
Xiao Lan yang mendengar itu masih setia di atas pohon. Ia tidak berniat menolong Xiao Xi, ini adalah hiburan baginya. Tapi dengan kurangajarnya Xiao Xi malah melempar buah kering ke arah Xiao Lan. Harimau tadi tidak jadi mendekati Xiao Xi. Ia berbalik arah menuju ke atas pohon yang dinaiki Xiao Lan.
"Grrr"
•••
Mau tidak mau Xiao Lan harus bertarung dengan harimau itu. Ini adalah kali pertamanya melawan hewan selama ia hidup di dunia modern maupun di dunia kuno. Ini adalah hal baru untuknya karena biasanya ia hanya bertarung dengan manusia.
"Lord, apakah kau butuh bantuan?" tanya Ran melalui telepatinya.
Xiao Lan memilih tidak menerima bantuan Ran dan Kuma karena masih ada Xiao Xi di belakangnya. Ia tak mau Ran dan Kuma menjadi incaran orang-orang yang serakah.
Sreekk
"Ah!"
Harimau tadi berhasil melukai pundak Xiao Lan dan itu tentu saja sakit. Selama ini Xiao Lan belum pernah mendapatkan luka dalam pertarungannya.
Ia mulai mengeluarkan energinya. Jika hanya menggunakan fisik mungkin ia akan mati terlebih dulu. Ia mulai menyerang harimau itu dari jarak jauh.
"Goarr" erang harimau yang terkena sabetan energi Xiao Lan.
Harimau tadi mulai mendekat lagi dan Xiao Lan juga mengeluarkan energinya ke arah harimau tadi.
"Goarr"
Xiao Lan mulai memajukan tubuhnya. Ia meninju punggung harimau itu dengan kuat.
"Goarr"
Dan satu sabetan energi lagi dari Xiao Lan membuat harimau itu mati bersama dengan suara terakhir yang keluar dari mulutnya.
Xiao Lan menekan luka di pundaknya. Ternyata perih sekali jika ia terluka seperti ini pikirnya.
Tiba-tiba kaisar Xiao beserta beberapa prajurit datang ke arah mereka berdua. Ia melihat Xiao Lan yang sedang menekan pundaknya yang mengeluarkan darah serta di depannya ada harimau dengan ukuran yang melebihi kuda dan Xiao Xi yang duduk ketakutan di dekat pohon besar.
"Xiao Lan, apa kau baik-baik saja?" tanya kaisar Xiao.
"Apakah aku terlihat baik-baik saja?!" teriak Xiao Lan kesal karena sudah jelas ia sedang tidak baik-baik saja.
__ADS_1
Kaisar Xiao kemudian berjalan mendekat ke arah Xiao Lan. Ia bisa melihat dengan jelas jika hanfu Xiao Lan sudah berubah menjadi merah serta ada beberapa percikan darah di bagian yang lainnya.
Baru saja ia akan menyentuh pundak itu. Xiao Xi sudah menangis dengan kencang.
"A-ayahh" isaknya.
Kaisar Xiao bingung, kedua anaknya membutuhkannya. Xiao Lan dengan luka fisiknya atau Xiao Xi dengan tangisannya. Ia tidak tau Xiao Xi terluka atau tidak. Sedangkan Xiao Lan masih memperlihatkan wajah datarnya.
Ia mengurungkan niatnya menyentuh Xiao Lan. Ia membalikkan tubuhnya ke arah Xiao Xi. Ia mengecek tubuh Xiao Xi dengan membolak-balikkan tubuhnya. Ternyata tidak ada satupun luka yang berada di tubuh Xiao Xi.
Kaisar Xiao tidak menyadari jika ada mata yang mengeluarkan kristalnya saat ini. Xiao Lan menghapus air matanya kasar. Ia tau memang selama ini ia tidak pernah diinginkan oleh kaisar Xiao tapi apakah salah jika ia ingin diperhatikan juga?
Wang Yu Yan dan Jiang Yuan kemudian tiba di tempat itu. Betapa terkejutnya mereka melihat Xiao Lan yang menangis sambil menekan pundaknya yang berwarna merah. Sesekali Xiao Lan juga menghapus air matanya serta harimau yang sudah kaku yang berada di depan Xiao Lan.
Yu Yan dan Jiang Yuan kemudian melihat ke arah belakang Xiao Lan. Ternyata kaisar Xiao sedang mengamati keadaan Xiao Xi yang terlihat sedang menangis itu. Sekarang mereka tau kenapa Xiao Lan menangis.
"Xiao Lan kau kenapa?" tanya Yu Yan khawatir.
