
Xiao Lan menghampiri pelayan yang sedang membersihkan taman di dekatnya,
"Bisa kau tunjukan kepadaku dimana tempat menyimpan alat-alat untuk membersihkan istana?"
•••
Setelah mendapat alat-alat yang digunakan di zaman ini untuk membersihkan ruangan-ruangan istana Xiao Lan kemudian pergi sambil membawa alat-alat itu.
Ia kembali berhadapan dengan permaisuri Juan dan putri Xiao Xi.
"Seharusnya dari tadi kau bersikap seperti itu agar aku tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga untuk mengatakannya dua kali" sinis permaisuri Juan,
"Mungkin dia memang perlu dua kali penjelasan ibu mengingat dia yang tidak bisa apa-apa. Mungkinkah karena tinggal di hutan iblis membuatnya linglung" ucap putri Xiao Xi sambil tertawa,
Sudah bukan rahasia umum lagi jika Xiao Lan dikenal tidak bisa melakukan berbagai hal seperti menari, menyanyi, dan melukis. Semua orang tau jika Xiao Lan memiliki energi dasar tapi itu sangat lemah sehingga saat berada di istana ia hanya bertahan di energi 1 tingkat 1. Padahal para pelayan disana paling tidak memiliki energi 1 tingkat 4 itu pun yang paling rendah.
Xiao Lan hanya memandang mereka malas,
"Sudah selesai bicaranya? Aku mau lewat" ucapnya lalu berjalan melewati mereka berdua serta pelayan-pelayan setianya.
Permaisuri Juan dan putri Xiao Xi sangat geram, dulu Xiao Lan sangat mudah diprovokasi dan pasti akan menangis sambil berlarian jika mereka mengatakan hal seperti itu tapi sekarang ia bahkan tidak mendengarkannya.
Xiao Lan membalikkan badannya menghadap dua ibu dan anak tadi,
"Aku bisa membersihkan seluruh mulai dari bagian manapun bukan?" tanyanya,
"Terserah kau mau membersihkan dari bagian mana kau pikir kami peduli. Cepat selesaikan tugasmu" ucap putri Xiao Xi ketus,
___
Di aula istana
"Sudah bertahun-tahun kita mengadakan pertemuan dan membahas masalah wabah yang sama tapi kita masih belum bisa mengatasinya" ucap kaisar Tang,
"Benar apalagi setiap memasuki musim panen wabah itu pasti datang melanda. Aku kasihan kepada para petani yang harus terus mengalami kerugian setiap tahunnya karena wabah ini" timpal kaisar Wang,
Para kaisar serta orang yang berada di dalam aula termenung dalam pikirannya masing-masing suasana aula menjadi hening karena mereka memikirkan masalah yang sama setiap tahunnya tapi belum membuahkan hasil untuk mengatasinya.
Saat keadaan hening terdengar suara kebisingan dari luar, tiba-tiba
__ADS_1
BRAKK
Pintu aula dibuka paksa oleh orang yang tak lain adalah Xiao Lan. Ia berdiri di ambang pintu dengan tampilan apa adanya serta rambutnya yang digelung asal yang makin menambah kecantikannya tak lupa cadar yang selalu melekat di wajahnya.
Semua orang disana menatap bingung pada perempuan itu sedangkan orang yang dilihat mereka tampak tidak peduli dan malah membersihkan aula istana disana.
"Maaf nona tapi sangat tidak sopan anda memasuki aula pertemuan para kaisar" ucap seseorang yang tak lain adalah salah satu penasehat kaisar di tempat itu,
Xiao Lan menghentikan aktivitasnya sejenak ia lalu menatap mereka semua,
"Aku sedang mengerjakan tugas dari permaisuri Juan dan putri Xiao Xi"
Orang yang ada disana kemudian saling pandang tidak mengerti sampai putra mahkota dari kekaisaran Xiao angkat bicara,
"Memang tugas apa yang diberikan padamu nona sampai kau mengganggu kami semua disini?"
