
Secara tak sadar, Zhao menjauhkan pedangnya dari leher pangeran Gui. Ia kemudian menatap gadis di hadapannya lekat-lekat, gadis yang dicintainya sedang memandangnya dengan sendu juga tatapan kecewa yang ditujukan untuknya.
•••
#Zhao side
Zhao POV.
Namaku adalah Moon Zhao Yang. Apakah kalian terkejut saat mengetahui namaku? Kalian pasti mengira jika kekaisaran Moon sudah musnah bahkan penerusnya juga sudah mati tetapi kalian semua salah, buktinya aku masih hidup. Ibuku bercerita jika kami dulu berasal dari kekaisaran besar bahkan kekaisaran terkuat di muka bumi namun semua itu hancur hanya dalam semalam karena penyerangan mendadak yang dilakukan oleh lima kekaisaran. Ibu juga tidak mengetahui kenapa lima kekaisaran menyerang kekaisaran Moon.
Saat itu, ibuku masih mengandungku mungkin usia kandungannya sekitar tiga atau empat bulan jadi perutnya belum terlalu buncit. Ia bisa berlari sejauh mungkin agar aku dan dia bisa selamat dari kejaran para prajurit lima kekaisaran. Aku selalu bermimpi ada seseorang yang selalu mendatangiku dan mengatakan kepadaku bahwa aku harus membalaskan dendam kekaisaran Moon kepada lima kekaisaran yang pernah menyerang tempat sebenarnya aku berasal itu.
Aku menceritakannya pada ibu tetapi ibu selalu mengatakan jika kita tidak perlu balas dendam, ia bilang jika ia sangat bahagia jika hanya hidup berdua denganku tanpa harus memikirkan aturan kekaisaran. Katanya kami bisa hidup dengan bebas. Sebenarnya hampir setiap malam aku bermimpi tentang hal itu tetapi aku tidak pernah menceritakannya pada ibu lagipula aku juga tidak ingin membuat ibu khawatir terhadapku dan perlahan mimpi itu hilang dengan sendirinya.
Sampai suatu saat, ibu meninggalkanku untuk selamanya. Usiaku masih dua belas tahun saat itu, aku merasa terpuruk dan aku sudah tidak memiliki siapapun di dunia ini. Aku hanya terus berjalan tanpa arah dengan berbekal ilmu beladiri yang diberikan oleh ibu. Meskipun ibu mengajarinya dengan lemah lembut aku sudah menyempurnakannya sehingga aku bisa bertahan hidup sampai sekarang.
Saat usiaku menginjak empat belas tahun mimpi itu kembali datang kepadaku. Sebisa mungkin aku tidak menghiraukannya tetapi kata-kata dalam mimpi itu membuatku sadar jika lima kekaisaran lah yang membuat hidupku menjadi menderita seperti ini. Sejak saat itu aku mulai bertekad untuk meningkatkan kemampuanku dan membangun pasukan agar aku bisa mengalahkan kelima kekaisaran itu agar mereka mau tunduk padaku.
Entah secara kebetulan atau hari itu memang hari keberuntunganku, aku menemukan seekor naga kecil di dalam gua. Aku lantas merawatnya dan mendidiknya dengan sepenuh hatiku. Naga itu sangat penurut, ia bahkan mau melakukan semua yang aku perintahkan tetapi aku tidak pernah memberinya nama.
Ia tumbuh besar menjadi naga yang sangat menurut kepadaku bahkan ia juga mengatakan jika ada naga yang lebih kuat darinya dan ia ingin aku memiliki naga itu agar aku bisa menghancurkan seluruh kekaisaran dalam sekejap mata hingga akhirnya tibalah aku di hutan iblis untuk mencari naga emas api es yang dimaksud oleh naga api milikku.
Aura dari naga api milikku menjadikan seluruh penghuni hutan iblis tidak berani menampakkan taringnya kepadaku. Setelah kurang lebih satu bulan aku mencari naga itu ternyata ia masih belum bisa ditemukan. Aku lalu berkeliling untuk kembali mencari naga itu tetapi perhatianku teralihkan saat mendengar tangisan seseorang. Aku kemudian mengintip dari balik pohon apa yang terjadi sebenarnya.
"Ayah, aku mohon jangan asingkan aku di hutan ini hiks hiks" tangis seorang gadis yang berada dalam dekapan seseorang yang aku yakini adalah pengasuhnya.
