PUTRI BERHARGA

PUTRI BERHARGA
LIMA PULUH DUA


__ADS_3

"Ohh, jadi kau sudah melihat hasilnya?" putri Xiao Xi dan permaisuri menahan tawanya,


•••


FLASHBACK ON


"Kau cepatlah temui dia, aku sangat geram dengan anak itu" bisik permaisuri Juan kepada anaknya,


"Baik ibu aku juga ingin dia segera lenyap" balas Xiao Xi,


"Ingatkan dia jangan melakukan hal apapun kepada tubuhnya, biarkan saja dia memakan racun agar kita tidak ketahuan" peringat permaisuri Juan,


"Baik ibu"


Setelah itu Xiao Xi segera menemui pria yang dimaksud oleh ibunya,


"Lakukan tugasmu, racuni dia dan mainkan dengan bersih" ucap Xiao Xi kepada orang tadi,


"Aku sudah pernah mengatakan jangan membunuhnya dulu" ucap pria yang diajak bicara Xiao Xi,


"Jangan bilang kau mencintainya!" pekik Xiao Xi tidak terima,


"Bukan aku hanya mencintaimu saja seumur hidupku, mendekatlah kesini sayangku" ucapnya tersenyum menggoda,


Dengan kesal putri Xiao Xi mendekatkan telinganya ke bibir si pria tadi kemudian ia membisikkan sesuatu yang membuat wajah Xiao Xi berbinar bahagia.


Ternyata ia masih saja membicarakan jika mereka harus membuat wajah Xiao Lan rusak terlebih dulu dengan menggunakan racun yang dibuat menyerupai krim apalagi saat ini mendekati ulang tahun kaisar, Xiao Xi dan permaisuri bisa mempermalukannya nanti saat acara itu setelah itu mereka bisa dengan mudah membunuh Xiao Lan dan mengatakan kalau ia terkena depresi berat karena wajah cantiknya berubah menjadi buruk rupa kembali.


"Benar juga katamu, apakah kau sudah memilikinya?" tanya Xiao Xi penuh semangat,


"Aku bahkan sudah mengantonginya" ucap pria tadi tersenyum,


"Tapi kau harus berpura-pura meminta maaf dan memperlakukannya dengan baik terlebih dahulu agar ia bisa memakai krim ini" imbuh pria tadi,


"Dimana benda itu? Aku ingin sekarang" ucap Xiao Xi tidak sabar,


"Kau harus membayarku dulu" ucapnya kemudian tersenyum nakal,


FLASHBACK OFF


Xiao Lan masih diam menatap mereka,


"Apakah kepura-puraanku sudah sangat baik Xiao Lan sampai kau begitu percaya kepadaku hahaha" ucap putri Xiao Xi sambil tertawa,


"Aku sudah mengetahui sifatmu, kau pasti akan cepat pergi setelah aku memberi sesuatu padamu maka dari itu aku berani mengoleskan krim itu ke wajahku dan setelah kau masuk aku langsung membasuh wajahku ini agar krim nya tidak meresap ke wajahku" ucapnya,

__ADS_1


"Memang tidak ada yang berubah darimu, kau hanya berani namun masih bodoh" timpal permaisuri Juan,


"Kau yang mengatakan jika aku menjadi pemberani tapi bodoh kan?" tanyanya sambil mengeluarkan smirknya,


Xiao Lan mulai mengeluarkan belati kecil dari balik hanfunya dan mendekat kepada mereka berdua. Ia menodongkan belati itu di depan wajahnya.


Permaisuri Juan dan Xiao Xi mulai panik. Mereka tak mengira Xiao Lan akan seberani ini semakin lama langkah kaki Xiao Lan semakin mendekat.


"Apa yang kau lakukan bodoh!" sentak permaisuri Juan,


"Menjadi pemberani dan melakukan kebodohan" ucapnya masih mendekat ke arah mereka berdua.


Lama kelamaan orang yang dalam posisi duduk tadi menjadi berdiri. Saking takutnya dengan tatapan mengerikan Xiao Lan mereka sampai tidak melawannya.


"Berhenti!" ucap putri Xiao Xi,


Tapi Xiao Lan sama sekali tidak menggubrisnya, ia malah semakin mendekat ke arah mereka berdua. Tatapan ketakutan itulah yang Xiao Lan ingin lihat. Kemudian ia melemparkan sesuatu yang berada di genggamannya ke wajah permaisuri dan Xiao Xi.


