PUTRI BERHARGA

PUTRI BERHARGA
SERATUS


__ADS_3

"Kau sudah berjaga selama dua hari sekarang giliranku untuk berjaga" ucap kakek Shi tidak mau dibantah.


"Baiklah" ucap pangeran Zhan yang memang merasa sangat lelah dari beberapa hari kemarin.


•••


Keesokan harinya, kakek Shi masih tetap berjaga ia bahkan tidak tertidur sama sekali. Pangeran Zhan dan Xuan Lan kemudian bangun dari tidurnya. Mereka mengumpulkan nyawanya terlebih dulu.


Setelah memakan makanan yang sudah disiapkan oleh kakek Shi mereka akhirnya melanjutkan perjalanannya. Mereka berjalan lebih cepat dari biasanya sampai akhirnya mereka tiba di sebuah area yang dipenuhi oleh tumbuhan. Tumbuhan itu memiliki batang yang berduri dan bentuknya menyerupai tumbuhan pemakan lalat tetapi versi besarnya.


Xuan Lan menelan ludahnya kasar. Di zaman modern jika ada serangga yang sampai masuk ke dalam capitan tumbuhan ini maka sari-sari dari binatang itu akan diserap oleh tumbuhan ini lalu jika ia atau pangeran Zhan atau kakek Shi yang tertangkap apakah mereka juga akan diserap sarinya? pikir Xuan Lan saat itu. Ia khawatir karena letak tumbuhan itu sangat berhimpitan, celah untuk masuk ke dalamnya sangat sempit.


"Apakah tidak ada jalan lain kek?" tanya Xuan Lan.


"Tidak" jawab kakek Shi sambil menggeleng.


"Kita memang harus melewati tumbuhan ini karena diseberang sana kita sudah akan sampai di lembah harapan" ucap kakek Shi lagi.


"Kau kenapa Lan'er?" tanya pangeran Zhan yang melihat seperti ada kecemasan di mata Xuan Lan.


Xuan Lan kemudian membisikkan apa yang ia pikirkan kepada pangeran Zhan tadi. Ia kemudian menatap kakek Shi.


"Bagaimana kita melewatinya?" tanya Xuan Lan kemudian.


"Apakah kita tidak boleh sampai menyentuh duri yang ada pada batang tumbuhan ini?" tanya Xuan Lan lagi.


Kakek Shi menganggukkan kepalanya. Ia kemudian menatap hamparan tumbuhan yang sangat luas di hadapannya saat ini.


"Benar, kita tidak boleh sampai menyentuh bagian apapun dari tumbuhan ini karena ia nanti akan bereaksi" ucap kakek Shi.


"Apa kalian berdua siap?" tanya kakek Shi pada akhirnya.


Pangeran Zhan dan Xuan Lan menganggukkan kepalanya. Mereka kemudian memasuki hamparan tumbuhan itu dengan hati-hati. Pakaian pangeran Zhan tidak sengaja mengenai batang tumbuhan di sampingnya. Tumbuhan itu langsung membuka bagian mulutnya dan menundukkan tubuhnya ke bawah seperti ingin menerkam siapa saja yang mengganggu kenyamanannya tetapi untungnya pangeran Zhan buru-buru menghindar.


Xuan Lan membalikkan kepalanya melihat pangeran Zhan.


"Apakah kau baik-baik saja gege?" tanya Xuan Lan yang dibalas anggukan oleh pangeran Zhan.


"Berhati-hatilah" ucap Xuan Lan lagi.


Mereka lalu berjalan lagi. Xuan Lan menahan nafasnya dan menghentikan langkahnya seketika ketika ada tumbuhan yang tiba-tiba meliuk-liuk di hadapannya. Tumbuhan ini sangat sensitif, jika ia tidak sengaja menyentuhnya maka tumbuhan ini akan berbalik dan menerkamnya.


Setelah tumbuhan tadi kembali ke tempatnya, Xuan Lan baru bisa bernafas lega. Ia melihat pangeran Zhan lagi sebelum melanjutkan langkah kakinya. Mereka kemudian berjalan dengan hati-hati walaupun mereka sudah kehilangan jejak kakek Shi. Yang ada di pikiran Xuan Lan dan pangeran Zhan saat ini adalah keselamatan satu sama lain dan mungkin karena ini sudah kali ketiga kakek Shi melewati tempat ini maka ia bisa melewatinya dengan mudah.


kretek


Xuan Lan kemudian melihat sesuatu yang sudah diinjaknya. Ada sebuah bulatan di hadapannya, ia mengamati bulatan itu. Letaknya berada di tengah-tengah semua tumbuhan ini bahkan bahkan tempatnya seperti sangat luas. Ia lalu mengamati jika ada yang aneh yaitu akar seluruh tumbuhan berkumpul menjadi satu di bulatan itu.


