
Ada darah yang mengalir di jari orang tadi. Ia menghentikan aksinya yang sudah mengiris bagian kening gadis itu yang sudah sobek kurang lebih satu senti. Ia menjilat darah yang berada di tangannya dengan senyum yang mengembang dan mata yang terpejam seperti sedang menikmati sesuatu yang sangat lezat.
BRAKK
"Maaf kami terlambat ketua"
•••
Orang yang dipanggil ketua tadi membalikkan tubuhnya. Di dalam topengnya dahinya mengernyit heran. Lalu siapa yang ia ajak masuk ke dalam tadi?
"Mereka berbohong ketua, mereka adalah penyusup" ucap seorang Tiger.
"Ya, benar" ucap pangeran Zhan.
"Ayo, hajar penipu ini" ucap salah seorang Tiger lagi.
*BUGH
BUGH
BUGH*
Mereka semua pun maju untuk menghajar tujuh orang pria berjubah hitam tadi. Pria berjubah hitam terus saja mengelak, pertarungan tidak bisa dihindarkan.
"Sial, mereka yang berbohong ketua" ucap seseorang berjubah hitam karena ia cukup kewalahan menghadapi Xuan Lan dan anggotanya ditambah lagi para orang berjubah hitam yang ikut menyerang mereka.
Tanpa disadari, topeng seorang Tiger terjatuh dari balik pakaiannya.
"Berhenti" ucap ketua tadi.
Semua orang langsung berhenti saat itu juga.
"Ternyata ada Gold Tiger disini" ucap ketua itu sambil menyeringai di balik topengnya.
"Sial bagaimana dia bisa tau" batin pangeran Zhan yang kemudian melihat topeng seorang Tiger sudah jatuh ke bawah.
"Ternyata kalian ingin bermain dengan kami ya" ucap ketua dengan nada yang mengejek.
"Habisi para G**old Tiger itu" ucap ketua tadi dengan datar.
Orang berjubah merah segera balik menyerang Xuan Lan dan anggotanya. Mereka sangat kewalahan karena jumlah orang yang tidak seimbang. Xuan Lan maju sambil menghabisi para orang berjubah merah itu. Ia kira akan mudah seperti biasanya tetapi mereka memiliki kekuatan yang cukup besar jadi agak memakan waktu agar bisa ditumbangkan.
Xuan Lan dan yang lainnya sangat lelah. Baru seperempat dari mereka yang berhasil mereka lumpuhkan. Dengan terpaksa Xuan Lan mengeluarkan energi terkuatnya dan menghabisi orang-orang itu, sekarang sudah setengah lebih orang yang tumbang karena energi yang dikeluarkan oleh Xuan Lan.
Ketua yang melihat kelompoknya sudah berkurang lebih dari setengah kemudian maju untuk menghabisi orang yang menurutnya sangat kuat itu. Ia menyalurkan energinya ke arah tangan Xuan Lan yang membuat tangan Xuan Lan terpental dan tidak jadi menghabisi orang-orang berjubah merah.
"Lawanmu adalah aku" ucap pria itu dengan sombong.
Xuan Lan hanya menatap pria itu dengan datar. Ia tidak berkomentar apapun. Ketua tadi langsung menyerang Xuan Lan dengan energi yang dimilikinya. Xuan Lan terus menghindar sampai ia berada tak jauh dari gadis yang disekap tadi. Ia mengamati gadis itu sejenak kemudian tatapannya beralih lagi kepada ketua tadi.
"Lord, apakah kau butuh bantuan?" tanya Ran.
"Belum, kau jangan keluar dulu. Keadaan masih sangat berbahaya" ucap Xuan Lan melalui telepatinya.
Ia lalu meyerang balik pria tadi. Namun sialnya pria tadi selalu menghindari serangan Xuan Lan. Xuan Lan kemudian melirik sejenak kepada para anggotanya, mereka terlihat sudah sangat kelelahan menghadapi semua orang disana apalagi orang-orang berjubah hitam sudah ikut menyerang mereka lagi.
Pria tadi mengetahui jika Xuan Lan sedang lengah, ia kemudian menembakkan energinya ke arah Xuan Lan. Xuan Lan yang sadar langsung menghindar, tipis sekali peluangnya agar bisa selamat dari serangan tadi. Jubah luarnya yang hanya terkena angin dari serangan tadi sudah sobek.
"Fokuslah, Xuan Lan" batin Xuan Lan di dalam hatinya.
