
Malam berganti pagi, hari berganti hari, bulan berganti bulan.
Kini sudah dua bulan lamanya pamella menjadi permaisuri. Namun Pamella masih tetap menyelidiki pertanyaan Hery saat itu.
“Pamella.”
Pamella tersadar dari lamunannya ketika suara beku itu mendarat di telinganya, permaisuri itu pun menatap kearah kaisar yang berada di dekatnya.
Akhir-akhir ini kaisar terlihat mengurungnya, Pamella bahkan hampir tak pernah dibiarkan keluar namun Pamella masih tetap bisa menyelidiki semuanya, sejak awal lakonnya itu kaisar.
“Yang mulia..” Pamella memberikan senyum terbaiknya pada kaisar yang beku itu.
“Hm? Kenapa kau melamun?” tanya kaisar dingin, matanya menatap tajam pada Pamella yang terlihat berkelit dari pandangannya.
“Siapa yang bilang begitu yang mulia?, Hamba tidak melamun seperti kata yang mulia” jawab Pamella tersenyum canggung.
“Berbohong hm?” Pamella mendadak merinding ketika mendengar suara kaisar, suara dingin penuh tekanan itu bagai menembus tulangnya saja.
“Hahaha, tidak yang mulia. Hamba tidak berbohong” jawab Pamella spontan, meskipun batinannya berkata hal lain.
‘Kepekaan yang tidak perlu! Sungguh kepekaan ini sama sekali tidak perlu.’
Batinan Pamella itu serasa mengutuk kaisar yang nyatanya tingkahnya akhir-akhir ini berada di luar nalar nan otak sempit Pamella.
Kali ini kaisar tak membalas ucapan pembelaan dari Pamella namun mata tajam kaisar selalu terarah ke Pamella, bukankah ini malah membuat Pamella makin canggung nan gugup?.
TOK TOK TOK
“Maaf yang mulia, namun tuan Yudha ingin melapor.”
Mendengar suara Kasim di depan ruangan mereka, kaisar akhirnya mengangguk dan mengusap lembut rambut Pamella. Setelahnya tanpa mengucapkan apapun kaisar langsung melangkah pergi menuju Yudha.
‘Mengingat kakak.. aku jadi penasaran bagaimana keadaan Jackson?’ batin Pamella bersuara meskipun ia memandang punggung kaisar hingga pria itu keluar dari ruangan mereka.
“Huh, kenapa susah sekali menggali informasi itu?” gumam Pamella bertanya-tanya, yang ia cari itu simple! Ia hanya ingin tahu mengapa kaisarnya ini tiba-tiba berkeliaran di sisinya?.
__ADS_1
Seolah-olah, pertemuan mereka memang direncanakan sedemikian rupa hingga Pamella sendiri akan menganggap pertemuan itu sebagai sebuah ‘kebetulan.’
Jika memang begitu maka apa alasan kaisar melakukan ini semua? Bukannya Pamella tak memiliki otak untuk berfikir tetapi pemikiran negatif memenuhi kepalanya.
Ia begitu ingin agar cerita ini berakhir dengan bahagia.. namun apakah mungkin ini semua terjadi? Pamella tahu membuat akhir yang bahagia tak semudah membalikkan telapak tangan.
Untuk masalah Selir, Pamella sepertinya berhak mempercayai kaisar tetapi jika Selir itu akan muncul maka.. terpaksa Pamella harus menggunakan kemampuan politiknya.
‘Hahaha kujamin! Si calon selir itu pasti akan k.o ketika ingin mendaftar di Harem suamiku nantinya’ batin Pamella terkikik ketika memikirkan ini namun wajahnya tiba-tiba datar ketika memikirkan pertanyaan Hery.
Tunggu! Jangan bilang..
“Yang mulia tidak mengurungku agar aku.. bisa terhindar dari omongan hery kan? Atau Hery memang mengetahui sesuatu tentang yang mulia?” segudang pertanyaan muncul di otak Pamella tanpa terkecuali, sungguh! Siapa yang bisa membantunya berfikir tentang ini hah?!.
Maju sini, dan beritahu semuanya pada Pamella agar kepala permaisuri itu tak pecah menjadi lima bagian.
“Siapa sih yang tau tentang ini?” Pamella akhirnya hanya bisa menggerutu kesal sambil menggumamkan hal yang sama setiap detiknya.
