
"Kau tidak perlu menunggunya, ia pasti kembali" ucap paman Tao meyakinkan bibi Fu lagi.
Bibi Fu menatap paman Tao. Akhirnya ia mau beristirahat di dalam kediaman dan menunggu Xuan Lan kembali kesini.
•••
Xuan Lan sudah berjalan menuju istana kekaisaran Xiao dari pagi tadi. Ia tidak menggunakan qingqongnya, ia hanya berjalan biasa dan ia memakan waktu yang cukup lama agar ia bisa mencapai kekaisaran Xiao.
Sesampainya di gerbang istana, ia tidak melompat melalui pagar seperti biasanya. Ia melewati penjagaan seperti orang pada umumnya. Penjaga awalnya terkejut karena putri Xiao Lan ralat putri Xuan Lan mau melalui gerbang seperti ini. Mereka lalu mempersilakan Xuan Lan untuk masuk ke dalam istana.
Xuan Lan kemudian menuju ke ruang makan utama kekaisaran. Kasim lalu mengumumkan kehadiran Xuan Lan.
"Putri Xuan Lan tiba" teriaknya sambil membukakan pintu ruang makan.
Xuan Lan datang paling akhir namun acara makan bersama belum dimulai. Ia lalu duduk di kursi yang tersisa. Ia mengikuti acara makan dengan tenang bahkan ia sangat anggun saat ini.
Semua orang sebenarnya heran kepada Xuan Lan yang menjadi sangat anggun ini. Biasanya ia akan makan dengan urakan dan berbeda dengan yang lainnya jika ia berada disini. Jangan lupa ia dan Yu Yan pasti akan membuat sedikit keributan dengan bertengkar dengan permaisuri Juan dan putri Xiao Xi. Wang Yu Yan juga terlihat sangat anggun dan tidak seperti biasanya. Mereka merasa ada yang kurang dengan sarapan bersama pagi ini.
Setelah sarapan semua orang kembali ke aula utama. Besok malam adalah malam puncak ulang tahun kaisar, jadi acara besok akan lebih meriah dari hari sebelumnya. Hari ini sebenarnya kaisar Xiao dan para kasim serta penasehat sebenarnya bingung ingin mengadakan kegiatan apa karena rencana yang sudah mereka susun menjadi berantakan saat para putri menghilang dua hari yang lalu.
Sedangkan Xuan Lan memilih berpisah dari mereka semua. Ia melangkahkan kakinya menuju perpustakaan istana yang belum pernah ia kunjungi. Saat masuk kesana, bau buku yang sudah lapuk menyeruak masuk ke dalam hidungnya. Kelihatannya perpustakaan ini jarang dikunjungi orang, mungkin hanya kaisar Xiao dan para pangeran karena pelayan disini tidak bisa membaca.
Ia melihat buku-buku yang berada di rak paling depan. Tidak ada yang spesial di buku itu, hanya beberapa sejarah seluruh kekaisaran dan kemenangan yang pernah didapat kekaisaran Xiao saat dulu kala. Xuan Lan hanya membaca buku itu sekilas karena tidak ada yang menarik menurutnya.
Ia lalu menuju rak kedua. Disana ada beberapa buku tentang teknik peperangan dan ilmu beladiri. Ia kemudian beralih lagi ke rak ketiga, disana ada berbagai buku yang menjelaskan tentang herbal dan ilmu tabib.
Di rak keempat ada berbagai macam buku tentang syair-syair kuno dan perkataan para pepatah di dunia ini. Di rak kelima ada berbagai macam buku tentang cara memerintah kekaisaran.
__ADS_1
Ia terus berjalan sampai ia berada di ujung ruangan. Ia melihat sebuah buku usang yang sudah berdebu, sepertinya tidak pernah dibersihkan selama bertahun-tahun. Saat ia mengambil buku itu tiba-tiba.
krekk
Tembok yang ada di depannya berputar sembilan puluh derajat sehingga ia bisa melihat ada suatu ruang di balik tembok itu tetapi tidak ada cahaya disana. Xuan Lan kemudian memilih memasuki ruang gelap itu dan.
krekk
Tembok tadi kembali tertutup seperti semula. Xuan Lan seperti terkunci di dalam sana namun ia tidak begitu peduli. Dalam kegelapan ini ia meraba sekitarnya, ternyata ada lilin yang sudah terpasang di berbagai sudut di ruangan ini. Xuan Lan lalu memanggil Ran untuk menghidupkan lilin-lilin yang berada disini.
Saat semua lilin sudah menyala, nampak beberapa rak buku disana. Xuan Lan kemudian mengambil salah satu lilin yang sudah dinyalakan untuk menemaninya menjelajah ruangan ini.
Pandangannya terpusatkan pada suatu buku yang berjudul "Kekaisaran Moon".
"Kekaisaran Moon? Kenapa aku baru mendengar nama kekaisaran itu, selama aku berada disini tidak ada yang pernah menceritakan tentang kekaisaran itu" gumam Xuan Lan.
"Kaisar saat itu adalah kaisar terkuat sepanjang masa karena hanya ia yang bisa menembus energi Swazi selama beberapa ratus tahun ini. Tetapi akhirnya terjadilah perang antara seluruh kekaisaran dengan kekaisaran Moon yang menyebabkan kalahnya kekaisaran Moon sehingga kekaisaran Moon sudah hilang bagaikan ditelan bumi"
Xuan Lan membaca bagian itu agak terkejut. Disini tidak diketahui alasan yang jelas kenapa seluruh kekaisaran bersatu untuk menghancurkan kekaisaran Moon.
