Puteri Bungsu Sang Duke

Puteri Bungsu Sang Duke
13. Ide gila Pamella (REVISI)


__ADS_3

Bianca menatap horor kepada Pamella ketika mendengar penjelasan sunnie.


"Pamella, kamu tidak sakit kan?" Tanya Bianca menyodorkan tangannya ke dahi Pamella, hingga akhirnya Bianca mengernyitkan keningnya ketika sadar bahwa dahi Pamella suhunya normal sama sekali tidak terasa hangat.


"Sikirkan tanganmu dari dahiku, aku tidak sakit seperti perkiraan mu!" Jawab Pamella sambil menepis lembut tangan Bianca yang tengah menempel di dahinya.


"Lalu? Kenapa kau jadi aneh begini Pamella? Biasanya kau akan memanggilku Caca tapi sekarang? Kau tadi memanggilku Bianca? Kamu ini kenapa pamella?" Tanya Bianca beruntun dengan nada kesal yang terdengar jelas di telinga Pamella.


"Oh itu.. aku hanya.. hanya... hanya mengetesmu! Haha iya, aku ingin tahu apa kamu masih mengenalku atau tidak," jawab Pamella mencoba menyembunyikan kegugupannya.


"Benar begitu? Kau tidak berbohong padaku kan?" Tanya Bianca malah tambah curiga pada Pamella.


"Iya, Mana mungkin aku berbohong padamu caca?" Tanya Pamella balik.


‘Ups, tapi aku memang berbohong. Maafkan aku Caca, aku bukan Pamella yang sebenarnya, namun aku akan berusaha agar bisa seperti Pamella yang kau kenal,’ batin pamella.


"Baiklah, aku percaya padamu Pamella," jawab Bianca tertawa kecil.


"Ah iya, apa benar hal tadi? Kau benar-benar dituduh oleh nona cerra dan tuan cerra?" Tanya Bianca meminta kebenaran atas berita yang tengah tersebar di kalangan rakyat maupun bangsawan.


"Iya, nona dan tuan cerra menuduhku hingga aku di panggil di aula," jawab Pamella dan disambut muka garang oleh Bianca.


"Apa?! Mereka berani menuduh dirimu? Jadi berita yang sedang panas saat ini benar?" Tanya Bianca dengan nada marahnya.


"I-iya, jangan marah begitu! Lagipula masalahnya sudah selesai, itu semua sudah berlalu," jawab Pamella berusaha menenangkan Bianca.


"Apanya? Masalah ini baru saja dimulai Pamella! Kau seolah tak tau tabiat nona cerra saja! Dia tidak akan pernah mengalah dengan mudah begini, padahal jabatannya masih kalah jauh denganmu, tapi sudah berlagak seperti itu," Balas Bianca berapi-api.


"Tapi kan dia sudah di asingkan jadi dia tidak akan berani membuat masalah denganku lagi," sahut Pamella menepuk bahu gadis di sampingnya.


"Hanya sementara Pamella! Sementara!" Balas Bianca menekan kata sementara.


"Kamu ini calon permaisuri negeri ini! Dan mereka itu hanya diasingkan 'SEMENTARA'! Aku yakin mereka pasti akan membuat kamu dalam masalah lagi!" Sambung Bianca menekan kata sementara pada ucapannya.


"E-eh.. tidak akan tenang saja, lagipula ca, kita tidak boleh berprasangka buruk seperti itu. Eh kamu tahu darimana kalau aku calon permaisuri?" Tanya Pamella mengalihkan pembicaraan.


"Terserahmu saja! Itu, begini ada dua berita yang panas hari ini. Yang pertama berita kalau kamu di tuduh dan kedua berita jika kamu itu calon permaisuri," jawab Bianca santai.


"Eh.. jadi mulai sekarang aku harus menghormatimu kan? Kamu itu calon permaisuri harusnya aku tidak boleh bertindak lancang dengan memanggilmu dengan nama tidak dengan gelar," sambung Bianca cerewet.

__ADS_1


"Tapi ca, aku belum resmi menjadi permaisuri! Lagipula kamu itu sahabatku tentang panggilan ya dengan nama saja seperti biasa," sahut Pamella.


Sunnie hanya diam dan tenang menyaksikan kedua nona muda dari keluarga yang berbeda ini berdebat di hadapannya. Sunnie jelas tau bahwa posisinya tak pantas untuk menyahut ucapan dua nona muda di depannya.


"Tapi bagaimana jika aku dihukum karena berbuat lancang seperti itu padamu?"


Balasan yang keluar dari mulut Bianca membuat Pamella mendengus sebal.


