
Pamella tiba-tiba tersadar dan kembali ke alamnya, ingin membuka mata namun tak bisa. Hingga akhirnya tangannya terangkat untuk membuka mata tersebut secara paksa.
Namun sebuah tangan menurunkan tangan Pamella, “Jangan memaksa diri. Perlahan saja.”
Mendengar suara dingin yang selalu ia rindukan Pamella langsung memegang tangan tersebut dengan erat.
“Yang mulia..”
Setelah berkali-kali berusaha akhirnya Pamella bisa melihat dunia lagi, seketika permaisuri itu tersenyum.
“Mana elvareta? Apa dia sudah ditemukan?” tanya pamella, padahal ia sendiri baru sadar.
“Kamu sendiri keadaannya begini.. tetapi kau masih mengkhawatirkan elvareta? Dia baik-baik saja justru kau yang tidak baik! Kau tidak sadar selama tiga Minggu!.”
Pamella melongo ketika mendengar ucapan kaisar, tiga Minggu? Berarti usia pernikahannya hampir sebulan?.
“Jangan bercanda yang mulia, hamba tak suka” balas Pamella yang disahuti gelengan oleh kaisar.
“Kau tau seberapa lama aku menunggumu?” tanya kaisar dengan datar.
Tiba-tiba pria itu ikut naik ke ranjang Pamella, ah lebih tepatnya ranjang mereka berdua.
“Y—yang mulia?” oh my God! Pamella jelas masih baru sadar.
“Aku akan berbaik hati padamu, jadi tenang saja.”
***
KRIET
Suara pintu ini membuat kaisar yang sudah selesai dengan Pamella menoleh ke arah pintu.
__ADS_1
Kaisar kini sudah membenarkan pakaiannya, ia terbiasa melakukannya tanpa bantuan orang lain, tapi sepertinya setelah ini ia tak akan bisa membenahi pakaiannya sendiri.
Sebab ia sudah memiliki seorang permaisuri.
“Kesejahteraan menyertai kaisar negeri alpensha.”
Kaisar hanya mengangguk singkat lalu melirik ke arah Pamella yang kembali terlelap dalam mimpinya, untung ia sudah membenahi gaun permaisurinya dulu.
Jadi.. tak akan ada yang melihat dan tidak akan ada yang tahu bahwa mereka sudah melakukannya. Sebuah malam atau.. mungkin pagi pertama Pamella dan kaisar.
“Yang mulia, hamba dengar adik hamba sudah sadar. Benarkah itu?” tanya Yudha dengan penuh harap.
“Benar, dia tertidur lagi setelahnya” jawaban singkat kaisar membuat Yudha menghela nafas kasar.
Setelah itu mereka terdiam sejenak.
“Katakan, apa yang ingin kau sampaikan Yudha?” kaisar bertanya dengan datar sambil melirik ke Yudha yang terlihat kaget.
Tak mungkin Yudha sampai kemari karena pamella sebab kaisar masih belum mempublik bahwa Pamella sudah sadar.
Sejujurnya Yudha sendiri bingung dengan ucapan elvareta yang penuh sastra, lebih gampang lagi kalau dia mengatakan dengan jelas kan?.
Kenapa perlu repot-repot? Apakah elvareta ingin agar Pamella ikut serta? Namun untuk apa?! Bukannya itu malah akan membahayakan Pamella?.
Tetapi kaisar terlihat diam, ia termenung memikirkan ucapan elvareta yang secara tak langsung membuat Pamella terlibat. Sepertinya adiknya itu benar-benar menentang keputusannya saat ini.
Bukan! Bukan tentang negeri namun tentang permaisurinya.
“Baiklah, kau bisa keluar. Aku akan berbicara dengan elvareta nanti” balas kaisar dingin.
“Baik yang mulia” Yudha menunduk singkat dan pergi dari ruangan kaisar dan permaisuri.
__ADS_1
“Kak! Kakak tahu kan? Kebohongan itu akan memakan kakak sendiri nantinya. Jadi ku mohon bicaralah pada kakak pamella, aku tak ingin kakak membencimu karena hal seperti ini.”
“Bukannya apa kak! Hanya saja aku juga mengalaminya, kakak lihat kan? Hubungan ku dan George jadi bagaimana sekarang?.”
Ucapan itu terngiang-ngiang di telinga kaisar, ingin berbicara namun.. mereka masih berstatus pasutri.
Tapi... Yeah harus menunggu kondisi mental Pamella baik dahulu serta, ia dan Pamella harus menikmati waktu berdua lebih dulu.
“Engh.”
Lenguhan itu berasal dari pamella, tak memakan waktu lama kaisar kembali ke ujung ranjang dan mengusap rambut Pamella yang terbentang indah di ranjang.
“Sihir hitam itu.. sepertinya aku bisa memprediksi dia dikirim oleh siapa.”
Lebih dari segalanya, mereka salah memilih rival.
***
“S, L bagaimana dengan pria itu? Dia benar tidak mendekati kak Pamella lagi kan? Bagaimanapun dia hanya pion! Musuh sebenarnya mungkin sudah menemui kak Pamella dulu.”
“Sudah kami pastikan nona” jawab S dan L kompak namun dingin.
“Huh, syukurlah.. lalu bagaimana dengan keadaan kak Pamella?” tanya elvareta memakaikan jubah permaisuri ke dirinya.
Hari ini, hari terakhir ia disini. Maksudnya setelah ini ia akan pergi bersama George dan tidak kembali dalam waktu lama.
Kehamilannya yang terungkap membuat elvareta harus terkurung lagi dalam luasnya istana kekaisaran.
“Permaisuri sudah sadar non, saya baru memeriksanya” balas S.
“Benarkah? Bagus kalau begitu, baiklah jangan lupa tentang tugas yang aku berikan pada kalian” ujar elvareta membalikkan badannya menatap ke S dan L.
__ADS_1
S dan L pun mengangguk seraya berucap, “Baik nona.”
_________________________________