
Saat mereka sudah melangkahkan kakinya keluar dari pintu mereka bertemu dengan kaisar Xiao yang sedang menatap kediaman jasmine dengan perasaan bersalahnya.
"Lan'er" ucapnya sendu.
•••
"Maafkan ayah" ucapnya lagi.
"Kau bukan ayahku, dan aku sudah mengatakan kita tidak pernah dekat. Ingat kaisar Xiao, aku adalah Xuan Lan bukan Xiao Lan" ucap Xuan Lan sinis.
Wang Yu Yan yang mengerti kondisi segera pamit darisana. Ia tak ingin mencampuri urusan pribadi Xuan Lan dengan kaisar Xiao.
"Ayah menyesal" ucap kaisar Xiao.
"Aku tau jika kau menyesal. Lalu kenapa tidak dari dulu kau mencari penyebab kematian istrimu? Kau bilang kau cinta padanya namun saat ranjangmu dinaiki Xiu Juan kau masih menerimanya. Kau juga masih memiliki selir yang lain, kaisar Xiao" ucap Xuan Lan.
"Seharusnya kau itu berpikir, saat istrimu mengandung Zhan gege, kau mengambil Xiu Juan dan saat istrimu mengandung Xiao Lan kau malah mengangkat selir yang baru lagi. Seharusnya kau itu menjaga hati istrimu saat ia sedang mengandung kaisar Xiao. Jika kejadian ini tidak terungkap mungkin kau terus saja akan menyalahkan Xiao Lan padahal bisa saja penyebab kematian istrimu adalah tekanan batinnya karena kau selalu memiliki istri yang baru saat ia mengandung" sambungnya.
"Tapi ayah adalah seorang kaisar. Banyak pejabat yang menjodohkan anaknya dengan ayah" ucap kaisar Xiao.
"Jangan panggil dirimu sendiri ayah di hadapanku!" ucap Xuan Lan ketus yang membuat hati kaisar Xiao kembali tercubit.
"Apakah kau tidak bisa menolaknya?" tanya Xuan Lan sambil tersenyum miring tapi kaisar Xiao tidak menjawabnya.
"Kau sebenarnya bisa kan menolaknya? Lihatlah kaisar Wang, ia hanya memiliki seorang istri. Ia juga kaisar sama sepertimu malahan ia kaisar terkuat dan ia bisa setia dengan satu istrinya" ucap Xuan Lan.
"Tapi kaisar Li" ucap kaisar Xiao yang dipotong oleh Xuan Lan.
"Kaisar Li mengangkat selir atas permintaan permaisurinya. Mereka sudah menikah selama dua tahun tapi belum dikaruniai anak, saat kaisar Li menikah dengan selir Dyn ternyata permaisuri sudah hamil Xian gege" ucap Xuan Lan karena ia memang tau kebenarannya sedangkan kaisar Xiao menjadi bungkam, ia tidak bisa mengatakan apapun.
"Jika kau itu memang ingin memiliki selir, paling tidak lihat dulu kondisi permaisurimu. Dia bisa mengatakan jika dia baik-baik saja tetapi apa kau tau apa yang ada di dalam hatinya ha?" tanya Xuan Lan lagi.
Kaisar Xiao hanya terdiam. Memang benar ia selalu mengangkat selir saat permaisurinya sedang mengandung anaknya. Ia juga tidak pernah memikirkan kondisi permaisurinya dan saat permaisuri Fang Yin sudah tiada ia baru menyesal dan malah menyalahkan Xiao Lan.
__ADS_1
Kaisar Xiao kembali menatap Xuan Lan tetapi ternyata Xuan Lan sudah melompat dari pagar belakang istana untuk kembali ke markas Gold Tiger. Kaisar Xiao ingin mencegahnya tetapi ia tau pasti ia akan ditolak lagi.
Para tamu undangan segera kembali. Kaisar Li menatap kaisar Xiao dengan sangat sinis. Bahkan semua orang yang melihat tatapan kaisar Li akan menjadi ketakutan. Kaisar Li tidak mengucapkan sepatah katapun ataupun melakukan hormat sebagai sesama kaisar. Ia langsung pergi keluar begitu saja diikuti dengan rombongan dari kekaisarannya.
Sementara itu di sisi lain, Xuan Lan yang sebentar lagi akan sampai di markas Gold Tiger mendengar sedikit keributan dari arah markasnya. Ia lalu mempercepat langkahnya menuju markas.
"Aku ingin bertemu adikku, kenapa kalian menghalangiku hah?" bentak seseorang yang ternyata adalah pangeran Zhan.
