PUTRI BERHARGA

PUTRI BERHARGA
DUA PULUH TUJUH


__ADS_3

"Aku juga tidak tau kenapa bisa menjadi seperti itu, Lord"


•••


Tak terasa satu minggu lagi Xiao Lan sudah bisa kembali ke tempat asalnya atau neraka di bumi yaitu kekaisaran Xiao. Sudah berbulan-bulan juga ia tidak bertemu dengan Zhao tapi ia tidak mempermasalahkannya. Gold Tiger juga semakin maju dan semakin dikenal di seluruh daratan anggotanya juga terus bertambah seiring waktu banyak yang meminta mereka melakukan kejahatan tapi tidak pernah diterima.


Hari ini adalah hari dimana ia harus berkunjung ke kaisaran Li. Semua orang sudah hafal kepada Xiao Lan karena kerendahan hatinya dan ia tidak pernah memandang rendah orang lain menurutnya selama mereka baik dan menghargainya ia juga tidak akan segan untuk menghargai mereka. Setelah perjalanan yang cukup panjang sampailah ia di istana kekaisaran.


"Kenapa baru sampai?" tanya pangeran kedua, Li Yifeng,


"Aku kesini berjalan kaki bukan terbang" ucap Xiao Lan,


"Apa kau keberatan jika harus berjalan kaki, Lan'er? Apa mau jika kami berikan kuda padamu?" tanya permaisuri Kaili yang sudah memeluk Xiao Lan,


"Tidak ibu bukan itu maksudku" Xiao Lan memang tidak mau menerima kuda dari kekaisaran karena ia memang lebih senang berjalan daripada naik kuda,


"Apa kau tidak merindukan gegemu yang paling tampan ini Lanlan?" tanya putra mahkota Li Xian menaik turunkan alisnya,


"Tentu saja tidak untuk apa aku merindukanmu" ucapnya ketus,


"Ibunda lihat dia, dia sangat kurangajar kepadaku" adu pangeran Xian kepada permaisuri Kaili,


"Lan'er, kau sudah datang?" tanya suara lembut yang tak lain adalah suara selir Dyn,


"Sudah bunda" ia pun memeluk selir Dyn dengan erat,


"Aku rindu bunda" ucapnya,

__ADS_1


"Bunda juga rindu" selir Dyn lalu mengusap kepala Xiao Lan dengan sayang,


"Apakah kau tidak rindu dengan ayah?" tanya kaisar yang muncul secara tiba-tiba di belakang mereka, Xiao Lan segera berlari menuju kaisar Li,


"Tentu saja aku rindu" ia memeluk kaisar Li dan tentu saja dibalas oleh orang yang sekarang menjadi ayahnya itu,


"Ayo kita makan kau pasti lapar dari tadi hanya berjalan kesini"


"Ayah memang yang terbaik" ucap Xiao Lan mengacungkan dua jempolnya, mereka pun berjalan menuju ruang makan dengan canda tawa,


Setelah makan mereka semua berkumpul di gazebo depan kediaman kaisar, memang menjadi kebiasaan mereka semua akan mengosongkan jadwalnya jika Xiao Lan datang kesana seperti qtime gitu deh. Di tengah canda tawa itu Xiao Lan tiba-tiba bersuara,


"Ehem, semuanya maaf mungkin mulai bulan depan aku tidak bisa mengunjungi kalian lagi"


Semua orang yang sedang bercanda tadi langsung diam suasana menjadi hening seketika,


"Kenapa Lan'er?" tanya kaisar Li dengan lembut,


"Dan ini adalah saatnya, maaf aku belum bisa mengatakan yang alasannya tapi kalian pasti akan tau segera" ucapnya tersenyum,


Mereka yang berada di gazebo masih terdiam di dalam pikiran mereka semua hanya ada pertanyaan, "Apa sudah saatnya Li Xuan mereka pergi" mereka menatap Xiao Lan sendu,


"Baiklah jika itu keputusanmu, kami tidak bisa melarangnya lagipula kau sudah mengatakan dari awal" kali ini pangeran Yifeng yang berbicara,


"Terimakasih, aku pamit" sebelum ia pergi ia memeluk mereka satu per satu, permaisuri Kaili dan selir Dyn tidak bisa menahan kesedihannya mereka menangis di bahu Xiao Lan,


"Aku pergi" ucap Xiao Lan lalu meninggalkan mereka,

__ADS_1


Saat ia beristirahat di gubuknya ia dikejutkan oleh kebisingan yang terjadi di luar. Ia pun memakai cadarnya kemudian keluar,


"Ada apa ini kenapa ribut sekali?" tanya Xiao Lan dingin,


Kasim sampai gugup karena nada dingin Xiao Lan,


"Kaisar menitahkan agar putri Xiao Lan tetap berada di hutan iblis selama sebulan kedepan"


Rahang Xiao Lan mengeras ia mengepalkan tangannya,


"Atas dasar apa dia menambah waktuku untuk tinggal disini?" tanyanya menekan,


"H-hamba tidak tau, hamba hanya diperintahkan untuk menyampaikan titah ini"


Xiao Lan merebut gulungan di tangan kasim tadi, "Sekarang pergilah" ucap Xiao Lan dingin,


Kasim dan para pengawal segera pergi dari tempat itu karena takut atas tekanan Xiao Lan.


"Lan'er kenapa kau menerimanya?" tanya paman Tae,


Xiao Lan hanya tersenyum miring bagi siapa pun yang melihatnya pasti akan bergidik ngeri,


"Tidak apa-apa paman, bukankah jika melanggar titah kaisar kita akan dihukum?"


•••


JANGAN LUPA VOTE KOMEN RATE DAN LIKE

__ADS_1


TERIMAKASIH


chiccacaaa


__ADS_2