Ia lalu melompat mendekati orang-orang yang sedang bertarung secara tidak adil itu. Ketua tadi terus menembaki Xuan Lan dengan energinya. Xuan Lan terus menghindar sehingga energi pria tadi mengenai anak buahnya sendiri.
Saat serangan energi itu mengenai anggotanya, ia langsung jatuh dan terkulai kaku. Xuan Lan terus melakukan cara itu, menghindari serangan ketua tadi agar serangannya meleset ke arah anggotanya sendiri.
Ketua yang sadar ia sedang dipermainkan oleh Xuan Lan menjadi murka. Secara tidak langsung ia sudah menghabisi anggotanya sendiri.
"Sial" umpatnya.
Ia kemudian berlari mendekat ke arah Xuan Lan. Tak sengaja ia menarik topeng Xuan Lan saat Xuan Lan akan menghindarinya.
__ADS_1
"Ohh, seorang gadis rupanya" ucap pria tadi sambil tersenyum menyeringai saat melihat sebagian wajah Xuan Lan yang tidak tertutup oleh cadar.
"Pasti darah pendekar akan sangat gurih jika diminum" ucapnya lagi.
"Gurih, memangnya kau menambah micin di dalamnya hah" ucap Xuan Lan kesal, ia lalu melesatkan energinya ke arah ketua tadi.
Ketua yang sedang tidak fokus tidak menghindar dari serangan Xuan Lan, ia bahkan tidak sadar jika Xuan Lan sedang menyerangnya.
"Ah" teriak pria tadi, ia kemudian membuka jubah dan pakaiannya.
Xuan Lan bisa melihat tubuh pria itu, Xuan Lan akui ia memang kekar bahkan ia memiliki roti sobek di perutnya. Bagian yang diserang Xuan Lan tadi perlahan-lahan mulai sembuh dengan sendirinya tetapi bekasnya masih terlihat sangat jelas. Xuan Lan membulatkan matanya, ia tidak percaya jika pria itu mampu menyembuhkan serangan yang ia berikan tanpa menyentuhnya sedikitpun.
"Tidak perlu terkejut seperti itu" ucap pria tadi sambil tersenyum sinis.
"Bagaimana bisa ia menjadi seperti itu" batin Xuan Lan.
Pria tadi semakin maju mendekati Xuan Lan. Xuan Lan mulai memundurkan langkahnya sambil mengeluarkan energinya ke arah pria tadi. Lagi-lagi luka yang berada di tubuhnya bisa langsung sembuh tanpa ia menyentuhnya.
tak
Xuan Lan sudah berada di ujung tembok. Ia tidak bisa bergerak lagi, tenaganya sudah hampir habis. Ketua tadi kemudian mencekal tangan Xuan Lan. Ia kemudian mengikat Xuan Lan di samping gadis yang sudah mereka culik. Pangeran Zhan dan anggota Gold Tiger sudah dilumpuhkan oleh bawahan orang tadi. Mereka juga mengikat pangeran Zhan dan Gold Tiger di tiang yang berada di dekat mereka.
"Kalian mengira diri kalian sudah cukup hebat hah?" ucap ketua tadi dengan sinisnya.
"Kalian hanya hamparan semut bagi kami buktinya kalian bisa kami lumpuhkan dengan mudah. Oh, ya kita tidak perlu bersusah payah untuk mencari gadis yang aku maksudkan tadi karena ia sudah datang kesini sendiri tanpa diminta" ucapnya sambil menyunggingkan senyumnya.
"Apa yang akan kau lakukan brengsek!" umpat pangeran Zhan karena adiknya ingin dijadikan tumbal selanjutnya.
"Tentu saja, aku akan melakukan seperti yang sudah pernah ku lakukan yaitu menumbalkannya dan meminum darahnya agar kami bisa hidup abadi" ucapnya sambil merentangkan kedua tangannya ke samping dan kepalanya menengadah ke atas dengan mata yang terpejam tak lupa senyum yang tidak pernah luntur dari wajahnya.
"Kalian membuat kekacauan dalam ritual kali ini" ucap ketua tadi menggeram saat melihat banyak sekali anggotanya sudah tidak bernyawa.
"Cihh, itu yang kau bilang hidup abadi hah? Kau hanya manusia bodoh yang percaya akan hal-hal seperti itu. Bagaimanapun manusia tetap akan mati" ucap pangeran Zhan sambil tersenyum remeh.
