Puteri Bungsu Sang Duke

Puteri Bungsu Sang Duke
12. Dalam bahaya? (REVISI)


__ADS_3

Tunggu.. jadi Pamella benar-benar ketahuan oleh sang kakak?


"Kak.. kakak mengetahui hal itu juga? Kapan kakak mengetahuinya?" Tanya Pamella beruntutan sambil menatap intens pada kakaknya.


"Kenapa tatapan mu jadi seperti itu pamella? Ah, kakak mengetahuinya tadi," jawab Yudha.


"Sepertinya dugaan kakak benar sampai-sampai kamu sendiri ikut memikirkannya juga, fenomena ini sangatlah aneh, bagaimana bisa kejadian-kejadian yang tidak baik selalu terjadi padamu secara beruntun?" sambung Yudha yang membuat Pamella terjingkat.


' lah.. kakak tidak tahu ternyata! Duh kirain kakak tahu..' batin Pamella berteriak kesal.


"Kenapa ekspresi wajahmu menjadi seperti itu Pamella?" Tanya Yudha tak mengerti.


"Oh.. tidak apa-apa kak, menurut kakak kenapa kejadian-kejadian buruk ini tertimpa padaku kak? Seolah-olah aku sudah menjadi target seseorang," Tanya Pamella mengalihkan pembicaraan.


Memang benar.. tadi ia dituduh, eh tunggu hanya tadi kan? Lalu maksud Yudha dengan kejadian-kejadian?


Kata 'kejadian' ini ada dua! Pasti ada kejadian lain yang tidak diketahui oleh Pamella.


"Entahlah, saat yang mulia mengajakmu ke pusat kota, seorang pemanah handal namun b0doh siap meluncurkan anak panahnya ke dirimu, aneh sekali," jawab Yudha yang membuat sepasang bola mata milik gadis cantik di sampingnya membulat sempurna.


"Jika saja yang mulia tidak mengajakmu mungkin pemanah itu akan langsung menembakkan anak panah padamu.. lalu hari ini kamu di tuduh berbuat yang tidak-tidak. Sebenarnya siapa dalang dibalik ini semua?" sambung Yudha.


"H-hah? P-pemanah?" Ulang Pamella terkejut.


"Kenapa ekspresimu seperti itu? Bukankah kamu sudah mengetahui hal ini?" Tanya Yudha lagi.


"A-aku tidak tahu tentang ini, yang ku tahu kalau.. hari ini memang hari yang sangat buruk bagiku kak," jawab Pamella yang separuh jujur.


Iya.. hanya separuh karena baginya hari yang paling buruk adalah hari dimana ia mendapat jepit legendaris di negeri ini, sungguh itu benar-benar hari yang paling menyiksa bagi seorang Pamella.


"Hah.. maafkan kakak karena kakak malah menambah beban fikiranmu, jangan fikirkan tentang ini biar kakak, ayah dan yang mulia kaisar yang mengatasinya," balas Yudha menepuk lembut kepala Pamella.


"Baik kak, akan aku usahakan" sahut Pamella yakin.


"Bagus, jangan fikirkan hal ini ya adikku tersayang. Kakak tidak ingin kamu terlalu khawatir dan tidak menjaga kesehatanmu dengan baik."


Pamella hanya mengangguk paham, ia tau kakaknya menyayangi dirinya jadi tak heran jika perhatian seperti ini Pamella dapatkan darinya.


"Permisi nona," ujar sunnie sedikit menunduk lalu menatap lembut Pamella.


"Eh, sudah siap sunnie?" Tanya Pamella seraya berdiri menghampiri sunnie.

__ADS_1


"Iya non, semuanya sudah siap" jawab sunnie tersenyum.


"Baiklah, aku akan mandi sendiri jangan membantuku kalau tentang mandi aku bisa sendiri, camkan ini di dalam pikiranmu!" ujar Pamella menatap ke sunnie.


"Baik nona, saya akan menyiapkan gaun anda saja," sahut sunnie.


Setelah mendengar balasan dari pelayan pribadi nya Pamella langsung keluar dan menuju kamar mandi.


Pamella berjalan dengan begitu riang sambil balik menyapa pelayan maupun pengawal yang juga menyapanya.


Namun Pamella tidak pernah tahu jika di belakangnya aura dingin begitu kental, atau lebih tepatnya Pamella tidak bisa merasakannya.


________________________


"Segarnya!" Lega Pamella setelah mandi dengan air lavender kesukaannya.


