PUTRI BERHARGA

PUTRI BERHARGA
LIMA PULUH TUJUH


__ADS_3

Permaisuri Juan menatap putri Xiao Xi yang sedang terdiam itu. Matanya seolah berkata 'bagaimana bisa dia menjadi seperti itu dalam waktu sekejap' dan putrinya hanya menggelengkan kepala pertanda ia tidak tahu.


•••


Xiao Lan menyunggingkan senyumnya. Ia sebenarnya sudah tidak percaya saat putri Xiao Xi tiba-tiba meminta maaf kepadanya sampai bersujud dan menyebut-nyebut namanya agar memaafkannya. Tetapi perubahan sikapnya yang selalu tersenyum padanya setiap saat dan baik padanya agak menggoyahkan pemikiran Xiao Lan, ia berpikir Xiao Xi sudah mulai berubah.


Tetapi pada saat putri Xiao Xi memberikan krim kepadanya ia menjadi curiga karena sebelumnya putri Xiao Xi tidak pernah memberikannya apapun tapi ia tiba-tiba datang dan memberi krim yang ia sebut dapat mencerahkan wajah. Memang krim itu tidak berbau sama sekali namun ia tetap berhati-hati dan sebenarnya ia tidak memakai krim itu sama sekali.


FLASHBACK ON


Xiao Lan sedang berpikir keras. Ia bimbang akan menggunakan krim yang diberikan putri Xiao Xi atau tidak.


"Aku agak percaya dia mulai berubah tapi dia tidak pernah memberikan apapun padaku sebelumnya"


Ia kemudian ingat krim yang mengandung banyak merkuri di dalamnya saat berada di zaman modern dulu. Xiao Lan bergidik ngeri membayangkan jika krim itu mengandung merkuri dan akan merusak wajahnya.


Ia kemudian tersenyum. Ia memiliki cara agar Xiao Xi mau mengakui jika ia berpura-pura baik atau memang sepenuhnya baik dengan cara ia akan berpura-pura menggunakan krim itu lalu menempelkan jerawat buatan di wajahnya.


Ia membuat jerawat buatan itu dengan menggunakan berry yang dicampur dengan gelatin yang sudah dibuat oleh Gold Tiger. Hasilnya sangat memuaskan, saat ditempelkan di wajah campuran gelatin dan berry tadi benar-benar menyerupai jerawat sungguhan bahkan ada yang mirip dengan papiloma(kutil).


Ia kemudian melabrak Xiao Xi di kediamannya dan ternyata disana juga ada permaisuri Juan yang sedang berkunjung kesana.


"Apakah kepura-puraanku sudah sangat baik Xiao Lan sampai kau begitu percaya kepadaku hahaha" ucap putri Xiao Xi sambil tertawa,


"Aku sudah mengetahui sifatmu, kau pasti akan cepat pergi setelah aku memberi sesuatu padamu maka dari itu aku berani mengoleskan krim itu ke wajahku dan setelah kau masuk aku langsung membasuh wajahku ini agar krim nya tidak meresap ke wajahku" ucapnya,


"Sudah kuduga dari awal dia memang tidak pernah tulus. Untung saja aku belum menggunakan krim yang ia berikan" batin Xiao Lan menatap putri Xiao Xi dalam diam,


FLASHBACK OFF


Pangeran Zhan tersenyum puas. Ternyata Xiao Lan sudah merencanakan hal ini jauh-jauh hari. Ia masih belum sepenuhnya percaya jika Xiao Lan sudah berubah menjadi gadis yang kuat tapi sekarang ia sudah mempercayai jika Xiao Lan sudah bisa mengatasi masalahnya sendiri.

__ADS_1


Putra mahkota Li yang melihat tatapan lapar para pria kemudian memakaikan cadar lagi ke wajah Xiao Lan. Semua orang dibuat kecewa karena tindakan pangeran Xian.


"Kenapa kau membuka cadarmu? Aku sudah pernah bilang jangan pernah membuka cadarmu di depan para lelaki" ucap pangeran Xian kesal.


"Apa kau tidak mendengar dan melihat sendiri jika putri Xiao Xi memintaku untuk membuka cadar yang aku pakai ini?" tanyanya kepada pangeran Xian,


Masih banyak tatapan memuja dan tatapan lapar ke arah Xiao Lan walaupun wajahnya sudah kembali ditutup oleh cadar dan hal itu membuat pangeran Xian kesal.


"Jaga mata kalian yang melotot hampir keluar itu" ucap pangeran Xian lantang,


Semua orang lantas mengedipkan matanya karena ucapan pangeran Xian.


