Puteri Bungsu Sang Duke

Puteri Bungsu Sang Duke
29. George (REVISI)


__ADS_3

Elvareta pun menatap wajah kebingungan Pamella yang amat mudah terbaca.


“Kak pamella bingung ya?” tanya elvareta tersenyum.


Pamella menatap elvareta seraya telunjuk jarinya mengarah ke dirinya sendiri.


“Kakak? Aku?” tanya Pamella dengan beribu tanda tanya.


“Iya kak! Bukankah sebutanku sudah benar? Karena kak Pamella akan jadi kakak ipar ku,” jawab elvareta mengedipkan sebelah matanya.


“Tunggu .... bukannya kamu itu permaisuri negeri ini?” tanya Pamella.


“Maksud kakak bagaimana? Aku memang permaisuri namun bukan di sini!” jawab elvareta menggelengkan kepalanya pelan.


“Apa ma-” pertanyaan Pamella terhenti di udara sebab ada sebuah cahaya berwarna.. emas yang ada di sekitar mereka?


Elvareta tersenyum seraya menoleh ke ren kala itu senyumannya terlihat hambar, “Mundur agar kau tidak terkena amarahnya.”


Ren menurutinya dengan patuh, ren mundur menjaga jarak dari elvareta, bagaimanapun ren tahu siapa yang akan datang.


Elvareta mengalihkan pandangannya pada Pamella yang sedikit ketakutan.


“Jangan takut kak, semuanya sedang baik-baik saja,” ucap elvareta untuk menenangkan Pamella.


Hanya saja, bukannya merasa tenang Pamella malah merasa sedih, kalimat akhir pamella itu sedikit mengandung bawang.


CLING


Belum sempat Pamella membalas sebuah cahaya itu memunculkan seseorang yang.. tampan, menggoda dan terlihat seperti kulkas?


“Mau lari kemana lagi elvareta?” tanya pria itu menatap tajam ke elvareta.


Sedangkan yang di tatap malah menaikkan bahunya acuh, berbeda dengan kaisar yang sudah menarik pedangnya.


“Kakak, jangan buang tenagamu dia tidak akan menyakitiku tenang saja,” ucap elvareta tanpa menoleh.


Setelah mengalami keheningan dalam kurun waktu yang cukup lama elvareta mulai bersuara.


“Jadi.. apa hamba akan mendapat hukuman.. yang mulia?” tanya elvareta menatap sinis pria itu.


“Panggil aku seperti biasanya!” bukannya menjawab pria itu malah menurunkan titah.


“Hamba hanya bisa menuruti. Mana boleh hamba menolak permintaan anda .... George?” balas elvareta namun nada sinis nya tak berubah.


Terdengar helaan kasar dari pria yang disebut.. George?


Pamella memandang penasaran paa keduanya terutama elvareta, elvareta yang memang memiliki kepekaan yang tajam langsung menoleh ke Pamella.


“Kak Pamella belum mengerti?” tanya elvareta memiringkan kepalanya menatap pada Pamella.

__ADS_1


Dan hanya gelengan kepala yang di dapatkan oleh elvareta.


“Aku itu adik angkatnya kaisar negeri ini, jadi tak heran kalau aku dekat dengan dirinya, lagipula aku sendiri mendukung hubungan kakak dan kakak lelakiku,” jelas elvareta tertawa ringan.


“Jadi jangan menyangka jika kakak akan menjadi selir, sebab aku sudah menjadi permaisuri di kekaisaran yang lain, tidak mungkin seorang gadis bisa menjadi permaisuri di dua kekaisaran sekaligus kan?” sambung elvareta.


Pamella reflek menoleh ke kaisar yang ada di sampingnya, pria itu tak mengucapkan perlawanan pada elvareta.


Itu berarti.. Pamella salah faham?


“Dan perkenalkan ini George, Golden Hunter George, suamiku,” ujar elvareta yang memang tak suka suasana hening.


Meskipun begitu, Pamella merasa bahwa hubungan sepasang suami istri itu sedang tidak baik. Terbukti dengan ucapan elvareta tadi walau sekarang gadis itu seperti 'sengaja' mengalihkan topik perhatian.


“Oh jadi dia yang menikahi dirimu elvareta?” akhirnya kaisar buka suara.


George menatap pada kaisar yang menatap sinis padanya, lah.. salahnya apa toh?


“Iya kak, memang kenapa?” tanya balik elvareta.


“Dengan kata lain, dia yang menyakitimu bukan?” jawab kaisar dengan dingin.


