PUTRI BERHARGA

PUTRI BERHARGA
TIGA PULUH DELAPAN


__ADS_3

"Siapa kau?"


•••


Xiao Lan membalikkan badannya ke arah orang yang memanggilnya tadi,


"Pelakor!" pekiknya tanpa sadar,


"Tidak, jangan bilang dia ibunya Xiao Xi. Astaga kenapa kau ini selalu menjadi pelakor di kehidupanku tidak di zaman ini dan tidak pula di zaman modern" batinnya frustasi,


Oke sedikit cerita dari zaman modern,


Sudah empat tahun lebih sepasang suami istri menunggu kehadiran buah hati mereka. Semua upaya telah mereka lakukan tapi belum ada yang membuahkan hasil.


Sampai tiba suatu hari dimana sang istri akhirnya mengandung buah cinta mereka. Mereka sangat bahagia hingga saat gadis kecil bernama Xuan Lan tumbuh menjadi remaja berusia 15 tahun dan datatanglah seorang wanita dan anak perempuan berusia sekitar 16-17 tahunan.


Lelaki itu sangat terkejut atas kedatangan tamunya. Tak pernah disangka oleh ibu Xuan Lan bahwa suaminya telah main belakang saat mereka sedang berusaha menghadirkan Xuan Lan ke dunia ini. Ia kira suaminya akan setia dan sabar menunggu kehadiran buah cinta mereka tapi nyatanya itu hanya omong kosong.


Karena terlalu memikirkan perselingkuhan suaminya sampai adanya anak dalam hubungan gelap mereka, ibu Xuan Lan jatuh sakit dan akhirnya meninggal dunia lalu ayahnya menikahi perempuan tadi. Sungguh kisah yang tragis bukan?


Back to zaman baheula.


Tanpa ia sadari air matanya telah menetes ia lalu menghapusnya dengan kasar. Sudah dua kali dalam hidupnya nyawa ibunya direnggut oleh orang yang sama, Xiu Juan.


"Kau tadi mengatakan apa?" tanya permaisuri Juan membuyarkan lamunan Xiao Lan,


"Aku Xiao Lan" jawabnya tegas,


"Kau kabur dari pengasinganmu hah?" bentak permaisuri Juan,


"Aku dijemput sendiri oleh suamimu yang kau rebut dari sepupumu sendiri, permaisuri Xiu Juan" ucapnya dingin,


Permaisuri Juan menatap Xiao Lan dengan tatapan marahnya,


"Beraninya kau" belum sempat mengatakan lanjutan dari kalimatnya Xiao Lan sudah berjalan meninggalkannya,


"Dasar sialan" geram permaisuri Juan, ia segera menuju kediaman putrinya, putri Xiao Xi.


BRAKK


"Ibu kenapa mengagetkan saja kan bisa masuk baik-baik?" tanya putri Xiao Xi sambil memegang dadanya,

__ADS_1


"Apa kau tau bocah sialan itu sudah kembali kesini dia bilang ayahmu yang menjemputnya sendiri" ucap permaisuri Juan,


"Tidak mungkin, bukankah masa pengasingannya diperpanjang menjadi satu bulan?" tanya Xiao Xi heran,


"Entahlah aku juga tidak tau tapi kelihatannya ja masih di tempatkan di kediamannya yang lama" ucap permaisuri,


"Huh, mungkin ayah didesak oleh para penasehat agar segera menjemput bocah s****n itu sehingga ia marah lalu menjemputnya sendiri dan meninggalkan tamu-tamu penting kekaisaran" tebak Xiao Xi,


"Benar juga katamu, kau tau kan apa tugasmu?" ucap permaisuri Juan tersenyum penuh makna,


"Tentu saja"


___


"Putri Xiao Lan, apakah itu anda?" tanya seseorang yang berjalan dari dapur,


Xiao Lan memang pergi menuju dapur entah kenapa ia merasa lapar mungkin karena ini sudah memasuki jam makan siang.


"Iya ini aku" ucapnya tersenyum canggung,


"Astaga putri akhirnya kembali hamba dan yang lainnya sangat mengkhawatirkan dan merindukan putri" ucap pelayan tadi berkaca-kaca,


"Terimakasih karena sudah mengkhawatirkanku, lihat aku tidak apa-apa sekarang bahkan kalian tidak pernah mendengar teriakan kesakitanku lagi kan?" ucapnya disertai senyum manis dari balik cadarnya,


"Aku ingin makanan dan bisakah kau mengantarkan makanan untuk paman dan bibiku di kediamanku?" tanya Xiao Lan,


"Maksudnya Fu, Tao dan Tae?" tanya pelayan itu memastikan dan dibalas anggukan oleh Xiao Lan,


"Tentu, putri mari hamba antar ke dalam" mereka akhirnya masuk ke dalam dapur untuk mengambil makanan kesukaan Xiao Lan.


