahwa seseorang lagi lagi mengawasinya dari jauh.
Entah itu musuh atau teman.
“Dia.. apa yang menarik dari dirinya? Sampai sampai kaisar itu tertarik dengannya?” tanya orang yang mengawasi pamella dengan nada tak mengerti.
Terlihat jelas jika orang itu penasaran terhadap Pamella, hal ini di tunjang ketika alis orang itu mengerut.
Orang itu kemudian menghilang, tentu tak serta Merta menghilang begitu saja seperti orang yang tengah berhutang, orang itu berlari kencang dan menaiki pepohonan lalu meloncat dari pohon satu menuju pohon yang lain.
Sementara itu..
“Pamella, kamu ada dimana?” panggil ayahnya ketika pria paruh baya itu pulang ke kediamannya, terakhir kali pria itu melihat anak gadisnya itu kemarin jadi dia sekarang tengah merindukan Pamella.
Kepulangan ayah Pamella bersamaan dengan keberangkatan Yudha untuk memenuhi misi yang ia tunda untuk menemani adiknya.
Yudha mungkin akan kembali besok, namun ayahnya dan Yudha hanya saling melewati tanpa berniat untuk menyapa satu sama lainnya.
Ayahnya terus melangkah masuk sementara Yudha terus melangkah keluar.
Langkah ayahnya terhenti ketika Yudha sudah sepenuhnya keluar dari kediaman, ayahnya berbalik untuk menatap pintu dimana Yudha keluar sebelumnya.
Matanya terlihat sendu namun itu hanya sedetik, di detik kemudian pria itu tersenyum lebar seolah-olah ia sudah terbiasa.
Sesungguhnya, Pamella sendiri masih tidak tahu bagaimana keadaan di kediaman yang ia tempati ini.
__ADS_1
Suasananya benar-benar berbeda dengan yang dirasakan Pamella, semuanya .... berbeda.
______________________________