
Pamella kini tengah berusaha mengatur nafasnya, ia sudah menyerahkan sereh yang dibutuhkan oleh para tabib itu.
Kaisar dan burung itu juga melakukan hal yang sama, para tabib itu terlihat sangat berterimakasih pada Pamella sebab langkahnya tadi sangat tepat.
Elvareta juga sempat drop ketika Pamella, burung biru dan kaisar pergi mencari sereh tepat seperti dugaan Pamella.
Untuk George? Entahlah Pamella tak tahu keberadaan pria itu, kalau ia tau pasti akan di bejek-bejek tu! Tidak peduli mau George itu kaisar, pangeran atau apalah! Karena... George membuat elvareta terluka dan... Parahnya nih pria itu tidak terlihat batang hidungnya.
Sopankah begitu?.
Beberapa jam mereka menunggu, tabib-tabib itu akhirnya keluar juga.
“Kami sangat berterima kasih karena lady, kaisar dan blues bersedia untuk mencarikan tanaman sereh. hal ini sangat membantu dalam proses penyembuhan permaisuri.”
Pamella hanya mengangguk, kemudian ia membuka mulutnya untuk bertanya tentang keberadaan si gadis berlian itu, namun..
“Bagaimana keadaan elvareta?!” pamella menoleh ketika mendengar suara si George itu.
Keinginan untuk membejek-bejek george itu pun menciut kala dirinya melihat George yang kini bersimbah darah.
Wait... Jangan bilang George.. menyiksa orang yang membuat elvareta begini?.
What?!.
“Keberkahan me—” ucapan tabib itu terpotong dengan ucapan dingin George yang terkesan menggertak.
Diam-diam Pamella mengangguk saat ia tahu bahwa salam di setiap dimensi itu berbeda-beda.
“Tidak usah basa-basi, bagaimana keadaan elvareta dan janinnya?” para tabib itu hanya tersenyum maklum ketika mendengar gertakan george.
Seluruh orang di kekaisaran pun tahu bahwa George benci ketika ia harus berbasa-basi apalagi jika itu mengenai permaisuri kecil kesayangan kekaisaran dan rakyatnya.
“Syukurlah yang mulia, permaisuri dan janinnya baik-baik saja, untuk saat ini permaisuri masih belum sadarkan diri, beliau sekarang pasti sedang memulihkan mana di dalam mimpinya untuk sadar kembali.”
__ADS_1
Pamella yang tak mengerti tentang mana-manaan pun hanya bisa mengangguk ketika mendengar ucapan salah satu tabib.
“Kami permisi dahulu lady, kaisar, yang mulia kaisar dan blues.”
Pamella dan blues mengangguk sedangkan kaisar dan George saling bertatapan dengan tajam setajam silet.
Blues hanya mampu diam sedangkan Pamella? Gadis itu menghela nafasnya lelah. Elvareta belum sadar! Dan mereka seperti hendak bertarung huh? Jangan sampai kejadian pertarungan yang lalu terulang!.
(Itu pas George baru Dateng ke negeri alpensha.)
Pamella pun melirik elvareta dari depan, elvareta masih terbaring dan belum membuka matanya. Berapa lama elvareta akan sadar lagi?.
“Masuklah, sepertinya aku perlu berbicara dengan george” mendengar nada dingin kaisar, Pamella terjingkat kaget.
Blues? Burung itu tak mau berurusan dengan George maupun kaisar jadi ia langsung masuk menemui elvareta.
Pamella yang hendak melerai pun bingung ketika blues berteriak, “Lady permaisuri pasti mencari anda ketika beliau bangun.”
‘Heh memangnya kekuatan sihir elvareta sebesar apa sih? Memang dia bisa merasakan orang-orang yang menginjak tanah kekaisarannya?’ batin Pamella menggerutu kesal.
Namun.. Pamella juga tahu bahwa George dan kaisar butuh berbicara empat mata, akhirnya Pamella memutuskan untuk menyusul blues menemani elvareta.
Apapun yang terjadi Pamella berharap bahwa tak akan ada pertumpahan darah di antara kaisar dan George.
‘Aku jelas tak mau jadi janda sebelum menikah! Begitu pula dengan elvareta? Mana mau kami jadi janda? Janda kembang gitu?’ sayangnya ucapan ini hanya bertahan di batin Pamella tanpa sempat gadis ini ucapkan.
Blues juga tak bisa membaca fikiran and batin seperti elvareta, kemampuan elvareta lebih tinggi dari blues.
“Apakah permaisuri akan baik-baik saja?” gumaman itu muncul dari blues, Pamella yang masih bisa mendengar pun tersenyum lalu mengelus bulu biru lebat blues.
“Permaisuri elvareta pasti baik-baik saja, bukankah kita semua tahu bahwa dia adalah perempuan yang kuat?” Balas Pamella membuat blues menatap manik hijau gadis bungsu itu.
“Anda benar lady, permaisuri kuat! Jadi dia pasti bisa sadar lagi” sahut blues yang mulai bersemangat seperti sedia kala.
__ADS_1
Wajah murungnya kini hilang tak bersisa, ia terus menatap ke arah elvareta berharap bahwa permaisurinya itu akan segera bangun dan menyapa dirinya... Seperti biasanya?.
***
L dan S, kedua pengawal bak bayangan itu hanya bisa menatap ruang pengobatan elvareta dari jauh.
Akses portal? Kedua pengawal itu memilikinya, selaku pengawal elvareta L dan S tentu diberi kartu portal. Untuk masalah penjaga? L dan S bisa menyelinap.
“Apakah permaisuri akan baik-baik saja?” tanya S dengan tatapan kosong, nada bicaranya kembali datar nan dingin.
“Kau meragukan kekuatan permaisuri?” balas L tak kalah datar.
Mereka pun terdiam beberapa saat, sesungguhnya mereka sama-sama ingin melihat permaisurinya namun.. Pamella dan blues ada di dalam.
Keberadaan L dan S harusnya tidak tersebar, terutama pada Pamella yang jelas masih mengenal mereka begitu pula dengan blues, blues itu.. juga tak seharusnya mengetahui tentang keberadaan mereka.
Nah, tapi.. mereka memiliki ramuan yang bisa meningkatkan mana agar permaisuri cepat sadar.
Dilema macam apa ini? Maju kesana ntar ketahuan kalau mundur.. berarti mereka harus menunggu permaisuri sadar dengan sendirinya dan tentunya itu akan sangat lama sebab elvareta jelas membutuhkan waktu agar fisiknya kembali normal baru bisa memulihkan mana.
Huh?! Menyebalkan bukan?.
_________________________________
Sekarang tinggal Pamella yang bertanya-tanya, kenapa semuanya terlihat pas? Saat Pamella dan kaisar bisa meminta tolong ehh gadis berliannya udah k.o duluan.
Apa.. ada tokoh di balik layar ya?, Dan yeah L dan S sama-sama mengenal Pamella kira-kira siapakah mereka? Salah satu pelayan kediaman Thomson? Pelayan istana? Atau.. malah para bangsawan yang telah ada di sekitar Pamella? Atau adik dari bangsawan yang dekat dengan pamella?.
Ah ya..
Author ucapkan terima kasih banyak kepada para readers yang mendukung novel ini, sungguh! Novel ini tak ada apa-apanya jika tanpa kalian semua 😊.
Author berharap bahwa kalian bisa terus mensupport author ya, kalau memiliki saran maupun kritik silahkan disampaikan author akan menerima dengan hati yang lapang.
__ADS_1
Terima kasih!
-Nadira