PUTRI BERHARGA

PUTRI BERHARGA
ENAM PULUH DELAPAN


__ADS_3

"Aku ingin menghilangkan marga Xiao di hidupku dan namaku akan berganti menjadi Xuan Lan" ucap Xiao Lan tegas.


•••


Orang-orang yang berada disana tidak percaya dengan apa yang dikatakan Xiao Lan. Ia bahkan ingin mengubah marganya sendiri.


"Tidak bisa" ucap kaisar Xiao tegas.


"Kenapa? Aku tidak meminta sedikitpun hartamu disini, kaisar Xiao" ucap Xiao Lan menekan.


"Jangan pernah berharap bisa mengganti margamu!" ucap kaisar Xiao lagi.


"Apa kau mengingkari janjimu sendiri dihadapan banyak orang, kaisar Xiao Nan?" tanya Xiao Lan dengan wajah mengejeknya.


"Zhen akan memberikan seluruh hidup Zhen untukmu tapi jangan pernah kau ubah margamu" ucap kaisar Xiao lagi.


"Benarkah?" tanya Xiao Lan sambil tersenyum jahat yang diangguki oleh kaisar Xiao.


"Baiklah, aku akan memberimu kemudahan. Kau tinggal memilih ingin mengabulkan yang mana" ucapnya lagi.


"Pilihan pertamaku tetap mengubah namaku menjadi Xuan Lan dan pilihan keduaku adalah kau ingat apa yang aku katakan kemarin saat kau berada di depan kediamanku? Dan aku tidak boleh terkena masalah jika kau yang memilihnya" ucapnya sambil tersenyum evil.


Kaisar Xiao mulai mengingat-ingat apa permintaan Xiao Lan semalam. Ia merasa Xiao Lan tidak pernah meminta apapun pada malam itu. Ia akhirnya ingat sesuatu saat ia meminta maaf kepada Xiao Lan. Xiao Lan meminta agar ia membunuh permaisuri Juan dan putri Xiao Xi. Matanya mulai membulat mengingat permintaan Xiao Lan ini.


Xiao Lan yang melihat raut wajah yang berubah dari kaisar Xiao mulai bereaksi.


"Lakukan dengan tanganmu sendiri dan di depan seluruh orang yang berada disini" ucap Xiao Lan dengan senyum yang mengerikan.


Kaisar Xiao memandang aneh dan sendu pada Xiao Lan. Ia tidak menyangka hukuman yang ia berikan di hutan iblis membuat kepribadian Xiao Lan berubah seratus delapan puluh derajat.


Ia berada dalam dilema. Ia tak ingin membunuh anak dan istrinya sendiri disisi lain ia juga tak ingin anaknya memutus hubungan dengannya.


"Kau terlalu lama berpikir. Jika seperti itu aku akan menghapus salah satu pilihanku dan kau bisa melakukan pilihan yang lainnya" ucap Xiao Lan datar.


"Aku akan menghapus pilihan pertamaku seperti keinginanmu. Tapi kau juga harus melakukan pilihan kedua saat ini juga" ucap Xiao Lan lantang.


"Tidak!" pekik kaisar Xiao.


"Baiklah, Zhen akan menuruti keinginanmu yang pertama" ucap kaisar Xiao lemah.


Semua orang bertanya-tanya dalam pikirannya apa pilihan kedua yang sedang dibicarakan oleh ayah dan anak ini sehingga kaisar Xiao mau menuruti pilihan pertama Xiao Lan yang tadi ditolaknya.


"Bagus. Umumkan sekarang" ucap Xiao Lan tegas.

__ADS_1


Kaisar Xiao berdiri dari kursi kebesarannya. Ia mengambil nafasnya dalam sebelum mengeluarkan suara dari mulutnya.


"Mulai hari ini putri Xiao Lan berganti nama menjadi putri Xuan Lan. Meskipun marganya berganti tapi ia tetaplah putri kedua kekaisaran Xiao" ucap kaisar Xiao tegas tapi pelan.


Xuan Lan tersenyum puas. Sekarang ia bisa menggunakan identitas aslinya.


"Maafkan aku Xiao Lan, aku mengingkari janjiku padahal dendammu belum aku balaskan" ucap Xuan Lan di dalam hati.


Setelah itu Xuan Lan kemudian keluar dari aula tanpa pamit. Ia memilih menuju kediamannya untuk menenangkan pikirannya.


"Lan'er? Kenapa sudah kembali?" tanya bibi Fu heran.


"Aku lelah ingin tidur" ucap Xuan Lan malas kemudian berjalan menuju kasurnya.


Bibi Fu, paman Tae dan paman Tao memang tidak berminat mengikuti acara ulang tahun kaisar dan hal itu sangat didukung oleh Xuan Lan. Ia sudah mengancam kaisar Xiao agar paman dan bibinya tidak perlu ikut ke pesta perayaan ulang tahun kaisar Xiao dan tentu saja kaisar Xiao menurutinya karena Xuan Lan mengancam akan pergi dari istana jika kaisar Xiao tetap meminta paman dan bibinya untuk datang ke pestanya.