Ia kali ini tidak bersama sunnie, sebab kata sang kakak sunnie memiliki urusan yang berkaitan tentang keluarganya, entah urusan apa? Pamella tak diberitahu tentang itu. Namun katanya nanti sunnie akan kembali lagi.


Setelah hampir seharian Pamella menghadapi hawa panas melulu, Pamella memutuskan untuk keliling di sekitar istana.


Lalu... DEG


Sebelum Pamella dilihat oleh kaisar ia ingin lari namun..


"Pamella!"


Teriakan keras itu membuat Pamella terpaksa membalikkan badannya dengan menampilkan senyum yang amat sangat terpaksa sebab ia jelas dapat melihat bahwa mata kaisar dan ren terpaut ke dirinya akibat teriakan tadi.


Pamella dengan geram melihat ke arah samping, dimana seorang gadis berambut coklat pirang senada dengan warna matanya, sama sama coklat berdiri.


Apa hubungan Pamella dengan gadis yang satu ini hingga gadis itu memanggil nama Pamella dengan keras?


Setelah gadis itu mencapai Pamella ia baru sadar jika kaisar dan ren melihat ke arahnya.


Benar-benar gadis aneh!.


"Kesejahteraan menyertai kaisar negeri alpensha," ucap gadis itu menunduk.


Pamella yang baru sadar pun menunduk anggun sama seperti gadis itu.


"Shtt, Pamella kamu baik-baik saja kan? Aku dengar kamu di jebak oleh keluarga bangsawan cerra, apa itu benar?" bisik gadis itu

__ADS_1


Pamella yang merasa tidak kenal pun kebingungan, lah siapa gadis ini? Kenapa gadis ini bisa mengenal dirinya dan bahkan berani berbisik dengan seduktif di telinganya?


Karena Pamella tidak menjawab bisikannya gadis itu mengucap permisi kepada kaisar dan ren lalu menarik tangan Pamella.


"Pamella, ada apa dengan dirimu? Kenapa kamu aneh begini? Tadi aku bertanya kepadamu, kenapa kamu tidak menjawab? Apa kamu sudah melupakanku?" Tanya gadis itu beruntutan setelah mereka cukup jauh dari kaisar.


"B-bukan begitu," jawab Pamella gugup, jika ia mengatakan kalau ia tidak mengenal gadis ini maka ia akan di curigai lagi selain itu perasaan gadis yang menariknya ini pasti terluka.


"Nona!"


' selamat!' batin Pamella ketika mendengar suara pelayan pribadinya. Pelayannya itu memang ter-the best sebab saat Pamella membutuhkan bantuan, sunnie selalu datang tiba-tiba.


"Ah, maaf saya tidak tahu jika nona Bianca sudah sampai disini," ucap sunnie lalu menunduk sopan.


"Sunnie, kamu kan pelayan pribadi Pamella jadi jangan terlalu formal padaku, kita bukan orang asing," balas gadis itu ah namanya Bianca.


"Tapi.. saya tetap harus menghormati anda, anda bangsawan sedangkan saya hanya seorang pelayan," sahut sunnie.


Bianca terdengar menghela nafasnya kasar karena sunnie terlalu keras kepala akhirnya Bianca memilih mengalah daripada nantinya sunnie akan terus menjelek-jelekkan dirinya sendiri.


"Jadi pamella, ada apa denganmu?" Tanya Bianca menoleh ke Pamella.


"Bianca..." Ujar Pamella, Pamella ingin menjawab namun ia bingung ingin menjawab apa hingga ia hanya mampu memanggil nama gadis itu.


"Tunggu, sejak kapan kamu memanggilku bianca?" Tanya Bianca makin heran.


"Sunnie, kenapa dengan Pamella? Kenapa dia diam saja? Kau tau, sikapnya jadi sangat aneh!" Tanya Bianca pada sunnie.


"Maaf nona, tapi saya juga tidak tahu, akhir-akhir ini nona memang aneh. Baik saya maupun keluarga nona juga sama-sama kebingungan," jawab sunnie tak enak karena ia tidak bisa menjawab dengan pasti pertanyaan Bianca.


________________________


Hahaha nambah satu tokohnya! Mungkin salah satu tokoh di antara mereka akan kena seleksi oleh author.


Entah itu yang protagonis tambahan atau langsung antagonis? Yang pasti ada harga yang 'pas' untuk sesuatu yang berharga.


Oh ya seperti biasanya jangan lupa letakkan jempol di tempatnya dan berikan saran maupun kritik yang pastinya bersifat membangun ya!.


Terima kasih!


- Nadira

__ADS_1


__ADS_2