"Beraninya kau!" ucap orang tadi dan ia langsung meghampiri pangeran Zhan dan menampar wajahnya.
"Cuihh" pangeran Zhan meludahi wajah pria tadi.
Sedangkan Xuan Lan, ia masih diam. Ia masih mencari kelemahan orang yang disebut ketua tadi tetapi rasanya sangat sulit, ia seperti tidak menemukan apapun dari pria itu.
"Sekarang kalian bereskan semua ini!" ucap pria tadi kemudian orang-orang berjubah merah membersihkan seluruh jasad teman-teman mereka.
Ketua tadi kemudian duduk disebuah kursi. Ia menaikkan dagunya tinggi tanda ia adalah penguasa disini dan menatap lurus pada orang-orang berjubah merah yang sedang melakukan tugasnya.
"Sudah selesai, ketua" ucap seorang berjubah merah.
Ketua tadi tidak menjawab, ia lalu berdiri dari kursinya.
"Kita lanjutkan ritual yang tertunda" ucapnya datar kemudian semua kembali ke posisinya.
Mulut ketua tadi kembali komat kamit membaca mantra. Ia kemudian melakukan hal yang sama seperti tadi, ia mengambil pisau dan mengarahkan pisau itu ke kening si gadis.
Tiba-tiba ada yang membuka pintu dengan paksa.
BRAKK
"Apakah kami datang terlalu lama?" tanya seseorang dari sana yang ternyata adalah Ho.
Mereka bisa mengetahui tempat Xuan Lan dan yang lainnya karena tato harimau yang berada di lengan mereka. Kalian masih ingat kan ucapan Xuan Lan saat mereka dalam keadaan terdesak, mereka bisa memanggil anggota yang lainnya dengan mengirimkan sinyal melalui tato harimau itu dan anggota yang lain akan mengetahui tempat dimana mereka berada.
Xuan Lan dan yang lainnya bernafas lega. Ketua tadi menghentikan aksinya dan membalikkan tubuhnya, ia sangat terkejut dikala anggotanya yang tinggal sedikit tadi sudah terlumpuhkan setengah lagi.
"Apa yang kalian tunggu? Serang mereka" ucapnya memerintah para pengikutnya.
Salah seorang Tiger tidak sengaja melemparkan petasan kecil yang bisa langsung meledak ke arah si ketua, Tiger tadi sebenarnya berniat melemparkan petasan tadi ke arah orang berjubah merah namun yang membuat terkejut adalah pria tadi tiba-tiba mundur ke belakang beberapa langkah. Ia juga menutup kedua telinganya dan semua itu tidak terlepas dari pengamatan Xuan Lan.
Xuan Lan yang daritadi sudah melepas talinya kemudian menolong gadis tadi. Ia melepaskan ikatan gadis itu dan menyuruhnya untuk diam sejenak. Xuan Lan kemudian memberi kode pada salah satu Tiger agar menolong gadis tadi.
Tigers dan pangeran Zhan yang sudah lepas segera membantu Ho dan yang lainnya. Sedangkan gadis tadi sudah dibawa agak jauh dari tempat pertempuran meskipun mereka masih bisa melihat pertarungan itu.
__ADS_1
Xuan Lan kemudian menghadapi pria tadi.
"Bagaimana kejutanku?" tanyanya sambil tersenyum remeh.
"Sialan!" maki pria itu, ia tidak tau jika Xuan Lan dan yang lain berpura-pura kalah agar bisa melanjutkan aksi mereka dengan baik.
Ketua tadi langsung menyerang Xuan Lan dengan membabi buta. Ia mengarahkan seluruh energinya ke arah Xuan Lan. Xuan Lan dengan sigap menghindar dan mengambil beberapa petasan dari para Tigers.
Kini saatnya Xuan Lan yang menyerang. Ia melemparkan banyak sekali petasan ke arah pria yang sedang menyerangnya. Pria tadi mendadak berhenti menyerang Xuan Lan dan berjalan mundur sambil kedua tangannya ia taruh di telinganya.
"Suara apa ini" teriaknya.
Ketua tadi menutup telinganya kuat-kuat sampai ia menekuk daun telinganya agar bisa menutupi lubang telinganya. Mata Xuan Lan sangat jeli, ia bisa melihat tanda seperti tato yang berada disana. Ia lalu kembali melemparkan petasan tadi ke arah tato yang ia lihat di telinga pria itu.
