PUTRI BERHARGA

PUTRI BERHARGA
TIGA PULUH SATU


__ADS_3

"Alasan yang kubuat kemarin agar kau kembali merenungi kesalahanmu dan bukan maksudku mengungkit aku harap kau bisa lebih baik dari sebelumnya" imbuhnya,


"Juga.."


•••


"Juga kau sangat pandai memilih penggantimu aku sangat puas dia bisa menjawab semua pertanyaanku dengan tenang walau terdengar suaranya sedikit bergetar"


"Sekali lagi kinerjamu sangat memuaskan, Ho" ucap Xiao Lan tersenyum,


"Terimakasih reine"


"Ternyata seperti ini keadaan kekaisaran Xiao, lumayan juga"


Hari ini Xiao Lan sedang mengunjungi tempat kelahiran raganya karena memang ia belum pernah berkunjung kesana selama berada di zaman kuno.


"Tapi tetap saja masih bagus kekaisaran Li" gumamnya,


Langkah kakinya terhenti di sebuah kedai penjual aksesoris,


"Ayo nona beli daganganku lihat ini ada tusukan rambut yang cocok untukmu"


Penjual itu lantas memberikan tusukan rambut yang berbentuk bunga di ujungnya serta warnanya yang gradasi antara biru muda dan pink sedikit menarik perhatian Xiao Lan,


"Berapa ini harganya bibi?" tanya Xiao Lan,


"Hanya satu perunggu nona" jawab pedagang tadi,


Xiao Lan mengeluarkan satu koin emas dan memberikannya kepada penjual tadi,


"Ini terlalu banyak nona, saya tidak memiliki kembaliannya" ucap pedagang tadi,


"Ahh, tidak ada kembaliannya ya. Yasudah kembaliannya buat bibi saja"


"Tapi ini terlalu banyak nona" ucap pedagang tadi hendak mengembalikan uang Xiao Lan,


"Tidak apa-apa, aku ingin kembaliannya kau hiduplah dengan bahagia dan juga tolonglah orang di sekitarmu" ucap Xiao Lan tersenyum dibalik cadarnya,


"T-terimakasih nona" ucap pedagang tadi dan Xiao Lan hanya mengangguk,


Karena merasa lapar ia berkunjung ke salah satu kedai yang berada disana. Ia disambut dengan baik lalu diantarkan oleh salah satu pelayan ke lantai dua.


Lantai satu ditempati oleh kalangan rakyat biasa sedangkan lantai dua ditempati oleh orang-orang kaya dan para bangsawan.


Saat ia tiba disana banyak sekali bisik-bisik yang bisa ia dengar seperti contohnya,

__ADS_1


"Siapa gadis itu aku belum pernah melihat perawakannya"


"Dia orang kaya atau bangsawan"


Dan masih banyak yang lainnya namun tidak dihiraukan Xiao Lan,


"Nona mau pesan apa?"


"Pesankan makanan yang terenak saja"


"Baiklah hamba permisi"


Saat menunggu pesanannya tiba ia kembali mendengar bisik-bisik orang-orang di sekitarnya yang membicarakan tentang keadaan putri kedua kekaisaran Xiao, siapa lagi kalau bukan Xiao Lan sendiri,


"Aku dengar putri kedua mengalami penyakit yang sangat parah" ucap seorang wanita,


"Benar bukannya sudah dua tahun ini dia tidak pernah keluar istana bahkan keluar dari haremnya saja tidak pernah" ujar seseorang yang lainnya,


Tiba-tiba ada seseorang yang menimpali perkataan mereka,


"Sebentar lagi tidak akan ada putri kedua di kekaisaran Xiao, kondisinya sudah sangat parah"


"Kakak Xi" gumam Xiao Lan tanpa sadar,


"Putri pertama, maaf kami tidak bermaksud" ucap orang yang berbicara mengenai Xiao Lan tadi,


"Benarkah?" tanya orang itu lagi,


"Ya, bahkan tabib Bao pun meninggal karena mengobatinya sudah tidak ada harapan lagi" ia berucap tidak ada nada kesedihan di dalamnya, nada bicaranya malah terkesan senang,


"Tabib Bao? Tabib muda yang tampan itu?"


"Iya"


Xiao Lan mengepalkan tangannya, ia menahan emosi yang menjalar di dalam hatinya tak lama kemudian makanannya datang. Ia memakannya dengan lahap dan sangat tidak anggun. Bisik-bisik pun kembali terdengar,


"Lihat wanita itu bagaimana seorang wanita makan dengan cara seperti itu"


"Itu seperti cara makan seorang pria"


Xiao Lan menyadari ada pergerakan yang menghampiri dirinya tapi ia tetap diam lalu,


BRAKK


Orang yang tak lain adalah Xiao Xi itu menggebrak meja Xiao Lan tetapi ia tetap melanjutkan makannya,

__ADS_1


"Lancang sekali kau!" ucap Xiao Xi,


"Memang apa yang aku lakukan?" tanyanya mengerutkan alisnya,


"Aku datang ke mejamu tapi kau mengabaikanku, apakah kau tau aku siapa?" tanyanya angkuh,


"Tidak" ucap Xiao Lan cuek sambil meneruskan makannya,


Xiao Xi kembali murka ia menatap Xiao Lan penuh dendam,


"Aku adalah putri pertama kekaisaran Xiao" ucapnya masih dengan angkuh dan sedikit membusungkan dadanya,


"Oh" hanya itu tanggapan Xiao Lan lagipula ia harus apa jika dirinya saja putri pertama kekaisaran Li apa yang harus ditakutkan dari kekaisaran Xiao,


BRAKK


Xiao Xi kembali memukul meja itu, Xiao Lan yang mulai kesal acara makannya terganggu segera berdiri,


"Apa maumu? Dari tadi kau menggebrak mejaku" tanyanya dingin, Xiao Xi merasa ada tekanan di sekitarnya tapi ia tak menggubrisnya ia tetap bersikap angkuh,


"Terserah padaku, memangnya mau apa kau? Bagaimana bisa seorang wanita makan seperti dirimu?" tanyanya asal karena ia juga bingung kenapa ia bersikap seperti itu hanya saja orang ini mengingatkannya pada orang yang paling dibencinya, Xiao Lan.


"Bisa, buktinya aku bisa makan seperti itu" sebelum mereka berdua tambah bertengkar datanglah sekelompok pangeran dari berbagai kekaisaran salah satunya dari kekaisaran Li tapi pangeran kekaisaran Wang sedang tidak ikut pada saat itu,


Xiao Xi langsung bersikap sok manis di hadapan para pangeran itu walaupun ia sudah memiliki kekasih tetapi ia masih ingin menggoda para pangeran apalagi pangeran dari kedua kekaisaran terkuat,


Karena pangeran kekaisaran Wang tidak ada jadilah ia mendekati pangeran Xian dari kekaisaran Li,


"Hormat hamba pangeran" ucapannya dibuat semanis mungkin tetapi target utamanya malah tidak menanggapi, ia kemudian memberi senyuman menggoda pada pangeran Xian tapi tetap saja tidak digubris,


Semua itu tidak luput dari pandangan Xiao Lan,


"Oh jadi kau menyukai gegeku" ia tersenyum sinis lalu menghampiri mereka semua.


"Hai" sapanya,


"Kau, mau apa kau kesini hah?" bentak Xiao Xi,


"Aku..."


•••


JANGAN LUPA VOTE KOMEN RATE DAN LIKE


TERIMAKASIH

__ADS_1


chiccacaaa


__ADS_2