"Aku disuruh membersihkan seluruh istana dan harus selesai hari ini juga" jawab Xiao Lan,
"Apakah ada alasannya?" tanya putra mahkota lagi,
"Entahlah, tadi putri pertama mengejarku lalu ia tersandung hanfunya sendiri. Permaisuri yang melihat itu kemudian menolong putri pertama lalu ia mengatakan seperti ini" Xiao Lan menghentikan perkataannya lalu mengambil posisi berkacak pinggang,
Ada yang terkejut ada pula yang menahan tawanya karena Xiao Lan sangat pandai dalam menirukan gaya orang lain,
"Xiao Lan?" ucap sebagian orang yang ada disana,
Kaisar Xiao? Ia merasa malu karena istrinya memberikan hukuman kepada Xiao Lan karena kesalahan orang lain apalagi Xiao Lan sudah mengatakannya di depan banyak kaisar.
"K-kau Xiao Lan?" tanya pangeran mahkota terbata,
"Ya, akulah Xiao Lan. Kalian jangan takut, aku tidak memiliki penyakit menular, jika aku memilikinya mungkin paman dan bibiku sudah mati karena mereka selalu berada di dekatku" ucap Xiao Lan mengerti akan tatapan mereka semua,
"Apakah ucapanmu bisa dipercaya Xiao Lan?" tanya kaisar Xiao yang sedari tadi hanya diam,
"Meskipun aku mengatakan kebenaran 1000 tahun kau juga tidak akan percaya jika kata itu keluar dari mulutku, kaisar Xiao" ucapnya sarkas,
Kaisar Xiao hanya bisa menundukkan pandangannya. Semua orang dibuat bertanya-tanya apa yang terjadi oleh ayah dan anak ini bahkan putra mahkota kekaisaran Xiao juga menjadi diam semenjak gadis itu mengatakan bahwa ia adalah Xiao Lan.
"Ucapannya bisa dibuktikan kebenarannya kaisar Xiao, maaf jika hamba lancang tapi hamba tadi berada di tempat kejadian saat hamba ingin ke kamar kecil" ucap salah satu pangeran kekaisaran Wang,
__ADS_1
"Hamba tadi melihat sendiri saat putri pertama terjatuh sendiri saat mengejar putri Xiao Lan lalu permaisuri datang dan langsung menghukum putri Xiao Lan padahal sudah jelas jika putri Xiao Lan tidak bersalah"
"Hamba tadi juga melihat sama seperti yang pangeran Wang Tian katakan, kaisar Xiao" ucap seseorang lagi yang berasal dari kekaisaran Zhong,
Ada rasa nyeri di ulu hati kaisar Xiao, ia sudah menuduh putrinya sendiri melakukan kebohongan padahal yang ia katakan benar adanya.
"Panggil permaisuri Juan dan putri Xiao Xi sekarang" ucapnya kepada kasim,
Kasim segera keluar dan memanggil ibu dan anak itu.
"Salam kepada kaisar" ucap ibu dan anak itu bersamaan saat memasuki aula,
"Aku menghukum kalian berdua tidak boleh keluar kediaman selama satu minggu" ucap kaisar Xiao tanpa membalas salam mereka,
"Kenapa kaisar? Apa salah kami berdua?" ucap permaisuri memelas,
"Kalian sudah memberi hukuman membersihkan seluruh istana kepada putri Xiao Lan yang sebenarnya ia tidak memiliki kesalahan apapun" ucap kaisar Xiao,
"Tidak ayah, dia memang tadi menyandungku" bela putri Xiao Xi,
"Jangan mempermalukan dirimu sendiri Xiao Xi sudah banyak mata yang melihat kejadian itu disana, cepat kembali ke kediaman kalian" ucap kaisar Xiao tegas,
Mereka berdua hanya bisa menurut kemudian berjalan kembali ke kediaman mereka. Saat melewati Xiao Lan mereka menatapnya dengan tajam sedangkan Xiao Lan hanya tertawa sinis dibalik cadarnya yang masih bisa dilihat mereka berdua.
"Sial berani sekali kau mempermalukanku di depan umum Xiao Lan" geram putri Xiao Xi di dalam hatinya,
"Aku akan membalasmu bertubi-tubi bocah sialan" batin permaisuri Juan saat melayangkan tatapan ketidaksukaannya kepada Xiao Lan,
Xiao Lan saat rambutnya digelung asal-asalan,
yang lainnya nyusul ya masih bingung cari-cari visual yang pas soalnya
•••
JANGAN LUPA VOTE KOMEN RATE DAN LIKE
TERIMAKASIH
__ADS_1
chiccacaaa