PUTRI BERHARGA

PUTRI BERHARGA
LIMA PULUH DELAPAN


__ADS_3

"Sudah lama aku tidak menggunakan otakku untuk membuat orang lain bahagia" batin Wang Yu Yan sambil menatap permaisuri Juan intens.


•••


Karena ada beberapa kekaisaran yang baru datang maka acara untuk hari ini dihentikan agar para tamu dari para kekaisaran bisa beristirahat sejenak.


"Lanlan dimana kediamanmu? Aku ingin kesana" ucap pangeran Xian setelah kaisar Xiao mempersilahkan mereka semua untuk beristirahat.


"Untuk apa?" tanya Xiao Lan.


"Aku hanya ingin kesana saja. Apakah tidak boleh?" ucapnya mulai kesal. Pangeran Xian sebenarnya orang yang sangat mudah emosi dan akan menggunakan kekerasan tetapi sejak bertemu Xiao Lan ia sudah bisa sedikit mengendalikan dirinya agar tidak mudah tersulut emosi. Tetapi yang pasti ia akan mengucapkan sesuatu bernada kesal jika sedang menahan emosinya.


Xiao Lan tidak menjawab. Ia terus berjalan tanpa menghiraukan pangeran Xian yang menggerutu di belakangnya.


Setelah berjalan cukup jauh Xiao Lan masuk ke dalam kediaman jasmine. Pangeran Xian kemudian ikut masuk ke dalam sana.


"Kenapa kediamanmu jauh sekali dari aula depan?" tanya pangeran Xian,


"Karena aku menginginkannya" ucap Xiao Lan sambil tersenyum,


"Xiao Lan" panggil pangeran Xian pelan,


Xiao Lan memutar kepalanya untuk bisa menatap pangeran Xian.


"Apakah benar pemikiranku selama ini jika kau diasingkan dan dikucilkan oleh keluargamu?" tanyanya lirih,


"Tanpa aku menjawab kau pasti sudah tau jawabannya" ucap Xiao Lan memalingkan wajahnya,


Pangeran Xian lalu memeluk Xiao Lan erat.


"Kau adalah gadis paling kuat yang pernah aku temui Lanlan" ucap pangeran Xian,


"Aku sangat kagum padamu" lanjutnya.


Xiao Lan masih diam ia menerima pelukan pangeran Xian tapi ia belum juga membalasnya.


Pangeran Xian kemudian melepaskan pelukannya ia menatap mata jernih yang dimiliki Xiao Lan.

__ADS_1


"Jika kau mengalami segala kesulitan panggilah aku, kau tidak perlu menghadapi semuanya sendirian. Ingatlah kekaisaran Li selalu menerimamu jika kau ingin selamanya berada disana" ucap pangeran Xian lembut.


Xiao Lan masih diam menatap manik mata pangeran Xian. Ia bingung harus membalas apa karena ia sudah memiliki Gold Tiger yang pastinya menunggu sang reine kembali di sisi lain kekaisaran Li juga selalu menunggu putri pertama mereka untuk kembali.


Xiao Lan mendesah berat. Ia memalingkan wajahnya. Dua keluarga yang sangat baik kepadanya selalu akan menunggunya.


"Terimakasih gege" ucapnya kemudian berlalu begitu saja.


Pangeran Xian membiarkan Xiao Lan pergi. Ia kemudian juga kembali ke kediaman yang dikhususkan untuk kekaisaran Li.


Saat makan malam semua orang hadir di ruang makan tak terkecuali Xiao Lan. Ia sangat terpaksa mengikuti kemauan kaisar Xiao karena kaisar Xiao sendiri yang memohon kepadanya.


Dengan kesal ia melangkahkan kakinya menuju ruang makan. Xiao Lan bisa melihat sudah banyak orang yang berada disana ia kemudian mendudukkan badannya di salah satu kursi di dekat kaisar Li.


Kaisar Li sangat senang. Ia menepuk kepala Xiao Lan dengan sayang, tiba-tiba Wang Yu Yan datang dan langsung duduk di samping Xiao Lan tanpa rasa malu.


"Kenapa kau sudah ada disini? Bukankah keluargamu belum ada yang tiba?" bisik Xiao Lan kepada Wang Yu Yan.


"Mereka sangat lama dan aku sudah lapar maka dari itu aku langsung kesini. Kau juga, kaisar Xiao bahkan belum datang tapi kau sudah datang terlebih dulu" ucapnya kepada Xiao Lan.


"Disini sudah ada ayah Li dan kau tau sendiri kediamanku sangat jauh dari sini" balas Xiao Lan.


"Kaisar Xiao dan permaisuri Juan telah tiba" teriak kasim dari luar.


