
"Siapa kau?" tanya seseorang dari arah belakangnya,
•••
Putri Yu Yan kemudian berbalik, matanya menangkap seorang wanita dengan hanfu hijaunya serta wajahnya yang tertutup cadar namun ada sedikit bintik-bintik merah yang terlihat di dahinya.
"Aku Wang Yu Yan, kau bisa memanggilku Yu Yan. Kau pasti Xiao Lan" ucap putri Yu Yan memperkenalkan diri,
"Y-ya aku Xiao Lan" ucap Xiao Lan,
Xiao Lan sebenarnya malas jika bertemu para gadis seperti Yu Yan. Ia pikir mereka hanyalah gadis manja dan hanya bisa berlenggak-lenggok menggoda para pangeran tapi ia belum mengetahui Yu Yan sepenuhnya.
"Maukah kau berteman denganku?" tanya putri Yu Yan bersemangat,
Xiao Lan masih diam, dia orang yang tidak mudah menerima orang lain menjadi temannya apalagi ia baru bertemu sekali dengan putri Yu Yan.
"Kau tidak mau ya?" tanya putri Yu Yan setelah sekian lama Xiao Lan terdiam,
"Aku" belum selesai Xiao Lan berucap, putri Yu Yan sudah memotongnya,
"Tidak apa-apa, aku mengerti. Pasti sulit bagimu menerima orang baru kan? Aku juga orang yang seperti itu putri Xiao Lan" ucapnya sambil tersenyum,
Hari itu putri Yu Yan selalu mengikuti Xiao Lan kemana pun ia pergi. Xiao Lan sebenarnya jengah dengan kelakuan putri satu-satunya dari kekaisaran Wang ini.
Sepanjang jalan putri Yu Yan selalu bertanya kepada Xiao Lan.
"Putri Xiao Lan, bagaimana kau mendapatkan ide untuk membuat pekarangan kediamanmu menjadi seperti itu?" tanya putri Yu Yan semangat,
"Entah, aku juga tidak tau mendapat ide darimana yang jelas tiba-tiba aku menginginkan ada sedikit hiasan di depan kediamanku" jawab Xiao Lan sekenanya,
"Putri Xiao Lan bolehkah aku meniru gaya kediamanmu ini untuk gaya kediamanku di istana kekaisaran Wang?" tanya putri Yu Yan lagi,
"Tentu saja, jika bisa buat yang lebih indah daripada yang ada di kediamanku" ucap Xiao Lan sambil tersenyum,
"Oh ya, jangan panggil aku putri Xiao Lan. Kau bilang kita menjadi teman, panggil saja aku Xiao Lan" imbuhnya,
Mata putri Yu Yan berbinar senang. Ia tak menyangka Xiao Lan akan menerima ajakannya berteman.
"Kau juga tidak boleh memanggilku putri Yu Yan. Hanya panggil aku Wang Yu Yan atau Yu Yan saja" balasnya,
"Akhirnya aku memiliki teman seorang putri" gumamnya yang masih terdengar oleh Xiao Lan,
__ADS_1
"Memang kau belum pernah berteman dengan seorang putri dari kekaisaran lain, Yu Yan?" tanya Xiao Lan,
Putri Yu Yan menengok ke arah Xiao Lan kemudian menggeleng,
"Belum, aku tidak menyukai sifat mereka yang hanya mementingkan keanggunan dan keindahan tubuhnya" ucapnya lesu,
"Padahal aku adalah orang yang tidak suka dengan hal-hal yang seperti itu. Aku suka makan dan beladiri, aku berbeda dengan mereka tapi saat aku mendengar dari ayah jika putri Xiao Lan memiliki sifat yang hampir sama sepertiku namun lebih pintar putri Xiao Lan aku sangat senang. Maka dari itu aku sangat senang berteman denganmu" imbuhnya,
Xiao Lan lagi-lagi terdiam ia hanya menatap putri Yu Yan,
"Dia sama sepertiku tidak peduli dengan kebiasaan yang ada di sekitarnya. Jika ia nyaman ia akan melakukan hal itu sama sepertiku" batinnya,
"Benarkah? Tapi aku ingin menunjukkan sesuatu padamu" ucap Xiao Lan kemudian menggandeng tangan putri Yu Yan untuk memasuki kediamannya,
Xiao Lan kemudian membuka cadarnya, dapat dilihat jika banyak jerawat yang menutupi wajah cantiknya. Ia kemudian menatap putri Yu Yan,
