Puteri Bungsu Sang Duke

Puteri Bungsu Sang Duke
46. Pesta dansa (REVISI)


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu..


Sekarang sudah waktunya menyelenggarakan pesta dansa bangsawan ala negeri alpensha by: Pamella.


“Sebentar! Memangnya aku harus di dandani seperti ini? Sampai-sampai wajahku sangat berat, dan lagi memang harus memakai gaun seperti ini? Apa tidak ada gaun lain yang lebih sederhana?” Pamella menggerutu kepada sunnie dan beberapa pelayan yang melayaninya.


Ia bahkan harus bangun pagi-pagi buta padahal pestanya dimulai malam hari! Ia dilarang makan pagi dan siang hanya minum air putih saja katanya agar ia bisa tampil maksimal.


Pamella tak bisa merengek pada ayah dan kakaknya sebab keduanya entah kemana.


Bayangkan betapa laparnya Pamella? Dia hanya manusia biasa, bukan seorang peri!


“Tapi nona anda sangat cantik dengan gaun itu,” puji sunnie diangguki oleh para pelayan lain.



Nb: gaun Pamella.


“Huh, siapa yang memilihkan gaun ini?” tanya Pamella geram karena ingin menggeplak kepala orang yang memilihkannya.


Sebab ia tak membeli gaun ini.


“Yang mulia kaisar yang memilihnya nona,” jawab sunnie, jawaban sunnie membuat Pamella membelalakkan matanya nyalinya seketika menciut niatnya ia ingin menggeplak kepala orang itu namun yah ternyata malah kaisar! Mana berani ia melakukan itu pada kaisar?


“Hah? Kena—” ucapan Pamella terpotong karena suatu suara.


TOK TOK TOK


Ketukan pintu itu membuat semua orang menoleh, “Siapa?” tanya Pamella dari dalam.


“Ini kakak.” Pamella menghela nafasnya, ia ingin membuka pintu namun Sunnie mencegahnya.


“Nona anda disini saja, biar saya yang membukanya lagipula kami semua harus pergi dari sini,” ucap sunnie membuat Pamella terdiam di tempat.


Sunnie pun membuka pintu, dapat pamella lihat bahwa Yudha menampilkan raut terkejut namun tubuhnya mematung.


Sunnie dan pelayan-pelayan itu menunduk hormat lalu membiarkan Yudha masuk dan keluar dari kamar sang nona bungsu keluarga Thomson.


Tetapi setelah masuk Yudha menatap ke pintu dimana sunnie menghilang, Pamella mengamati yudha, Yudha terlihat sangat tampan dengan baju berwarna biru gelap.

__ADS_1


“Kakak?” hal ini membuat Yudha menoleh seketika Yudha terpaku lagi.


“Kakak kenapa?” tanya Pamella melambaikan tangannya di depan wajah Yudha.


“Eh— kakak tidak papa-apa, tapi ... kamu kelihatan sangat cantik pamella. Sampai kakak tidak yakin apa ini benar adik kakak yang cerewet itu?” jawab Yudha seraya meledek Pamella di kalimat akhirnya.


“Kakak, mengesalkan!” balas Pamella meninju lengan Yudha, pelan namun kuat.


“Aduh.” Yudha mengaduh kesakitan namun wajahnya terlihat menyeringai jahil.


“Hiih, kakak menyebalkan! Aku akan mengadukan ini pada ayah!” ancam Pamella lalu langsung pergi menghampiri ayahnya.


“Pamella jangan lakukan itu!” Yudha berteriak sambil mengejar langkah kaki Pamella yang lumayan cepat.


***


Setelah berdebat tak bermutu itu, Pamella Yudha dan sang ayah pergi ke pesta.


Mata Pamella seketika berbinar ketika ia melihat kunang-kunang yang terbang kesana-kemari, ini pasti sihir dari elvareta.


Pamella menatap para bangsawan yang hadir, sesuai dugaannya. Kulit para bangsawan itu putih jadi jika gaunnya putih maka itu akan terlihat seperti mayat.


Pamella tak mengatakan ini pada elvareta sebab ia tak ingin dicurigai lagi sudah cukup ia berbohong.


Mereka semua melihat ke arah Pamella, seketika Pamella agak ragu untuk mendekati dan bergabung bersama mereka namun ayah dan kakaknya menggenggam erat tangannya.


Hal ini membuat Pamella kembali mengumpulkan keberanian.


Akhirnya Pamella berhasil bergabung, namun Pamella akhirnya ditinggal sendirian karena ayah dan kakaknya harus pergi melaksanakan tugas masing-masing.


Tetapi ayah dan kakaknya meninggalkannya karena mereka yakin bahwa Pamella akan aman di sini.


“Kak.” mendengar panggilan ini Pamella menoleh pada elvareta yang berjalan anggun ke arahnya.


“Kesejahteraan menyertai tuan Puteri negeri alpensha.” Pamella memutuskan untuk memberi salam sebab ini di tempat umum.


Elvareta pun mengernyit, “Tidak usah seperti itu kak. Lagipula sebentar lagi posisi kakak akan lebih tinggi dariku.”


“Eh— emm ah iya.” Pamella hanya mengiyakan, ia ingin berucap bahwa ia menentang jabatan permaisuri namun entah kenapa ia merasa sedikit sakit saat kaisar menjauhinya.

__ADS_1


Pamella menatap elvareta yang juga terlihat menawan.



Nb: gaun elvareta.


Rambut berlian elvareta terlihat menyatu dengan gaun ini.


Tetapi jika dilihat.. yang paling menarik perhatian itu Pamella sendiri!


Rambut Pamella itu ungu muda bercampur putih seperti mendiang ibunya lalu motif gaun Pamella yang terkesan sederhana namun mewah.


Selain itu gaun Pamella terlihat senada dengan pakaian kaisar, yah mungkin hanya Pamella yang tak sadar. Namun yang jelas, semua bangsawan termasuk elvareta sudah mengetahui itu.


Huh, sudahlah.


“Kakak sendirian disini?” tanya elvareta menatap takjub pada Pamella yang benar-benar cantik.


Walau elvareta terasa pengap sebab ia harus menggunakan cadar selama acara ini berlangsung tetapi wajah sumringah elvareta tetap terlihat.


“Iya, itu karena ayah dan kakak lelakiku harus pergi melaksanakan tugas mereka masing-masing,” jawab Pamella.


Mendengarnya elvareta pun tersenyum riang, “Ah ya kak aku rasa hari ini tidak akan mudah dilupakan.”


_______________________________


Catatan: foto dari berbagai sumber.


Hahaha, entah apa yang dimaksud elvareta?


Kalau pestanya mungkin tidak akan terlupakan, tetapi ... apakah kejadian di pestanya juga ya?


Wkwkwk, author sekarang lagi ujian :) dan untungnya ujiannya online jadi author masih punya waktu saat ujiannya selesai.


Kan author bawa hape tuh biasanya pasti ada waktu yang tersisa selesai ujian dan author manfaatin itu untuk menulis, tapi yah waktunya tak seberapa lama maksimal 3 menitan, jadi maaf kalau lama ya readers 🙏🥺


But, setelah ujian dipastikan author akan up rutin seperti biasanya, begitu pula di novel on-going author yang lain.


Lope u readers-!.

__ADS_1


Thanks for your support~


-Nadira


__ADS_2