PUTRI BERHARGA

PUTRI BERHARGA
TIGA PULUH LIMA


__ADS_3

"Rindu padaku kaisar Xiao?" tanyanya tersenyum menyeringai,


•••


"Bagaimana mungkin kau bisa berada disini, Xiao Lan?" tanyanya heran padahal keamanan sudah dijaga sangat ketat,


"Wah ternyata kau masih ingat padaku padahal tubuh dan wajahku sudah berubah lebih baik daripada saat aku disini"


"Mungkin karena kaisar keadilan ini kurang mendidik anak buahnya dengan baik makannya dengan mudah seorang gadis tak berdaya sepertiku bisa masuk ke sini" ucapnya dengan tawa mengejek,


"Apa maksudmu?" tanya kaisar Xiao mulai dingin,


"Aku kira kau kaisar yang cerdas tapi ternyata itu semua hanya omong kosong belaka bahkan kau tidak bisa mengerti ucapanku yang sederhana itu" ia masih tersenyum mengejek,


"Kenapa kau menghina ayahmu seperti itu ha?" tanya kaisar Xiao mulai emosi,


"Tunggu-tunggu, kau menyebut dirimu apa tadi? Ayah? Apa aku tidak salah dengar kaisar Xiao" ia lalu terkekeh geli,


Dahi kaisar Xiao mengerut apakah ada yang salah dengan ucapannya? Bukankah benar jika dia adalah ayahnya.


"Sebentar, sebentar hahaha" Xiao Lan tertawa dengan keras,


"Apakah kau tidak ingat kaisar Xiao saat aku kecil, aku ingin menyebutmu dengan sebutan itu tapi kau tidak mengizinkannya dan sekarang kau ingin aku menghormatimu dengan menggunakan embel-embel ayahmu?" ia kemudian menyeka sedikit air mata yang keluar dari sudut matanya,


"Jangan panggil aku dengan sebutan ayah lagi!"


"Kau bukan putriku!"


"Sekali lagi kau memanggilku ayah akan kuhukum kau!"


Kata-kata itu seakan berputar-putar di kepala kaisar Xiao. Air mukanya mulai berubah,


"Apakah kau sudah ingat kaisar Xiao?" tanya Xiao Lan,


Kaisar Xiao hanya memandang Xiao Lan dengan pandangan yang tidak bisa diartikan,


Setelah puas Xiao Lan kemudian keluar dari ruang kerja kaisar Xiao melalui jendela yang ada disana sedangkan kaisar Xiao masih mematung di tempatnya dan memandang punggung Xiao Lan yang sudah menghilang menuju ke arah selatan.

__ADS_1


___


"Paman bibi semuanya aku pulang" teriaknya menggema saat memasuki markas Gold Tiger, semua orang yang berada disana sudah tidak terkejut lagi dengan teriakan-teriakan seperti itu malah hal itu sangat lucu menurut mereka,


"Heh gadis nakal kenapa tidak sekalian menginap di luar saja hm?" tanya bibi Fu yang sudah berkacak pinggang,


"Memang boleh aku menginap diluar?" tanya Xiao Lan berbinar,


Bibi Fu langsung menjewer Xiao Lan saat itu juga, "Dasar gadis nakal" ucapnya lalu menyeret Xiao Lan masuk ke dalam,


"Semuanya tolong aku, aku disiksa huhuhu. Paman ini kdrt namanya" ucap Xiao Lan meminta tolong pada semua yang ada disana sambil melambai-lambaikan tangannya,


Sayangnya semua orang disana tampak tidak menggubrisnya sedikitpun karena meskipun Xiao Lan adalah reine tapi masih ada yang lebih menyeramkan dari itu yaitu amarah dari bibi Fu. Mereka juga sudah terbiasa mendengar kata aneh yang keluar dari mulut Xiao Lan.


___


"Kenapa seperti tidak ada orang di dalam sana?" ucap seorang kasim kepada jenderal kekaisaran,


"Semuanya ayo kita cek ke dalam"


Perlahan tapi pasti semua orang yang ada disana mengecek gubuk yang dua tahun ini disinggahi Xiao Lan beserta paman dan bibinya.


Orang-orang yang masuk tadi segera keluar dan mendapati seorang gadis beserta 2 orang pria dan seorang wanita yang cukup berumur di belakangnya.


"K-kami sedang mencari putri kedua serta para pelayan putri" ucap kasim terbata-bata seperti sedang kepergok mencuri,


"Aku tidak punya pelayan" ucap Xiao Lan datar,


"T-tapi pelayan Fu dan pen" ucapan tadi langsung dipotong Xiao Lan,


"Lancang kau! Mereka itu paman dan bibiku!" udara di sekitar mereka mulai mencekam,


"Lan'er jangan begitu" ucap bibi Fu menenangkan,


"Mau apa kalian datang kesini?" tanyanya dingin,


"Kami ingin menyampaikan titah kaisar bahwa putri Xiao Lan akan kembali ke istana hari ini" ucap kasim itu lagi,

__ADS_1


"Apakah ada gulungan seperti waktu itu?" tanyanya,


"Tidak putri"


"Kembalilah ke kekaisaran Xiao dan jangan lupa ucapkan kepada kaisar kalian tidak perlu pura-pura peduli padaku dia bahkan tidak menyampaikan titah melalui gulungan surat. Tanyakan apa dia sebegitu takutnya tidak diberi asupan ranjang oleh selirnya itu ups maksudku permaisuri pengganti ibuku sampai tidak memberi titah gulungan surat?" tanyanya mengejek,


"Jaga ucapanmu Xiao Lan!" suara yang ditunggu-tunggu Xiao Lan akhirnya keluar, ia memang mengetahui kalau kaisar Xiao bersembunyi dibalik pohon ia sengaja memancing amarah kaisar itu agar keluar,


"Oh, kalian tidak perlu mengucapkannya padanya mungkin ia sudah mendengarnya jika pendengarannya tidak bermasalah"


Semua orang disana termasuk paman Tae, paman Tao dan bibi Fu menengguk salivanya kasar bagaimana bisa Xiao Lan bersikap seperti itu kepada seorang kaisar.


"Xiao Lan" ucap kaisar Xiao sekali lagi,


"Ayo paman dan bibi kita masuk ke dalam aku sudah tidak sabar untuk memasak buruan kita" ucap Xiao Lan lalu menggandeng paman dan bibinya menuju ke dalam gubuk,


"Bagaimana ini kaisar? Apakah kita harus menghukum putri kedua karena sudah bersikap lancang seperti itu?" tanya kasim An,


"Tidak perlu, biarkan dia menyelesaikan urusannya dulu kita tunggu disini" ucap kaisar Xiao kepada kasim An dan yang lain menurutinya,


FLASHBACK ON


"Kau tadi pergi kemana anak nakal?" tanya bibi Fu setelah melepas jewerannya,


"Kekaisaran Xiao" jawab Xiao Lan enteng,


"Apa?" tanya paman Tao, paman Tae dan bibi Fu bersamaan,


"Sudahlah besok pagi kita akan berburu lalu kembali ke gubuk tidak ada penolakan" ucap Xiao Lan lalu ia merebahkan badannya kemudian tidur,


FLASHBACK OFF


•••


JANGAN LUPA VOTE KOMEN RATE DAN LIKE


TERIMAKASIH

__ADS_1


chiccacaaa


__ADS_2