"Jika ada yang menatap putri Li Xuan lebih dari lima detik maka akan aku lubangi mata kalian dengan pisau" ucapnya lagi,


Semua orang menelan salivanya berat. Siapa yang tidak tau kekuatan fisik pangeran Xian yang dikenal sangat kuat itu dan juga ia tidak pernah pandang bulu terhadap orang yang sudah mengganggu ketenangannya.


Di bagian ujung, pangeran Zhan hanya tersenyum kecil ketika ia mengetahui kalau Xiao Lan memiliki keluarga baru yang lebih menyayanginya dan melindunginya dengan sepenuh hati.


Acara kemudian dilanjutkan dengan makan bersama seluruh kekaisaran sebagai pembukaan ulang tahun kaisar Xiao tahun ini.


Kaisar Wang tidak mempermasalahkan itu semua karena kaisar Li adalah sahabat dekatnya toh mereka masih berada di dalam satu ruangan. Sebenarnya dulu kaisar Li juga ingin mengangkat putri Yu Yan sebagai putri dari kekaisaran Li tapi keadaan sangat tidak memungkinkan ditambah adik perempuan putri Yu Yan yang sudah tiada sehingga kaisar Wang tidak mau jika anak perempuan satu-satunya harus menanggung dua beban sekaligus dan kaisar Li memahami itu semua.


Permaisuri Kaili dan selir Dyn sangat senang karena kehadiran Xiao Lan dan putri Yu Yan yang bisa mengobati rasa penasaran mereka saat memiliki anak perempuan. Apalagi keduanya punya sifat yang mirip bedanya putri Yu Yan sedikit lebih banyak bicara daripada Xiao Lan.


"Xuan Lan ambilah ini" ucap putri Yu Yan sambil menyodorkan dimsum kepada Xiao Lan,


Xiao Lan dengan senang hati menerima dan langsung memakannya dalam sekali suapan hal itu juga dilakukan oleh putri Yu Yan. Pipi merek tampak menggembung karena dimsum yang ada di mulut mereka.


"Oni enok sokoli" (ini enak sekali) ucap putri Yu Yan,


Xiao Lan setuju atas perkataan putri Yu Yan dan menganggukkan kepalanya. Tanpa mereka sadari, mereka sudah menjadi pusat perhatian orang-orang yang berada di seluruh ruang makan.

__ADS_1


Xiao Lan merasa keadaan aneh dan hening. Ia lalu mengarahkan matanya ke seluruh ruangan. Begitu terkejutnya ia saat semua mata memandangnya dan Yu Yan yang sedang menikmati makanan itu. Ia kemudian menelan makanannya dengan cepat.


"Jika hanya melihat kami, kalian tidak akan kenyang" ucapnya kemudian mengambil air minum.


Semua orang lalu kembali ke makanannya tanpa suara meskipun dalam hatinya mereka merutuki cara makan Xiao Lan dan Wang Yu Yan yang sangat tidak elegan dan tidak enak untuk dilihat.


Putri Yu Yan sudah tidak peduli dengan apa yang terjadi. Ia masih senantiasa memakan hidangan yang ada di depannya.


"Ahh, kenyang" ucap Putri Yu Yan sambil mengelus perutnya.


Lagi-lagi semua perhatian langsung berpindah menuju putri Yu Yan


"Putri Yu Yan yang lain belum selesai makan. Ada baiknya kita diam terlebih dahulu sebelum kaisar Xiao memperbolehkan kita berbicara lagi" ucap permaisuri Juan yang merasa sangat terganggu dengan tingkah gadis ini.


"Berisik! Kau bahkan bicara panjang lebar" ucap putri Yu Yan acuh.


"Tapi sa-"


Ucapan permaisuri Juan dihentikan oleh kaisar Xiao. Ia memegang tangan permaisuri Juan dan menggelengkan kepalanya pertanda masalah ini tidak perlu diperpanjang lagi. Permaisuri Juan mendengus kesal, ia hanya bisa meneruskan memakan hidangan di hadapannya.


"Mohon maaf karena ketidaknyamanan semua orang yang ada disini atas perilaku Yu Yan" ucap permaisuri Fen,


"Tidak masalah permaisuri, dia masih dalam masa pertumbuhan. Tingkah lakunya masih bisa diubah untuk beberapa tahun ke depan" jawab permaisuri Juan.


Wang Yu Yan memutar bola matanya malas. Ia sudah terlalu kenyang dan tidak ingin berdebat lagi dengan permaisuri Juan yang selalu mencari muka itu.


"Sudah lama aku tidak menggunakan otakku untuk membuat orang lain bahagia" batin Wang Yu Yan sambil menatap permaisuri Juan intens.


•••


JANGAN LUPA VOTE KOMEN RATE DAN LIKE

__ADS_1


TERIMAKASIH


chiccacaaa


__ADS_2