Puteri Bungsu Sang Duke

Puteri Bungsu Sang Duke
69. Lantas...?


__ADS_3

Pamella menatap sendu pada sunnie yang berada di depannya, “Lantas kenapa kau tidak memberitahu kakak? Kau tahu kan? Jackson berhak untuk bertemu dengan ayahnya.”


“Hamba tidak bisa Permaisuri, hamba hanya akan membuat kondisi persaingan bangsawan yang merebutkan tuan Yudha bertambah keruh. Lagipula tuan tak akan mengingat apapun.”


Pamella menghela nafasnya ketika ia mendengar keluhan sunnie tentang kedudukan dan kasta, huh andai jika dua sebutan itu tak ada di dunia akankah dunia ini akan menjadi sedikit lebih baik?.


Ah ingatannya jadi terbang ketika ia menghadapi rubah betina di aula pengadilan (Di eps-eps awal) sunnie mengatakan P—. Pamella bahkan sekarang berani bertaruh bahwa yang disebut sunnie saat itu seharusnya ‘Puteraku.’


“Tapi sunnie.. Jackson berhak untuk mendapatkan marga thomson di belakangnya, tunggu bagaimana bisa kakak tidak mengingat apapun?” balas Pamella mengernyit.


“Mohon maaf permaisuri, namun hamba berfikir ini hanya akan memperkeruh suasana. Tuan terlihat frustasi tentang suatu hal hingga mabuk, ini salah hamba yang memanfaatkan keadaan.”


Pamella menatap tak percaya pada sunnie, “Kenapa...?.”


Namun sunnie hanya diam membisu, sungguh Pamella bahkan tak tahu bagaimana semua ini bisa terjadi.


Pamella jadi teringat wajah lugu Jackson saat pria itu tertidur tadi, yah ini masih sore tapi apa salahnya jika dia tertidur?.


“Aku akan memberitahu kakak dan ayah! Jackson harus mendapatkan haknya” putus Pamella berdiri dari duduk manisnya.


BRUK


Pamella terkejut ketika sunnie tiba-tiba menunduk di kakinya, “Sunnie apa yang kau lakukan?! Ayo berdiri!.”


“Hamba tidak akan berdiri kecuali jika permaisuri memutuskan untuk mengubah keputusan anda” balas sunnie kekeuh.


“Memangnya kenapa kalau kakak tahu bahwa Jackson adalah puteranya?” tanya Pamella lirih.

__ADS_1


“Sejujurnya hamba takut bahwa nama keluarga permaisuri akan tercemar karena hal ini, selain itu.. hamba takut kalau nantinya Jackson akan dimanfaatkan para bangsawan.”


Pamella tercengang sendiri, bukan! Bukan karena ucapan awal sunnie namun karena ucapan terakhir pelayan pribadinya.


Benar, jika Jackson dipublik maka pasti banyak bangsawan yang akan memperebutkan dia hanya untuk mengambil alih hati Yudha.


Sebab pastinya mereka akan memandang sunnie dengan rendah. Mungkin ini salah satu alasan sunnie namun.. tak ada yang tahu alasan utama sunnie menyembunyikan intensitas Jackson.


“Hamba mohon agar permaisuri bisa merahasiakan ini” Pamella menatap sunnie yang nyatanya memikirkan kondisi anaknya.


Akhirnya Pamella ikut bersimpuh di hadapan sunnie, “Tentu saja.. ini demi Jackson bukan?.”


“Hamba sangat berterimakasih atas kerendahan hati permaisuri” entah ini hanya ada di kepalanya atau memang begini.


Lebih dari segalanya, kapan Jackson dibuat? Kenapa ia tak mengetahui hal ini? Bahkan pria itu sudah tumbuh besar. Itu artinya prosesnya sudah bertahun-tahun yang lalu bukan?.


Akhirnya pamella menyadari bahwa ia harus memperhatikan dunia sekitarnya lebih teliti lagi. Ini semua.. karena Pamella menyadari bahwa kenyataan memang pahit seperti yang dialami sunnie saat ini.


***


Pamella kini mengantar sunnie ke ruangan dimana Jackson ia tidurkan tadi. Sunnie meminta dirinya untuk mengizinkan agar Jackson dibawa ke rumahnya agar keberadaan Jackson tidak terdeteksi oleh orang lain.


KRIET


Pamella membuka pintu tersebut dengan pelan, dan matanya melebar begitu saja ketika melihat pemandangan di depannya. Jangankan ia sunnie yang berada di belakangnya pun ikut-ikutan terkejut.


“Kakak, kenapa kakak berada disini?.”

__ADS_1


Pamella menyadari bahwa tiba-tiba hatinya berselimut dengan sesuatu yang dingin, akankah Yudha mengetahui segalanya?.


Sebab dilihat dari segi manapun Jackson memang mengambil rupa dari kakaknya.


“Pamella, kau kemana saja? Dan.. siapa pria ini? Dia berlari keluar dan mencarimu” Yudha melirik Jackson yang kembali tertidur setelah terbangun (Saat ditinggal Pamella.)


“Dia anak saya tuan yudha” Pamella menoleh ke arah sunnie, nyatanya Pamella masih agak tak setuju sebab anaknya sunnie anaknya yudha juga.


“Benarkah? Dia anak yang cerdik” entah apa maksud Yudha mengatakan itu semua namun Pamella menangkap bahwa Yudha memiliki nurani yang lebih tinggi daripada kepintaran otaknya.


‘Bagaimana kakak bisa tidak sadar bahwa Jackson mengambil bentuk wajahnya kakak? Namun ini hal yang bagus yah setidaknya untuk kelangsungan hidup sunnie dan jackson’ batin Pamella.


“Terima kasih tuan.”


Sunnie sendiri tak begitu tahu kenapa ia mengucapkan terima kasih? Ah mungkin karena pujian yang Yudha tujukan untuk puteranya atau.. terima kasih karena membuat Jackson hadir dalam hidupnya?.


‘Sekali lagi, aku mengetahui bahwa sesuatu yang akrab disebut cinta itu bisa menyakiti orang lain’ batin Pamella.


Akhirnya Pamella hanya bisa mendekat ke arah Jackson dan kakaknya, dan sunnie dibelakang Pamella.


Dan, ajaibnya Jackson langsung terjaga lagi. Mungkin pria ini mengetahui aroma ibunya makanya ia langsung membuka matanya.


“Ibu..?” Jackson memanggil sunnie namun dengan mata yang sayup.


“Ibu disini” balas sunnie lirih seraya mengelus pelan rambut Jackson yang nyatanya sangat indah. Tentu saja, Jackson membawa gen rambut Yudha, lebat, tebal dan tentunya berwarna hitam legam.


“Biarkan Jackson disini sementara, kamu tidur saja disini. Jackson terlihat sangat mengantuk” sahut Pamella yang diangguki oleh Yudha.

__ADS_1


“Baik permaisuri.”


_________________________________


__ADS_2