"Aaaa" teriak mereka serempak,


Ternyata yang dilemparkan Xiao Lan ke wajah mereka adalah kaki seribu dan cicak. Mereka kemudian lari keluar dari kediaman putri Xiao Xi. Banyak pelayan heran kenapa dua orang tadi berlarian seperti orang gila.


Xiao Lan bergegas kembali ke kediamannya tak lupa menyeret pangeran Zhan yang masih bersembunyi di balik pohon.


"Besok adalah hari penting, aku tidak mau seluruh kekaisaran berkabung untuk mereka gege" ucap Xiao Lan,


"Aku sama sekali tidak mengetahui jalan pikiranmu Lan'er" ucap pangeran Zhan kemudian pergi begitu saja,


"Dia kesal seperti para readers" gumam Xiao Lan kemudian menghembuskan nafasnya kasar,


____


Beberapa kaisar dan keluarganya sudah datang malam ini salah satunya adalah kekaisaran Wang.


"Ayah dimana Xiao Lan, aku ingin segera bertemu dengannya" ucap putri dari kekaisaran Wang,


"Ayah juga tidak tau dimana letak kediamannya, mungkin kau bisa menanyakannya pada salah satu pangeran disini" ucap kaisar Wang lembut,


Putri Wang Yu Yan atau lebih sering dipanggil Putri Yu Yan segera meninggalkan ayahnya dan mencari pangeran di istana itu. Kebetulan sekali ia bertemu dengan putra mahkota kekaisaran Xiao.


"Apa kau putra mahkota Xiao Gui?" tanyanya gembira,


Putra mahkota Gui mengernyitkan dahinya, bagaimana bisa anak ini tidak mengucapkan salam ketika bertemu orang lain malah langsung menanyakan keinginannya,


"Iya" jawabnya,

__ADS_1


"Aku ingin bertemu putri Xiao Lan apa kau bisa mengantarkanku ke kediamannya?" tanyanya lagi, putra mahkota hanya menatap orang itu,


Putri Yu Yan tersadar, ia menepuk dahinya pelan,


"Namaku Wang Yu Yan kau bisa memanggilku putri Yu Yan" ucapnya memperkenalkan diri,


"Biar kuantar kau ke kediaman Xiao Lan" ucap putra mahkota kemudian berjalan diikuti putri Yu Yan di belakangnya.


"Apakah masih jauh" tanya putri Yu Yan,


"Hmm" putra mahkota hanya menjawab demikian,


Setelah mereka berjalan lagi putri Yu Yan masih bertanya,


"Apakah masih jauh?"


"Hmm"


Pertanyaan dan jawaban itu terus berulang di antara mereka berdua.


"Kediaman Xiao Lan jauh sekali" ucap putri Yu Yan lesu,


"Kediman disana adalah kediamannya" ucap putra mahkota menunjuk ke arah kediaman Xiao Lan,


Mata putri Yu Yan berbinar,


"Astaga ini indah sekali. Ini adalah bagian terindah dari istana ini" ucapnya kemudian lari menuju kediaman Xiao Lan itu,


Putra mahkota hanya menggelengkan kepalanya. Putri Yu Yan terlalu polos, jika orang lain yang mengetahui kediaman Xiao Lan maka mereka akan langsung menyimpulkan kebenaran jika Xiao Lan dikucilkan oleh keluarganya sendiri sedangkan putri Yu Yan ia hanya fokus pada keindahan yang dimiliki oleh kediaman Xiao Lan.


Dengan langkah gembira putri Yu Yan segera menghampiri kediaman yang mencuri perhatiannya itu. Ia melihat berbagai bunga yang tertanam di dalam guci juga di sekitar halaman kediaman Jasmine serta juga ada beberapa ikan yang hidup di dalam guci yang membuat tempat ini semakin indah dipandang.


"Putri Xiao Lan mendapat ide seperti ini darimana ya. Ini benar-benar indah!" ucapnya sedikit berteriak,


Ia juga mengendus dan mencium berbagai bunga yang berada disana. Baunya yang sangat harum dan banyak kupu-kupu yang bertebaran di halaman itu semakin menyenangkan hatinya. Ia bahkan lupa tujuannya berkunjung kemari adalah untuk menemui Xiao Lan bukan untuk menikmati keindahan yang ada di hadapannya ini,


"Siapa kau?" tanya seseorang dari arah belakangnya,


•••


JANGAN LUPA VOTE KOMEN RATE DAN LIKE


TERIMAKASIH


chiccacaaa

__ADS_1


__ADS_2