
Pamella kini hanya bisa mendesah kesal saat menyadari bahwa ia harus menahan hasrat makannya untuk sementara waktu.
“Sunnie, Kakak, ayah Aku lapaaar” Pamella merengek pada tiga orang di sekitarnya.
“Maaf nona, tapi ini agar nona tampil maksimal” ayah dan kakaknya itu mengangguk mendengar balasan sunnie.
“Tapi aku lapar!” sahut Pamella agak kesal.
“Nona pasti bisa menahannya, sabar ya non nanti malam nona pasti bisa makan” sunnie lagi-lagi membalas ucapan Pamella akhirnya Pamella menyerah untuk membujuk sunnie.
Kenapa ayah dan kakaknya membiarkannya? Karena jika Pamella menjadi pendamping kaisar yang memegang kekuasaan tertinggi disini maka seluruh mata akan tertuju padanya.
Dan jika Pamella tak bisa tampil perfect alias sempurna maka para bangsawan akan mencibirnya di belakang.
Pamella pun sudah kenyang dengan itu semua.
Dahlah, susah! Di kehidupan yang bak novel ini harus menjaga penampilan agar tak digunjing para bangsawan, di kehidupan dunia modern juga harus begini agar tak menjadi gosipan publik.
Terus, hidup yang nyaman itu dimana?!.
Terkadang Pamella berhak untuk mengasihani diri, bagaimana tidak? Dahulu ia pernah menjadi topik trending! Awalnya identitasnya di sembunyikan jadi ia bebas kemana saja yah walau tetap dikawal oleh pengawal bak bayangan.
__ADS_1
Selain itu ia juga diharuskan untuk satu sekolah dengan dua abangnya, ehh ia malah di bully tepat di hadapan kedua abangnya yang memang sudah bucin (dalam melindungi sesama saudara) padanya.
Eh masih juga pembullynya berkata ‘hiks tuan dia mendorong saya.’ sampah sekali! Siapapun memiliki mata untuk melihat. Namun nyatanya tak ada yang menolong dirinya.
Alhasil sekolahnya dirobohkan oleh papanya, yang membully diriku di interogasi mama dan abang-abangku berada di akhir untuk eksekusi.
Ini bukan eksekusi seperti yang kalian duga, ini lebih ke memberi hukuman setara sesuai hukum yang berlaku di dunia ini.
“Pamella?!” Pamella tersadar ketika teriakan kakak yudhanya menggema di telinga gadis itu.
“Apa sih kak?” Pamella pun bertanya pada Yudha.
Dengan jengkel gadis satu-satunya di bangsawan Duke Thomson itu mengelus kepalanya dengan sayang. “Abang Ini jidat sempurna ku jangan di pukul!.”
Pamella membalas tindakan Yudha dengan kesal, ayahnya yang melihat kedua anak itu mulai berdebat kembali pun hanya menghela nafasnya pasrah.
Sunnie juga sudah menyingkir dari ruangan itu, jadi ya hanya tinggal keluarga Thomson saja.
“Ayah tidak percaya, Pamella Puteri kecil ayah akan segera menjadi milik yang mulia” Pamella dan Yudha berhenti berdebat ketika mendengar ucapan lirih dari sang ayah.
“Ayah..” Pamella membalas dengan air mata yang hampir jatuh, beruntung make up belum di kasih pada wajahnya.
__ADS_1
Para pelayan tadi bilang bahwa efek ramuan penyegar wajah yang baru ia pakai tadi membutuhkan waktu setengah jam.
Oleh karenanya mereka pergi dahulu membiarkan ayah dan Yudha memeriksa eh lebih tepatnya melihat Pamella.
“Ayah benar, aku hanya berharap bahwa adikku ini tidak akan membuat yang mulia kesusahan nantinya” Pamella yang awalnya terharu seketika memandang tajam ke Yudha.
Kakaknya ini... Hiih benar-benar menyebalkan tingkat atas!.
“Apa sih kak? Kakak punya dendam apa padaku? Daritadi membuatku kesal saja” Pamella membalas dengan mengerucutkan bibirnya kesal.
Seketika ayahnya pun berusaha menahan tawanya sambil mengelus kepala Pamella dengan penuh kasih.
Sebenarnya sang ayah juga berfikir hal yang sama dengan anak tertuanya namun ia mengurungkan niat untuk menyampaikan hal ini. Ia tak mau membuat Pamella makin marah.
Yudha hanya terkekeh pelan melihat wajah kesal sang adik yang mungkin hampir tak akan pernah ia lihat lagi, kenapa? Sebab.. setelah ini Pamella akan seutuhnya menjadi milik kaisar.
Tidak ada yang bisa mengubah keinginan kaisar yang memang angkuh, selain itu Pamella sendiri terlihat sangat menantikan pernikahan mereka.
Asal Pamella bahagia maka Yudha bisa melepaskan, walau agak berat. Tetapi ini benar-benar demi kebahagiaan adiknya.
_________________________________
__ADS_1