
Nama Gold Tiger sudah tidak asing lagi di seluruh kekaisaran mereka mengetahui jika Gold Tiger dipimpin oleh seseorang yang mereka sebut dengan reine mereka juga ikut menyebut ketua Gold Tiger dengan sebutan reine bagi mereka terutama rakyat kecil bagi mereka Gold Tiger adalah penyelamat hidup mereka.
•••
Xiao Lan sudah tidak kesepian lagi, semenjak kepergian tabib Bao memang ia merasa ada yang hilang dari hidupnya tetapi Dewa mengirimkannya seseorang yang tulus menyayanginya sama seperti tabib Bao walaupun ia tak mengetahui namanya. Setiap malam ia akan berkunjung untuk sekedar menengok atau berbagi cerita dengan Xiao Lan seperti pada malam ini.
"Hai apa kau merindukanku?" godanya kepada Xiao Lan yang sedang melamun di jendela,
"Tidak, tidak ada manfaatnya aku merindukanmu" ucap Xiao Lan ketus,
"Benarkah? Tapi matamu itu menyiratkan kerinduan yang mendalam" ia semakin gencar menggoda Xiao Lan,
"Kau ini, pulanglah aku ingin tidur" ucap Xiao Lan jengah,
"Eitss tunggu dulu" orang itu menggenggam lengan Xiao Lan yang ingin pergi tidur,
"Kau harus ikut aku dulu melihat sesuatu yang indah" ucapnya langsung menggendong tubuh Xiao Lan ala bridal style, Xiao Lan yang terkejut refleks mengalungkan kedua lengannya ke leher pemuda tadi,
"Kau gila ya, aku bahkan belum menyetujuinya kau sudah membawaku" omelnya kesal menatap pemuda tadi tapi ia tidak bisa melakukan apa-apa karena jika ia memukul pemuda itu bisa dipastikan dia akan jatuh,
"Sst, sebentar lagi kita akan sampai" ucap pemuda itu tersenyum manis, sangat manis bahkan Xiao Lan belum pernah melihat senyum yang semanis itu sebelumnya ia merasa ada desiran-desiran di jantungnya,
"Sudah dulu menikmati ketampananku sekarang kita sudah sampai" ucapnya lalu menurunkan Xiao Lan,
__ADS_1
"Siapa yang menikmati ketampananmu, jika aku terus melihat ke depan yang ada leherku sakit tau" pemuda tadi hanya terkekeh kemudian membalik tubuh Xiao Lan menghadap ke depan,
"Astaga, ini indah sekali. Bagaimana bisa kau menemukannya?" ucap Xiao Lan memandangi sungai dengan banyak kunang-kunang di atasnya ada juga berbagai tumbuhan teratai yang terapung di atas sungai tadi, pantulan cahaya bulan purnama semakin menambah keindahan yang ada pada alam di hadapannya,
"Aku tinggal di hutan iblis lebih lama darimu jadi wajar saja jika aku mengetahui tempat-tempat yang indah seperti ini" ucapnya lalu memeluk tubuh Xiao Lan dari belakang,
"Jangan menolak aku tau kau kedinginan" Xiao Lan hanya diam membatu di tempatnya ia tak tau harus berbuat apa sekarang,
"Ehm, siapa namamu? Kau tidak pernah mengenalkan namamu padaku" tanya Xiao Lan memecah kecanggungan yang terjadi,
"Memang segitu penting namaku bagimu?" tanya pemuda tadi ia lalu membenamkan kepalanya di bahu Xiao Lan,
"Iya agar aku selalu mengingatmu, jika aku nanti sudah dewasa dan menjadi lebih cantik lagi aku tidak akan melupakanmu" ucap Xiao Lan tersenyum,
"Namaku sayang, panggil aku sayang"
"Yak! mana ada orang yang namanya sayang, kau pasti mengada-ada" Xiao Lan melepas pelukan pemuda tadi,
Pemuda itu hanya terkekeh, ia memegang bahu Xiao Lan kuat, "Aku harap kau tidak akan benci jika di kemudian hari kau mendengar namaku lagi" ucap pemuda tadi,
"Untuk apa aku benci kau tinggal menjawab saja apa susahnya"
"Namaku adalah Zhao, aku sangat berharap apapun yang terjadi kau jangan membenciku" ucapnya menatap mata Xiao Lan dalam,
__ADS_1
"Apa maksudmu? Aku tidak akan membenci orang tanpa alasan yang jelas, Zhao"
"Lupakan saja, mungkin ke depannya kita akan jarang bahkan tidak akan bertemu lagi, Xiao Lan" ucapnya mengelus pipi Xiao Lan,
Xiao Lan menangkap tangan kekar yang sedang mengelus pipinya kemudian menggenggamnya, "Panggil aku Xuan Lan, apa maksudmu? Kenapa kau selalu mengatakan hal yang aneh dari tadi?"
Zhao hanya menggeleng, "Ayo kita pulang, aku takut bibimu bangun" ia kembali menggendong Xiao Lan menuju rumahnya,
"Xuan Lan" Zhao menggenggam dua tangan Xiao Lan sebelum Xiao Lan kembali ke kamarnya,
"Aku mencintaimu, aku berharap kau akan selalu menungguku"
Cup
Ia mencium kedua tangan Xiao Lan, "Aku pergi" ia lalu pergi dari tempat itu sebelum ada yang menyadari keberadaannya,
"Kenapa ini? Ada apa kenapa aku berdebar-debar dan kenapa ia mengucapkan itu seakan ia ingin menjauh dariku" Xiao Lan benar-benar dibuat kalut oleh perasaan yang menyerangnya malam itu ia tak habis fikir kenapa semalaman ia terus memikirkan perkataan Zhao orang yang selalu mengisi hari-harinya akhir-akhir ini.
•••
JANGAN LUPA VOTE KOMEN RATE DAN LIKE
karena author gabut jadi buat satu part lagi deh oh iya jangan lupa mampir ke cerita author yang satunya ya judulnya 'what is love' buat besok author mungkin cuma up dikit soalnya mau ngerjain tugas yang menumpuk dulu ya guys,
__ADS_1
makasih
chiccacaaa