PUTRI BERHARGA

PUTRI BERHARGA
ENAM BELAS


__ADS_3

"Hei kau belum selesai bocah kecil!" teriak jendral itu, Xiao Lan menghentikan langkahnya, berbalik kemudian menatap jenderal itu dengan tatapan meremehkan,


•••


"Tugasku sudah selesai, aku sudah menolong kalian dalam perampokan tadi, memberikan herbal pada kalian dan junjungan kalian itu aku juga sudah meracikkannya untuk kalian, bukankah aku sudah terlalu baik?"


Sedangkan jenderal hanya menegang menahan amarahnya yang sebentar lagi akan keluar,


"Kau b-belum m-mengobatiku" ucap jenderal itu terbata-bata karena ia tidak pernah meminta tolong secara halus kepada seseorang, Xiao Lan mengerutkan alisnya,


"Aku capek, bukankah kau daritadi sudah melihatku memilih dan meracik herbal. Sebagai orang kerajaan yang pintar dan angkuh harusnya kau bisa menghafalnya" ucapnya menekan kata 'orang kerajaan yang pintar dan angkuh'


"K-kau!" jenderal tadi menunjuk Xiao Lan dengan marah,


"Sudahlah jenderal, nona tolong obati jenderal kami. Kami mohon nona" ucap wakil jenderal tadi,


"Apa imbalan yang bisa kudapatkan jika aku menolongnya?" tanya Xiao Lan dingin semua orang tidak menjawab sampai suara bariton seseorang mengagetkan mereka,


"Xiao Lan" glekk Xiao Lan menengguk salivanya kasar, ia berbalik menatap orang yang memanggilnya tadi ia hanya bisa cengar-cengir dan mengangguk dengan canggung,


"Eh ada paman" ucap Xiao Lan cengengesan,


"Obati dia" ucapnya datar,

__ADS_1


"Tapi di-dia"


"Obati dia, Xiao Lan" perintah mutlak itu dikeluarkan dari mulut paman Tae, Xiao Lan memang sebenarnya takut pada paman Tae karena ia sangat tegas berbeda dengan paman Tao yang selalu cengengesan saat berbicara.


Xiao Lan menghampiri jenderal itu ia mengoleskan herbal sisa yang sudah ia tumbuk tadi dengan kasar sedangkan jenderal hanya bisa meringis menahan rasa sakit.


Setelah beberapa jam, dua orang junjungan yang mereka panggil sebagai kaisar dan putra mahkota tadi mulai bangun. Anak buahnya langsung mengambilkan air kepada mereka, kaisar dan putra mahkota lalu diberi herbal lagi oleh Xiao Lan.


Saat makan malam jenderal itu kembali berulah,


"Kenapa kalian duduk disitu harusnya kaisar dan putra mahkota itu hanya boleh makan dengan anggota kerajaan, kalian tidak pantas duduk disitu" ucapnya kembali dengan nada menjengkelkan, Xiao Lan sudah tidak tahan lagi ia berdiri menatap jenderal itu nyalang,


Plakk


Tangan mulus Xiao Lan sudah berbekas merah di pipi jenderal tadi,


"Keluarlah dari meja ini, kalian tidak diperbolehkan makan bersama kami. Dan ingat ini tempatku kalian tidak bisa mengusirku karena ini bukan wilayah kekuasaan kalian. Di rumah ini akulah penguasanya" ucap Xiao Lan dengan datar yang diajak bicara hanya diam,


"Apa kalian tidak dengar? Kalian tidak boleh makan bersama kami oleh jenderal itu jadi kalian harus keluar dari sini, aku beserta paman bibiku ingin makan"


"Hanya dia yang tidak memperbolehkan, tapi aku mau makan disini" ucap orang yang disebut kaisar tadi, Xiao Lan hanya mengangkat bahunya tak peduli,


"T-tapi kaisar" ucapan jenderal itu terhenti saat kaisar menaikkan tangannya,

__ADS_1


"Hei kalian wakil jenderal dan prajurit kemarilah, ikut makan bersama kami" ucap Xiao Lan dengan nada yang tidak sedatar tadi, mereka bertiga hanya bersitatap dan tidak bergerak satu senti pun,


"Bisakah kau menyuruh mereka bertiga makan bersama di meja ini?" ucap Xiao Lan menatap kaisar,


Kaisar paham, "Ikutilah perintahnya, perintahnya sama dengan perintahku. Dia penguasanya disini" tiga orang itu saling menatap sekali lagi dan menatap pada jenderal mereka sedangkan jenderal mereka hanya menatap tidak peduli, akhirnya mereka melangkahkan kaki mereka ke meja tadi.


Xiao Lan langsung mengambil nasi dan lauknya tanpa menunggu orang lain, jenderal itu kembali bersuara,


"Hei, kau itu tidak sopan. Seharusnya kau menunggu kaisar mengambil makanannya dulu baru kau boleh mengambil makanan"


Xiao Lan memutar bola matanya jengah, "Apa kau tidak ingat yang ku katakan tadi, dia memang kaisar tapi di wilayahnya. Gubuk ini bukan wilayahnya, gubuk ini adalah wilayahku" ia lalu melanjutkan makannya disusul yang lainnya sedangkan jenderal hanya menengguk salivanya kasar karena dari tadi ia belum makan. Prajurit dan wakil jenderal mengambil dengan takut-takut mereka hanya mengambil nasi dan lauk yang sangat sedikit dan Xiao Lan memperhatikan itu,


"Bibi Fu, lihat mereka. Mereka tidak mau makan masakanmu yang enak ini" ucap Xiao Lan sambil menunjuk prajurit dan wakil prajurit tadi, bibi Fu menatap mereka dengan tatapan horor ia sangat tidak suka jika ada orang yang makan masakannya hanya sedikit,


"Kalian" bibi Fu bergegas menambahkan nasi dan lauk di masing-masing piring mereka dengan jumlah yang sangat banyak. Mereka kembali menatap pada kaisarnya itu, kaisar hanya mengatakan lewat kode mata kalau itu harus mereka habiskan sedangkan jenderal masih menahan perutnya yang sudah sangat lapar itu,


"Lan'er, apa kau tidak menawarinya makan hm?" tanya paman Tao,


"Biarlah, orang yang kurangajar harus mendapat pengajaran paman. Jika dia lapar dia akan meminta sendiri, lihatlah ia masih diam berarti ia sudah kenyang" ucap Xiao Lan sambil memakan makanannya sedangkan yang lain hanya menatap prihatin pada jenderal tadi,


•••


JANGAN LUPA VOTE KOMEN RATE AND LIKE

__ADS_1


TERIMAKASIH


chiccacaaa


__ADS_2