PUTRI BERHARGA

PUTRI BERHARGA
SERATUS SEMBILAN BELAS (S2)


__ADS_3

Sebuah tamparan dilayangkan ayah Xuan Lan ke pipi milik Xiu Juan.


"Jaga ucapanmu!" bentaknya kemudian ia keluar dari meja makan dan menuju ke kamar miliknya, ia sudah tidak nafsu makan.


•••


Xuan Lan merasa tubuhnya sudah kembali bernergi seperti semula. Ia kemudian menyiapkan dirinya untuk pergi ke cafe langganannya. Ia sangat rindu dengan menu-menu yang ada di cafe itu rasanya sudah bertahun-tahun ia tidak kesana karena ia menggunakan patokan zaman kuno padahal di kehidupan aslinya ia koma selama enam bulan.


Saat melewati ruang keluarga ia melihat Xuan Xi, ibu tirinya dan ayahnya sedang berada disana. Ayahnya yang sibuk membaca koran, ibu tirinya yang sibuk menonton televisi dan Xuan Xi yang sedang memainkan ponselnya tetapi ia tak peduli. Ia kemudian melewati mereka begitu saja. Ayahnya yang sadar ada seseorang yang berjalan keluar kemudian memanggilnya.


"Xuan Lan" panggil ayahnya.


Xuan Lan menghentikan langkah ia kemudian membalikkan tubuhnya serta satu alisnya yang diangkat.


"Kau mau kemana?" tanya ayahnya.


"Pergi" ucap Xuan Lan datar.


"Kondisimu masih belum pulih sebaiknya jika ingin pergi biar diantar sopir" ucap ayah Xuan Lan.


"Tidak perlu" ucap Xuan Lan kemudian pergi berlalu begitu saja dari hadapan ayahnya.


Ayah Xuan Lan menghela nafasnya kasar. Semakin hari Xuan Lan semakin jauh dari gapaiannya juga ia menjadi gadis yang sangat dingin padahal ia dulu adalah seorang gadis yang ceria.


Sesampainya di cafe, Xuan Lan langsung mendudukkan dirinya di kursi paling pojok dan dekat dengan kaca agar ia bisa melihat kendaraan berlalu lalang.


"Selamat datang, mau pesan apa?" tanya seorang waiters kepada Xuan Lan.


Xuan Lan melihat ke arah waiters itu seketika si waiters berteriak kegirangan.


"Xuan Lan!" teriaknya senang.


"Sst, bisakah kau tidak berteriak? Lihatlah semua orang melihat ke arahmu" ucap Xuan Lan ketus.


"Kau sudah lama sekali tidak kemari. Kau itu kemana saja?" tanyanya gemas.


"Aku koma" ucap Xuan Lan santai.


"Ko-koma? Bagaimana bisa?" tanyanya bingung.


"Kau tidak perlu tau. Sekarang aku ingin menu favoritku cepat sana siapkan" ucap Xuan Lan mengusir waiters itu. Dengan wajah ditekuk waiters itu kembali ke tempatnya. Ia sebenarnya ingin mengetahui kemana saja Xuan Lan selama ini namun hanya jawaban mengejutkan yang ia dapatkan.

__ADS_1


Xuan Lan memang terlalu sering menghabiskan waktu di cafe ini sehingga semua pegawai disana mengetahuinya bahkan ada beberapa yang sudah menjadi temannya. Ia biasanya akan pulang pukul 6 sore karena di saat itu ayahnya juga sudah pulang dari kantor. Ia pulang larut sengaja untuk menghindari pertengkaran antara dirinya dengan Xuan Xi beserta ibunya.


"Permisi, ini pesanan anda" ucap seorang pelayan yang mengantarkan makanan kepada Xuan Lan.


"Terimakasih" ucap Xuan Lan yang dibalas senyuman oleh pelayan itu.


Xuan Lan kemudian memakan makanannya dengan lahap. Karena terlalu fokus dengan makanan favoritnya ia sampai tak sadar jika ada seseorang yang sudah duduk di hadapannya.


"Hai" sapa orang itu.


Xuan Lan melirik kepada orang itu sambil memasukkan makanan ke mulutnya. Ia terlihat biasa saja saat melihat orang itu bahkan ia melanjutkan acara makannya.


"Xuan Lan" panggil pria itu.


"Diamlah aku sedang makan" ucap Xuan Lan ketus.


