
"Setelah ini, kalian tidak akan berada dalam satu kelompok lagi. Kalian akan disebar ke seluruh kedai yang berada di wilayah kekaisaran Tang" ucap Xuan Lan.
"Baik nona" ucap mereka sambil menunduk hormat.
•••
Setelah membagi kelompok perampok tadi Xuan Lan dan pangeran Zhan kembali ke dalam kedai untuk makan.
"Nona dan tuan mau pesan makanan apa?" tanya seorang pelayan.
"Yang spesial" ucap pangeran Zhan karena ia terlalu malas untuk menyebutkan satu per satu menu yang akan mereka makan.
"Baik, harap tunggu sebentar" ucap pelayan tadi kemudian pergi.
Setelah pelayan tadi menghilang dari pandangan, pangeran Zhan langsung menatap Xuan Lan.
"Sebenarnya kemana kita akan pergi?" tanya pangeran Zhan.
Xuan Lan melihat sekitarnya, ia kemudian mendekatkan dirinya ke pangeran Zhan dan berbisik.
"Aku ingin kita pergi ke gunung harapan. Apakah kau tau dimana letak gunung harapan?" tanya Xuan Lan.
"Gunung harapan? Bukankah itu gunung yang sangat berbahaya? Letaknya juga sangat jauh dari sini. Mungkin perlu waktu beberapa minggu untuk sampai kesana itupun jika kita selamat" ucap pangeran Zhan.
"Apakah kau mengira kita tidak akan selamat hah?" tanya Xuan Lan kesal.
"Bukan seperti itu maksudku. Aku hanya mendengar ucapan orang-orang saja, mereka selalu mengatakan hal seperti itu jika mengenai gunung harapan. Kau juga lumayan cerdik karena memilih melalui kekaisaran Tang karena disinilah letak awal perjalanan menuju gunung harapan yang aku ketahui" ucap pangeran Zhan.
"Benarkah?" tanya Xuan Lan yang dibalas anggukan oleh pangeran Zhan.
"Lalu bagaimana kau bisa tau letak gunung harapan jika kau sendiri belum pernah kesana?" tanya Xuan Lan lagi.
"Aku dulu pernah melihat peta dan ada jalan menuju gunung harapan itu dan aku masih lumayan ingat tentang peta itu" ucap pangeran Zhan.
"Lalu peta itu ada dimana sekarang?" tanya Xuan Lan lagi.
"Entah, aku dulu menemukan peta itu saat aku tidak sengaja berada di perpustakaan baca milik kekaisaran Wang tetapi terakhir kali aku kesana peta itu sudah tidak ada lagi disana" jawab pangeran Zhan.
Tak lama kemudian seorang pelayan datang dengan membawa pesanan pangeran Zhan dan Xuan Lan. Ia meletakkan berbagai makanan itu dengan hati-hati agar tidak tumpah mengenai pelanggannya.
"Silakan tuan dan nona" ucap pelayan tadi.
"Ya, terimakasih. Pergilah" ucap pangeran Zhan acuh. Pelayan tadi langsung kembali bekerja seperti biasanya.
"Enak sekali" ucap pangeran Zhan saat mencicipi makanan yang ada di hadapannya.
"Kau pandai sekali Lan'er bisa membuat makanan selezat ini. Aku sangat beruntung menjadi gegemu" ucap pangeran Zhan sambil memakan makanannya.
"Kau selalu mengatakan itu setiap kita makan di kedai milik Gold Tiger" ucap Xuan Lan jengah tetapi di dalam hatinya ia merasa sangat senang dan beruntung bisa memiliki kakak selembut dan sepengertian pangeran Zhan.
__ADS_1
"Aku hanya mengatakan kebenarannya" ucap pangeran Zhan yang kemudian melanjutkan acara makannya.
Setelah makan mereka memilih mencari penginapan karena hari sudah mulai gelap dan tentu saja mereka akan menuju salah satu penginapan milik Gold Tiger.
"Kenapa kita tidak memesan satu kamar yang berisi dua tempat tidur?" tanya pangeran Zhan.
"Benar juga ya" ucap Xuan Lan lalu ia mengganti pilihannya yang sebelumnya ia memesan dua kamar menjadi ia memesan satu kamar dengan dua tempat tidur.
Kunci sudah mereka dapatkan, sekarang mereka akan naik ke atas untuk mencari kamar yang sudah mereka pesan.
"Di sebelah sini tuan dan nona" ucap seorang pelayan dengan sopan.
"Ya, terimakasih. Pergilah kami tidak butuh apapun" ucap Xuan Lan.
Mereka berdua lalu masuk ke dalam kamar mereka. Pangeran Zhan memilih meregangkan otot-ototnya kemudian tidur di salah satu kasur yang berada disana.
"Kenapa dinding ini berlubang seperti ini?" gumam Xuan Lan saat ia mendapati dinding yang berlubang sehingga percakapan dari kamar sebelah bisa ia dengar.
"Kalau seperti ini privasi orang-orang bisa terganggu" batin Xuan Lan dalam hatinya.
"Di tempat ini apakah kau menggunakan tembok seperti yang ada pada markas Lan'er?" tanya pangeran Zhan.
"Tidak, aku memilih menggunakan tripleks untuk penginapan karena lebih mudah disusun" ucap Xuan Lan.
"Tapi ini terlihat seperti tembok dan kau tadi mengatakan apa? Tri-plek?" ucap pangeran Zhan.