"Anda harus mengikuti segala prosedur dari Gold Tiger jika ingin memasuki markas ini tuan" ucap seorang Tiger dengan sopan.
"Kau ini, adikku adalah reine disini. Kau jangan menghalangiku" sentak pangeran Zhan lagi.
"Lan'er lihatlah gegemu yang tampan ini dihadang di depan markasmu sendiri" teriak pangeran Zhan agar Xuan Lan bisa mendengar suaranya.
"Kau ini, aku hajar ya kau" ucap pangeran Zhan kesal.
Baru saja ia mengangkat tangannya di udara namun interupsi dari Xuan Lan menghentikan langkahnya.
"Zhan gege, berhenti" ucapnya datar.
"Lan'er" ucap pangeran Zhan dan langsung memeluk adik kesayangannya ini.
"Kalian tidak percaya padaku sih, siap-siap nanti akan dihukum oleh Lan'er" ucap pangeran Zhan mengejek para Tigers di hadapannya. Bulu kuduk para Tigers berdiri, mereka menelan ludahnya kasar sambil menatap sang reine.
Xuan Lan hanya menatap datar ke arah mereka semua.
"Tenanglah, kerja kalian sudah bagus. Aku tidak akan menghukum kalian karena kalian belum tau jika orang ini adalah gegeku. Pertahankan kinerja kalian yang seperti ini" ucap Xuan Lan lalu masuk begitu saja ke dalam markas.
"Selamat" gumam para Tigers yang membuat pangeran Zhan mendengus sebal. Ia lalu mengikuti Xuan Lan masuk ke dalam markas Gold Tiger dan ini adalah kali pertamanya berurusan dengan Gold Tiger.
Di sepanjang jalan semua orang menunduk hormat dan menyapa Xuan Lan dengan sebutan reine-nya dan itu membuat pangeran Zhan kagum. Adiknya bisa menalukkan orang sebanyak ini dan ia bisa mengelola organisasi dengan sangat baik.
Xuan Lan kemudian menghentikan langkahnya. Ia berbalik menatap pangeran Zhan.
__ADS_1
"Di sebelah sana adalah kamarmu dan ini adalah kamarku" ucap Xuan Lan sambil menunjukkan pintu yang bersebelahan itu, ia lalu masuk ke dalam kamarnya.
Pangeran Zhan tidak masuk ke dalam kamarnya tetapi ia malah mengikuti Xuan Lan masuk ke dalam kamarnya.
"Apa yang gege lakukan disini?" tanya Xuan Lan.
"Aku ingin tinggal disini selamanya, apakah boleh?" tanya pangeran Zhan sambil menyedekapkan kedua tangannya di dada dan memejamkan matanya.
"Tidak" ucap Xuan Lan datar, ia hanya ingin melihat ekspresi pangeran Zhan selanjutnya.
Pangeran Zhan membuka matanya. Ia mendecakkan lidahnya kesal saat Xuan Lan mengatakan ia tidak boleh tinggal disini. Ia lalu pergi keluar lagi tapi dicegah oleh Xuan Lan.
"Aku hanya bercanda, gege" ucap Xuan Lan sambil tertawa geli.
"Kau ini suka sekali mengerjai gegemu ini ya" ucap pangeran Zhan sambil menggelitik pinggang dan perut Xuan Lan.
"Ampun gege, ampun" rancau Xuan Lan tidak jelas karena menahan geli.
"Rasakan ini" ucap pangeran Zhan yang semakin menggelitiki pinggang Xuan Lan.
"Ampun gege, kumohon ampun" teriak Xuan Lan tidak jelas tetapi pangeran Zhan belum juga menghentikan aksinya.
Tabib Bao yang mendengar teriakan Xuan Lan langsung memasuki kamar Xuan Lan. Betapa terkejutnya ia ada seorang lelaki disana dan Xuan Lan yang selalu memohon ampun padanya.
bugh
Tabib Bao segera menghajar lelaki itu karena ia berpikir bahwa lelaki itu sedang bertindak kurangajar dengan Xuan Lan.
"Kau!" ucap pangeran Zhan sambil membalikkan tubuhnya.
Tabib Bao menjadi terkejut saat melihat orang yang dipukulnya ternyata adalah pangeran Zhan. Ia kemudian lari terbirit-birit keluar dari kamar Xuan Lan kemudian ia dikejar oleh pangeran Zhan. Xuan Lan tertawa terbahak-bahak saat mereka berdua berteriak-teriak di markas Gold Tiger.
•••
__ADS_1
jangan lupa vote komen like dan
up nya nanti lg sekolah dulu