PUTRI BERHARGA

PUTRI BERHARGA
SERATUS DUA PULUH ENAM (S2)


__ADS_3

Jackson tambah terkejut tatkala mengetahui orang yang dibawa Zhao adalah dua orang paruh baya yang sangat dikenalnya.


"A-ayah, i-ibu" ucap Jackson masih terbata.


•••


"Lihatlah putra yang kalian banggakan melakukan hal yang tidak senonoh seperti ini. Apakah kalian yang mengajarinya menculik wanita lalu ingin memperkosanya seperti ini hm?" tanya Zhao tersenyum menyeringai.


"Ibu tidak menyangka kau akan berbuat hal keji seperti ini Jackson" ucap ibu Jackson berlinang air mata.


"Ayah tidak pernah mengajarimu berbuat hal brengsek seperti ini Jackson. Kau sungguh mengecewakan" ucap ayahnya dengan pandangan mata yang sayu.


"Kakak tidak pernah menyangka kau menculik bahkan kau ingin memperkosa seorang gadis. Apa kau tidak pernah memikirkan kakak dan ibu hah? Bagaimana jika ibu dan kakak yang berada di posisi gadis itu?" ucap kakaknya sambil menangis karena kecewa terhadap adiknya ditambah dengan pisau yang mulai menggores sedikit kulitnya.


"Lepaskan dia Jackson" ucap kakaknya.


"A-aku" belum selesai Jackson berkata Xuan Lan sudah berhasil melepaskan diri dari genggaman Jackson. Pisau yang Jackson pegang juga sudah jatuh ke tanah karena aksi cekatan Xuan Lan yang langsung bangun dan membuat Jackson terkejut.


"Huh, sial sekali aku hampir dicium oleh lelaki buaya ini untung saja my baby honey datang tepat waktu, ikatan tali di tanganku juga kuat sekali jadi agak sulit untuk melepaskannya" batin Xuan Lan di dalam hati saat melihat Jackson yang terkapar di lantai.


Xuan Lan mulai memainkan pisau yang berada di jemarinya. Ia tersenyum penuh kemenangan. Ia kemudian duduk berjongkok di hadapan Jackson. Xuan Lan kemudian menyatukan jari telunjuk dan jari tengahnya setelah itu ia menotok pada bagian dada Jackson.


"Permainanmu seru juga. Tali yang kau ikatkan sangat kencang mengikat tanganku sehingga aku memerlukan waktu ekstra untuk melepaskannya" ucap Xuan Lan.


Ia kemudian mengarahkan pisau itu ke bawah dagu milik Jackson dan mengangkat pisau yang sudah menempel di bawah dagu Jackson itu agar ia bisa melihat wajah Jackson dengan jelas.


"Kau salah bermain-main dengan Xuan Lan" ucapnya sambil tersenyum sinis.


Xuan Lan kemudian membuat ukiran yang sangat dalam dengan pisau itu di dagu milik Jackson. Jackson meringis kesakitan sedangkan keluarganya hanya menutup matanya melihat kejadian itu. Mereka pikir tidak masalah korban Jackson melakukan hal itu karena Jackson sudah berbuat keterlaluan.


"Sempurna" ucap Xuan Lan saat melihat ukiran yang telah ia buat.


"Z yang berada disini" ucap Xuan Lan menunjuk dagu Jackson sebelah kiri menggunakan pisau yang sudah berlumuran darah itu.


"Untuk Zhao dan L yang ada di sini" ucap Xuan Lan sambil menunjuk sisi lain di dagu Jackson.


"Untuk Lanlan" ucapnya dengan senyum mengembang.


"Zhao apa kau sudah memanggil polisi?" tanya Xuan Lan.


"Ya, mereka sedang perjalanan kesini" ucap Zhao.

__ADS_1


"Tu-tuan kami mohon jangan penjarakan Jackson" ucap ibunya Jackson sambil menangis.


"Dia sudah berbuat tindakan asusila mana mungkin polisi akan melepaskannya begitu saja dan ingat itu semua di luar kendaliku" ucap Zhao datar.


"Ah, ya aku ingin mengucapkan terimakasih untuk nona Lin Hua karena sudah pernah mengenalkan Jackson kepada saya meskipun hanya lewat foto. Anda tau? Itu membuat keuntungan sendiri bagi saya karena saya tidak memerlukan waktu yang lama untuk mengetahui apa yang bisa digunakan untuk mengancam adikmu itu" ucap Zhao masih datar.


"Zhao lepaskan pisaumu" ucap Xuan Lan saat melihat Lin Hua yang meringis menahan perih dari tajamnya pisau yang diarahkan ke lehernya.


Zhao menurut. Ia segera melepaskan pisaunya bahkan ia sudah tidak menyekap Lin Hua lagi.


"Do you wanna play baby?" tanya Zhao sambil tersenyum penuh arti.


"Of course my honey" ucap Xuan Lan sambil mengerlingkan matanya.


"Kalian jaga dia dan tunggu sampai polisi datang" ucap Zhao kepada bawahannya.