“Permisi permaisuri.”
“Masuk saja sunnie.”
Setelah semuanya beres Pamella langsung mempersilahkan sunnie untuk masuk, “Sunnie.. kemana Jackson?.”
Sebelum sunnie mengutarakan alasan kedatangannya Pamella sudah mengajukan pertanyaan, Pamella kan sudah sangat penasaran.. dimana sih ponakan pertamanya itu?.
“Jackson berada di rumah, permaisuri. Jackson memiliki tugas disana, hamba juga tak bisa membawa Jackson kemari, akhir-akhir ini banyak peristiwa aneh.”
Pamella membulatkan bola matanya, tak disangka pamella mendapatkan sebuah informasi yang mungkin penting untuk penyelidikannya.
“Ah kau benar, entah bagaimana kita bisa mengatasinya!” balas Pamella pura-pura mengetahui apa yang dibicarakan sunnie saat ini hanya agar rencananya mendapatkan informasi tentang dunia luar terlaksana.
“Anda benar permaisuri, setelah tuan Heru Morgen menghilang muncul sebuah sihir aneh dengan warna merah di sekitar istana. Ini benar-benar mengkhawatirkan maka dari itu hamba tak membawa Jackson kemari permaisuri” sahut sunnie yang entah sengaja atau tidak memberikan informasi pada Pamella.
“Huh, kamu benar.. aku juga penasaran kenapa ya tuan Hery Morgen hilang aneh begitu ya?” meskipun terkejut dengan balasan sunnie, Pamella mencoba untuk menetralkan semuanya.
__ADS_1
“Hamba juga tidak tahu permaisuri, namun beberapa rakyat dan bangsawan bilang bahwa tuan hery Morgen hilang saat malam purnama” pamella mencoba mengangguk ketika mendengar ucapan yang sunnie ucapkan dengan nada horor.
Pamella pun hanya mengatakan ’hmm’ padahal gadis bungsu itu saat ini agak bingung dengan pernyataan sunnie.
Hilang pada saat bulan purnama? Yakali? Emang Hery Morgen itu siluman serigala? Atau.. manusia jadi-jadian?.
Yang benar saja?.
‘Rasanya sulit bagiku untuk memandang si playboy cap badak itu sebagai orang misterius apalagi sikapnya yang agak s*nting itu’ batin Pamella uang masih agak meragukan pernyataan sunnie.
Ah.. ternyata, gosip juga menyebar dengan cepat ya disini? memang! mau hidup di dimensi apapun mah pasti ada yang namanya gosip!.
“Itu sedikit aneh.. apakah yang mulia dan Kakak saat ini menyelidiki itu? Aku melihat bahwa yang mulia dan kakak sedikit sibuk akhir-akhir ini.”
Sebenarnya, Pamella sadar bahwa kaisar dan Yudha memiliki urusan. Ini karena sejak beberapa hari yang lalu kaisar mulai pulang telat.
Pamella yang memang tak bisa tidur bila tak ada kaisar pun tentunya selalu setia menunggu kaisar padahal kaisar sendiri meminta Pamella untuk tidur duluan.
Yah.. bukan Pamella namanya kalau tidak keras kepala, ingat saja.. jika Pamella ini mengalah maka itu adalah keajaiban dunia.
“Permaisuri benar, hilangnya tuan Hery Morgen ini sangat aneh. Yah mungkin begitu permaisuri” balas sunnie mengangguk ketika mendengar ucapan Pamella yang sangat searah dengan dirinya.
‘Hmm.. memangnya.. unsur fantasi apa saja yang berada disini, makin aneh saja ni dimensi. Hingga terkadang aku yakin bahwa kehidupan pertama ku ini hanya menjadi tokoh novel’ batin Pamella bersuara dengan kebingungan yang selalu menyertainya.
_________________________________
Maaf author telat up, insyaallah apabila tak ada halangan sama sekali besok author akan double up dan lanjut up rutin seperti biasanya.
Semoga saja author bisa kembali aktif seperti biasanya ya!.
Baiklah, seperti biasanya jangan lupa letakkan jempol di tempatnya dan berikan saran maupun kritik yang tentunya bersifat membangun ya!.
Thank u readers for u support and u coment!.
-Nadira
__ADS_1