PUTRI BERHARGA

PUTRI BERHARGA
EMPAT PULUH SATU


__ADS_3

Xiao Lan juga meminta kekaisaran Li untuk tidak memberikan informasi apapun mengenai perkembangan wabah di daerah mereka.


•••


Karena merasa bosan Xiao Lan kembali mengelilingi istana. Saat melewati suatu ruangan ia melihat para pelayan sedang membereskan gentong dari tanah liat yang entah akan mereka bawa kemana.


"Mau diapakan gentong-gentong itu?" tanya Xiao Lan,


"Kami akan membuangnya putri karena gentong-gentong ini sudah tidak dibutuhkan lagi disini" ucap pelayan yang ditanyai Xiao Lan,


"Apakah aku boleh meminta beberapa?" tanyanya penuh harap,


"Tapi untuk apa putri?" tanya pelayan itu lagi,


"Nanti kau juga akan tau, bagaimana boleh tidak?" tanya Xiao Lan lagi,


"Tentu saja putri anda boleh membawanya, anda menginginkan berapa?"


Xiao Lan bisa melihat ada lima gentong berukuran besar, tiga gentong berukuran sedang dan enam gentong berukuran kecil.


"Aku ingin tiga gentong berukuran besar dan kecil serta dua gentong berukuran sedang"


"Baik nanti akan kami bawa kesana" kata pelayan itu lagi,


"Tidak, aku sekalian menunggu kalian selesai saja" ucap Xiao Lan,


Setelah kurang lebih setengah jam menunggu akhirnya gentong-gentong tadi diantar ke kediaman Xiao Lan saat di jalan ia tidak sengaja berpapasan dengan kaisar Xiao dan putra mahkota.


Para pelayan di belakang Xiao Lan memberikan hormat pada mereka berdua tapi Xiao Lan hanya diam dan menyaksikan pelayannya memberikan hormat kemudian ia kembali berjalan menuju kediamannnya lagi.


"Putri Xiao Lan kenapa kau tidak memberi hormat pada kaisar?" tanya putra mahkota dengan geram,


Xiao Lan menghentikan langkahnya kemudian berbalik menghadap kaisar Xiao dan putra mahkota Xiao Gui,


"Bukankah sudah ada mereka yang memberi hormat kepada kalian?" tanyanya datar,


"Apa kau tidak pernah diajari bagaimana cara menghormati kaisar?" tanya putra mahkota lagi,


"Tidak" jawab Xiao Lan singkat,


"Apakah pelayanmu itu tidak tau sopan santun sampai-sampai kau tidak diajari untuk menghormati kaisar?" tanya putra mahkota sinis,


"Ya, karena aku memang tidak memiliki pelayan disisiku" ucapnya kali ini dengan nada yang mulai dingin,


"Wah, kau bahkan tidak mengakui pelayan Fu serta penjaga Tao dan Tae yang berada disisimu?" ucap putra mahkota Xiao Gui dengan nada mengejek,


"Jaga ucapanmu Xiao Gui! Aku tidak memiliki pelayan karena dari aku kecil yang mengurusku hanya mereka. Mereka memberikan segalanya padaku mereka lebih berarti daripada siapapun di dunia ini mereka adalah keluargaku yang sebenarnya dan mereka bukan pelayanku" hawa mencekam mulai menusuk tulang semua orang,

__ADS_1


"Dan ingat ini aku hanya memberikan hormatku pada orang yang memperlakukanku dengan baik jika kalian tidak mendapatkan hal itu tanpa ku jelaskan kalian pasti sudah tau maksudnya kan?" ucapnya dengan menekan setiap kata yang ada,


"Kenapa kalian semua diam? Ayo kita berjalan lagi" ucap Xiao Lan dingin yang membuat mereka semua kembali mengikutinya,


Putra mahkota Xiao Gui memandang Xiao Lan dengan tatapan tidak percaya bagaimana bisa Xiao Lan menjadi pembangkang seperti itu.


"Ayah" ucapnya yang dibalas gelengan oleh ayahnya,


"Biarkan saja dia mau berbuat apa" ucap kaisar Xiao menghela nafas kemudian melangkahkan kakinya lagi,


Di kediamannya Xiao Lan sudah meminta orang-orang yang mengantar gentongnya tadi untuk kembali ia juga tak lupa mengucapkan terimakasih kepada mereka semua.


"Lan'er mau kau buat apa gentong-gentong itu?" tanya bibi Fu heran,


"Lihat saja nanti bibi, oh ya paman Tae bisakah kau mencarikan cat untukku?" pinta Xiao Lan memelas,


"Baiklah apa yang tidak akan kulakukan untuk tuan putri kecilku ini" ucap paman Tae terkekeh sambil mengelus sayang pucuk kepala Xiao Lan,


"Terimakasih paman, aku sayang paman" ucap Xiao Lan kemudian memeluk paman Tae,


"Bibi Fu, paman Tao ayo berpelukan teletubbies" ucap Xiao Lan kepada dua orang di belakang paman Tae, mereka kemudian menghamburkan pelukannya ke dua orang yang sudah saling memeluk tadi,


Xiao Lan memang selalu mengatakan pelukan teletubbies jika ia ingin berpelukan bersama tiga orang tadi dan mereka juga tidak keberatan karena mereka sangat senang Xiao Lan berperilaku manja seperti itu kepada mereka.


