
Pamella masih tetap murung walau sekarang ia sedang bersama ren plus kaisar.
Kakaknya? Entahlah Pamella tak tau dimana Yudha saat ini, yang jelas tadi Yudha terang-terangan menitipkan Pamella ke kaisar sebentar.
Sepertinya kakaknya itu mengira bahwa jika ia bersama kaisar maka suasana hatinya akan membaik, padahal suasana hati Pamella akan bertambah suram jika berada di dekat kaisar.
Ah, mari bahas topik yang lain ... sepertinya kaisar juga sama sekali tak berniat untuk menyelesaikan kesalahpahaman Pamella, sebab Pamella akan tau sendiri nantinya.
Lagipula dari segi mana gadis berlian itu mirip dengannya?
Ren sendiri memandangi kaisar dan Pamella bergantian lalu dengan mudahnya menghela nafas kasar.
Bagaimana bisa kaisar dan calon permaisuri negeri ini sama-sama diam membisu begini? Oh tolonglah seseorang buatlah mereka bicara!
Meskipun begitu pemandangan ini terlihat begitu menenangkan dan menarik.
Ekor mata ren melirik pamella yang nampak suram, ada hal apa gerangan?
Ingin sekali ren bertanya namun ia tau nantinya ia akan mendapat tatapan tajam dari kaisar, terlebih setelah ia membuat pe- oh bukan! Maksudnya tuan Puteri marah.
Katakan ren memang salah paham.
Dahulu ren menyangka jika kaisar ingin mengangkat Pamella sebagai selir dan menganggap jika kaisar itu playboy cap badak, namun nyatanya lain.
“Ada apa dengan wajahmu?”
Pertanyaan itu akhirnya muncul juga, ren nyaris berjingkrak ketika kaisar sudah menanyakan hal yang membuatnya penasaran sedari tadi.
“Eh, maaf kan hamba jika yang mulia kurang nyaman namun, perasaan saya sedang tidak baik,” jawab Pamella, Pamella lebih memilih kata ‘Perasaan hati’ dari pada mood.
Pamella menduga kaisar maupun ren tak akan faham apa arti mood, dari pada ia makin membuat kecurigaan maka lebih baik ia menggunakan kosa kata yang ada di zaman ini.
“Kenapa?” tanya kaisar menaikkan alisnya.
Setelah gadis di depannya ini kemari bersamanya Pamella sama sekali tidak berbicara, dan yah itu menimbulkan tanda tanya yang besar.
“Ini karena sahabat hamba ... baru-baru ini dia secara tiba-tiba sudah menjadi milik kerajaan lain, jadi hamba akan jarang bahkan mungkin tidak akan bertemu dengannya lagi, jadi hamba merasa sangat sedih,” Pamella seolah mengadu pada kaisar.
__ADS_1
Akhirnya ren faham kenapa Pamella bertanya “Ren.. jika seseorang dari negeri ini menikah dengan pangeran dari kerajaan lain, apa orang itu akan menjadi milik negeri ini atau kerajaan itu?”.
Ternyata itu berkaitan tentang sahabat nonanya..
“Jadi, kau mau aku menghancurkan kerajaan itu agar mereka tak bisa merebut sahabatmu?” tanya kaisar dingin, kaisar yang tak terbiasa berbicara panjang itu akhirnya berbicara sepanjang kereta.
Namun sekalinya berucap panjang malah membuat Pamella merinding, berbeda dengan ren yang siap berlari untuk mengabari jenderal kekaisaran jika mereka akan berperang.
“B-bukan begitu yang mulia, hamba tak ingin negeri ini berperang dengan siapapun,” jawab Pamella merinding.
Seenak jidatnya saja kaisar ini bicara perang-perangan, dikira perang ini itu perang jadi jadian apa? Dikira perang ini seperti game yang bisa membuat pemain mengisi ulang nyawanya? Seperti game yang bisa dimainkan berulang kali?
Benar benar sembrono!
“Kalau begitu ceria lah seperti biasanya,” jarang sekali bagi kaisar untuk memperhatikan orang lain, sebab dirinya sendiri tidak peduli dengan dirinya.
Jika saja elvareta sewaktu waktu tak akan berkunjung, dan dirinya tak perlu menghadapi menteri maupun pejabat tinggi, maka penampilan kaisar ini akan kacau.
Yah.. maklum saja, orang ini jauh lebih menyukai alat perang daripada air dan sebagai nya.
Pamella yang merasa terharu pun tersenyum cerah, hal itu disambut bahagia dari seseorang yang sedari tadi mengawasi mereka.
Lagipula kaisar juga terkadang tak peduli pada orang orang sekutunya yang melihatnya.
Ingat! Sekutu.
Jika kaisar sudah ada di Medan perang maka kewaspadaan nya akan meningkat secara drastis tanpa basa basi.
Cukup sulit untuk mengerti kaisar yang satu ini.
“Nona sangat cantik ketika tersenyum,” ucapan itu benar benar lolos tiba tiba dari mulut ren.
Pria itu segera menutup mulutnya sendiri saat mata tajam kaisar menuju ke arahnya, ia tau arti tatapan itu.
Kenapa ren bisa keceplosan?
‘ s*alan! Kenapa aku harus keceplosan disini?’ batin ren mencoba tersenyum walau terpaksa.
__ADS_1
“Terima kasih ren,” balasan Pamella terdengar, ren pun mengalihkan pandangannya pada Pamella yang masih tersenyum layaknya bunga lavender yang tengah bermekaran.
Pamella pun memakan kue yang tersedia pada meja di hadapannya, kue dan semua hidangan itu sudah di siapkan kaisar untuk Pamella.
Maka.. tidak baik jika Pamella tidak menghabiskannya kan?
‘ Makan selagi bisa! Lagipula aku tidak boleh membuang buang makanan’ batin Pamella terus mengunyah kue itu sambil tersenyum hingga mata hijaunya menyipit.
Nyatanya, gadis itu memang sangat indah untuk dipandang.
Beberapa saat kemudian..
Pamella sekarang tengah berada pada hamparan bunga lavender yang pernah ia datangi.
Bedanya kali ini ia bersama kaisar dan ren yang tengah menemaninya.
Pamella sendiri sudah menjadi ceria kembali, gadis itu berlari kesana kemari ketika ia berhenti Pamella langsung memetik bunga lavender dengan hati-hati.
Bunga lavender memang sangat indah sama seperti Pamella, terlebih kelopaknya yang berwarna ungu ini juga mirip dengan warna rambut Pamella.
Ren hanya bisa tersenyum bahagia menatap Pamella yang sudah mulai tersenyum kembali.
“Bukankah hari ini sangat indah?” gumaman lirih itu ren dengar dari Pamella yang berada sedikit jauh di hadapannya.
Gadis itu benar-benar telah dilanda kebahagiaan dan ren berharap bahwa kebahagiaan itu bisa bertahan dengan lama.
________________________
foto by: pinterest
Hello readers seperti biasanya, letakkan jempol di tempatnya dan berikan saran maupun kritik yang tentunya bersifat membangun ya!.
Oh ya author cuma ganti nama doang kok! Orangnya masih tetap sama buriqnya hehehehe.
Terima kasih atas semua supportnya!
__ADS_1
- Nadira