"Kau tau markas Gold Tiger?" tanya Xiao Lan.
Jiang Yuan menganggukkan kepalanya. Ia sering berkunjung ke tempat itu karena ia memerlukan bantuan Gold Tiger untuk menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi kekaisaran.
"Yu Yan bisakah kau membawa harimau ini?" tanya Xiao Lan lagi.
"Bawalah aku ke markas Gold Tiger" ucapnya kemudian Jiang Yuan dan Wang Yu Yan langsung menuruti perkataan Xiao Lan.
Xiao Lan sedikit dibopong oleh Jiang Yuan karena ia cukup kehilangan banyak darah. Ia menjadi sedikit pusing.
Baru saja kaisar Xiao ingin menghampiri Xiao Lan tetapi Xiao Lan sudah terlanjur dibawa pergi oleh Wang Yu Yan dan Jiang Yuan. Mereka bahkan tidak berpamitan kepadanya.
Ia lalu meminta para prajurit membawa putri Xiao Xi kembali ke tenda yang sudah dipersiapkan tadi.
Sesampainya Xiao Lan, Yu Yan dan Jiang Yuan di markas Gold Tiger mereka langsung disambut oleh para Tigers.
"Reine!" ucap mereka terkejut karena Xiao Lan sudah terlihat pucat.
Mereka lalu mengambil Xiao Lan dan membawanya ke kamar yang biasa ditempati Xiao Lan sedangkan Yu Yan dan Jiang Yuan mengikuti mereka dari belakang.
*Vic*e-reine atau biasa dipanggil vice alias wakil reine, Ho sangat terkejut ketika ia mendapat berita jika reine nya sedang terluka. Ia lalu melangkahkan kakinya menuju kamar Xiao Lan.
__ADS_1
"Kalian semua tunggu diluar" perintahnya dingin.
Semua orang lalu keluar begitu juga dengan Yu Yan dan Jiang Yuan karena mereka tau Xiao Lan akan baik-baik saja selama berada di Gold Tiger.
Ho masuk ke dalam ruangan dan mengamati Xiao Lan.
"Haiss, ini hanya dicakar harimau. Kau tidak perlu berlebihan!" ucap Ho kesal.
Xiao Lan lalu menormalkan ekspresi wajahnya. Sebenarnya luka yang ada di pundaknya sudah sembuh sejak ia menekannya tadi. Ia menggunakan energinya untuk menutup lukanya.
"Kenapa?" tanya Ho.
"Agar mereka berdua percaya sehingga mereka mau kuajak kesini" ucap Xiao Lan.
"Apa ada masalah?" tanya Ho lembut.
Xiao Lan memandang mata Ho yang terlihat dari balik topengnya itu. Ho memang sangat peka terhadap perasaannya. Ia tidak pernah berubah dari dulu. Xiao Lan mulai menceritakan apa yang dialaminya tadi tanpa sadar air matanya kembali menetes.
"Sial, aku harus membuat perhitungan dengannya" geram Ho yang sudah mengepalkan tangannya.
"Tidak perlu. Kau sudah cukup membantuku" ucap Xiao Lan.
"Hmm, yasudah. Apa kau mau temanmu masuk kesini?" tanya Ho lagi dan dibalas anggukan oleh Xiao Lan.
Ho kemudian keluar dari ruangan itu.
"Kalian berdua masuklah" ucapnya datar kepada Yu Yan dan Jiang Yuan yang terlihat sedang mengkhawatirkan Xiao Lan.
Wang Yu Yan dan Jiang Yuan kemudian memasuki kamar yang disediakan untuk Xiao Lan.
"Apa kau baik-baik saja?" tanya mereka bersamaan dan dibalas anggukan oleh Xiao Lan yang sedang berpura-pura lemas itu.
"Kenapa mereka sangat baik kepadamu dan mereka memanggilmu reine?" tanya Jiang Yuan menyelidik.
Xiao Lan melirik sekilas pada Jiang Yuan. Ia tau jika Jiang Yuan sering berkunjung kemari. Dan ia yakin jika Jiang Yuan sudah mengetahui prosedur yang digunakan Gold Tiger sangatlah ketat jika ada orang asing yang ingin masuk ke markas ini.
"Kurasa aku tidak perlu menjelaskannya" ucap Xiao Lan sambil memandang keluar jendela.
"Jadi kau adalah sang reine yang dibicarakan seluruh orang itu?"
__ADS_1
•••
sebel bgt. kalian tau gak sih rasanya udah susah-susah belajar ternyata jadwalnya salah. pagi tadi tuh ternyata jadwalnya biologi bukan kimiaa😭😭