__ADS_1
"Diam! Jangan pernah memanggilku ayah! Aku tidak sudi disebut ayah olehmu, sudah baik aku masih mau mengantarmu kesini bukan mengantarmu ke neraka!" bentak lelaki itu.
Sang pengasuh terlihat sedang menenangkan gadis itu tetapi upayanya belum juga berhasil. Lalu ada seseorang yang mendekat ke arah orang yang membentak anak kecil tadi.
"Kaisar Xiao, sudah waktunya kita kembali" ucap orang itu.
Orang yang dipanggil kaisar Xiao tadi mengangguk. Ia kemudian pergi meninggalkan gadis yang menangis dengan semakin kencang tadi.
"Jadi dia adalah salah satu kaisar yang pernah menghancurkan keluargaku? Lihat saja kau kaisar Xiao" ucapku sambil mengepalkan tangan.
Aku kemudian pergi dari sana. Di jalan aku berpikir aku ingin menghancurkan kaisar Xiao melalui putrinya tetapi aku masih tidak tau bagaimana cara yang tepat untuk mendekatinya. Aku kemudian memiliki ide untuk pura-pura mencintai gadis buruk rupa seperti Xiao Lan itu. Aku menugaskan nagaku untuk membuat pelindung untuk gubuk yang ditempati oleh orang-orang itu. Aku juga ikut mengawasinya setiap hari ternyata ia adalah gadis yang cengeng dan penakut.
Aku kemudian sibuk mencari naga emas api es sampai aku lupa dengan Xiao Lan. Saat aku mengingatnya, aku kemudian berjalan menuju gubuknya. Disana aku mendengar dia berteriak dengan jelas bahwa ia sedang menuduh tabib yang dikirim oleh permaisuri untuk membunuhnya. Aku bahkan mengintip dari balik jendela jika ia sudah menusukkan pisau di sebelah mata kiri milik tabib itu tetapi akhirnya ia memaafkan tabib itu dengan berbagai syarat. Sejak saat itu aku lebih sering berkunjung ke tempat Xiao Lan.
Suatu hari, nagaku seperti menemukan tempat dimana naga emas api es ada. Ia mengajakku ke sebuah gua yang belum pernah aku injak sebelumnya namun setelah aku mencari kesana ternyata naga itu tidak ada. Aku sejujurnya merasa kecewa namun aku tidak ingin menyalahkan nagaku begitu saja.
"Maaf lord, aku tadi merasakannya berada di sini tapi tiba-tiba auranya menghilang"
"Sudahlah lain waktu kita cari lagi" ucap Zhao kemudian pergi menggunakan qing qong nya.
Setelah itu aku terus mencari naga emas api es tetapi langkahku selalu tertuju ke gubuk tempat Xiao Lan berada. Aku melihatnya setiap hari saat ia berlatih dengan orang-orang terdekatnya sampai suatu hari aku melihat ia kembali menangis tersedu-sedu, entah kenapa hatiku terasa sakit saat melihatnya menangis ternyata orang yang ia sebut gege itu sudah mati.
Ada yang mengganjal hatiku saat aku melihatnya bersama seorang lelaki yang usianya terlihat hampir sama denganku. Aku memilih pergi untuk menangkan perasaanku sesaat. Setelah itu aku kembali lagi ke gubuk miliknya. Aku mulai berkenalan dengannya dan terkadang menggodanya. Aku menggunakan kesempatan saat malam hari karena ia terlihat sangat suka memandang langit malam dan ia terlihat sangat cantik. Dia bukan seperti Xiao Lan.
Semakin hari aku semakin mendekatkan diri kepadanya. Aku jatuh pada lubang yang aku buat sendiri. Aku mencintainya dengan setulus hatiku dan niat awalku agar ia mau membantuku untuk menghancurkan kekaisaran Xiao hilang begitu saja. Sampai suatu saat nagaku mengatakan kepadaku bahwa dendam yang dimiliki oleh keluargaku belum terbalaskan, aku harus secepatnya mencari pasukan agar aku nanti bisa hidup tentram dengan Xiao Lan ralat maksudku Xuan Lan. Ia selalu menekankan bahwa ia adalah Xuan Lan saat ia berhadapan denganku dan aku memang merasa jika ia adalah Xuan Lan dan bukan Xiao Lan.
