PUTRI BERHARGA

PUTRI BERHARGA
SERATUS DUA BELAS


__ADS_3

Xuan Lan. Dia berada disini. Aku sangat ingin memeluknya untuk sekarang tetapi melihat matanya membuatku sedih. Ia melihatku dengan tatapan sendu, kecewa, dan rindu menjadi satu. Aku ingin mengatakan jika aku sangat mencintainya dan setelah ini semua selesai aku akan segera menikah dengannya namun kata-kata itu tercekat di tenggorokanku. Apakah ini takdirku harus melawan orang yang sangat aku cintai?


**Zhao POV end.


•••


Xuan Lan POV.


Sejak kakek Shi mengatakan jika keluargaku sedang berada dalam bahaya hatiku menjadi tidak karuan. Langkahku terasa lambat, aku tidak segera sampai ke medan perang tetapi setelah Ran mengatakan kepadaku bahwa naga milik orang itu sudah keluar perasaanku semakin campur aduk. Akhirnya aku bisa pergi lebih cepat dengan menaiki punggung Ran.


Saat sampai disana aku bisa melihat jika naga orang itu sedang menyerang pasukan dari kekaisaran. Ran menurunkanku dan Zhan gege, ia kemudian pergi untuk berurusan dengan naga tadi. Aku kemudian berlari ke tengah-tengah medan perang. Betapa terkejutnya aku saat kaisar Xiao dan pangeran Gui melawan satu orang yang sangat aku kenali, Zhao. Kakiku terasa lemas saat mengetahui jika yang merencanakan semua ini adalah Zhao.


Aku menguatkan hatiku, aku berlari ke arah mereka bertiga. Saat Zhao sudah mengayunkan pedangnya ke arah pangeran Gui, aku kemudian berteriak.


"Tunggu, kau tidak bisa melakukan itu!" teriakku.


Mereka bertiga kemudian menoleh ke arah ku. Mereka langsung menyebut namaku.


"Xuan Lan" ucap mereka serempak.


Zhao menjauhkan pedangnya. Jadi, ini semua yang ia maksud bahwa aku tidak boleh membencinya? Aku menatapnya dengan pandangan yang sangat kecewa namun aku juga merindukannya. Mataku seperti meminta penjelasan tetapi ia hanya menatapku tanpa mengucapkan sepatah kata apapun. Aku tidak mengetahui apa alasan perang ini terjadi yang jelas adalah Zhao sedang melawan kaumku dan apakah ini takdirku harus melawan orang yang aku cintai?


Xuan Lan POV end.


"Pangeran Gui, kaisar Xiao mundurlah" ucap Xuan Lan setelah sadar dari keterkejutannya.


Entah karena dorongan apa mereka berdua kemudian mundur dan membiarkan Xuan Lan yang berada di depan.


"Jadi, ini yang kau maksud 'jangan sampai membenciku?" tanya Xuan Lan membuka percakapan dengan Zhao.


"Ya" ucap Zhao sambil menunduk untuk menatap Xuan Lan.


"Aku tidak tau apakah aku nanti akan membencimu atau tidak tapi kenapa?" tanya Xuan Lan mendongak untuk menatap mata Zhao.


"Mereka telah membunuh keluargaku. Mereka menghancurkan kekaisaran Moon" ucap Zhao.

__ADS_1


Xuan Lan kembali melihat ke arah Zhao. Jadi orang di hadapannya ini adalah keturunan terakhir dari kekaisaran Moon.


"Apakah kau mengetahui alasan lima kekaisaran menghancurkan kekaisaran Moon?" tanya Xuan Lan.


Zhao tampak berpikir. Ia kemudian memberikan jawabannya.


"Karena mereka iri dengan kakekku yang bisa menembus energi Swazi jadi mereka semua menghancurkan kekaisaran Moon dengan cara yang licik" ucap Zhao menggebu-gebu.


Tanpa sadar, Xuan Lan meneteskan air matanya. Ia buru-buru menghapusnya. Zhao yang melihat itu hatinya merasa sakit. Ia ingin sekali memeluk Xuan Lan dan menenangkannya agar tidak menangis namun hal itu tidak boleh ia lakukan.


"Bukan itu alasannya, Zhao" ucap Xuan Lan lirih.


"Kakekmu sangat berambisi ingin menguasai seluruh daratan maka dari itu seluruh kekaisaran bersatu dan menyerang kekaisaran Moon tak lain adalah untuk memberontak. Kakekmu selalu memeras rakyat demi kepentingan pribadinya dan apakah kelima calon kaisar harus diam saja menyikapi itu semua? Rakyat mereka jelas tersiksa dengan semua ini, Zhao" ucap Xuan Lan.


