PUTRI BERHARGA

PUTRI BERHARGA
TUJUH PULUH SEMBILAN


__ADS_3

Tabib Bao akhirnya bertemu lagi dengan Xuan Lan saat Xuan Lan dan paman Tao berjalan menuju kekaisaran Li. Dan sejak hari itu munculah nama Gold Tiger ke permukaan daratan.


FLASHBACK OFF


•••


Permaisuri Juan semakin pucat. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya sambil menatap tabib Bao.


"Aku mengakui jika aku bersalah dan ikut andil dalam rencana pembunuhan putri Xiao Lan dan aku adalah eksekutornya" ucap Ho alias tabib Bao.


Pangeran Zhan kembali maju dan meninju rahang milik tabib Bao. Setelah itu pangeran Xian dan pangeran Gui juga maju untuk memberikan bogem terbaik mereka kepada tabib Bao. Tabib Bao hanya diam, ia memang merasa pantas mendapatkan pukulan dari para pangeran ini. Jika ia yang berada di posisi para pangeran maka ia juga akan menghabisi orang yang telah membunuh adik perempuan satu-satunya itu.


"Zhan gege, Xian gege dan pangeran Gui tenanglah sebentar" ucap Xuan Lan sambil memegang lengan pangeran Zhan dan pangeran Xian lembut, lalu ia hanya mengelus sebentar lengan pangeran Gui.


"Biarkan dia menjelaskan, kalian kembalilah dulu. Percayalah padaku hm" ucap Xuan Lan lagi.


Ketiga pangeran itu tidak bergeming. Mereka masih berdiri disamping Xuan Lan seperti bodyguardnya.


"Jika ingin disini kalian harus di belakangku sejauh tiga langkah" ucap Xuan Lan datar.


Tiga pangeran tadi langsung menuruti Xuan Lan dengan melangkahkan kakinya mundur sejauh tiga langkah dan berdiri tegap di belakang Xuan Lan.


"Aku tidak berniat membela diriku disini tetapi aku adalah orang yang menyembuhkan putri Xuan Lan dari berbagai racun yang hinggap di tubuhnya. Aku tidak hanya menyembuhkannya tetapi juga paman dan bibinya dan berita tentang kematianku memang sudah kami buat sedemikian rupa karena"


"Karena aku tidak ingin terus menerus ditekan oleh permaisuri Juan untuk menghabisi putri Xuan Lan. Aku terpaksa melakukan itu semata-mata hanya demi hal ini, memberikan keadilan untuk putri Xiao Lan" ucap tabib Bao.


"Memang tidak ada surat apapun yang ditulis permaisuri Juan untuk rencana pembunuhan putri Xiao Lan di hutan iblis, tetapi aku disini sebagai saksi kuncinya" ucap tabib Bao lagi sambil memandang permaisuri Juan sinis


"Kaisar Xiao, tunjukkan keadilanmu" ucap Xuan Lan sambil tersenyum sinis.


Kaisar Xiao kembali meneteskan air matanya. Ia tidak menyangka jika wanita yang diangkatnya sebagai permaisuri merupakan pembunuh dari istri yang dicintainya sekaligus pembunuh anak dari kaisar Wang.


Dengan lelehan air matanya kaisar Xiao berucap.


"Aku menjatuhkan hukuman gantung untuk permaisuri Juan" ucap kaisar Xiao.


"Ayah, tidak. Ini hanya akal-akalan mereka saja ayah, ibu tidak melakukan apapun" teriak Xiao Xi histeris.

__ADS_1


"Tunggu sebentar, aku tidak setuju dengan hukumannya. Biarkan aku yang memberikan hukuman untuknya karena aku yang paling dirugikan disini" ucap Xuan Lan dingin.


"Kau!" Xiao Xi kemudian menghampiri Xuan Lan dan ingin menjambak rambutnya namun tangannya dicengkeram dengan kuat oleh pangeran Gui.


"Jangan pernah menyakiti Xiao Lan" tekan pangeran Gui dengan remasan yang semakin kuat.


"Sakit gege, kenapa kau membelanya? Bukankah kau sangat membencinya hah?" bentak Xiao Xi sambil mencoba melepaskan genggaman pangeran Gui.


"Diam! Itu karena dulu aku terkena hasutan ibumu dan sekarang aku akan melindunginya dengan separuh jiwaku. Kalau kau sampai menyakitinya aku tidak akan segan-segan membunuhmu seperti apa yang sudah dilakukan ibumu kepada ibuku!" sentak pangeran Gui sambil menekan lebih kuat genggamannya di tangan Xiao Xi.


Xiao Xi masih merintih dan mencoba melepaskan genggaman tangan pangeran Xiao Gui. Pangeran Gui kemudian menghempaskan dengan kasar tangan Xiao Xi. Xiao Xi yang tidak siap dengan hempasan mendadak itu kemudian terjatuh dengan sangat keras.


"Baiklah jika itu maumu" ucap kaisar Xiao lemah.