Mereka kemudian meminta seseorang untuk menyeret Xuan Xi ke tempat lain. Setelah sampai di tempat itu Xuan Lan terlihat sangat senang seperti dia telah memenangkan lotre.


"Aku sepertinya perlu air" ucap Xuan Lan.


Anak buah Zhao yang mengerti kode dari Xuan Lan segera mengambilkan air sebanyak satu ember.


"Biar aku saja yang menyiramnya" ucap Zhao ingin menarik ember itu dari Xuan Lan.


"Stop! Dia tadi sudah menyiramku dan kau pasti sudah bermain-main dengannya tadi sampai wajahnya babak belur seperti ini sekarang giliranku Zhao" ucap Xuan Lan dengan pandangan mata penuh semangat.


"Baiklah" ucap Zhao pasrah padahal yang menghajar Xuan Xi adalah anak buahnya bukan dia.


"Pakai sarung tangan dulu biar tidak tertular kuman darinya" ucap Zhao sambil memasangkan sarung tangan ke tangan milik Xuan Lan.


"Yeay, terimakasih"


BYURR


"Bangun!" teriak Xuan Lan.


Xuan Xi yang merasa bajunya basah kemudian membuka matanya.


"Xuan Lan!" pekiknya ketika melihat Xuan Lan yang sudah menyiramnya dengan ember. Badannya juga terasa sakit dan kaku ketika digerakkan.


Xuan Xi mencoba mengingat kejadian apa yang sudah ia alami sampai ia menjadi seperti ini.

__ADS_1


"Sial" batinnya sambil mengepalkan tangannya.


Ia mengingat jika ia tadi ingin bertemu dengan Zhao tetapi saat ia masih di tengah jalan ia melihat mobil Zhao dan langsung menghadangnya. Naasnya ia malah ditangkap oleh anak buah Zhao dan dihajar habis-habisan karena ia tidak mau menjawab pertanyaan yang Zhao tanyakan sampai akhirnya ia jatuh pingsan.


*PLAKK


PLAKK*


Xuan Lan menampar pipi kanan dan pipi kiri Xuan Xi secara bergantian menggunakan kekuatan penuh sehingga sudut bibir Xuan Xi langsung mengeluarkan darah.


"Xuan Xi kenapa kau masih menggangguku juga hm?" tanya Xuan Lan dengan nada kasihan.


"Bukankah calon suamiku ini sudah mengatakan jangan pernah menggangguku dan sekarang kau menuai apa yang kau tabur kan" ucap Xuan Lan kemudian tersenyum mengejek.


"Pengalihan saham ayah atas nama kau dan ibumu sudah dibekukan yang artinya kau tidak akan mendapat sepeser pun saham yang sudah ayahku tanamkan di perusahaannya" ucap Xuan Lan.


Xuan Xi membulatkan matanya. Bagaimana Xuan Lan bisa tau rencananya dan ibunya yang ingin mengatas namakan saham yang dimiliki ayahnya menjadi nama mereka.


"Lalu kau ingin mengusirku dan ayahku bukan setelah kau mendapat semuanya? Haiss, kalian berdua ini tidak pernah bersyukur padahal tanpa memoroti ayahku kalian sudah kaya dengan segala perampokan yang kalian lakukan" ucap Xuan Lan sambil membersihkan sarung tangannya.


Ia kemudian menendang perut Xuan Xi dengan keras sampai empunya jatuh tersungkur ke belakang. Tak sampai disitu ia juga menghajar Xuan Xi sambil sesekali mengumpat dan berteriak mengeluarkan segala keluh kesahnya selama ini sampai akhirnya mata Xuan Xi lebam dan tidak bisa dibuka lagi.


"Xuan Lan cukup senang-senangnya" ucap Zhao dingin.


Xuan Lan kemudian menghentikan aktivitasnya dengan nafas yang tersengal-sengal. Ia mengeluarkan air matanya merasa lega telah menghajar Xuan Xi ia kemudian memeluk Zhao dan menumpahkan tangisannya disana.


"Kenapa menangis hm?" tanya Zhao sambil mengelus kepala Xuan Lan yang berada di dalam pelukannya.


"Aku merasa lega hiks. Aku merasa aku sudah mengeluarkan bebanku selama ini hiks hiks" ucapnya semakin mengencangkan pelukannya kepada Zhao.


"Menangislah" ucap Zhao sambil melepaskan sarung tangan yang dipakai Xuan Lan.


Setelah lega, Xuan Lan kemudian melepaskan pelukannya. Ia menatap benci pada Xuan Xi. Tetapi tatapannya berubah menjadi penasaran saat ia melihat beberapa tengkorak yang berada di tempat ini. Ia lalu mendekat untuk melihat satu tengkorak seukuran anak kecil.


Xuan Lan semakin mendekat kesana. Ia lalu berjongkok untuk melihat tengkorak itu. Matanya menuju suatu objek yang dikenakan oleh tengkorak itu. Ia kemudian melihat gelang dan kalung yang ada disana.


"Ren Zu" ucap Xuan Lan sambil mengepalkan tangannya.


•••


jangan lupa vote komen rate dan like

__ADS_1


__ADS_2