
"T-tidak m-mungkin, n-naga emas api es!"
•••
"Hei rubah kemarilah" Xiao Lan melambaikan tangannya ke rubah tadi,
Dengan kaki yang gemetar rubah tadi menuju ke arah Xiao Lan yang tangannya masih mengelus kepala naga tadi, ia berdiri agak jauh dari Xiao Lan,
"Mendekatlah, jangan terlalu jauh" Xiao Lan mengulurkan tangannya dan disambut oleh rubah tadi, ia mendudukkan rubah itu di sebelah kirinya,
Naga tadi tiba-tiba bangun kemudian menatap rubah tadi dengan pandangan tidak suka, ia menggertak rubah tadi dengan dengusannya. Sontak saja rubah tadi menggigil ketakutan atas perlakuan naga itu padanya,
"Hei, kau tidak boleh seperti itu. Dia itu temanku dan jika kau mau menjadi temanku maka kau harus menerimanya juga menjadi temanmu" ucap Xiao Lan kepada naga tadi, naga itu hanya mendengus sebal kemudian menjilat-jilat wajah Xiao Lan yang dijilat pun hanya terkekeh geli,
"Bocah, apa kau tidak mau melakukan kontrak dengannya?" tanya rubah takut-takut,
"Kan aku sudah menjalin kontrak denganmu, lagipula dia belum tentu mau menjalin kontrak denganku" ucap Xiao Lan masih dengan mengelus-elus kepala naga itu,
__ADS_1
"Bocah, jika dia jatuh di tangan orang yang salah itu bisa berbahaya" ucap rubah itu mengingatkan,
"Memangnya kau sebegitunya mengenalku, bagaimana jika aku ini orang jahat?" tanya Xiao Lan meremehkan sedangkan rubah tadi sudah menatapnya tajam,
"Baiklah-baiklah, naga apakah kau mau melakukan kontrak denganku?" naga itu mengerjap-ngerjapkan matanya menatap Xiao Lan,
"Sepertinya dia ti-" ucapan Xiao Lan terpotong,
"Aku bersedia menjalin kontrak denganmu, Lord" ucap naga tadi, Xiao Lan dan rubah tadi sangat terkejut tapi Xiao Lan langsung menormalkan kembali wajahnya ia mengarahkan tangannya ke mulut naga tadi,
"Hisaplah sendiri darahku, gigiku tidak cukup kuat untuk merobek kulitku sendiri" naga itu mengangguk kemudian menggigit jari Xiao Lan, darah yang mengalir dari jari Xiao Lan kemudian ia isap secukupnya matanya bersinar terang pertanda kontraknya sudah terjalin,
"Setiap hewan seperti kami akan diberi nama oleh orang yang mengontrak kami" ucap rubah itu mewakili keduanya,
"Baiklah untuk rubah aku beri kau nama Kuma dan untuk naga kau kuberi nama Ran apa kalian paham?" kedua hewan tadi hanya menganggukan kepalanya,
"Lord, aku melihat ada yang berbeda di kalungmu" ucap Ran kepada Xiao Lan,
__ADS_1
"Kalung?" Xiao Lan meraba lehernya, ia baru sadar jika ada kalung dengan permata di tengahnya yang bertengger indah di lehernya ia lalu menyerahkannya pada Ran,
"Lord, ini adalah kalung dimensi kau bisa menyimpan kami disini tapi sebelum itu akan aku lapisi kalung ini dengan energiku agar tidak ada yang menyadarinya. Aku dan rubah ini akan berada di dalam kalung ini" ucap Ran kemudian masuk ke dalam kalung Xiao Lan bersama Kuma.
"Tunggu sebentar Ran, bocah siapa namamu?" tanya Kuma karena memang Xiao Lan belum memperkenalkan dirinya, ia menepuk dahinya,
"Aku Xiao Lan, tapi entah cepat atau lambat namaku akan berubah menjadi Xuan Lan. Kalian bisa memanggilku Lan atau LanLan" ucap Xiao Lan,
"Kau curang, namamu hampir sama dengan nama Ran, kenapa kau tidak memberiku nama yang hampir mirip dengan kalian berdua?" tanya Kuma menatap Xiao Lan sebal, Xiao Lan hanya menaikkan salah satu alisnya,
"Bukankah kau berkata kalau tidak mau menjalin kontrak denganku, Kuma?" sedangkan yang diajak bicara buru-buru masuk ke dalam kalung dimensi milik Xiao Lan, Xiao Lan melangkahkan kakinya menuju mulut goa tanpa sengaja ia bertemu dengan paman Tao dan paman Tae yang sedang mencarinya ia kemudian pulang bersama mereka.
FLASHBACK OFF
•••
JANGAN LUPA LIKE KOMEN RATE DAN VOTE KARYA AUTHOR. TERIMAKASIH
__ADS_1
chiccacaaa