Puteri Bungsu Sang Duke

Puteri Bungsu Sang Duke
43. Siluet (REVISI)


__ADS_3

Pamella terserentak ketika sebuah siluet orang berwarna biru memeluk elvareta dari belakang.


Orang itu terlihat membelai rambut gelombang berwarna biru berlian elvareta dengan pelan seolah-olah orang itu merindukan elvareta alias orang itu mengenal elvareta.


‘Hal ajaib apa saja yang ada disini huh?’ batin Pamella tersenyum tertekan.


“Ibunda, El benar-benar merindukan bunda, andai El bisa menggunakan sihir juga saat itu, namun semuanya terlambat waktu tak akan bisa di ulang meskipun El berusaha untuk membalikkan waktu dengan sihir.” kali ini ucapan elvareta menohok hati kecil Pamella.


Pamella kini seperti melihat seseorang yang memiliki posisi sepertinya, ia saat ini juga merindukan mamanya di masa modern apalagi di masa ini ia tak mempunyai ibu.


“Tapi ... sepertinya harapan elvareta terwujud, ibunya datang walau ia tak menyadarinya,” gumam Pamella lirih.


Akhirnya, Pamella pun berargumen bahwa siluet orang yang terlihat mirip dengan elvareta itu adalah ibundanya.


Dengan tahu diri, Pamella melangkahkan kakinya mendekat pada elvareta.


Sontak siluet orang itu tersenyum pada pamella lalu menghilang menyisakan cahaya biru yang gemerlap.


Tak diragukan tadi itu ibunya elvareta, hanya saja ... ibunya itu juga seorang roh.


“Kakak?” panggilan elvareta membuat Pamella terfokus pada mata sendu elvareta.


“Kenapa kakak bisa ada di dimensi sihirku? Bukannya kakak harusnya sekarang menemui kaisar?” tanya elvareta beruntutan, elvareta berbicara seolah ia tak pernah bersedih.


“Elvareta ... jangan suka memendam perasaanmu, itu hanya akan menyulitkan dirimu.” Pamella mulai berdialog sambil membelai rambut elvareta yang tadi sempat disentuh ibu elvareta.


“Sesungguhnya kita membutuhkan orang yang akan mendengarkan keluh kesah kita, jadi jangan sungkan untuk bercerita padaku, memendam kesedihanmu itu hanya akan memperburuk kondisi mentalmu.”


Jelas Pamella tersenyum lembut pada elvareta yang kini mulai berkaca-kaca.


“Ingatlah, aku selalu bersedia untuk mendengarkan mu kapanpun kamu siap untuk bercerita padaku, lagipula aku sudah menganggap mu sebagai adik kandungku sendiri,” sambung pamella mempertahankan senyum lembutnya.


Elvareta pun memeluk tubuh Pamella dan dibalas pelukan juga oleh Pamella.


“Kakak ... aku akan menceritakan semuanya kak, tapi setidaknya kakak harus menemui kaisar dulu, aku akan menemani kakak,” ujar elvareta.


Pamella pun mengangguk.


***

__ADS_1


Pamella dan elvareta sudah keluar dari dimensi sihir …


“Bagaimana kakak bisa sampai ke dimensi sihir milikku?” tanya elvareta penasaran.


“Aku tidak tahu, aku tadinya berbicara sambil menggerutu karena sikap tuan Morgen, tiba-tiba setelah sadar aku sampai disana,” jawab Pamella menaikkan bahunya.


“Astaga! Kakak bertemu tuan Morgen tadi?” tanya elvareta histeris.


Bahkan langkah elvareta berhenti secara mendadak tanpa aba-aba sama sekali.


“Iya, memangnya kenapa?” tanya Pamella ikut berhenti dan menoleh menatap elvareta.


“Emm, yah tidak apa-apa kak,” jawab elvareta tersenyum lalu kembali berjalan.


“Tapi elvareta, kenapa yang mulia memanggilku? Kalau tentang urusan pesta kan bisa ditanyakan kepadamu,” tanya Pamella lagi, tapi kali ini Pamella berfikir keras.


Apa yang terjadi sebenarnya?


“Aku tidak tahu kak, tapi kaisar ingin kakak menemuinya, artinya kaisar memiliki urusan penting dengan kakak,” balas elvareta.


