Puteri Bungsu Sang Duke

Puteri Bungsu Sang Duke
37. Ternyata begitu ya (REVISI)


__ADS_3

Pamella kembali mengernyit ketika wajah cantik sang Puteri terlihat murung.


“Ada apa elvareta?” tanya Pamella khawatir.


Elvareta pun menggelengkan kepalanya pelan, lalu ia menatap mata hijau Pamella.


“Tidak apa-apa kak, hanya saja ... aku tidak suka kakak laki-laki ku bertindak kasar seperti itu.”


Pamella pun mengangguk mengerti, sepertinya ia tahu bagaimana perasaan elvareta.


“Bagaimana kalau kita tanya ke ren saja? Barangkali dia tahu kenapa yang mulia bertindak demikian,” usul pamella ketika mengingat ren yang selalu mengikuti kaisar.


“Aku sudah bertanya padanya kak, tapi ... ren seolah bungkam atas segalanya, ia seolah tak ingin ikut campur, padahal aku hanya memintanya untuk menjelaskan apa yang terjadi,” balas elvareta mulai merasakan pening di kepala cantiknya.


“Kau perlu bantuan?”


Pertanyaan ramah itu membuat elvareta serta Pamella menoleh, elvareta mengangkat alisnya bingung ketika netra matanya menangkap sosok lelaki ramah yang tak ia kenali.


Nyatanya, lelaki di sekelilingnya hanya berwajah datar seperti kaisar dan George ah ya pengecualian untuk ren.


“Maaf, anda siapa?” tanya elvareta, beruntung saja ia baru saja selesai melakukan pengadilan bersama kaisar (lagi) jadi ia masih memakai cadarnya.


Sepertinya ia harus memakai cadar ini senantiasa.


“Ah maaf atas ketidak sopanan hamba terhadap tuan Puteri, kesejahteraan menyertai tuan Puteri negeri alpensha,” ujar orang itu.


Elvareta menahan decihannya, dilihat darimana pun orang itu bangsawan namun etikanya kurang.


Dari ucapannya ia memperdulikan kesopanan yang termasuk dalam golongan etika, tapi ... dia bahkan tidak menjawab pertanyaan elvareta.


Padahal jawaban yang diinginkan oleh elvareta harusnya disampaikan terlebih dahulu, baru dia bisa memberikan salam.


Pamella sendiri nyaris ingin memukul kepala pria itu, hanya saja ia masih mempertahankan keanggunannya.


“Astaga, hamba tidak sopan lagi ... perkenalkan hamba adalah Hery Morgen tuan puteri,” ucap Hery memperkenalkan dirinya.


‘Telat!’ batin elvareta menggerutu.


Elvareta mungkin akan menghabisi pria itu jika dia tak segera menyingkir dari pandangannya.


Karena ... Hery morgen memang lelaki yang menyebalkan!


“Kakak mengenal dia?” tanya elvareta ketika melihat wajah permusuhan Pamella pada Hery.


“Ah, dia hanyalah pria antah berantah yang tiba-tiba muncul di depan ku beberapa hari yang lalu,” jawab Pamella, ia dan elvareta sudah menggunakan bahasa non-formal.

__ADS_1


Ini pun atas permintaan elvareta sendiri.


“Lalu ... dia berbicara dengan kakak?” tanya elvareta yang tidak mengingat keberadaan Hery.


Pamella pun mengangguk, meski ia tak tahu mengapa elvareta bertanya namun Pamella tahu bahwa jika ada orang yang bertanya padanya maka ia harus menjawabnya.


Mungkin Pamella akan membuat pengecualian untuk Hery.


SRET


Mata elvareta terbelalak secara spontan, otaknya berfikir dengan begitu cepat.


Ia jadi tahu mengapa kakak lelakinya bertingkah menyebalkan seperti itu!


Mata tajam elvareta mengarah ke Hery dengan tatapan datar.