__ADS_1
Aku kemudian mengajaknya keluar malam-malam untuk melihat keindahan langit yang selalu ia pandangi. Aku memeluknya dari belakang, menghirup dalam-dalam aroma orang yang aku cintai setelah ibuku ini. Aku sengaja berpamitan dengan meninggalkan kenangan yang indah untuknya dan aku berharap dia juga bisa mencintaiku seperti aku mencintainya.
Aku kemudian mengikuti petunjuk nagaku untuk pergi ke seberang daratan agar tujuanku bisa tercapai. Tidak mudah untukku mendapatkan pasukan goblin sebanyak ini untuk melawan lima kekaisaran tetapi menurutku usahaku sebanding dengan kekuatan yang dimiliki oleh para goblin ini.
Aku terus mencari kekuatan di luar sana sampai aku tiba pada titik dimana aku sangat merindukan Xuan Lan. Aku rela kembali menempuh jarak yang jauh hanya untuk bertemu lagi dengan gadis pujaanku dan ternyata ia sudah tidak ada lagi di gubuk miliknya. Aku kemudian pergi ke kekaisaran Xiao ternyata disana sedang ada pesta ulang tahun untuk kaisar Xiao dan Xuan Lan ikut di dalamnya.
Aku sangat senang melihatnya yang tertawa dan tersenyum saat bersama sahabat wanitanya tetapi tidak dipungkiri aku juga cemburu saat melihatnya sangat dekat bersama orang yang ia panggil dengan sebutan gege. Ada salah satu lomba yang membuatku ingin mengikutinya yaitu lomba bertarung.
Saat menuju babak final tiba-tiba Xuan Lan, sahabatnya dan gegenya tidak mau mengikuti pertandingan lagi. Xuan Lan tetap sama seperti dulu, ia tidak ingin orang lain terluka hanya karena pertandingan tidak jelas seperti ini tetapi kaisar Xiao tidak menggubrisnya ia tetap melanjutkan pertandingan dan keluarlah aku sebagai pemenangnya. Aku menyebut diriku dengan inisial Z.
Banyak kejutan yang terjadi saat aku berada di sana tetapi yang paling membuat terkejut adalah di saat Xuan Lan mengatakan pada kaisar Xiao jika ia bukanlah Xiao Lan tetapi dia adalah Xuan Lan yang berasal dari masa depan. Keesokan harinya, Xuan Lan juga mengatakan kepada paman dan bibinya jika ia bukanlah Xiao Lan tetapi ia adalah Xuan Lan, aku melihat semuanya dan aku percaya pada ucapan Xuan Lan.
Yang paling membuatku kesal adalah saat salah satu pangeran melamar Xuan Lan di hadapan semua orang. Aku sangat geram dan ingin meninjunya tetapi aku menyadarkan diriku dan untung saja ada kakak Xuan Lan yang tidak setuju dengan lamaran pangeran itu.
Tetapi aku juga bersyukur, jika pangeran itu tidak melamar Xuan Lan mungkin aku tidak akan pernah mendengar ungkapan cinta dari mulut manis perempuan yang sedang berbicara itu. Aku ingin memeluknya lalu menciumnya, sungguh. Setelah aku mendengar perkataan Xuan Lan, hatiku menjadi lega. Aku memilih kembali untuk menyelesaikan tugas yang belum aku selesaikan.
Sudah dua tahun lebih semenjak kejadian itu. Aku mulai mengirimkan pesan-pesan singkat yang berisi tentang bangkitnya kekaisaran Moon hingga akhirnya aku menyuruh para goblin untuk mengirimkan surat kepada para kaisar sialan itu jika aku benar-benar mengajak berperang.
Dan disinilah aku sekarang. Berada di medan pertempuran melawan ayah dan kakak laki-laki Xiao Lan. Mereka berdua juga pernah membuat Xuan Lan ku menangis jadi aku tidak akan membebaskan mereka. Pedangku sudah berada di dekat leher putra mahkota Xiao tetapi suara yang sangat familiar menghentikan langkahku.
Xuan Lan. Dia berada disini. Aku sangat ingin memeluknya untuk sekarang tetapi melihat matanya membuatku sedih. Ia melihatku dengan tatapan sendu, kecewa, dan rindu menjadi satu. Aku ingin mengatakan jika aku sangat mencintainya dan setelah ini semua selesai aku akan segera menikah dengannya namun kata-kata itu tercekat di tenggorokanku. Apakah ini takdirku harus melawan orang yang sangat aku cintai?
**Zhao POV end.
•••
__ADS_1
jangan lupa vote komen rate dan like**