Semua interaksi itu tidak lepas dari empat pasang mata yang sedang mengawasi mereka dari jauh. Dua orang itu adalah kaisar Xiao dan putra mahkota Xiao Gui. Hati kaisar Xiao kembali berdenyut mengingat Xiao Lan yang tidak mau ia sentuh sedangkan dengan ketiga pelayannya ia bisa sebegitu dekat sampai berpelukan sangat lama seperti itu.


"Kenapa ayah menangis, biasanya ia juga tidak peduli pada bocah itu" batinnya bingung,


Kaisar Xiao terus berada disana sampai paman Tae kembali membawa cat yang Xiao Lan minta.


"Terimakasih paman" ucap Xiao Lan memeluk singkat paman Tae,


"Paman masuk dulu ya Lan'er" ucap paman Tae yang dibalas anggukan oleh Xiao Lan,


Xiao Lan memandang gentong di halamannya dengan berbinar,


PRANGG


Ia memecahkan gentong-gentong itu dengan tangannya sendiri karena ia tidak menemukan batu-batu kecil di sekitarnya. Tangannya mulai mengeluarkan darah segar tapi ia masih melanjutkan aktivitasnya memecahkan gentong.


Kaisar Xiao keluar dari persembunyiannnya ia memegang tangan Xiao Lan yang berdarah,


"Apa yang kau lakukan?" tanyanya memandangi tangan yang berwarna merah itu terselip sedikit kekhawatiran disana,


"Bukankah kau sudah melihatnya" ucap Xiao Lan acuh kemudian menarik kasar tangan yang dipegang oleh kaisar Xiao,


Ia merobek hanfunya dan melilitkannya pada tangan yang berdarah tadi. Ia melanjutkan pekerjaannya dengan mewarnai bagian dalam gentong yang sudah ia pecahkan.

__ADS_1


Setelah mewarnai ia kembali menyusun beberapa pecahan gentong tadi di dalamnya. Ada beberapa gentong yang ia tambahkan tanah dan tanaman ada juga yang ia tutup dengan kaca pada pecahan yang tadi sehingga gentong yang tidak berguna tadi menjadi terlihat sangat cantik.


"Sempurna" gumamnya lalu ia tersenyum puas,


Ia ingin mengangkat gentong-gentong tadi namun karena ukurannya yang besar serta tangannya yang berdarah ia menjadi tidak kuat untuk mengangkatnya.


"Apa yang kau lakukan?" ucap Xiao Lan saat kaisar Xiao mengangkat gentong tadi,


"Zhen hanya membantumu" ucap kaisar Xiao,


"Terserah" ucapnya memutar bola matanya malas ia lebih memilih duduk sedangkan kaisar Xiao sibuk memindahkan gentong-gentong tadi dibantu putra mahkota Xiao Gui,


"Sudah selesai, Xiao Lan" ucap kaisar Xiao tersenyum,


"Hmm" hanya itu yang diucapkan Xiao Lan ia sedang malas mengucapkan kata terimakasih kepada mereka berdua,


Xiao Lan kemudian mengisi air ke beberapa gentong yang ia lapisi dengan kaca ia juga menambahkan ikan-ikan kecil disana tapi ada juga yang hanya ia tambahkan air untuk keperluan cuci tangan.


Kediaman yang tadinya terlihat kumuh dan tidak terawat sekarang menjadi kediaman yang paling indah di istana kekaisaran Xiao. Walaupun sangat kecil Xiao Lan bisa mengatasinya agar kediaman ini terlihat nyaman.


"Paman dan bibi harus melihat ini pasti mereka bangga padaku" gumam Xiao Lan samar-samar tapi masih bisa didengar dengan jelas oleh kaisar dan putra mahkota,


"Putri Xiao Lan apakah kau tidak menyediakan minum pada orang yang sudah membantumu?" tanya putra mahkota,


"Wah ternyata kalian menolongku dengan pamrih, kalian bisa mengambil sendiri minum di istana depan kan atau minta saja kepada pengawal bayangan kalian yang berada di pohon itu" Xiao Lan menunjuk pohon yang berada tiga puluh langkah di hadapannya,


Tentu saja pengawal bayangan serta kaisar dan putra mahkota terkejut karena Xiao Lan bisa mengetahui keberadaan mereka.


"Dari sini menuju istana depan itu sangat jauh Xiao Lan"


"Apa kau baru mengetahuinya putra mahkota? Dari kecil aku selalu mengikuti bibi Fu mengambil air dari istana depan aku tidak pernah mengeluh sepertimu padahal aku hanya seorang anak kecil yang langkah kakinya sangat pendek bukan pendekar yang mudah mengeluh sepertimu" ucapnya sinis,


Putra mahkota hanya terdiam ia kembali menatap Xiao Lan tidak percaya.


"Bahkan saat aku diasingkan, aku diberi gubuk dengan jarak yang sangat jauh dari sungai mungkin bisa tiga sampai empat kali lipat dari kediaman ini ke istana utama" ucapnya sedikit melirik ke arah kaisar Xiao yang sedang menundukkan kepalanya,


"Pergilah aku sudah selesai" ucapnya kemudian masuk ke dalam haremnya.


Putra mahkota dan kaisar saling pandang ada ganjalan di hati mereka berdua karena tidak pernah memperlakukan Xiao Lan dengan baik.


•••


JANGAN LUPA VOTE KOMEN RATE DAN LIKE


hihihi maaf ya kalo Xiao Lan terlalu kurang ajar udah dibantu tapi minum aja gak mau ngasih😜


TERIMAKASIH

__ADS_1


chiccacaaa


__ADS_2