
Axello terkikik kecil tatkala dirinya melihat lion dan zyura di altar dengan begitu kaku. Awalnya, ini memang acara untuk pertunangan saja.
Namun, Pamella yang memang ajaib memilih untuk langsung menikahkan lion dan zyura secepatnya.
Hingga, pertunangannya dimajukan dan hari dimana pertunangan harusnya terjadi malah menjadi hari pernikahan sah mereka.
Pamella memang se-ajaib itu, ini semua juga terjadi karena zyura yang ternyata menjadi dekat dengan Pamella dalam waktu beberapa hari.
Elvareta dan George yang akhirnya bisa datang pun menggelengkan kepalanya melihat tingkah anaknya, melihat lion yang selalu memandang axello dengan tajam elvareta segera menyenggol bahu axello.
“Anakku, berhentilah tertawa. Lihatlah, lion memandang dirimu dengan begitu tajam,” elvareta memberitahu axello dengan lembutnya.
Maklum saja, axello itu putra tunggal. Jadi, kasih sayang seperti ini sudah sangat lazim untuk dirasakan axello.
Menjadi satu-satunya anak George dan elvareta memang membuat axello menjadi pusat perhatian orang banyak, yah kekurangannya hanya.. dirinya, dirinya merasa kesepian.
Bahkan, tak jarang axello meminta adik pada elvareta dan George namun sayangnya, elvareta belum bisa hamil lagi setelah kejadian dimana ia keguguran.
Yah panjang sekali ceritanya.
“Memangnya apa peduliku ibunda? Biarkan saja. Lagipula lion tak seram sama sekali,” ujar axello yang menyengir kuda ketika ibundanya sekarang mencubit pinggangnya pelan.
“Hey, nak. Ini di negeri tetangga, dan sahabat mu itu putra mahkotanya.”
Elvareta mencoba menasihati axello, pada akhirnya axello mengangguk mengerti.
“Tapi Bun, ini juga salah dia. Kenapa pula dia keluar sendirian malam-malam setelah upacara penobatannya?” axello menggelengkan kepalanya letih.
“Entahlah nak. Mungkin dia sejak awal memiliki hubungan dengan putri zyura,” George yang sedari tadi diam pun menjawab pertanyaan axello.
Padahal, bukan begitu.
Kening axello mengernyit ketika jawaban sang ayahanda sampai di telinganya, ia rasa lion bukan orang gampangan seperti itu.
“Keberkahan menyertai kaisar dan permaisuri kekaisaran beram,” axello, elvareta dan George segera menoleh ketika mendengar sebutan ini.
“Ah ternyata anda. Berdirilah tuan putri,” elvareta mengizinkan orang yang memberinya penghormatan untuk berdiri.
__ADS_1
Padahal hal ini tak perlu dilakukan mengingat bahwa ini bukan wilayah kekuasaan elvareta dan George.
“Emm, permaisuri.”
Orang itu, Daisy terlihat malu-malu kucing ketika hendak mengucapkan tujuannya datang kemari.
“Ada apa? Ah ya, Daisy. Jangan memberi penghormatan jika tidak di depan banyak orang ya, ini semua membuat Tante sedih. Sebab kita akan terlihat jauh nantinya,” ujar elvareta yang memutuskan untuk berbicara dengan bahasa non-formal saat sadar bahwa saat ini mereka tidak diperhatikan banyak orang.
“B—baik Tante. Emm, apa Daisy bisa meminjam kak axello sebentar? Daisy ingin bercerita pada kakak.”
Elvareta bertukar pandang dengan George ketika mendengar tujuan Daisy menghampiri mereka, sejenak mata elvareta juga menatap axello yang terlihat terkejut.
Secara pribadi, elvareta jelas tahu bahwa banyak gadis maupun pria yang mengincar Daisy mengingat posisi Daisy yang merupakan putri tunggal dari kaisar dan Pamella.
Di sisi lain, elvareta dan george juga pernah muda. Tak heran jika ia dan sang suami berpikir jauh.
“Tidak boleh ya tan?” tanya Daisy dengan wajah kecewanya, tak ingin membuat Daisy sedih elvareta akhirnya mengangguk terlebih axello juga memberi isyarat padanya.
“Baiklah. Kamu boleh membawa axello Daisy,” ucap elvareta dengan senyum merekah.
Daisy pun mengangguk dan membawa axello pergi dari sana, elvareta kembali memandang George dengan serius.
Elvareta jelas bertanya dengan begitu lebar jika menyangkut tentang putranya. Dan jelas saja, George mengedikkan bahunya. Ia pun tak tahu jawaban dari pertanyaan elvareta.
“Entahlah, mungkin kita yang terlambat mengetahui tentang hal ini,” seru George melihat Daisy yang menyeret axello keluar pesta.
“Aku harus bertanya pada kakak!.”
***
Winniar memandang ke arah kakak tertuanya yang sedang menggandeng tangan zyura lalu mengalihkan pandangannya pada Daisy yang menyeret axello.
Rasanya, ia yang jomblo abadi disini.
“Nak, kemana daisy akan membawa axello?” Pamella yang baru datang langsung bertanya pada winniar.
Winniar menoleh dan menjawab, “Entahlah bunda. Dia tidak memberitahu apapun pada ku.”
__ADS_1
Sejenak Pamella terdiam lalu melihat ke arah elvareta yang ternyata juga tengah menatapnya.
Singkatnya, Pamella dan elvareta saling menatap dengan perasaan curiga yang sama.
“Pamella, kau mau kemana?” Pamella yang ingin menuju elvareta langsung menoleh ketika mendengar nada dingin ini.
“Hamba ingin pergi ke elvareta yang mulia,” balas Pamella. Elvareta kini tak ingin disebut dengan gelar jika Pamella yang memanggilnya.
“Untuk apa?” tanya kaisar lagi.
“Ini menyangkut tentang Daisy dan axello yang mulia.”
Mendengar nama anak kesayangannya disebut kaisar langsung memasang wajah serius, “Aku ikut!.”
Pamella pun mengangguk tanpa basa-basi, mereka segera mendekat ke arah elvareta dengan pandangan curiga.
“Hey, sejak kapan Daisy dan axello dekat?” Pamella menanyakan hal yang sama dengan pemikiran elvareta.
“Aku juga tidak tahu kak, axello kan baru dua kali kemari,” balas elvareta yang membuat kebingungan mencuat.
“Apa itu artinya, kita sama-sama terlewatkan sesuatu?” tanya Pamella lagi, sedangkan kaisar dan George yang mendengar pun sontak menganggukkan kepalanya menyetujui ucapan Pamella.
“Hah, bagaimana bisa kita bisa terlewatkan tentang hal seperti ini?.”
_________________________________
Ahahah, memang mereka se-ajaib itu.
Baik, dengan chapter penutup ini saya mengumumkan bahwa novel saya yakni ‘puteri bungsu sang Duke’ resmi tamat.
Sekali lagi terima kasih banyak untuk pembaca setia saya. Dan terima kasih juga untuk pembaca lainnya entah itu yang baru bergabung ataupun yang silent reader.
Author juga izin Hiatus untuk beberapa hari ke-depan. Author sadar, author juga perlu menenangkan diri 😌. Setelahnya, baru author akan merevisi besar-besaran di beberapa novel author.
Untuk novel author yang masih on going, statusnya Hiatus.
Baik, see u next time!.
__ADS_1
-Nadira