
Setelah selesai di interogasi, ren kembali ke istana kaisar pandangannya langsung terarah ke seseorang berambut panjang sedang .. menyelinap?
Mata ren menajam raut wajahnya menjadi datar, orang bodoh mana yang berani menyelinap disini?
Memang benar saat ini sudah malam, malam? Yah.. sekarang sudah malam ren di wawancarai bak melamar pekerjaan selama berjam-jam.
Namun mungkin kepulangannya di jam segini membawa keberuntungan.
Dengan begini ren bisa melihat ada orang yang berlagak seperti maling dengan menyelinap.
Ren berjalan pelan mengikuti langkah orang itu, melihat rambutnya yang panjang ren tau jika itu seorang gadis.
Namun baru saja ia mengikuti langkah orang ini, lehernya telah dikecup oleh sesuatu yang dingin.
Sebuah pedang yang terbuat dari berlian! Ren mengenal pedang ini.
“Kesejahteraan menyertai permaisuri-” belum sempat ren menyelesaikan dalamnya ucapannya terpotong.
“Astaga? Kamu ren ya? Maaf ren, maaf aku tidak tau itu kau,” potong gadis itu.
Yah, ren belum sempat menunduk dengan baik jadi dia akan memperbaiki salamnya nanti.
Namun gadis ini terlihat celingak-celinguk mencari sesuatu melihat itu ren memutuskan bertanya “Apa permaisuri membutuhkan sesuatu?”
“Ah aku tidak membutuhkan barang namun aku membutuhkan pertolongan” balas sang gadis biru, meskipun raut keningnya nampak sedikit mengerut tadinya.
“Pertolongan seperti apa permaisuri?” tanya ren keheranan.
Gadis itu menghela nafasnya lelah, “Mengapa istana ini lebih besar dari yang aku telusuri dulu?”
“Eh.. tidak permaisuri, istana ini sama sekali tidak berubah,” sahut ren bingung.
“Kalau begitu.. jadi aku yang lupa ya?” tanya gadis itu malah menggaruk kepalanya bingung.
“Sepertinya begitu permaisuri,” jawab ren memaklumi kebingungan gadis itu, gadis ini sudah sangat lama sekali tidak kemari.
“Kalau begitu biar hamba yang mengantar,” sambung ren mencoba meredakan kebingungan gadis cantik di depannya.
__ADS_1
“Tentu kau harus mengantarku, antar aku ke kaisar,” ujar gadis itu dengan cepat.
Seketika ren tersenyum seraya menjawab “Tentu saja permaisuri, ikuti hamba.”
Beberapa saat kemudian..
“Sampaikan kedatangan kami,” ujar ren ramah, orang yang bertugas untuk ini pasti tidak mengenal gadis di belakangnya karena itulah orang ini tidak memberi salam.
Yah.. keberadaan gadis ini dirahasiakan oleh kaisar takutnya musuh kaisar nantinya malah menargetkan gadis ini.
“Baik tuan.”
“Yang mulia telah memberi izin,” ujar orang itu setelah memberitahukan kedatangan dua orang di hadapannya.
“Mari masuk permaisuri,” ucap ren membuat pria yang mengabari kedatangan mereka melongo.
Gadis itu mengangguk seraya tersenyum ia pun masuk ke dalam ruangan kaisar
Nampaknya si gadis harus menjelaskan sesuatu pada ren nantinya.
“Kesejahteraan menyertai kaisar negeri alpensha,” ujar ren ketika masuk berlawanan dengan gadis yang masuk bersama dengannya
“Keluar ren,” titah kaisar muncul, sepertinya ia ingin waktu sendiri dengan gadis ini.
“Baik yang mulia.”
KRIET
Pintu tertutup setelah ren keluar meninggalkan kaisar dan gadis itu sendiri.
“Katakan, kenapa kau seperti ingin menendang ku ... Elvareta?” tanya kaisar pada gadis pirang di hadapannya.
Yang dipanggil elvareta malah menaikkan bahunya acuh “Aku hanya tak ingin kaisar terhormat ini menghancurkan sesuatu yang menarik bagiku. Oh ayolah! Apa kamu tidak bisa melepaskannya begitu saja?”
“Dia menarik perhatianmu Elvareta?” tanya kaisar dingin, yah kaisar tak bisa diam saja ketika berbicara dengan gadis ini karena... Kaisar menyayangi gadis ini, elvareta nama yang indah sama seperti indahnya kecantikan yang satu ini.
Walau nyatanya elvareta tetap mendapat nada dingin dan ekspresi datar kaisar, namun elvareta sendiri tau jika kaisar menyayangi dirinya.
__ADS_1
Jika kaisar tidak sayang padanya lalu kenapa kaisar ini berbicara dengannya? Ren saja tak akan selalu digubris oleh kaisar.
_______________________
Pamella tiba-tiba bersin saat ia baru saja selesai makan malam dengan keluarga yang ia rasa harmonis.
Sunnie yang mendengar, melihat dan mengetahuinya langsung berteriak histeris mengundang perhatian seluruh orang di kediaman Thomson.
“Nona! Apa nona sakit?!” satu teriakan dari sunnie membuat ayah dan kakak Pamella datang dengan sendirinya.
“Ada apa ini? Kenapa berisik sekali?” tanya Yudha menatap heran ke sunnie yang mengundang keributan.
“Ini tuan, nona Pamella bersin,” jawab sunnie melirihkan nada bicaranya, ia pasti terkejut karena suaranya menimbulkan keributan seperti ini.
Setelah sunnie mengatakan hal itu tiba-tiba kediaman terasa hening.
.
.
.
“Apa?!” satu pertanyaan yang terlampau sederhana meluncur dari bibir ayah dan kakaknya.
“Pamella, apa yang dikatakan sunnie benar?” tanya Yudha mencoba mengkonfirmasi pernyataan sunnie.
“A-anu ayah, kakak .. memang benar tadi aku bersin tapi a-” jawaban Pamella terpotong.
“Apa?! Kalau begitu ayo ke istana pengobatan!” potong ayah nya terlebih dahulu.
“T-tunggu! Aku hanya bersin biasa kenapa harus ke istana pengobatan?” tanya Pamella panik, bukankah Pamella pernah bilang jika dia tak ingin mencoba obat di dunia ini meski dihadiahi satu peti emas?.
^^^Itu chapter saat Pamella lagi jalan-jalan Ke danau sama sunnie, saat Pamella Di larang sunnie saat dia mau nyebur, Author lupa chapter berapa antara chapter satu sampai enam.^^^
“Tetap saja Pamella! Apalagi kamu itu calon permaisuri kaisar! Kesehatanmu itu yang utama,” sargah kakaknya.
“Tapi kan sekarang udah malam kak, ayah,” sahut Pamella tetap keras kepala.
__ADS_1
Sunnie? Pelayan pribadi Pamella itu dengan tau dirinya menarik diri membiarkan keluarga itu berkumpul dengan sebuah topik perdebatan.
________________________