Semua orang lalu berdiri dan memberikan hormat kepada mereka berdua tetapi tidak untuk Xiao Lan dan Wang Yu Yan. Wang Yu Yan sedang memakan dimsum dan Xiao Lan sedang melihat Wang Yu Yan yang sedang memakan dimsum itu.


Kaisar Xiao dan permaisuri Juan kemudian duduk bersebelahan.


"Kerbau jika diberi makanan di hadapannya akan langsung memakannya tanpa dipersilahkan terlebih dahulu" sindir permaisuri Juan kepada Wang Yu Yan yang sedang memakan dimsum itu.


Wang Yu Yan masih mengunyah dimsumnya ia kemudian menelannya agar masuk ke dalam lambungnya.


"Siapa juga orang bodoh yang akan mempersilahkan kerbau untuk makan. Sudah jelas jika ada makanan di hadapannya maka makanan itu harus segera dimakan. Apa ada yang mau kerbaunya mati karena menunggu tuannya mempersilahkannya makan?" balas Wang Yu Yan.


"Lagipula sebagai tuan kerbau yang baik seharusnya dia datang lebih awal untuk memperhatikan kerbaunya yang sedang kelaparan bukan malah datang saat hari sudah mulai petang" imbuhnya.


Permaisuri Juan lagi-lagi dibuat terdiam oleh perkataan Wang Yu Yan. Ia kalah telak dari Yu Yan karena seharusnya memang mereka yang datang paling awal dan memperhatikan para tamunya.

__ADS_1


Xiao Lan menahan tawanya. Sebisa mungkin ia harus bersikap cool di hadapan orang-orang dari kekaisaran lain.


"Orang zaman dulu jika menyindir satu sama lain memang berbeda tidak sepertiku yang akan langsung mengungkapkan kekesalanku pada orang itu" batin Xiao Lan.


Sedangkan kaisar Wang dan permaisuri Fen hanya diam. Mereka sudah mengetahui jika Wang Yu Yan bisa menyelesaikan masalahnya sendiri toh kelakuan Wang Yu Yan memang seperti itu. Sudah berbagai cara dilakukan mereka berdua agar Wang Yu Yan mau berubah seperti putri kekaisaran lain tapi ia tetap seperti ini jadi mereka membiarkannya karena menurut mereka Yu Yan menjadi sangat spesial dan berbeda dari yang lain.


Pangeran Zhan tersenyum puas karena Yu Yan berhasil membungkam permaisuri Juan untuk kedua kalinya. Ia sangat muak dengan segala suara yang dikeluarkan oleh permaisuri itu.


Putri Xiao Xi menahan marah dan malu. Sudah berkali-kali ia dan ibunya dipermalukan oleh Wang Yu Yan dan Xiao Lan. Ia menatap kedua orang itu dengan tatapan nyalang.


"Maafkan keterlambatan Zhen dan permaisuri Juan. Sekarang mari kita lanjutkan acara makan ini" ucap kaisar Xiao.


Semua orang lalu mengambil makanannya masing-masing. Para putri, para selir dan para permaisuri makan dengan anggun dan hanya mengambil sedikit makanan. Para pangeran dan kaisar makan dengan santai tetapi tetap terlihat tegas dan mengambil makanan secukupnya. Sedangkan khusus Xiao Lan dan putri Yu Yan mereka makan dengan urakan dan mengambil dalam porsi yang besar.


Selesai makan malam semua orang kembali ke kediaman yang telah disediakan kepada mereka.


"Xiao Lan aku ingin menginap di kediamanmu" ucap Yu Yan.


"Kenapa? Kediamanku sangatlah kecil apa kau mau tidur di tempat yang sempit?" tanya Xiao Lan.


"Tidak masalah, aku hanya ingin tidur di tempatmu" ucap Yu Yan lagi.


"Baiklah" ucap Xiao Lan mengiyakan permintaan Wang Yu Yan.


Wang Yu Yan kemudian meminta izin kepada keluarganya jika ia ingin menginap di tempat Xiao Lan dan keluarganya mengizinkannya.


"Kenapa kau ingin tidur di kediamanku?" tanya Xiao Lan saat mereka sedang berjalan ke arah belakang istana.


"Aku ingin bertanya banyak hal kepadamu" ucap Wang Yu Yan sambil tersenyum misterius.


••••


JANGAN LUPA VOTE KOMEN RATE DAN LIKE


minggu depan author ada uts jadi maaf kalau author gak bisa update banyak, mungkin author bakal update dua hari sekali atau tergantung sikon buat minggu depan.


TERIMAKASIH

__ADS_1


chiccacaaa


__ADS_2