"Kau salah paham" imbuhnya.


"Tidak, kau berbohong!" sangkal Zhao.


"Hentikan perang ini, Zhao!" ucap Xuan Lan lagi.


"Tidak bisa! Aku sudah sejauh ini tidak mungkin aku menghentikannya begitu saja" ucap Zhao.


Xuan Lan menggeleng. Ia kembali menatap Zhao.


"Keinginanmu memang tidak salah tetapi caramu yang salah Zhao. Jika kau mengatakan mereka kejam dan licik lalu apa bedanya dengan kau? Kau juga sama saja membunuh separuh lebih rakyat kekaisaran dengan perang ini, Zhao" ucap Xuan Lan.


"Baiklah, aku mengerti. Kau ingin memperjuangkan kaum mu bukan?" tanya Xuan Lan dan dibalas anggukan kepala oleh Zhao.


"Maka aku juga akan mempertahankan apa yang menjadi hak kaumku dan lawanmu adalah aku, Xuan Lan, Moon Zhao Yang" ucap Xuan Lan sambil mengangkat pedangnya ke udara. Zhao, kaisar Xiao dan pangeran Gui sangat terkejut akan ucapan Xuan Lan.


"Lan'er, jangan" ucap kaisar Xiao dan pangeran Gui bersamaan.


"Ini sudah tugasku. Hanya kekuatanku yang sepadan dengan kekuatan Zhao. Aku mohon pergilah, banyak orang yang lebih membutuhkan kalian" ucap Xuan Lan kepada pangeran Gui dan kaisar Xiao tanpa menatap mereka berdua.


Pangeran Gui dan kaisar Xiao masih diam di tempatnya. Mereka enggan beranjak dan meninggalkan Xuan Lan begitu saja.

__ADS_1


"Cepat pergilah!" teriak Xuan Lan yang menyadarkan mereka berdua. Akhirnya dengan berat hati mereka berdua pergi melawan para goblin untuk membantu yang lainnya.


Sementara itu, kaisar Wang yang melawan tangan kanan Zhao sudah mulai melemah. Sayatan pedang sudah nampak di tubuhnya yang tidak terutup oleh baju zirahnya bahkan baju zirahnya sudah penuh oleh darah miliknya. Energinya juga mulai menipis karena tangan kanan Zhao selalu bisa menyerangnya dengan tepat sasaran. Tangan kanan Zhao mulai mengayunkan pedangnya dan ingin menghunuskannya di jantung milik kaisar Wang.


prang


Terdengar suara pedang beradu ternyata pangeran Zhan yang menghalangi pedang itu agar tidak menghunus jantung milik kaisar Wang.


"Kau melawan orang tua sepeti kaisar Wang apa tidak malu?" tanya pangeran Zhan dengan nada mengejek.


"Sialan kau!" ucap orang tadi kemudian ia menyerang pangeran Zhan.


Tigers yang melihat kondisi kaisar Wang langsung menghampirinya. Mereka kemudian memapah kaisar Wang agar bisa segera diobati oleh tim medica.


*prang


prang


prang*


Suara pedang terus beradu di antara pangeran Zhan dan orang tadi. Pangeran Zhan dan orang itu sama-sama mengalirkan energi miliknya ke pedang yang mereka pegang karena selain Zhao dan naganya orang ini juga cukup berbahaya sehingga pangeran Zhan memilih melawan orang ini ditambah keadaan kaisar Wang yang sudah tidak memungkinkan lagi untuk menyerang dan memimpin pasukannya.


"Aku rasa kita sama-sama kuat" ucap pangeran Zhan sambil tersenyum di atas kudanya.


"Tentu saja aku yang lebih kuat dan kau akan mati di tanganku sebentar lagi hahaha" ucap orang tadi sambil tertawa.


Pangeran Zhan lalu menarik tangan kirinya. Ia agak memutar-mutar pergelangan tangannya kemudian mengarahkannya ke arah orang tadi.


"Ahh" teriak orang tadi tertahan.


"Sialan! Apa yang kau lakukan!" pekik orang itu tajam.


Pangeran Zhan hanya menampakkan wajah datarnya. Ia diam seolah dia tidak melakukan apapun pada orang itu. Ia pernah diajarkan oleh kakek Shi untuk menggunakan jurus rahasia di saat genting seperti ini agar tidak terlihat oleh musuh dan cara itu berhasil.


"Memangnya apa yang aku lakukan?" ucap pangeran Zhan dengan wajah datarnya.

__ADS_1


•••


jangan lupa vote komen rate dan like


__ADS_2