
Keesokan harinya..
Saat ini matahari sudah naik ke atas, Pamella dan kaisar tengah menunggu si burung biru.
“Hmm yang mulia kemarin burung itu datang jam segini saat mendatangi hamba. Apakah dia tidak datang hari ini?” Pamella menoleh ke kaisar yang terlihat memandang ke arah depan.
“Tidak, dia datang” kaisar menjawab dengan yakin yang mana malah membuat Pamella kebingungan.
“Bagaimana yang mulia bisa tahu bahwa dia akan datang?” tanya Pamella pada kaisar.
Kaisar pun menoleh dan menatap manik hijau Pamella, “Sebab dia sudah terbang dan melewati portal.”
Baru saja kaisar menjawab Pamella mendengar sesuatu.
SRAK
SRAK
SRAK
Itu bunyi kepakan burung! Pamella langsung menoleh ke langit dimana burung itu terbang ke arahnya.
“Anda lady kemarin kan? Saya tidak salah kediaman?” burung itu fokus pada Pamella.
Namun kemudian burung itu baru menyadari bahwa kaisar ada disana, “Eh.. kesejahteraan menyertai kaisar negeri alpensha.”
“Hm, kau bisa mengantar kami ke elvareta?” pertanyaan yang tidak jelas itu muncul dari kaisar.
Pamella seketika kasihan pada burung itu, kaisar berucap dan memberi titah namun pria itu tak mengatakan dengan jelas.
“Ehm, begini maksud yang mulia itu.. apakah kamu bisa membuka portal lagi dan membawa kami ke hadapan permaisuri elvareta? Kami mempunyai urusan dengan permaisuri” mau tak mau Pamella menjelaskan dengan bahasa yang panjang.
“Permaisuri elvareta? Beliau sedang berada di istana beram bersama yang mulia kaisar. Hmm baiklah hamba akan membawa kalian” putus si burung biru.
“Baiklah, terima kasih atas bantuannya ya” Pamella berterima kasih pada burung itu.
__ADS_1
Burung itu memejamkan mata sipitnya dan paruhnya komat-kamit membaca sesuatu.
Dan...
SPLASH
Portal dimensi terbuka, Pamella, kaisar dan burung itu pergi sedangkan sunnie, ren dan yang lainnya masih ada di istana kekaisaran negeri alpensha.
“Selamat datang di dunia kami” burung biru itu berucap, ia tetap memimpin jalannya.
“Hamba akan membawa kalian ke hadapan permaisuri” burung biru itu berucap lagi, Pamella dan kaisar pun mengangguk dan tetap mengikuti burung itu.
Pamella dan kaisar hanya memperhatikan saat burung itu berucap pada salah seorang pengawal yang menjaga gerbang istana.
Hasilnya Pamella dan kaisar diperbolehkan masuk.
“Hiks hiks permaisuri.. permaisuri...” Pamella termenung saat salah seorang pelayan menangis tersedu-sedu sambil menyebut permaisuri.
Burung yang juga mendengarnya pun langsung pergi ke hadapan pelayan itu, “Kenapa kau menangis sambil mengucapkan ‘permaisuri’?.”
DEG
Jantung Pamella seketika berhenti, ia menjadi sangat panik. Beginikah kehidupan bangsawan?.
Pamella menoleh ke arah kaisar meskipun wajahnya datar namun tangannya mengepal.
“Yang mulia, anda tidak boleh membuat keributan disini. Hamba takut kalau tuan Puteri elvareta tidak bisa menjalankan pengobatan dengan baik.”
Pamella berucap untuk menenangkan kaisar, perlahan namun pasti kepalan tangan kaisar mulai merenggang.
“Ayo kita ke permaisuri, hamba takut kalau permaisuri benar-benar terluka” burung biru itu juga terlihat panik.
Pamella pun mengangguk sedangkan kaisar? Pria itu hanya memandang datar ke arah burung.
Sesampainya disana...
__ADS_1
“Siapkan ramuan pereda nyeri! Kita harus menyelamatkan permaisuri dan janinnya, kita maupun kaisar tak ingin kehilangan salah satu diantara mereka.”
DYAR
Pamella bak disambar petir saat mendengar kata ‘permaisuri dan janinnya’ elvareta mengandung? Hey! Kalau begitu harusnya gadis itu tak ikut permasalahan politik kan?.
Pamella berusaha melihat dengan lebih jeli ke dalam, itu benar-benar elvareta!.
“Adikku” meskipun lirih Pamella tahu ia mendengarnya dari seseorang dengan suara bariton.
Ia menoleh ke kaisar benar saja, pria itu memandang lekat pada elvareta yang sedang di atas ranjang.
‘Kami kesini untuk meminta bantuan, namun melihat bagaimana elvareta terluka... Tidak mungkin kami berucap sekarang bukan? Kenapa? Kenapa timingnya sangat pas? Jangan bilang ada seseorang yang melopori ini semua’ batin Pamella bersuara.
Pamella yang termenung kembali panik saat tabib-tabib itu keluar dengan tergesa-gesa.
Burung itu pun menghampiri, “Bagaimana keadaan permaisuri?.”
“Eh, maaf karena tidak menyadari keberadaan anda. Permaisuri masih kritis kami membutuhkan sereh untuk membuat ramuan.”
“Baik kami pergi dulu!” sambung tabib itu tergesa-gesa.
Namun Pamella menghentikannya, “Jangan. Bagaimana kalau permaisuri tiba-tiba mengalami penurunan dari keadaannya? Kalian harus menjaga permaisuri biar kami yang mencarinya.”
Tabib itu menoleh pada Pamella, “Apakah anda tahu sereh lady?.”
“Saya tahu! Sudah jangan banyak membuang waktu. Kami pergi” setelah Pamella melaju burung biru dan kaisar juga ikut mencari.
‘Elvareta.. ku mohon bertahanlah! Sedikit lagi’ batin Pamella terus berharap bahwa gadis berlian dan janinnya itu baik-baik saja.
Elvareta... Kalau kau meninggal apa yang akan terjadi padaku dan kaisar? Kau sudah berjanji padaku untuk menemaniku di acara penobatan ku.
Tapi bukankah katanya elvareta terkena panah karena mencoba melindungi kaisar yang tak lain adalah suaminya? Si george-george itu kan? Lalu kemana pria itu?.
_________________________________
__ADS_1