Memang dari kecil Xiao Lan selalu mengunjungi dapur jika makanan yang diberikan kepadanya benar-benar tidak layak dan semua orang disana menerimanya dengan tangan terbuka bahkan mereka meminta Xiao Lan datang kesana setiap jam makan agar ia mendapat makanan yang begizi dan layak makan tapi Xiao Lan menolaknya karena takut mereka akan terkena masalah.


Setelah selesai makan ia kembali berjalan-jalan dan bertemulah ia dengan ulat bulu, Xiao Xi,


"Wah, putri kedua sudah pulang ternyata. Kenapa tidak ada pesta penyambutan seperti bangsawan-bangsawan yang diasingkan ya atau karena memang kau bangsawan yang tidak dianggap" ucapnya ingin memprovokasi Xiao Lan,


Xiao Lan hanya memandang malas orang di depannya ia sangat malas meladeni orang seperti Xiao Xi. Ia memilih berjalan lagi tanpa menggubris Xiao Xi.


Xiao Xi yang merasa diabaikan memutuskan mengejar Xiao Lan tapi naasnya ia malah tersandung hanfunya sendiri dan terjatuh di depan banyak orang ada juga beberapa pangeran yang melintas karena ingin ke kamar kecil.


"Xiao Lan kau mempermalukanku" geramnya,

__ADS_1


Tiba-tiba permaisuri Juan datang dengan angkuhnya tapi ketika melihat anak semata wayangnya terjatuh ia segera menolongnya.


"Xiao Lan!" pekik permaisuri Juan,


Yang dipanggil hanya menoleh dan tidak berniat membalas perkataan orang itu.


"Kau membuat putri pertama jatuh, kau harus dihukum!" ucap permaisuri lantang,


Xiao Lan memperhatikan kedua orang tadi hanya satu kata yang pantas diberikan untuk mereka berdua yaitu menjijikkan.


Ia lalu menengok ke kanan dan kekiri,


"Aku?" ia menunjuk dirinya sendiri,


"Apakah ada di sini yang namanya Xiao Lan selain kau hah?" bentak permaisuri ia sampai tak sadar jika banyak pangeran yang memperhatikannya padahal sudah jelas jika anaknya terjatuh sendiri,


"Lalu?" tanya Xiao Lan dengan wajah datarnya,


"Kau aku hukum membersihkan seluruh istana karena menyebabkan putri pertama jatuh" ucap permaisuri Juan lagi,


"Dia jatuh sendiri mana bisa aku membuatnya terjatuh sedangkan dari tempat dia jatuh ke tempatku ini jaraknya 5 langkah. Kalau mau membuat tuduhan kau harusnya menyertakan akalmu" ucap Xiao Lan datar,


Pelayan yang ada disana sangat senang karena Xiao Lan berani membalas tuduhan yang tidak bermakna itu karena biasanya ia hanya menurut atas segala hukuman yang permaisuri dan Xiao Xi berikan kepadanya. Tapi hal itu tidak berlaku untuk pelayan permaisuri dan pelayan Xiao Xi mereka sangat geram dengan tindakan Xiao Lan.


Permaisuri Juan terdiam ia kembali berkata,


"Aku tidak peduli, kau memang harus dihukum membersihkan semua area kekaisaran tanpa ada yang membantumu dan harus selesai hari ini juga apa kau mengerti?"


Xiao Lan hanya melihat orang itu selama beberapa detik,


"Baik" ucapnya lalu pergi meninggalkan mereka semua,


Pelayan yang tadinya senang atas aksi Xiao Lan kembali dibuat terdiam mereka tidak menyangka bahwa Xiao Lan tetap akan patuh terhadap hukuman yang permaisuri berikan kepadanya.


Sedangkan pelayan permaisuri dan pelayan Xiao Xi mereka sangat senang karena Xiao Lan akan menjalankan hukumannya setelah dua tahun ini.


Xiao Lan menghampiri pelayan yang sedang membersihkan taman di dekatnya,


"Bisa kau tunjukan kepadaku dimana tempat menyimpan alat-alat untuk membersihkan istana?"


Putri Xiao Xi

__ADS_1



__ADS_2