"Apakah kau masih mau berteman denganku yang memiliki wajah buruk rupa seperti ini?" tanya Xiao Lan,
Putri Yu Yan mematung sejenak dengan perkataan Xiao Lan ia lalu mengernyitkan dahinya heran,
"Memang kenapa kalau di wajahmu ada bintik-bintik seperti itu? Jika aku mau menjadi temanmu maka aku harus menerimamu apa adanya" ucap putri Yu Yan,
"Apa kau tidak jijik kepadaku?" tanya Xiao Lan lagi,
"Apa maksudmu Xiao Lan? Memang ada yang mengatakan kau menjijikkan? Siapa orang itu biar kubunuh dia" ucap putri Yu Yan berapi-api,
Upss, sepertinya Xiao Lan sudah cukup untuk mengetes putri Yu Yan. Ia lalu mengenakan cadarnya kembali,
"Oke, oke kau tenang dulu Yu Yan. Aku hanya takut jika kau nanti tidak nyaman dengan kehadiranku disampingmu yang memiliki wajah seperti ini" ucap Xiao Lan,
"Lain kali kau tidak boleh mengatakan hal seperti itu lagi! Kalau tidak aku yang akan menjauhimu karena berkata sembarangan lagi" ucap putri Yu Yan memalingkan wajahnya,
"Oh ya kau tadi bilang apa? O-oke? Apa itu o-oke?" tanya putri Yu Yan,
"Oke itu berarti iya" ucap Xiao Lan cengengesan,
"Oke" ucap putri Yu Yan menirukan perkataan Xiao Lan.
Mereka berdua kembali berjalan-jalan mengelilingi istana. Tak disangka mereka bertemu dengan ulat bulu alias putri Xiao Xi,
"Hormat kepada putri kekaisaran Wang" ucap putri Xiao Xi sambil menunduk,
__ADS_1
Tapi putri Yu Yan hanya memandangnya bahkan tidak membalasnya,
Putri Xiao Xi yang merasa salamnya tidak segera dibalas akhirnya mengangkat kepalanya,
"Putri Wang Yu Yan ingin pergi kemana? Biar saya yang mengantar anda" ucapnya tersenyum ramah,
"Aku ingin mengelilingi istana" jawabnya datar,
"Mari hamba antar" ucapnya lembut kemudian ia memandang Xiao Lan nyalang,
"Xiao Lan kau pergilah kembali ke kediamanmu karena aku akan mengantar putri Yu Yan dan jangan menampakkan dirimu karena nanti pasti akan terjadi banyak masalah jika kau ada" ucapnya sinis,
Xiao Lan hanya memutar bola matanya malas, ia sudah menduga jika Xiao Xi akan mencari muka kepada Yu Yan.
"Maksudmu?" tanya putri Yu Yan,
"Saya hanya mengingatkan putri Xiao Lan agar tidak mengganggu kita saat berjalan-jalan nanti, putri. Mari kita berjalan-jalan" ucapnya sambil tersenyum,
"Aku sudah ditemani Xiao Lan, kau tidak perlu menemaniku. Lebih baik kau menemani putri dari kekaisaran lain" ucap putri Yu Yan acuh,
"Tidak putri, biar saya yang menemani anda sekalian kita berkenalan dan bertukar informasi tentang kekaisaran kita" ucap putri Xiao Xi,
"Apa menurutmu aku akan membocorkan informasi dari kekaisaranku?" ucap putri Yu Yan tersenyum sinis,
"Atau maksudmu bertukar informasi dengan para pangeran dari kekaisaran Wang? Aku tidak rela menukarkan informasi tentang gegeku kepada orang asing" ucapnya lagi masih tersenyum sinis,
Putri Xiao Xi gelagapan, ia tidak menyangka senyum sinis putri Yu Yan sangat menyeramkan senyumnya sebelas dua belas dengan senyum sinis yang dimiliki Xiao Lan,
"Bukan seperti itu maksud saya putri Yu Yan" ucapnya menunduk,
"Sudahlah, temui saja putri dari kekaisaran lain. Aku ingin berjalan-jalan bersama Xiao Lan" ucapnya lalu ia bersama Xiao Lan pergi begitu saja,
Xiao Xi mengepalkan tangannya,
"Sial, tunggu pembalasanku kalian berdua"
•••
JANGAN LUPA VOTE KOMEN RATE DAN LIKE
TERIMAKASIH
__ADS_1
chiccacaaa