Pria tadi hanya menghela nafasnya. Ia kemudian memesan makanan untuk mengisi perutnya. Saat makanannya tiba, Xuan Lan tiba-tiba beranjak dari duduknya. Ia pergi ke kasir untuk membayar makanan miliknya. Pria tadi tak tinggal diam, ia kemudian mengejar Xuan Lan yang sudah keluar dari cafe.


"Xuan Lan tunggu" ucap pria itu sambil mencekal tangan Xuan Lan saat mereka tiba di sebuah taman.


"Lepaskan!" ucap Xuan Lan sambil mencoba melepaskan genggaman tangan pria itu.


"Sudahlah Jackson lagipula tidak ada apapun di antara kita. Kau bebas melakukan apapun" ucap Xuan Lan.


"Xuan Lan aku mencintaimu dan kau juga mencintaiku mana mungkin kau bisa mengatakan tidak ada apapun di antara kita?" tanya Jackson dengan dahi yang mengerut.


"A real man won't having sex with his crush's sister" ucap Xuan Lan sambil menatap mata Jackson tajam.


Jackson merasa sedikit terintimidasi dengan tatapan Xuan Lan tetapi ia mencoba menggenggam jemari Xuan Lan lagi.


"I'm sorry. Aku sudah bilang jika aku hanya dijebak kakakmu" ucap Jackson.


"Dijebak bagaimana hm?" tanya Xuan Lan menantang.


"I-itu" ucap Jackson tergugu.


"Sudahlah, aku sudah mengatakan jika kita tidak memiliki hubungan apapun jadi aku mohon jangan pernah menggangguku lagi" ucap Xuan Lan namun tangannya masih digenggam oleh Jackson.


"Jackson, aku mohon lepaskan aku"


"Tidak akan" ucap Jackson.

__ADS_1


"Mohon lepaskan tanganmu dari gadisku" ucap seseorang dengan suara dinginnya.


Jackson dan Xuan Lan langsung menatap ke arah orang itu.


"Zhao" gumam Xuan Lan.


Karena Jackson tak kunjung melepaskan tangannya, Zhao dengan paksa melepaskan tangan Jackson dari tangan Xuan Lan.


"Apa maksudmu?" tanya Jackson dengan nada tinggi.


Zhao hanya menatap Jackson dengan tatapan elangnya. Ia kemudian beralih menatap Xuan Lan lalu melabuhkan bibirnya di bibir kecil milik Xuan Lan. Mata Jackson dan Xuan Lan membulat sempurna saat melihat aksi Zhao.


"Apa yang kau lakukan bodoh!" teriak Jackson. Tangannya sudah mengepal sempurna dan siap untuk melayang ke rahang tegas milik Zhao.


"Aku sudah mengatakan jika dia adalah gadisku buktinya saat aku menciumnya ia hanya diam dan tidak melawan bukan seperti saat ia bersamamu, ia akan selalu menghindar dan tidak ingin dekat denganmu" ucap Zhao sambil tersenyum sinis kemudian menarik pergelangan tangan Xuan Lan yang masih mematung dan menjauh dari Jackson.


Zhao kemudian mengajak Xuan Lan masuk ke dalam mobilnya tetapi Xuan Lan masih saja terlihat mematung di tempatnya.


"Maaf" ucap Zhao yang menyadarkan lamunan Xuan Lan.


Xuan Lan kemudian menatap Zhao dengan nyalang. Ia memukuli lengan Zhao berkali-kali sampai pria itu mengaduh kesakitan.


"Cukup Xuan Lan" ucap Zhao sambil mengenggam kedua tangan Xuan Lan yang masih memukulinya.


"Kau brengsek! Mengambil kesempatan dalam kesempitan! Bibirku sudah tidak perawan lagi" ucap Xuan Lan sambil menyentuh bibirnya dengan sedih.


Zhao hanya terkekeh melihat aksi Xuan Lan.


"Sini aku kembalikan ciuman pertamamu" ucap Zhao kemudian kembali mengecup bibir Xuan Lan dengan singkat.


Xuan Lan lagi-lagi membulatkan matanya sempurna. Ia tidak menyangka jika Zhao akan menciumnya lagi. Ia kembali memukuli Zhao dengan tangannya.


"Kau gila! Dasar pria mesum" umpat Xuan Lan.


"Kasian sekali suamiku nanti dapat bekas darimu!" ucap Xuan Lan ketus.


"Kalau begitu menikahlah denganku agar suamimu tidak mendapatkan bekasku" ucap Zhao sambil menatap mata Xuan Lan dalam.


•••


jangan lupa vote komen rate dan like

__ADS_1


__ADS_2