Elvareta tertegun, dirinya tak pernah mengatakan kenapa ia pergi kemari namun.. kakaknya sudah tahu sendiri tuh!


Siapa yang memberitahukannya pada kakak esnya ini?


“Kau tak bersikap seperti biasanya saat berkunjung kemari,” jawab kaisar datar.


Dengan kata lain, kaisar tahu kau elvareta memiliki masalah melalui tingkah lakunya yang tidak seperti biasanya.


Diam-diam ren mendengus iri pada elvareta dan Pamella, pertanyaannya bahkan tak selalu dijawab oleh penguasa itu sedangkan dua gadis di sekitarnya malah? Ini ren yang tidak beruntung, atau Pamella dan elvareta yang terlalu beruntung?


“Tanding pedang?” tawar kaisar tiba-tiba dengan dingin.


Dibalas dengan tatapan datar dari George “Mari.”


______________________________


Elvareta meremas tangannya sendiri, di sampingnya ada Pamella dan ren yang mendampingi dirinya.


“Kak! Bagaimana jika salah satu diantara mereka terluka?” elvareta berkata dengan begitu khawatir.


“Tuan Puteri yang namanya tanding pedang tentu saja akan terluka,” balas ren dengan menyebalkan, padahal dia sudah tau seberapa pentingnya kebahagiaan elvareta bagi kaisar dan George namun sikapnya masih saja begini.


Pamella melirik tajam pada ren yang malah membuat elvareta makin khawatir.


“Harusnya kau mencari cara agar tuan Puteri elvareta tenang, bukan malah membuatnya tambah khawatir!” cerocos Pamella mengungkapkan pemikirannya.


“Kak, jangan melarang ren itu hanya akan membuatku semakin ingin menebasnya, Dan.. bisakah kakak memanggilku nama saja?” tanya elvareta.

__ADS_1


Pamella yang sebenarnya keberatan dengan permintaan elvareta tentu ingin menolak, namun melihat raut wajah antusias dari elvareta membuat Pamella tak tega.


“Baiklah, e—elvareta,” jawab Pamella mengelus lembut kepala elvareta.


Ren yang merasa terkacangi akhirnya diam pria ini memutuskan untuk mengawasi pertandingan yang terjadi di depannya.


TRANG


TRANG


TRANG


Suara desingan itu membuat elvareta kembali panik, ia dengan segera mengawasi pertarungan yang terjadi.


Namun... Baik George ataupun kakaknya tak menggunakan kekuatan pedang aslinya.


Ada apa sebenarnya?


Sedangkan itu..


“Kenapa kau berani menyakiti adikku huh?” tanya kaisar dingin, ia hanya berniat berbicara dengan George.


Ia tak mengatakan ini pada elvareta atau adiknya itu akan menengahi pembicaraan di antara mereka, itu membuatnya tak bisa berbicara leluasa dengan pria di depannya ini.


“Aku tak akan bisa mengubah masa lalu,” jawab George datar.


“S*alan! Harusnya kau mewaspadai perilaku mu!” balas kaisar tak kalah datarnya.


“Bagaimana aku tahu kalau, aku akan jatuh hati pada gadis dari keluarga yang ingin aku hancurkan?” tanya George sarkastik.


Seketika kaisar berhenti menyerang, ia sedikit terkejut namun hal itu tak terlalu kentara sebab wajah datar kaisar tak berubah.


“Kau yang memb*nuh keluarga elvareta?” tanya kaisar makin mendidih, ia melanjutkan serangannya pada George.


“Tidak, aku tahu kau tak akan percaya tapi aku tidak memb*nuh mereka, kau lupa? Di ucapanku ada kata ‘Ingin’,” jawab George, meski berucap begitu panjang namun wajah ubinnya juga tak kunjung berubah.


Sulit namun nyata, semua orang yang dekat dengan elvareta selalu memiliki wajah menyebalkan itu.


...----------------...


Nah loh Pamella, tidak ada cara lagi yang bisa digunakan oleh nya untuk meloloskan diri dari kaisar! Hahaha.


Ya.. seperti biasanya jangan lupa letakkan jempol di tempatnya dan berikan saran maupun kritik yang tentunya bersifat membangun ya!.


Oh ya HAPPY NEW YEARS! SEMOGA DI TAHUN 2022 INI KITA AKAN MENJADI LEBIH BAIK LAGI DAN SEMOGA COVID BISA SEGERA HILANG, AAMIIN.


Thank u for you support.


-Nadira

__ADS_1


__ADS_2