Ia merasa buntu karena saat ia akan membaca lagi, ternyata halaman buku itu sudah sobek dan tidak bisa dibaca lagi. Ia menghembuskan nafasnya kasar. Ia lalu menutup buku itu dan mengembalikannya ke tempat semula.
Ia berpindah-pindah tempat mencari berbagai macam buku disana sampai pilihannya jatuh ke buku yang sepertinya sudah digerogoti oleh tikus pada covernya. Ia lalu mengambil buku itu tetapi ia tidak bisa membaca judulnya karena tulisannya sudah mengilang.
Ia lalu membuka buku itu, betapa terkejutnya ia di buku ini menjelaskan tentang segel bintang, segel yang pernah dibicarakan oleh Ran pada saat ia berkultivasi dulu.
Ia mulai membaca buku itu dengan seksama. Disana ditulis jika segel bintang adalah segel yang diberikan oleh dewi bulan kepada sepuluh orang anak setiap seratus tahun sekali. Segel bintang itu bisa menjadi keberuntungan atau kesialan bagi orang itu sendiri dan bagi orang-orang disekitarnya.
__ADS_1
Biasanya hanya ada satu bahkan tidak ada orang yang bisa melepaskan segel itu dari tubuhnya. Jika orang itu tidak bisa melepaskan segel dari tubuhnya maka ia akan menjadi orang yang lemah dan tidak memiliki energi dasar untuknya sendiri tetapi ia masih bisa memiliki kekuatan fisik yang cukup mumpuni sebagai kompensasinya.
Sebaliknya jika orang itu bisa menghapus segel itu dari tubuhnya maka ia akan menjadi manusia terkuat di bumi ini. Ia bisa menggunakan energinya untuk menguntungkan dan merugikan orang lain di sekitarnya.
Itu semua tergantung pada hati masing-masing. Ada orang yang menggunakan energinya untuk berbuat kejahatan dan ada orang yang menggunakan energinya untuk berbuat kebaikan.
Sebenarnya segel ini masih terbagi menjadi dua. Jika diantara kalian berhasil menghapus segel di lengan kalian, maka selamat. Kalian sudah bisa masuk ke tahap selanjutnya, tahap dimana energi terkuat kalian akan keluar.
Orang dengan segel bintang sebenarnya memiliki dua segel di tubuhnya. Yang pertama adalah segel luar, yaitu segel yang berada di lengannya jika segel itu sudah bisa dibuka maka kalian bisa menembus energi paling tinggi yang bisa dicapai manusia pada umumnya. Segel itu terbuka dengan pertanda jika tanda yang berada di lengan kalian sudah menghilang menjadi cahaya.
Yang kedua adalah segel di dalam dantiannya. Jika ia belum bisa membuka segel di dantian itu maka jangan harap ia bisa menembus energi Swazi. Kau yang membaca ini pasti bertanya bagaimana caranya merusak segel yang ada di dalam dantianmu kan? Jika benar, aku tidak bisa memberitahumu karena hal ini bukan ranahku untuk menjelaskannya.
Kalau kau ingin tau, pergilah ke gunung Harapan. Disana kau akan menemui sebuah gua dengan lubang yang terlihat sangat sempit tetapi sebenarnya lubang itu seperti lubang pada umumnya. Masuklah kesana dan berjalanlah sampai ke ujung gua. Disana kau akan menemukan gubuk tempat seseorang yang bisa menjelaskan bagaimana caranya merusak segel yang berada di dalam dantianmu.
Kau sangat beruntung jika bisa menemukan buku ini. Kalimat terakhir yang terdapat di dalam buku itu meskipun tata bahasa di dalamnya kurang beraturan tetapi untungnya buku ini tidak memiliki banyak teka-teki di dalamnya seperti buku lain. Xuan Lan juga bisa memahami arti di dalam buku ini dengan mudah.
Xuan Lan terdiam sejenak, jadi ini adalah alasan kenapa ia masih belum bisa menembus energi Swazi. Ia sebenarnya tidak terlalu tau apa yang dimaksud dengan dantian. Ia memilih berkeliling untuk mencari petunjuk yang lebih lagi tentang segel bintang, siapa tau ada yang menulis bagaimana cara menghapus segel bintang yang berada di dalam dantiannya.
Tapi usahanya mengelilingi ruangan itu tidak membuahkan hasil. Ia sama sekali tidak menemukan buku yang membahas tentang segel bintang selain buku tadi. Yang ada di pikirannya sekarang adalah, apakah orang yang dimaksud di buku itu masih hidup? Karena buku ini sudah terlihat tua sekali, Xuan Lan sebenarnya tidak begitu yakin tapi ia mengesampingkan masalah ini sejenak. Ia masih memiliki banyak hal yang harus ia hadapi dan ia selesaikan.
Ia lalu keluar dari ruang pustakaan itu. Saat sampai di luar tiba-tiba ada tangan yang menariknya entah menuju kemana.
"Kau kenapa?" tanya si pemilik tangan tadi setelah mereka berada di sebuah lorong yang berada di istana kekaisaran Xiao.
•••
have a nice day everyone!🌌
__ADS_1