“Urusan macam apa? Kan aku tidak pernah memiliki urusan dengan yang mulia,” sahut Pamella membuat elvareta nyaris menyemburkan tawanya.


“Kak, kakak masih tidak tahu ya?” tanya elvareta dengan senyuman misterinya.


“Nanti juga kakak tahu,” jawab elvareta membuat Pamella makin penasaran tetapi Pamella tak bisa terus mendesak elvareta, bagaimanapun elvareta itu puteri.


Dan saat ini kedudukannya itu lebih rendah daripada elvareta.


“Kak, kita sudah sampai aku akan menunggu kakak disini ya, kakak masuk saja,” ujar elvareta membuat lamunan Pamella hancur tak bersisa.


“Ah iya, eh- aku masuk sendiri? Tadi katanya kamu mau menemaniku?” tanya Pamella menatap elvareta.


“Iya, ini sudah kan? Aku sudah mengantarkan kakak sampai sini, selanjutnya saat masuk ke ruangan kaisar kakak sendiri saja sebab kaisar hanya ingin menemui kakak, bukan menemui kakak dan diriku,” jawab elvareta tersenyum.


Pamella pun tersenyum tertekan, “Baiklah, tapi tunggu aku dan ceritakan semuanya.”


Elvareta mengangguk singkat, setelahnya Kasim memberi arahan bahwa Pamella sudah bisa masuk, Pamella pun langsung masuk ke dalam ruangan sepi kaisar.


KRIET

__ADS_1


“Kesejahteraan menyertai kaisar negeri alpensha,” salam Pamella sambil menunduk anggun ala bangsawan.


“Berdiri,” titah dengan suara dingin itu menggema akibat sangat sepinya ruangan.


“Maaf yang mulia, apa hamba mengganggu yang mulia?” tanya Pamella menatap pada gulungan kertas yang dikerjakan kaisar.


“Tidak,” jawaban singkat harus di dengar oleh Pamella.


‘Kenapa aku merasa bahwa kaisar dan elvareta itu sama-sama menyebalkan?’ batin Pamella.


“Kalau begitu, apa yang mulia memanggil hamba?” tanya Pamella lagi.


“Benar,” jawab kaisar singkat sambil meletakkan pena yang ia gunakan.


“Aku dengar kau membuat tema pesta bersama elvareta, jadi jelaskan tentang tema itu,” sambung kaisar.


“Kenapa tidak el- ah maksud hamba tuan Puteri elvareta saja?” Pamella mencoba menghindar, sejak dulu sifat gadis ini tak tahu malu dan sedikit bar-bar, Pamella hanya tak ingin bersama kaisar, ia ingin menghindar.


Alasannya? Tentu karena Pamella sangat tertekan dengan aura dingin dan tatapan tajam yang sangat mendominasi dari kaisar.


“Kamu mau membuat elvareta kelelahan? Dia sedang mengandung, dia tak boleh kelelahan, kau tahu kan?” tanya kaisar dingin.


DEG


Nafas Pamella tercekat, elvareta hamil? Tapi seharusnya orang hamil tak boleh sedih secara berlebihan.


‘Lebih baik aku tidak membuat ribut dan menjelaskan segalanya agar aku bisa mendengarkan cerita elvareta, aku tak mau kondisi elvareta dan janinnya memburuk’ batin Pamella yang tak punya pilihan selain mengikuti perintah absolut dari kaisar.


“Baik yang mulia, hamba akan menjelaskan tema yang hamba buat bersama puteri.”


***


“Aku yakin, kakak pasti tertekan dengan sifat dinginnya kaisar tapi aku juga tidak boleh ikut campur langsung, bagaimanapun ini harusnya jadi salah satu moment dimana kaisar dan kakak bisa bersama-sama,” gumam elvareta di depan ruangan kaisar.


“Kesejahteraan menyertai tuan Puteri negeri alpensha.”


Salam penghormatan itu membuat elvareta menoleh, tak semua orang bisa menginjakkan kaki di istana ini itu sebabnya elvareta sudah menduga siapa yang bisa berpijak disini.


“Ren,” ujar elvareta menatap ke ren yang masih menunduk.

__ADS_1


“Aku sudah bilang jangan memberi salam secara berlebihan huft sudahlah, berdiri dari salam mu sekarang,” sambung elvareta.


_______________________________


__ADS_2