
"Selalu saja begitu tidak pernah berubah" gerutu Ho di dalam hatinya,
•••
Sesaat setelah Xiao Lan sampai di kediamannya datanglah putri Xiao Xi.
"Xiao Lan apa kau ada di dalam?" teriaknya dari luar,
Xiao Lan memutar bola matanya malas, ia bahkan belum sempat bernafas dengan benar sudah ada orang yang mau mengganggunya. Ia kemudian keluar dari kamarnya,
"Ada apa?" tanyanya,
"Emm, tidak aku hanya ingin memberikan ini" ucap putri Xiao Xi memberikan sebuah bungkusan,
Xiao Lan menerimanya kemudian bertanya,
"Ini apa?" tanyanya,
"Itu krim yang biasa aku gunakan. Kau tinggal mengoleskannya saja secara merata di seluruh wajahmu. Nanti wajahmu akan bersih dan berkilau seperti wajahku" ucapnya sambil tersenyum,
"Bisa jadi glowing?" gumamnya,
"Benarkah?" ia mulai memastikan,
"Benar, kalau tidak percaya sini aku coba" putri Xiao Xi kemudian membuka bungkusan itu, ia mengoleskan krim itu secara merata di wajahnya,
"Ini aman, aku saja selalu memakainya. Aku tau kau masih belum percaya sepenuhnya padaku tapi untuk kali ini percayalah" ucap putri Xiao Xi memelas,
"Baik, aku akan memakainya" putus Xiao Lan pada akhirnya,
"Oh ya gunakan sebelum tidur dan setelah bangun tidur maka krim itu akan sangat berguna untuk wajahmu, satu hari saja sudah terlihat hasilnya" imbuh putri Xiao Xi,
"Baiklah, aku ingin mandi" ucapnya kemudian berlalu tanpa menghiraukan Xiao Xi,
Xiao Xi yang biasa diperlakukan seperti itu hanya diam kemudian ikut pergi dari sana, ia sudah mulai terbiasa dengan sikap Xiao Lan yang seenaknya.
"Apakah wajahku terlihat kusam sampai-sampai ia memberiku krim seperti ini?" gumam Xiao Lan saat sedang mandi,
"Mungkin saja mukaku kusam dan tidak glowing lagi akhh rindu lanei*ge" ucapnya sedih,
____
Besok adalah hari dimana pesta perayaan pertambahan usia kaisar Xiao dirayakan. Sebenarnya sudah dari dua hari yang lalu berbagai ruangan dan istana sudah mulai dihias dan hari ini adalah hari terakhirnya.
Xiao Lan juga sudah merasa cukup melatih pasukan putra mahkota. Ia ingin menemui orang itu segera.
"Putra mahkota" teriaknya,
Orang yang dipanggil pun menoleh ada rasa sedih di hatinya adik kandung perempuannya ini tidak memanggilnya dengan sebutan gege,
"Ada apa?" tanyanya,
__ADS_1
"Ayo ikut aku ke arena latihan" ucap Xiao Lan langsung menarik pakaian putra mahkota,
Sesampainya disana Xiao Lan melepaskan tarikannya dari pakaian putra mahkota. Ia lalu memanggil seluruh pasukan untuk berkumpul di hadapannya,
"Sudah dua minggu ini aku mengajari dan mengawasi kalian berlatih secara langsung, jujur aku sedikit kurang puas karena semangat kalian agak menurun hari ini. Aku harap kalian mempertahankan semangat kalian yang selalu membara itu seperti sebelumnya" ucap Xiao Lan kepada mereka semua,
"Kami kurang semangat karena anda tidak mengawasi kami secara langsung putri" ucap seorang prajurit,
"Haiss, harusnya semangat itu berawal dari diri kalian sendiri. Apakah kalian tau jika latian ini bukan untuk kalian dan kekaisaran saja tapi untuk keluarga kalian yang berada di rumah. Kalian harus selalu mengingat mereka"
"Jika kalian dikirim perang ke perbatasan dan tidak semangat bahkan tidak fokus jika tidak ada aku apakah kalian tidak merasa kasihan pada keluarga kalian yang berada di rumah? Pasti mereka juga ingin selalu berkumpul dan melihat kalian setelah kalian semua pulang dari perbatasan"
"Aku juga tidak bisa setiap hari mengawasi kalian apalagi saat kalian dikirim perang ke perbatasan. Aku mohon, bangkitkan semangat kalian dari keluarga kalian yang menunggu kalian di rumah" ucap Xiao Lan sambil mengatupkan dua tangannya di dada,
"Maafkan kami putri, kami tidak pernah memikirkan sampai kesitu" ucap seseorang lagi,
"Tidak apa-apa, aku hanya ingin kalian lebih baik lagi ke depannya" ucap Xiao Lan,
Putra mahkota Xiao Gui sangat kagum atas tindakan Xiao Lan, ia tidak menyangka jika Xiao Lan bisa membangkitkan semangat para prajurit dengan cara seperti ini, ia bahkan tidak pernah melakukan hal seperti ini kepada para prajuritnya dulu.