' iya ya! Hukuman di zaman ini kan benar benar kejam! Salah sedikit aku bisa m*ti disini!' batin Pamella.


"Huft, kalau begitu nanti biar aku yang membicarakan ini kepada yang mulia," ancam Pamella.


"Membicarakan apa lady?" Tanya Bianca mulai formal, setidaknya dirinya harus terbiasa itu fikir nya


"Membicarakan kalau kamu tidak mau mengikuti permintaanku!" Jawab Pamella.


"Eh kenapa begitu?" Tanya Bianca mulai terkena pannic attack.


"Maka dari itu! Kamu menurutlah padaku! Kamu itu harus memanggilku dengan nama seperti biasanya, bukan panggilan dengan gelar!" jawab Pamella.


"Ya sudahlah aku mengalah padamu, sejak awal kau tidak bisa dilawan jika tentang perdebatan seperti ini," balas Bianca mengangkat kedua tangannya isyarat menyerah.


"Nah begitu seharusnya!"


"Oh iya, kamu kemarin kemana saja? Kenapa kamu tidak mengunjungi ku?" Tanya Pamella.


"Oh itu aku baru kembali setelah belajar di kerajaan langit, setelahnya aku langsung mendengar pembicaraan para rakyat tentang dirimu, maka dari itu aku langsung menuju kemari," jawab Bianca.


"Tunggu jadi kamu baru pulang dari kerajaan lain?" Tanya Pamella terkejut.


"Iya, apa kamu lupa? Padahal aku sudah ber-pamitan dengan mu malah aku dan kamu kan sering bertukar surat!" ujar Bianca.


' waduh! Tuh kan seharusnya aku bisa mengontrol ucapanku!' batin Pamella.


Entah bagaimana caranya agar ia bisa bebas dari kecurigaan orang orang di sekitarnya.


________________________


Hari menjelang malam Pamella sudah ada di kediamannya ia bisa lolos dari Bianca karena sahabatnya itu sedang di panggil ayahnya.

__ADS_1


Katanya tentang perjodohan antara Bianca dan pangeran mahkota kerajaan matahari.


Tapi, anehnya. Mengapa sunnie yang membicarakan itu? Tiba-tiba saja pelayannya dipanggil oleh seseorang lalu kembali dengan panggilan untuk Bianca. Mengapa orang yang memanggil Bianca tidak langsung menemuinya saja? Mengapa harus menyuruh sunnie?


Ah lupakan saja!


Tadi, Pamella pun melihat wajah Bianca, Pamella pun hanya bisa tersenyum ketika melihat raut cemberut dari Bianca, mungkin Bianca sudah punya lelaki idaman?


Ah! Entahlah yang harus difikirkan Pamella adalah bagaimana ia bisa lolos dari pernikahan dengan kaisar! Bukan malah memikirkan masalah orang lain seperti ini!


Bagaimana caranya agar ia tidak menjadi permaisuri, ia rela jadi jomblo abadi daripada menikah dengan tirani itu!


Hah..


Seketika ide gila terlintas di kepalanya, senyumnya pun terbit dengan memuakkan.


' eh.. kata sunnie aku pernah melihat gadis di sekitar kaisar? Bagaimana jika aku mencari gadis itu dan menjadikan gadis itu sebagai permaisuri?'


Oh memang ide tergila yang ada di fikirannya.


Tapi pertanyaannya...


"Kemana aku harus mencari gadis yang bahkan tidak ku ketahui rupanya? Disini kan luas!" Tanya Pamella.


Eh.. tunggu saat itu ia bersama sunnie kan?


"Mungkin sunnie tahu!"


________________________


Oh iya readers! Mungkin author dekat dekat ini tidak bisa up seperti biasanya yaitu satu bab satu hari, alasannya? Ujian author udah dekat huaaa.


Author ngga mau nilai anjlok entar yang ada di marahi emak :(, emak juga belum tahu kalau author nulis disini.


Tapi jangan khawatir, author usahain ya! Nanti bisa up satu bab dua atau tiga hari, kalau semisal author emang ngga bisa up sama sekali author janji deh bakal up tiga eps yang jumlah katanya lebih dari dua ribu biar sedikit panjang ya?.


Ini mungkin juga berlaku di novel author yang lain seperti 'my mafia husband' novel on Going author yang lain sama seperti novel ini namun babnya sudah sampai 70+. Tidak papa lah promo sebentar 🤣.


Tapi doain author bisa up meski telat.

__ADS_1


Oke hanya itu saja yang mau author sampaikan, terima kasih and salam sayang.


- Nadira


__ADS_2