"Jangan-jangan ini" gumam Xuan Lan yang kemudian melihat sekelilingnya.


Betapa terkejutnya ia jika tumbuhan yang mulanya terlihat tertidur sekarang sudah bangun dan mulai meliuk-liukkan tubuhnya kesana kemari seperti mencari mangsa yang berada di sekitarnya. Bahkan ada yang meliuk sampai hampir mengenai Xuan Lan tetapi Xuan Lan kemudian melompat untuk menghindari tumbuhan tadi.


Xuan Lan lalu menarik tangan pangeran Zhan.

__ADS_1


"Gege, kita harus cepat dan berhati-hati" ucap Xuan Lan kepada pangeran Zhan.


Mereka kemudian mengamati sekelilingnya, sangat sulit untuk mencari celah keluar dari tempat mereka sekarang. Terkadang ada tumbuhan yang akan jatuh ke arah mereka tetapi mereka bisa menghindarinya.


"Ayo, Xuan Lan" ucap pangeran Zhan sambil menggenggam jemari Xuan Lan erat.


Mereka kemudian mengubah posisinya yang tadinya bersebelahan menjadi beriringan depan dan belakang. Pangeran Zhan mulai berlari dan menghindari serangan-serangan tumbuhan tadi begitupun dengan Xuan Lan. Meskipun terkadang pakaian mereka terkena duri-duri yang membuatnya sobek tetapi mereka tidak menghiraukannya lagi.


"Awas gege!" teriak Xuan Lan saat ada tumbuhan di depan pangeran Zhan yang terlihat meliukkan tubuhnya ke belakang seperti ingin menerkam pangeran Zhan.


Pangeran Zhan memundurkan dirinya sebanyak dua langkah. Ia mengelus dadanya sambil menghembuskan nafasnya dengan lega. Pangeran Zhan merasa teledor tadi untung saja ada Xuan Lan yang mengingatkannya.


Mereka lalu menyusuri lagi kumpulan tumbuhan-tumbuhan tadi dan sebisa mungkin menghindari kontak dengan tumbuhan ini.


"Ahh" cicit Xuan Lan saat lengannya tidak sengaja terkena duri yang sangat tajam itu.


Mereka berdua terus berlari dan menghindari mulut tumbuhan yang terus mengejar mereka. Saat sudah terlihat seperti hamparan rumput yang luas mereka makin mempercepat langkahnya, mereka yakin jika mereka akan segera keluar dari tempat ini.


Tetapi saat tinggal dua tanaman lagi yang ada di hadapan mereka tiba-tiba tanaman tadi langsung berbalik arah lebih tepatnya mengarah ke arah Xuan Lan sambil membuka mulutnya lebar-lebar. Pangeran Zhan langsung menarik tubuh Xuan Lan dan melemparkannya keluar dari kebun penuh tanaman berbahaya ini.


brukk


Xuan Lan terlempar dari sana. Ia melihat sekelilingnya dan pangeran Zhan masih tertinggal di dalam. Ia ingin masuk kembali tetapi tangannya dicekal oleh orang yang ternyata adalah kakek Shi.


"Lepaskan!" bentak Xuan Lan sambil mencoba melepaskan genggaman dari kakek Shi.


"Apa kau ingin kembali kesana? Kakakmu melemparmu keluar agar kau bisa selamat bukan malah kembali untuk menyelamatkannya" ucap kakek Shi.


"Gege!" teriaknya tetapi tidak ada jawaban apapun. Air matanya mulai meluruh saat ia tidak melihat lagi bayangan gegenya di antara kumpulan tanaman itu.


Xuan Lan lalu terduduk sambil menangis tersedu-sedu menyebut nama pangeran Zhan.


"Zhan ge" teriak Xuan Lan lagi.


"Lan'er, aku baik-baik saja" terdengar suara pangeran Zhan yang tiba-tiba memeluk Xuan Lan dari belakang.


"Kau jangan menangis" ucap pangeran Zhan sambil menghapus air mata Xuan Lan.


Butuh beberapa waktu agar Xuan Lan bisa menghentikan tangisannya. Ia kemudian memeluk pangeran Zhan dengan erat.


