
Melihat kekehan tak jelas asal usulnya elvareta pun menaikkan bahunya tak mengerti.
“Eh elvareta, ada yang ingin disampaikan padamu,” panggil Pamella, ia ingat akan sesuatu.
Elvareta pun menoleh pada Pamella “Kenapa kak?”
“Katamu ada cahaya gelap kan? Bukankah itu seperti kamu yang bisa menghilang menyisakan cahaya biru? Mungkinkah ini juga ada kaitannya dengan sihir?” tanya Pamella beruntutan.
“Iya kakak benar, ini berurusan dengan sihir maka dari itu kaisar tak mengizinkan aku ikut atau aku akan menjadi incaran pelakunya,” jawab elvareta menghela nafasnya. Rupa-rupanya kakak pamellanya ini pintar juga.
Yah, elvareta juga kesal sekali pada kaisar sebab dia tak mengizinkan elvareta ikut, padahal jika ia ikut disana pasti ia bisa menemukan pelakunya.
Ya.. mau bagaimana lagi? Kakak lelakinya terlalu keras kepala dan selalu memperhatikan dirinya.
Namun elvareta merasakan ini, kakak lelakinya itu melebarkan daerah pengawasannya.
Kini objek pengawasan kaisar adalah elvareta dan Pamella, ah ya jangan lupa negeri ini juga.
“Kalau begitu.. hal-hal seperti ini sudah pasti berbahaya ya?” tanya Pamella cemas.
“Iya kak, soal sihir ini lebih berbahaya dari penjahat biasa sebab, orang yang menggunakan sihir untuk kegelapan biasanya akan melukai orang terdekat musuh agar musuhnya tertekan,” Jawab elvareta serius.
Dapat Pamella tebak dari wajah elvareta yang amat serius itu berarti ucapan elvareta tak main-main dengan kata lain gadis ini tak bercanda.
‘ Bukankah dunia fantasi seperti ini sangat ehm mengerikan? Tunggu! Memang kehidupan jaman dahulu begini ya?’ batin Pamella bingung.
Setelah berdetik-detik berfikir Pamella mulai menghela nafasnya.
‘ Hoi, siapa yang bisa menjelaskan hal ini padaku?’ batin Pamella lagi.
“Kak, kakak kenapa? Akhir-akhir ini kakak seperti kebanyakan menghela nafas? Apa kakak terlalu lelah?” tanya elvareta menatap khawatir Pamella.
“Eh- tidak apa-apa! Tenang saja, aku baik-baik saja,” jawab Pamella menunjukkan senyum manisnya agar elvareta percaya.
Belum sempat elvareta membalas ren sudah berada di dekat mereka.
“Kesejahteraan untuk tuan Puteri-” salam ren terhenti sebab elvareta sudah memberi isyarat agar ia tak melanjutkan salamnya.
“Sudah berapa kali aku bilang ren? Aku tak suka dihormati begini, lagipula aku tidak suka menjadi pusat perhatian, aku juga bukan orang yang akan menghukum dirimu karena kau tidak memberi salam padaku.”
Elvareta berkata begitu panjang, gadis itu tak ingin diberi penghormatan, sebab ia tak ingin jadi pusat perhatian.
__ADS_1
Dan.. elvareta juga bukan orang yang gila hormat.
“Maaf tuan Puteri, namun-” ucapan ren terpotong lagi.
“Sudahlah! Alasanmu sama saja, sudah berkali-kali aku mengingatkanmu namun alasanmu selalu sama. Apa kau tidak bisa mencari alasan yang lebih bagus lagi ren?” potong elvareta memutar matanya malas.
Ren selalu memberi alasan yang sama setiap elvareta memintanya untuk berhenti memberi salam.
Pamella yang mendengar pun terdiam, jika dirinya benar-benar akan menjadi permaisuri maka itu berarti ia harus terbiasa dengan penghormatan seperti ini?
Elvareta saja jengah dengan salam seperti ini padahal tak banyak orang yang mengetahui identitas aslinya sebagai adik kaisar.
Lalu.. bagaimana Pamella nantinya?
Mau bagaimana lagi? Pamella tak akan bisa memberontak nyatanya ia masih berfikir keras, alasan apa yang cukup kompeten untuk diberikan pada keluarganya agar ia tak menikah dengan kaisar?