"Ahh, apa yang kau lakukan" ucap pria tadi sambil mengerang kesakitan.
"Jadi disitu kelemahannya" batin Xuan Lan.
Ia lalu menyerang telinga pria tadi menggunakan energinya.
"aah!" teriak pria tadi lagi.
Tanpa basa-basi Xuan Lan kemudian merusak semacam tato yang ada di telinga pria tadi menggunakan energinya dan pria itu langsung jatuh ke tanah seketika dengan mata yang membulat sempurna.
Orang-orang berjubah merah dan hitam tadi juga langsung menumbangkan tubuhnya tatkala pria yang mereka sebut sebagai ketua tadi terjatuh.
"S-siapa k-kau" ucap pria tadi terbata.
Xuan Lan menyunggingkan senyum angkuhnya.
"Akulah sang reine yang dibicarakan semua orang" nadanya yang terkesan datar dan dingin semakin membuktikan bahwa ia memanglah reine yang dicari oleh seluruh orang di daratan ini.
"Ayo keluar" ucap Xuan Lan kepada mereka semua.
"K-a-u b-bo-doh" ucap ketua tadi terbata.
Xuan Lan membalik badannya dan tersenyum remeh pada pria tadi.
"Terserah kau mau mengataiku apa" ucapnya lalu memakai topengnya dan gerakan itu diikuti oleh semua Tigers termasuk pangeran Zhan.
Xuan Lan lalu menjatuhkan obor di lantai ruangan ini. Pria tadi masih sempatnya berbicara.
"K-kau k-i-ra h-h-any-a d-de-nga-n ob-or k-kau b-bisa mem-bakar g-gub-uk i-ni" ucapnya sambil mengeluarkan senyum mengejeknya.
"Aku sudah tau tentang itu semua, kau tinggal melihat yang akan terjadi selanjutnya" ucap Xuan Lan. Lalu salah seorang Tiger melemparkan obor lagi ke arah samping ketua tadi. dan
BOOM
Api langsung berkobar disana, obor yang sudah dilemparkan oleh Xuan Lan tadi juga sudah mulai menjalar ke tempat yang lain. Sebelumnya, Tiger yang menolong gadis yang diculik tadi sudah menuangkan minyak di seluruh ruangan tadi agar markas atau tempt pemujaan mereka bisa dibakar karena disini menggunakan semen maka akan sulit jika hanya membakarnya menggunakan api.
Xuan Lan dan yang lainnya memilih menunggu agar api menyebar ke seluruh markas itu sampai pada gubuk tua yang mereka gunakan untuk menutupi markas mereka yang asli. Mereka juga memastikan tidak ada celah untuk mereka semua keluar dari sana.
Setelah tercium aroma daging panggang tetapi baunya sudah seperti gosong, mereka lalu kembali ke kekaisaran Zhong.
Mereka langsung menuju istana dan membawa gadis yang diculik tadi kesana. Tabib Bao lalu mengobati kening gadis tadi menggunakan berbagai herbal tak lupa ia juga mengoleskan beberapa herbal di bagian-bagian yang terlihat lebam di tubuh gadis itu.
Setelah menunggu, orang tua gadis itu datang. Mereka menangis haru karena mereka masih bisa bertemu dengan anak mereka meskipun kondisi anak mereka yang dipenuhi dengan lebam ditubuhnya.
"Sudah, anak kalian masih perlu beristirahat" ucap tabib Bao kepada mereka berdua.
Kaisar Zhong sangat berterimakasih kepada Gold Tiger. Bahkan Gold Tiger diminta menginap satu hari oleh kaisar Zhong tetapi mereka menolaknya karena kamar yang mereka miliki lebih nyaman dari apapun yang ada di dunia ini hehehe.
Di jalan saat mereka akan kembali, para rakyat tak henti-hentinya mendoakan keselamatan dan berterimakasih kepada para Gold Tiger. Mereka sangat bersyukur karena organisasi pemuja iblis itu sudah musnah dan tidak akan ada lagi penculikan para gadis yanh meresahkan mereka akhir-akhir ini.
Gold Tiger lalu kembali ke markasnya dengan melewati jalur yang sama dengan jalur yang mereka lewati tadi.
•••
diupdate **jam 18:18
__ADS_1
agak bingung juga buat part yang ini hehehe.
jangan lupa vote komen rate dan like, thanks**.