"Tapi wajahmu" ucap Xuan Lan saat melihat wajah pangeran Zhan yang sudah penuh dengan warna merah.


"Sst, tidak apa-apa. Aku baik-baik saja, kita sudah sampai di lembah harapan sebentar lagi kita akan sampai ke gunung harapan" ucap pangeran Zhan.


"Obati dulu lukamu" ucap Xuan Lan yang kemudian mengobati luka pangeran Zhan. Pangeran Zhan kemudian mengambil obat-obatan dari tangan Xuan Lan kemudian ia mengoleskannya pada siku Xuan Lan yang berdarah-darah.


"Sudah" ucap pangeran Zhan sambil tersenyum.


Mereka lalu berdiri dan berjalan beriringan menuju tempat dimana kakek Shi berdiri.


"Kakek, apakah kau terluka?" tanya Xuan Lan dengan suara seraknya.


"Tidak" ucap kakek Shi.

__ADS_1


"Kita sudah sampai di lembah harapan. Mungkin kita memiliki tujuan lain jadi aku kira kita harus berpisah disini" ucap kakek Shi lagi.


"Baiklah kek, sampai jumpa" ucap Xuan Lan dan pangeran Zhan bersamaan.


Setelah kakek Shi pergi, pangeran Zhan kemudian bertanya kemana mereka berdua akan melangkah dan Xuan Lan masih belum tau arah goa yang dimaksud oleh buku kemarin.


Mereka kemudian berjalan tak tentu arah. Xuan Lan juga mengatakan kepada pangeran Zhan jika ia melihat goa maka ia harus memberitahukannya pada Xuan Lan.


"Bukankah itu gua Lan'er?" ucap pangeran Zhan sambil menunjuk goa di depannya.


Xuan Lan melihat ke arah goa itu. Ia kemudian menggelengkan kepalanya.


"Bukan yang itu gege" ucap Xuan Lan lesu.


Mereka terus berjalan hingga matahari hampir terbenam. Xuan Lan lalu melihat bebatuan besar tetapi di tengahnya ada lubang yang sangat kecil, mungkin hanya muat untuk seekor rubah. Ia lalu melangkahkan kakinya ke arah bebatuan itu.


"Lan'er apakah ini yang kau maksud?" tanya pangeran Zhan saat mereka sudah berada di dekat bebatuan itu.


"Ya" ucap Xuan Lan sambil menganggukkan kepalanya.


"Ini bukan goa, ini hanya celah batu Xuan Lan" ucap pangeran Zhan gemas.


"Kita belum mencoba masuk ke dalamnya gege" ucap Xuan Lan malas.


"Tapi-"


"Gege, kumohon percayalah padaku" ucap Xuan Lan yang sedang malas berdebat.


Pangeran Zhan akhirnya diam. Ia kemudian mengikuti kemanapun langkah kaki Xuan Lan membawanya pergi. Saat Xuan Lan mulai memasukkan kepalanya kemudian leher dan tubuhnya tetapi Xuan Lan kemudian merasa jika celah itu kemudian membesar dan menjadi mulut goa yang lebar.


Berbeda dengan yang dirasakan Xuan Lan, pangeran Zhan melihat jika Xuan Lan seperti ditarik masuk ke gua itu dan tiba-tiba ia menghilang. Pangeran Zhan kemudian menyusul Xuan Lan dengan cara yang sama tetapi ia agak terkejut di saat celah itu berubah menjadi mulut goa yang besar seperti yang Xuan Lan rasakan tadi.


"Apa itu tadi" gumam pangeran Zhan saat ia sudah berdiri di hadapan Xuan Lan.


"Ayo gege, kita masuk ke arah yang lebih dalam lagi" ucap Xuan Lan lalu menarik pakaian pangeran Zhan.


Mereka terus berjalan sampai akhirnya mereka menemukan sebuah rumah yang berada di tengah-tengah goa tadi, persis seperti yang dikatan oleh buku yang pernah dibaca oleh Xuan Lan.


Mereka lalu melangkahkan kakinya menuju rumah itu. Dengan sopan, Xuan Lan mulai mengetuk pintu yang ada di rumah itu.


tok tok tok


ceklek


Pintu rumah itu dibuka menampilkan sesosok orang berambut putih dengan janggutnya yang juga berwarna putih.


"Kakek Shi!" pekik pangeran Zhan dan Xuan Lan bersamaan.


•••


**jangan lupa vote komen like dan rate


diupdate pukul 09.12**

__ADS_1


__ADS_2