Yah, Pamella bisa saja mengatakan pada ayah dan kakaknya kalau ia tak mau menikah dengan kaisar, keluarganya pasti menyampaikan itu pada kaisar. Nah, jika sudah begini, apakah keluarganya akan dihukum oleh kaisar karena berani menolak titah kaisar yang bersifat absolut?
“Jadi, ada apa?” pertanyaan elvareta membuat Pamella kembali ke dunianya setelah menjelajah di otaknya.
“Yang mulia memanggil tuan Puteri untuk pergi ke pengadilan tinggi agar tuan Puteri mendengar hasil penyelidikan beliau,” jawab ren.
Pamella pun memiringkan kepalanya, bukankah kaisar tak ingin elvareta ikut campur agar nyawa gadis itu baik-baik saja?
“Baik, bawa aku ke aula,” balas elvareta, elvareta berdiri namun ia tak kunjung berjalan.
Tangan elvareta tiba-tiba ia arahkan ke atas dengan gerakan memutar sambil memejamkan matanya.
CLING
Seketika Pamella melongo, cadar? Elvareta menggunakan cadar? Ah ya.. identitas gadis itu agak berbahaya jika harus ditampilkan di publik secara gamblang.
“Kak maaf ya, sunnie juga sudah pergi ... lebih baik kakak segera kembali ke kediaman thomson,” ucap elvareta menoleh ke Pamella.
Pamella kemudian mengangguk “Aku akan segera pergi tenang saja.”
Elvareta lalu meninggalkan Pamella sendirian, sebab ren harus ada bersama elvareta.
Kenapa? Ren itu juga harus mendengar hasil penyelidikan, ceroboh begitu ren masih tetap berguna untuk negeri ini.
***
__ADS_1
Beberapa saat berlalu setelah Pamella ditinggalkan sendiri.
Pamella terus-menerus memikirkan tentang alasan elvareta dipanggil, bukannya kaisar tak ingin elvareta..?
Itu yang mengganjal di pikirannya.
Ia tak segera kembali untuk menemui ayah dan kakaknya sebab ia tahu mereka pasti berada di pengadilan.
‘ Sudahlah! Janji adalah janji, aku akan pulang sekarang’ batin Pamella, gadis itu mengingat perkataan yang ia ucapkan pada elvareta.
Bukankah ucapan adalah janji?
Baru saja Pamella berdiri seorang pria sudah berada di depannya.
Pamella mengerutkan keningnya tak suka, “Kenapa anda ada disini tuan?”
Pamella kembali berbicara dengan nada formalnya.
“Kemapa lady Pamella begitu kasar kepada ku? Ah, apa jangan-jangan lady ingin aku memanggil nama lady saja?” balas pria itu, Hery dengan tak tahu malu.
Pamella memandang sinis ke arah Hery, setelahnya ia mengedarkan pandangan mencoba mencari bala bantuan.
Namun nihil, tak ada siapapun ... elvareta dan ren sudah pergi, kaisar dan keluarganya berada di pengadilan, lalu siapa yang bisa menyelamatkan dirinya dari si playboy cap gajah ini?
“Mungkin saya sedang tidak beruntung hari ini,” desah Pamella sinis.
“Maksud mu, pamella?” tanya Hery tersenyum nakal.
Pamella mendelik ketika Hery hanya memanggil namanya tak ada embel-embel ‘lady.’
Namun pamella tak mengatakan protes sebab biasanya playboy macam ini tak akan mendengarkan jika di nasehati.
“Ah tidak apa-apa TUAN,” ujar Pamella, ia sengaja menekan kata tuan agar Hery tahu bahwa Pamella hanya menganggap dia sebagai seseorang pria asing.
Sebelum Hery membalas dan membuat Pamella makin kesal saja, Pamella segera memotong sanggahan Hery.
“Saya pergi dulu tuan, saya harus belajar TATA KRAMA agar saya bisa lebih sopan pada orang yang saya temui,” ucap Pamella sengaja, ia pun segera pergi meninggalkan Hery.
Hery diam-diam tersenyum, mata Hery menatap ke arah dimana Pamella menghilang dan pergi dari hadapannya.
“Benar-benar gadis yang menarik, aku menyukaimu lady. Lady itu langka, sebab dia bisa terlihat berbahaya dan anggun sekaligus. Bagaimana ini bisa terjadi?” gumam Hery dengan senyuman yang misterius.
__ADS_1
______________________________