"Aku ingin mengumumkan sesuatu kepada kalian" ucap Xiao Lan merebut perhatian semua orang yang berada di arena latihan,
"Kalian aku serahkan lagi kepada putra mahkota karena ia yang lebih berhak atas kalian daripada aku" ucap Xiao Lan,
Para prajurit dan putra mahkota tentu saja terkejut atas ucapan Xiao Lan mereka tidak menyangka kalau Xiao Lan akan memberikan kembali pasukan ini kepada putra mahkota,
"Tidak bisa" tegas putra mahkota,
"Aku sudah mengatakan saat bertarung denganmu jika aku hanya ingin melatih mereka lalu mereka akan aku kembalikan padamu" ucap Xiao Lan,
"Bukankah kau sudah memberikan separuh pasukan ini kepada pangeran Zhan?" tanya putra mahkota,
"Aku tidak akan pernah menerimanya" ucap pangeran Zhan yang muncul entah darimana,
"Hal itu Lan'er lakukan agar kau semakin emosi dan mudah untuk dikalahkan pangeran Gui" ucap pangeran Zhan lagi,
Putra mahkota memandang mereka berdua tak percaya,
"Terima saja, Xiao Lan juga tidak mungkin mengurus mereka setiap hari" imbuh pangeran Zhan,
"Tapi-"
"Apa kalian mau jika kalian kembali pada putra mahkota?" tanya pangeran Zhan kepada ribuan prajurit yang sedang berdiri tegak itu,
"Menjawab, mau" ucap mereka serempak,
"Mereka saja mau, tugasmu adalah menyulut semangat mereka saat latihan. Perhatikan kondisi mereka semua saat berada di bawah pimpinanmu" ucap pangeran Zhan menepuk pelan pundak putra mahkota Gui,
Xiao Lan dan pangeran Zhan kemudian pergi tanpa meninggalkan sepatah kata pun untuk mereka semua. Sedangkan putra mahkota Xiao Gui masih membatu di tempatnya.
"Terimakasih gege sudah membantuku" ucap Xiao Lan,
__ADS_1
"Tidak masalah, selama kau membutuhkan bantuanku maka aku akan selalu membantumu" ucap pangeran Zhan merapikan anak rambut Xiao Lan,
"Lan'er kenapa ada bintik merah di dahimu?" tanya pangeran Zhan,
"Bintik merah?" ucap Xiao Lan mengulangi pertanyaan pangeran Zhan, ia lalu menyentuhnya,
"Ini jerawat!" ucapnya,
Ia kemudian bergegas menuju kediamannya diikuti pangeran Zhan yang sedang panik di belakangnya. Ia takut Xiao Lan terkena penyakit mengerikan.
Xiao Lan kemudian mengambil cermin dan melihat wajahnya disana,
"I-ini jerawat" gumamnya,
"Lan'er kau kenapa?" tanya pangeran Zhan yang sedang panik dan terengah-engah karena mengejar langkah kaki Xiao Lan yang terlalu cepat,
"Gege kumohon keluarlah dulu" ucap Xiao Lan karena jerawatnya semakin banyak,
Pangeran Zhan tidak keluar, ia malah membalikkan wajah Xiao Lan ke hadapannya.
"Kenapa bintik merah itu tambah banyak Lan'er?" tanya pangeran Zhan yang bertambah panik,
"Kau kenapa?" tanya pangeran Zhan menggoncangkan tubuh gadis di hadapannya,
"Aku tidak tau, aku hanya memakai semacam krim yang diberikan oleh putri Xiao Xi" ucapnya,
"B*****h itu" ucap pangeran Zhan mengepalkan tangannya, ia hendak keluar dari kediaman Xiao Lan,
"Tunggu gege, biar aku saja. Kau hanya perlu mengawasi di belakangku" ucap Xiao Lan meyakinkan pangeran Zhan,
"Ya"
Xiao Lan dan pangeran Zhan kemudian menuju kediaman putri Xiao Xi.
BRAKK
Xiao Lan membuka dengan kasar pintu itu, Xiao Xi yang sedang bercengkrama dengan ibunya menjadi terkejut,
"Kau hampir membuatku jantungan adik keempat" ucapnya,
"Krim apa yang kau berikan padaku?" tanya Xiao Lan dingin,
"Ohh, jadi kau sudah melihat hasilnya?" putri Xiao Xi dan permaisuri menahan tawanya,
•••
JANGAN LUPA VOTE KOMEN RATE DAN LIKE
TERIMAKASIH
chiccacaaa
__ADS_1