"Tetapi kurang rasanya jika putri Xiao Xi tidak ikut dihukum karena ia menjadi bidak catur ibunya sendiri meskipun tidak begitu terlihat" ucap Xuan Lan yang lagi-lagi membuat kaisar Xiao dan seluruh orang terkejut.


"A-aku tidak pernah melakukan apapun padamu!" ucap Xiao Xi bergetar menahan tangisnya.


"Benarkah?" tanya Xuan Lan sambil tersenyum sinis.


"Baiklah, kau ingat kan dengan taruhan kita kemarin? Sekarang tunjukkan ratusan orang yang percaya dengan ucapanmu" ucap Xuan Lan lagi.


"Tidak perlu karena aku sudah pasti akan menang" ucap Xiao Xi angkuh padahal ia tidak memiliki pasukan sama sekali.


"Aku apresiasi keangkuhanmu itu Xiao Xi" ucap Xuan Lan sambil tersenyum mengejek.


prok prok


Munculah lebih banyak anggota Gold Tiger yang berjumlah ratusan orang yang membuat udara di sekitar aula menjadi pengap. Xiao Xi menjadi semakin gemetar, wajahnya semakin memucat detak jantungnya sudah tidak beraturan dan darah yang mengalir di tubuhnya serasa terhenti.


"Aku menang" ucap Xuan Lan sambil tersenyum puas.


"Kembalilah" perintah Xuan Lan lalu para anggota Gold Tiger yang berjumlah ratusan orang tadi keluar dari aula.


Lalu salah satu Tigers melempar tubuh seseorang ke hadapan Xiao Xi. Orang tadi berada di hadapan Xiao Xi dengan tubuh yang terdudik dan wajahnya yang tertutup oleh kain hitam.


"Tutup semua celah untuk keluar dari sini!" perintah Xuan Lan dengan tegas yang kemudian dikerjakan oleh para Tigers.

__ADS_1


Xuan Lan lalu maju ke depan dan membuka penutup kepala orang tadi dengan kasar. Xiao Xi yang melihat siapa pria itu langsung menjatuhkan tubuhnya.


"F-Fei Hong" ucap Xiao Xi sambil menutup mulutnya.


"Kenapa Xiao Xi? Jangan terkejut seperti itu seperti kau tidak pernah melihat kekasihmu saja" ucap Xuan Lan sambil tersenyum sinis.


"Ada apa dengan Fei Hong, Xuan Lan? Apakah dia menyakitimu?" tanya pangeran Zhan dingin.


"Aku tidak tau, mungkin dia yang memberi ide-ide kepada Xiu Juan dan Xiao Xi" ucap Xuan Lan sambil tersenyum samar.


Fei Hong adalah putra dari menteri pajak. Menteri yang saat itu berusaha mengambil alih Gold Tiger dengan memasukkan putrinya ke markas Gold Tiger untuk mengetahui kelemahannya. Saat pembantaian keluarga Fei, anak lelaki pertamanya yaitu Fei Hong sedang memiliki urusannya sendiri.


"Permaisuri Juan memang sangat pintar dalam menggunakan tubuh putrinya bahkan ia membuarkan putrinya melakukan hubungan suami istri dengan Fei Hong agar Fei Hong mau memberikan ide-ide untuk menyiksaku, benarkan permaisuri Juan dan putri Xiao Xi?" tanya Xuan Lan sambil tersenyum sinis.


"Apa maksudnya?" tanya kaisar Xiao dingin.


Xiao Xi menjadi semakin pucat. Ia memang tidak memiliki bukti kejahatan karena ibunya menutupinya dengan rapat tetapi dengan Fei Hong ia tidak bisa mengelak lagi.


"Tidak, k-kau bohong! Kau bahkan tidak pernah melihatku dengan Fei Hong dekat!" bantah Xiao Xi.


"Sial dia menggunakan senjataku kemarin" batin Xuan Lan dalam hati.


"Aku pernah melihat dengan mata kepalaku sendiri. Menurutmu siapa yang menaruh ular dan ulat bulu di kamarmu waktu itu?" tanya Xuan Lan sambil menaikkan salah satu alisnya.


Xiao Xi membulatkan matanya.


"Jadi kau yang menaruh ular itu hah?" bentak Xiao Xi.


"Apa kau mau mengakuinya?" ucap Xuan Lan tersenyum miring.


"Sudahlah, jikapun kau tidak mau mengaku aku tetap menang darimu. Ingat kau kalah dalam taruhan kita. Dan karena kau kalah dari taruhan kita maka aku akan memberikan hukuman untukmu dan hukumannya adalah" belum selesai Xuan Lan mengucapkan kata-katanya, kaisar Wang sudah bebas dari totokannya lagi-lagi ia langsung mengincar leher permaisuri Juan.


"Pembunuh, kau dasar pembunuh!" teriak kaisar Wang, ia semakin mengeratkan cengekeramannya ke leher permaisuri Juan.


"S-saya t-tidak b-bers-a-lah" ucap permaisuri Juan terbata.


"Kaisar Wang tunggu, jangan mengotori tangan anda seperti itu" teriak jenderal Jiang.

__ADS_1


•••


huhuhu makasih bgt sama vote kalian💖


__ADS_2