“Apa anda memiliki urusan disini tuan?” tanya elvareta dengan nada dingin.


“Hamba tadi melihat bahwa tuan Puteri dan nona Pamella sedang kebingungan jadi hamba akan mencoba membantu,” jelas hery berdiri tegak.


“Maaf tuan, saya dan CALON KAKAK IPAR saya tidak membutuhkan bantuan anda tentang hal ini tuan,” balas elvareta sinis.


Elvareta sengaja menekan kata ‘calon kakak ipar’ agar si Hery ini paham bahwa Pamella Thomson adalah gadis milik kaisar.


“Baiklah kalau seperti itu tuan Puteri, hamba undur diri,” sahut Hery menunduk sekilas lalu pergi.


Sedangkan itu, Pamella sendiri lega karena Hery bisa pergi setelah di usir secara halus oleh elvareta.


“Kakak, apa kakak di awasi oleh seseorang saat kakak berbicara pada pria tadi?” tanya elvareta mendadak.


“Aku tidak tahu elvareta, memangnya ada apa?” jawab pamella.


Akan tetapi di detik selanjutnya mata Pamella mendadak membola.


“Ah iya aku ingat, ren pernah melihat ku dan dia berbicara saat dia menemui diriku untuk yang kedua kalinya.”


Elvareta tersenyum tipis, ia sudah menduga akan hal picisan seperti ini.


“Lalu, apa yang terjadi selanjutnya kak?” tanya elvareta terus mendesak.


“Ren membantuku lolos dari pria tadi,” jawab Pamella heran sendiri, kenapa elvareta begitu bersikeras untuk mengetahui ini?


“Apa kejadian itu sebelum kakak dan ren berangkat menyelidiki masalah itu?” tanya elvareta.


Pamella pun mengangguk membenarkan, seketika senyum elvareta mengembang dengan mudahnya.

__ADS_1


“Wah, begitu rupanya.”


Pamella sendiri merinding dengan ekspresi aneh dari elvareta.


***


BRAK


Elvareta menggandeng Pamella dan membuka pintu kerja kaisar dengan kasar.


Disana terlihat ren sedang bekerja ditemani setumpuk berkas kekaisaran.


Bukan! Ini bukan seperti yang kalian fikirkan.


Kaisar tidak menyuruh ren mengerjakan pekerjaannya untuk menandatangani dokumen penting kekaisaran.


Namun ren tengah mengerjakan dokumennya sendiri.


Ingatlah, setiap pejabat di kekaisaran memiliki tugas tersendiri.


“Kesejahteraan menyertai tuan Puteri negeri alpensha,” ujar ren memberi salam seraya bangkit dari duduknya dan sedikit menunduk.


“Berdiri.”


“Ada apa tuan Puteri? Apa anda membutuhkan sesuatu?” tanya ren.


Elvareta tersenyum lebar lalu melirik tajam pada ren, elvareta terlihat anggun namun lirikannya sangat menusuk jantung.


“Jawab semua pertanyaan ku dan jangan bermain rahasia ataupun berbohong padaku.”


Pamella dan ren merinding melihat elvareta yang berbeda dari biasanya.


Pamella memilih diam, ia tak mau ikut-ikutan jika elvareta terlihat seram seperti ini.


‘Apa lagi ini?’ batin ren, ia memang ditanya elvareta tentang kaisar beberapa saat yang lalu, jika pertanyaannya sama ren tak perlu khawatir.


Tapi, ia tahu mengingat gerak-gerik elvareta, tuan Puteri yang ini tak akan mengulang pertanyaannya.


_______________________________


Wahh maaf, author lagi-lagi telat up.


But.. author senang banget, setelah seminggu lebih ga up masih ada yang setia buat baca novel jadi-jadian author.


Thank u banget, ah ya.. kalau kalian punya saran buat alur cerita silahkan di sampaikan, nanti author pertimbangkan.

__ADS_1


Terima kasih readers!.


-Nadira


__ADS_2