Puteri Bungsu Sang Duke

Puteri Bungsu Sang Duke
26. Mimpi yang menakutkan (REVISI)


__ADS_3

Ayah dari dua anak itu melangkah masuk kembali, mata tajamnya melihat sunnie .. pelayan pribadi Puteri kesayangannya.


“Sunnie, mana Pamella? Kenapa kau hanya sendiri saja disini?” tanya ayahnya dengan raut wajah mengerut.


“Tuan,” ucap sunnie lalu membungkukkan badannya, sekedar kesopanan.


“Nona Pamella berada di kamarnya, nona ingin tidur siang tuan,” jawab sunnie atas pertanyaan yang telah di lontarkan Duke padanya.


Tuan duke mengangguk mengerti, ia langsung pergi ke kamar Pamella, ia tak akan membangunkan anak gadisnya ... ia hanya ingin melihatnya.


KRIET


Lagi-lagi pintu kamar Pamella terbuka dengan pelan, mata ayah itu langsung terarah ke puterinya yang benar benar tidur di ranjangnya.


Perlahan ia berjalan, namun langkahnya hampir tak terdengar sebab ia memang berhati-hati agar Pamella tak terbangun.


Ketika ia dekat dengan ranjang puterinya, ia duduk di tepi ranjang itu lantas mengusap-usap rambut Pamella pelan.


Rambut yang begitu berbeda dengan rambutnya, namun Pamella memiliki warna rambut unik yang sama seperti ibunya. Orang yang masih dirindukan oleh Duke dan Yudha.


“Ayah kembali Pamella, tapi kamu tidur,” desah ayahnya pelan.


Setelah mengucapkan itu, ia sama sekali tak berucap apa-apa lagi, ia hanya memandang lekat wajah Pamella yang tengah tertidur pulas.


Setelah lama memandangi Pamella, ayahnya keluar dari kamar sang puteri untuk saat ini ... mungkin ia akan sangat merindukan Pamella nantinya.


Sebab anaknya itu akan segera menjadi milik dari kaisar negeri ini. Ia harap kaisar tak akan membuat Pamella menangis.


KRIET


Pintu tertutup tanpa memperlihatkan punggung ayah pamella dan Yudha yang kian menjauh.


Beberapa jam setelahnya..


TES


TES


TES

__ADS_1


Tetesan air itu terdengar dari luar, desingan air dengan benda besi sangat memekakkan telinga siapapun yang mendengarnya.


Meski begitu gadis bungsu itu, Pamella.. tak berniat untuk membuka mata hijaunya, air hujan perlahan membasahi alam.


Saat itulah selimut menyelamatkan Pamella, sebab Pamella itu orang yang tak begitu suka dingin.


Berkat selimut, gadis itu tak kunjung membuka matanya, masih setia dengan mimpinya.


Sayangnya tiba-tiba aliran air hangat meluncur dari balik bulu mata lentik milik Pamella.


Air mata itu mengalir bersamaan dengan air hujan yang terus menerus datang tanpa henti.


Akhirnya pamella rela membuka matanya, tangannya mengusap lembut air matanya sendiri.


Gadis itu langsung duduk dari ranjangnya, ia menangis bukan tanpa alasan.


Ini semua karena ia melihat mimpi yang begitu menakutkan baginya, tak urung Pamella berharap jika itu hanya mimpi.


Sebab mimpinya itu membawa kesan yang buruk, sangat buruk!


Pamella kembali mengingat mimpinya sambil menyeka air matanya, itu adalah.. bayangan kehidupannya dahulu.


Pamella seketika menggelengkan kepalanya, menolak untuk mengingat atau bahkan menebak apa yang terjadi setelah mimpinya itu.


“Tidak-tidak,” gumaman itu berisi ketakutan, sekarang kondisi Pamella benar benar menyedihkan.


Matanya terus mengalirkan air yang hangat, beberapa kali pun Pamella menyekanya air mata itu selalu turun kembali.


“Hiks! Dia tidak mungkin tiada ... dia baru saja hiks bilang kalau dia akan menemaniku pergi ke rumah kaca.”


“Tidak! Dia bukan adikku, adikku pasti baik baik saja, dia bilang dia akan memberiku hadiah saat aku menikah! Katakan, Dimana kalian menyembunyikan adikku?!”


“Tidak... Bukan hahaha dia bukan anak gadisku.”


“Hiks, katakan! Dimana adik kami hah? Jangan mencoba untuk membohongi kami dengan mayat ini.”


“Hiks, kembalikan adik ipar ku.”


Ucapan-ucapan itu kembali terngiang-ngiang di telinganya, itu.. ucapan itu secara beruntutan di ucapkan oleh mama, Abang pertamanya, papa, Abang keduanya dan calon kakak iparnya.

__ADS_1


Ngomong-ngomong tentang Abang.. kenapa ia disini hanya punya satu Abang? Kenapa tidak dua?


Tapi, sayangnya sekarang pamella sedang tak ingin memikirkan itu!


Pamella merasa sangat lelah akan takdir, kenapa kesedihan selalu datang bertubi-tubi padanya? Baru saja ia menerima kabar tentang kepindahan bianca, kini secara misteriusnya ia bisa mendengar dan melihat keluarga masa lalunya.


Lebih mencengangkannya lagi, ia sudah tiada di dunia modern itu! Bagaimana mungkin ini bisa terjadi? Sebenarnya ada berapa hal yang misterius di alam semesta ini?


“Tidak, itu hanya mimpi hiks iya mimpi,” ucap Pamella mengatupkan kedua tangannya ke kedua telinganya.


Ini menakutkan!


“Hiks huaaa.”


Akhirnya suara tangis Pamella keluar, tangis itu begitu keras hingga ayahnya datang ke kamarnya dengan tergesa-gesa.


BRAK


Ayahnya mendobrak pintu kamar pamella dengan cepat, langkahnya begitu lebar dan cepat.


“Ada apa dengan mu Pamella? Kenapa kau menangis?” tanya ayahnya memeluk Pamella, tangan ayahnya itu mengusap lembut air mata Pamella yang terus menerus jatuh.


“Ayah, huaa,” Pamella tak menjawab pertanyaan ayahnya, ia hanya terus menangis.


Sungguh! Ia benar benar ketakutan.


“Pamella, ada apa? Jawab ayah! Kenapa kamu menangis seperti ini?” tanya ayahnya menatap khawatir pada Pamella.


Tangan ayahnya itu terus mengelus punggung Pamella agar anak bungsunya itu lebih tenang.


“Shtt, jangan menangis Pamella.. ayah ada disini,” ujar sang ayah.


Yah, hanya itu yang bisa dikatakan ayahnya untuk membuat Pamella tenang, ketika Pamella tenang mungkin anaknya itu bisa mengatakan kenapa ia menangis.


Tentunya duke ingin Pamella bisa tersenyum dengan ceria setiap waktu bukannya malah menangis seperti ini.


Hati sang ayah pun terasa teriris ketika mendengar suara tangisan pamella.


______________________________

__ADS_1


__ADS_2