"Tripleks, gege. Tripleks itu terbuat dari kayu tetapi sudah dibuat sedemikian rupa sehingga bisa menjadi seperti ini" ucap Xuan Lan.
Xuan Lan juga ingin merebahkan dirinya tetapi ia mendengar suara keributan dari kamar sebelah yang dindingnya berlubang tadi. Ia mengurungkan niatnya untuk berbaring kemudian ia pergi ke arah dinding tadi.
"Kau gila!" teriak seorang wanita.
"Ya, aku memang gila karena kau!" balas seorang lelaki dengan berteriak juga. Lelaki itu kemudian membekap mulut si wanita dan memeluknya dengan sangat erat.
Wanita tadi meronta-meronta mencoba meminta pertolongan. Ia kemudian menggigit tangan pria yang membungkam mulutnya tadi.
"Kau brengsek! Kita sudah lama berpisah. Aku akan segera menikah!" ucap wanita itu.
"Tidak bisa! Kau selamanya akan menjadi milikku!" ucap pria tadi kemudian langsung mencium si wanita dengan ganasnya.
Xuan Lan menutup bibirnya menggunakan tangannya. Ia masih belum mengetahui permasalahan yang terjadi namun ini semua terlihat tidak beres.
Pria tadi kemudian mencoba merobek pakaian si wanita.
"Kau gila! Tolong! Tolong!" pekik wanita itu.
Xuan Lan kemudian pergi keluar untuk menolong wanita tadi. Ia menggedor-gedor pintu namun tidak ada sahutan dari dalam. Karena tak ada pilihan lain ia kemudia mendobrak pintu di depannya.
Ia melihat posisi yang sangat intim sekarang dimana sang pria mengukung tubuh wanita di bawahnya dan menciumnya dengan liar sedangkan si wanita hanya bisa menangis dan meronta.
__ADS_1
"Apa urusanmu masuk kesini hah?" bentak pria tadi.
"Kau melakukan kekerasan kepada wanita dan aku tidak akan membiarkannya" ucap Xuan Lan datar.
"Cihh, kami adalah sepasang suami istri jadi kau tidak perlu ikut campur dalam urusan kami!" ucap pria itu.
"Bukan, dia berbohong. Tolong aku hiks!" ucap wanita tadi sambil menangis.
"Aku sudah melihatmu dari tadi brengsek! Kau kira aku tidak tau apa yang kau lakukan padanya hah?" teriak Xuan Lan emosi.
Xuan Lan lalu maju ke depan untuk menghajar pria di hadapannya tetapi pria itu langsung menangkap tangan Xuan Lan.
"Kau tidak akan bisa melawanku gadis kecil" ucap pria itu sambil tersenyum menyeringai.
"Benarkah?" tanya Xuan Lan sambil mengangkat salah satu alisnya.
Xuan Lan kemudian memutar tangannya agar bisa lepas dari cengkraman pria tadi. Ia lalu meninju rahang milik pria itu lalu menendang ulu hatinya.
"Terbukti" ucap Xuan Lan sambil tersenyum mengejek.
Pria tadi tidak terima dengan apa yang sudah dilakukan Xuan Lan kepadanya. Ia lalu berdiri kemudian berlari untuk menerjang Xuan Lan namun Xuan Lan selalu saja menghindar. Xuan Lan memilih menotok tubuh pria itu karena urusan antara si pria dan si wanita belum selesai.
"Kau sudah tidak bisa bergerak" ucap Xuan Lan kepada pria itu.
"Lalu aku ingin bertanya kepadamu, apa hubungan kalian berdua?" tanya Xuan Lan kepada wanita yang sedang menutupi tubuhnya dengan selimut karena bajunya yang robek tadi.
"D-dia adalah mantan kekasihku. Aku akan segera menikah dengan orang lain tetapi tiba-tiba ia menculikku" ucap sang wanita sambil menangis.
"Kenapa kau menculiknya?" tanya Xuan Lan kepada pria tadi tetapi pria itu masih tidak menjawab.
Xuan Lan menepuk kepalanya pelan. Ia lupa jika pria ini ia totok total. Ia kemudian menekan salah satu bagian dada pria itu agar ia bisa berbicara.
"Karena dia hanya milikku dan tidak boleh dimiliki orang lain selain aku" ucap pria itu.
"Lalu kenapa kalian berpisah?" tanya Xuan Lan.
"Dia mengkhianatiku! Dia berselingkuh dengan perempuan lain" ucap wanita tadi sambil menggigit bibir bawahnya yang berdarah karena kelakuan pria tadi.
Pria tadi hanya diam. Ia tidak membenarkan dan menyalahkan ucapan wanita yang hampir dinodainya tadi.
"Kau brengsek juga rupanya" ucap Xuan Lan sambil mengepalkan tangannya. Yang paling ia benci di seluruh dunia ini adalah pengkhianatan dan perselingkuhan. Dengan tidak sabar ia langsung meninju rahang pria tadi sampai ia terjatuh.
"Dimana tempat asalmu?" tanya Xuan Lan.
"Kekaisaran Tang bagian timur" ucap si wanita.
"Kau tidurlah dulu untuk malam ini disini. Besok aku dan gegeku akan mengantarkanmu kembali. Aku akan memanggil pelayan untuk mengurus pria ini" ucap Xuan Lan kemudian pergi begitu saja.
•••
__ADS_1
**jangan lupa vote komen like dan rate
di daerahku baru hujan setelah beberapa bulan doain hujannya deres yaa. kalo di daerah kalian udh mulai ujan blm**?