Xuan Lan sudah sepuluh menit memejamkan matanya. Ia bermimpi bertemu dengan Xiao Lan.


"Xiao Lan" panggilnya pelan.


Xiao Lan membalikkan badannya menghadap Xuan Lan.


"Maaf aku-" ucapan Xuan Lan terpotong tatkala Xiao Lan menyentuh pundaknya dengan lembut.


"Apa kau sudah memberitahunya tentang kita?" tanya Xiao Lan lagi.


Xuan Lan menganggukkan kepalanya.


"Ya, tapi tentu saja ia tidak percaya" ucap Xuan Lan.


"Maaf ya, aku melibatkanmu dalam urusanku" ucap Xiao Lan murung.


"Tidak Xiao Lan. Berkat kau, aku bisa kembali berteman dengan orang lain. Aku bisa merasakan kasih sayang seorang gege dan kasih sayang orang tua yang sudah lama tidak kudapatkan" ucap Xuan Lan sambil menggenggam jemari Xiao Lan erat. Xuan Lan dapat merasakan kulit semulus sutra yang berada di genggamannya.


"Seharusnya aku yang berterimakasih padamu. Tubuh yang kau gunakan belum sepenuhnya milikmu. Aku juga masih bisa merasakan kehangatan sebuah keluarga karenamu Xuan Lan" ucap Xiao Lan sendu.


"Terimakasih, karenamu aku sudah merasa lebih baik disana sekarang. Mentalku sudah tidak terlalu terbebani sekarang" imbuh Xiao Lan.


Xiao Lan kemudian memeluk Xuan Lan sebagai rasa terimakasih dan pelukan itu dibalas oleh Xuan Lan. Tetapi lama kelamaan tubuh Xiao Lan hilang menjadi butiran-butiran cahaya yang berterbangan di udara.


Xuan Lan masih mencoba memeluk sisa cahaya itu tapi nihil. Ia sama sekali tidak bisa memeluk secuil pun cahaya itu.


"Xuan Lan, lakukanlah semua yang kau inginkan disini. Setelah dendamku terbalaskan kau bisa memiliki seluruh tubuh ini" ucap cahaya yang sudah menghilang tadi.

__ADS_1


"Xiao Lan!" teriak Xuan Lan sambil terbangun dari tidurnya.


Bibi Fu dan paman Tao yang mendengar Xuan Lan berteriak langsung bergegas ke dalam. Mereka melihat Xiao Lan yang terlihat sangat terkejut itu.


"Lan'er ada apa hm?" tanya bibi Fu lembut.


Xuan Lan tersadar. Ia menatap bibi Fu dan paman Tao bergantian. Apakah ini saatnya? pikirnya.


"Dimana paman Tae?" tanya Xiao Lan sedikit bergetar.


"Dia ada di depan, akan ku panggilkan sebentar" ucap paman Tao meninggalkan mereka berdua.


Bibi Fu masih menggenggam tangan Xuan Lan erat. Tak lama kemudian paman Tao dan paman Tae datang dari luar.


"Ada apa Lan'er?" tanya paman Tae.


"Aku ingin mengatakan suatu kebenaran kepada kalian, kumohon percayalah" ucap Xuan Lan dengan mata berkaca-kaca.


"Kau kenapa Lan'er? Jangan menangis, ceritakanlah semua masalahmu jangan kau pendam sendiri" ucap paman Tao lembut.


"A-aku sudah berganti nama menjadi Xuan Lan" ucapnya.


Tiga orang dewasa di hadapannya masih mendengarkan dengan seksama.


"Lalu?" tanya mereka serempak.


"Aku bukanlah Xiao Lan. Aku adalah Xuan Lan, aku bukan b-berasal dari masa ini. Aku berasal dari masa depan" ucap Xuan Lan cepat sambil memejamkan matanya.


"Dan Xiao Lan yang asli juga sudah mati" lirihnya.


Suasana menjadi sangat sepi. Tidak ada respon yang diterima Xiao Lan dari orang-orang yang berada di hadapannya. Xiao Lan kemudian membuka matanya. Ia bisa melihat jika ketiga orang ini masih menatapnya aneh.


"Aku bersungguh-sungguh, saat itu aku diracuni oleh kakakku sehingga aku mati. Kemudian aku bertemu dewa berbentuk kucing. Ia mengatakan kalau aku harus mencari keadilan untuk Xiao Lan" ucapnya lagi.


Kali ini masih sama. Tidak ada respon sama sekali dari ketiga orang itu.


"Xiao Lan keluarlah, tolong aku" gumam Xuan Lan.


"Paman, bibi" ucap seseorang dengan sangat lembut.


•••


habis pts langsung pelajaran kaya biasa ditambah tugasnya tuh sesuatu bgt tapi gimana namanya aja juga sekolah xixixi

__ADS_1


__ADS_2